Home / Fantasi / Naga Penakluk Hati / 47. Peliharaan

Share

47. Peliharaan

Author: cyllachan
last update publish date: 2026-04-18 21:00:00
"Apa yang terjadi?" tanyanya.

Aku memerhatikan leher yang pejal bagai beton. Di sana ... anehnya angka meningkat sebanyak lima belas persen. Meski rantai masih berkedip berwarna putih.

Tapi ... kenapa? Bukankah aku tidak bertemu dengannya dan tidak memiliki interaksi apapun dengannya selama berhari-hari? Mengapa tiba-tiba angkanya meningkat? Hal terakhir yang kulihat adalah saat sebelum aku ke kelas ramalan. Dia cuma si bodoh, serigala yang mengencingi dinding.

"Hmph! Rex si Alpha," ucapku dingi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Naga Penakluk Hati   79. Terbang

    Rasa puas karena berhasil meluncurkan surat provokasi itu tidak membuatku terlena dalam kantuk. Sebaliknya, adrenalin justru berdesir hebat di dalam darahku. Kata-kata Baelon Valerya terus terngiang di kepalaku, menuntut untuk dibuktikan."Tegangkan punggungmu... tegangan otot tanganmu... tahan otot perutmu."Aku melangkah menuju balkon kamarku yang luas. Angin malam akademi yang dingin langsung menyapu kulitku, namun anehnya, aku tidak merasa menggigil sedikit pun. Inti tubuhku terasa hangat, seolah ada tungku perapian yang baru saja dinyalakan di dalam sana.Aku menatap kedua telapak tanganku. Mengikuti instruksi Baelon, aku mulai menegangkan otot tanganku, menyalurkan fokus penuh sampai ke ujung-ujung saraf jari.

  • Naga Penakluk Hati   78. Parfum Mawar

    Aku tersenyum tipis, jenis senyuman yang tidak mencapai mata namun cukup untuk menunjukkan bahwa duniaku tidak sedang runtuh."Saya sudah tahu, Tuan Baelon," jawabku tenang.Baelon menghentikan gerakannya yang hendak membereskan perkamen. Ia menatapku dengan kerutan di dahi, matanya yang perak mencoba mencari celah kerapuhan di wajahku. Ia terdiam sejenak, seolah sedang menimbang-nimbang apakah aku sedang melakukan sandiwara hebat atau memang sudah gila."Kau ... sudah tahu?" Baelon menghela napas, suaranya melunak, ada nada prihatin yang jarang ia tunjukkan. "Aku ingat betul bagaimana dulu kau memandang Aegon, Lysa. Kau memujanya seolah dia adalah satu-satunya matahari di klan ini. Aku mengatakannya padamu agar kau tidak mendengarnya dari mulut orang lain yang berniat m

  • Naga Penakluk Hati   77. Kekuatan Naga

    Langkah kakiku bergema cepat di sepanjang lorong asrama sayap kiri. Napasku masih sedikit memburu, sisa dari gairah yang baru saja kupadamkan di ruang kebersihan bersama Ikaruz. Namun rasa cemas mendadak mengambil alih. Begitu sampai di depan pintu kamarku, aku melihat Hanna, pelayan Animari tikus setiaku, berdiri dengan wajah pucat pasi. Ia mencengkeram sebuah sapu erat-erat, seolah benda itu bisa menyelamatkannya dari monster apa pun yang ada di balik pintu."Nona! Jangan masuk!" Hanna memekik kecil saat melihatku mendekat.DUARR!Suara dentuman keras menghantam pintu dari arah dalam. Daun pintu kayu ek itu bergetar hebat, seolah-olah ada makhluk buas yang sedang berusaha mendobrak keluar."Apa yang terjadi di dal

  • Naga Penakluk Hati   76. Alim

    Ciuman itu berakhir saat napas kami benar-benar habis, menyisakan keheningan yang menyesakkan di ruang sempit itu. Ikaruz masih mendekapku, kepalanya bersandar di leherku, napasnya yang panas menggelitik kulit naga perakku. Tangan pemuda ini gemetar. Mungkin takut, mungkin amatir. Atau mungkin keduanya.Entah apa yang ia takutkan, mungkin takut akan hukuman para dewa kejam yang bisa membinasakannya apabila ia melawan takdir.Aku menggenggam tangan Ikaruz yang gemetar dengan pasti. Mataku melirik kepada rantai di lehernya. Kedipan liar rantai itu membuatku candu. Seberapa banyak angka itu bisa naik?Kuarahkan tangan Ikaruz kepada perutku. Lalu ke dadaku. Aku bisa merasakan seluruh jemarinya yang panjang di balik gaun kulit naga perakku yang rasanya setipis udara. Seakan i

  • Naga Penakluk Hati   75. Perasaan Imitasi

    Ikaruz menatap jemariku yang menyentuh tangannya, lalu menatap mataku. Di lehernya, angka rantainya yang berwarna biru langit berkedip samar. 16%... 17%... 18%!"Aku lebih suka jika kau tidak bersama siapapun yang bisa menyakitimu," jawabnya dengan suara yang bergetar.Aku memberikan senyuman nakal. "Kalau begitu, apakah itu artinya aku harus bersama pendeta suci sepertimu saja agar aman?"Wajah Ikaruz mendadak merah padam sampai ke ujung telinganya. Ia langsung menunduk, melinting pasta dupa dengan gerakan yang sangat kacau."Jangan bicara sembarangan, Nona Lysa! Kita sedang berada di kuil!" Ia mendesis keras.Aku tertawa kecil, merasa menang. Ternyata sang Ma

  • Naga Penakluk Hati   74. Dupa

    Jin berdehem, mencoba mengembalikan wibawanya yang nyaris runtuh. Beberapa kali ia bolak-balik dari papan tulis ke buku yang ada di mejanya, lalu curi-curi pandang kepadaku."Hari ini kita akan membahas tentang ... mmm, reaksi katalis pada empeduGriffin," Jin memulai, suaranya sedikit serak. Ia membetulkan kacamatanya berulang kali. Pandangannya terus terseret ke arahku, lebih tepatnya ke arah gincu merah dan garis rahangku yang kini terlihat tegas dan menawan."Untuk menstabilkan esensi api, kita memerlukan campuran ... mmm, dua bagian serbuk taring serigala dan satu bagian air mata ... duyung," lanjutnya sembari menulis di papan tulis.Aku mengernyitkan alis. Aku teringat catatan di buku ramuan dasar yang kubaca tadi subuh.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status