Waspadalah, Pangeran! Aku Bukan Istri Lemah yang Kau Kenal

Waspadalah, Pangeran! Aku Bukan Istri Lemah yang Kau Kenal

last updateLast Updated : 2026-06-04
By:  Donat MblondoCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
9 ratings. 9 reviews
217Chapters
10.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Yan Zhiyao terbangun dalam tubuh Shen Ruoyao, seorang putri yang sakit-sakitan, wajah menua sebelum waktunya, dan nasib tragis yang telah ia ketahui dari novel yang pernah ia baca. Dalam cerita aslinya, Ruoyao hanyalah pion yang dilupakan, mati perlahan, tanpa pernah benar-benar memiliki kendali atas hidupnya sendiri. Zhiyao menolak takdir itu. Dengan ketenangan yang tak mencolok, ia mulai memahami racun yang menggerogoti tubuhnya, membongkar konspirasi yang tersembunyi di balik perawatan, dan perlahan mengambil kembali kendali atas nasibnya. Bagi Ling Xiaochen, Pangeran Perang yang ditakuti banyak orang, pernikahan ini tak lebih dari aliansi politik dengan seorang wanita lemah. Namun semakin lama ia mengamati istrinya, semakin sulit baginya untuk mengabaikan ketenangan berbahaya di balik kelembutan yang tampak rapuh. Zhiyao tidak pernah berniat menarik perhatiannya. Namun ketika sang pangeran mulai melindunginya dengan cara yang terlalu personal… ketika jarak di antara mereka semakin sulit dijaga… permainan berbahaya pun dimulai.

View More

Chapter 1

1. Tersedot ke dunia cerita

“Berita terkini! Istana Bai Ling mengonfirmasi kaburnya Putra Mahkota Ling Chenxiao beberapa jam sebelum penandatanganan pernikahan aliansi dengan Kerajaan Yancheng. Sumber internal menyebutkan bahwa sang pangeran menolak pernikahan tersebut karena ketidaksesuaian pribadi, bahkan secara terang-terangan menyebut calon pasangannya terlalu tua seperti tante-tante.”

​Suara pembaca berita dari layar televisi raksasa di ruang tengah itu menggema, mengulang-ulang skandal kerajaan paling memalukan dekade ini.

​“Tante-tante? Huh!” Yan Zhiyao mendengus pelan. “Apa aku benar-benar setua itu?” Nada kesalnya terdengar ringan, lebih mirip geli daripada hancur.

​Tidak ada tangisan histeris ataupun bantingan barang. Sebagai seorang wanita berusia dua puluh tujuh tahun yang sejak lahir hidup di bawah ketatnya protokol kerajaan modern dan kejamnya sorotan kamera paparazzi, Zhiyao hanya menyesap air mineralnya dengan postur punggung yang tetap tegak sempurna.

​Matanya kembali jatuh pada buku yang ia genggam sebagai pelarian malam itu. Judulnya sederhana, 'Cinta di Bawah Mahkota Hitam'.

​Zhiyao baru saja menamatkannya beberapa menit lalu. Ceritanya memiliki alur yang jelas, dan seperti kebanyakan novel romansa fiksi, keadilan selalu berpihak pada protagonis. Namun, sejak halaman-halaman terakhir, ada perasaan aneh yang mengganjal di dadanya.

​Tokoh antagonis dalam buku itu—Putri Ruoyao—terus terbayang di benaknya. Seorang putri yang dijodohkan demi aliansi kekaisaran kuno, berwajah pucat dan menua sebelum waktunya. Ia dibenci tanpa diberi kesempatan, lalu disingkirkan dengan cara paling efisien oleh sang Pangeran agar pria itu bisa bersatu dengan adik perempuan Ruoyao.

​Entah mengapa, hati Zhiyao merasa iba. Nasib mereka berdua terlalu mirip. Sama-sama dijodohkan demi kepentingan takhta, sama-sama dianggap penghalang, dan sama-sama dicampakkan dengan alasan "tidak menarik".

​"Pangeran kabur demi cinta sejati. Pangeran membunuh demi cinta sejati? Ckck. Para pria keturunan raja ini sungguh konyol!" decaknya sinis.

​Tiba-tiba, udara di sekitarnya terasa hampa. Suara televisi mendadak senyap.

​Zhiyao menunduk menatap buku di tangannya yang seketika terasa panas. Huruf-huruf emas pada sampul berkilau terang, berdenyut pelan seolah memiliki napas. Cahaya tipis merembes dari sela-sela halaman, menyerap cahaya dari lampu ruang tengah sedikit demi sedikit.

​“Ah… Apa ini?" Zhiyao mengernyit.

​Belum sempat ia berpikir rasional, dalam sekejap dunia di sekelilingnya seakan retak.

​Prank!

​Gelas kaca dalam genggamannya jatuh membentur lantai. Sebuah tarikan gravitasi yang tak kasat mata mencengkeram kesadarannya, menyeretnya jatuh menembus cahaya, huruf, dan cerita.

​Ketika Yan Zhiyao membuka mata kembali, hal pertama yang ia rasakan adalah kelemahan yang absolut.

​Tubuhnya terasa sangat ringan, namun rapuh seolah tulangnya terbuat dari kaca tipis. Napasnya dangkal. Ada nyeri samar di persendian, rasa dingin tak wajar yang merayap di kulit, dan bau seduhan obat herbal yang asing memenuhi udara.

​Langit-langit di atasnya bukanlah plafon modern kediamannya, melainkan ukiran kayu kuno yang rumit.

​“Yang Mulia Putri Ruoyao… Anda sudah sadar?”

​Sebuah suara terdengar di dekatnya, lembut dan penuh kehati-hatian. Zhiyao membeku.

​Ruoyao?

​Nama itu terasa seperti sesuatu yang salah tempat. Napasnya tertahan. Pikirannya kosong selama beberapa detik, sebelum memori asing membanjiri otaknya. Ingatan milik Putri Ruoyao, sang antagonis tragis dari buku yang baru saja ia baca!

​Perlahan, Zhiyao menurunkan pandangannya. Tangan yang terbaring di atas ranjang itu kurus, teramat pucat, dengan urat-urat halus yang menonjol di balik kulit. Ini jelas bukan tangannya yang rutin melakukan perawatan di klinik modern. Kesadarannya benar-benar jatuh pada satu kesimpulan gila: ia telah masuk ke dalam cerita novel itu.

​“Ini nggak masuk akal…” suaranya serak, nyaris pecah.

​Ia mencoba duduk lebih tegak, namun tubuhnya langsung limbung. Dunia terasa bergeser, membuatnya terdiam sejenak hanya untuk menahan pusing yang mendera.

​Lalu, di tengah absurditas situasi yang bisa membuat siapa pun menjerit histeris itu, ujung bibirnya justru melengkung tipis.

​“Dari semua tokoh di buku itu…” Ia menghela napas kecil, antara pasrah dan terhibur. Ada nada geli yang sulit disembunyikan. “Aku malah jadi antagonis yang menunggu jadwal kematian?”

​Di sudut ruangan, pelayan itu menegang. Matanya melebar, jelas tidak mengerti mengapa Putri Ruoyao yang baru siuman dari pingsan di hari pernikahannya justru berbicara dengan nada aneh dan penuh geli.

​Hari sudah malam. Udara dingin merayap masuk melalui jendela kertas yang sedikit terbuka, membuat Zhiyao menggigil. Ia menarik napas dalam, menyingkap selimut sutra, dan memaksa dirinya turun. Setiap gerakan terasa berat. Ia berjalan tertatih menuju meja rias.

​Cermin perunggu di sana memantulkan wajah pucat dengan garis-garis halus. Tampak kusam dan berkerut untuk ukuran seorang gadis berusia delapan belas tahun.

​“Benar-benar… seperti orang tua,” gumam Zhiyao santai. Ia menahan tawa kecil.

​Tatapannya menajam saat menyapu deretan botol porselen di atas meja rias: krim wajah, ramuan, dan parfum. Naluri politiknya dari dunia modern yang penuh intrik berbunyi nyaring.

​“Aku harus memeriksa semuanya satu per satu.” Matanya menyipit dingin. “Tidak boleh ada yang lolos dari perhatianku.”

​Pelayan di sudut ruangan menahan napas, tampak bingung sekaligus canggung. Akhirnya ia tak tahan untuk tidak berbicara.

​“Ah… Yang Mulia… Anda benar-benar… berbeda malam ini.”

​Zhiyao menoleh melalui bahunya, senyum setengah menghiasi wajahnya. Matanya kini tidak memancarkan keputusasaan, melainkan tatapan tajam yang mengintimidasi. "Orang yang menyentuh ambang kematian akan belajar cara memandang dunia dengan cara yang berbeda."

​Pelayan itu menggigit bibirnya, ragu-ragu dan sedikit ketakutan. “Yang Mulia… apakah Anda benar-benar baik-baik saja?”

​Zhiyao hanya mengembuskan napas dan memutar matanya ke arah pintu kamar.

​Peran barunya di dunia ini jelas jauh lebih rapuh dibanding dirinya yang dulu. Namun, Zhiyao menyadari satu hal. Tubuh ini mungkin hancur, tapi jiwanya? Jiwanya adalah bangsawan yang telah bertahan dari kejamnya politik istana modern. Menghancurkan alur cerita klise ini hanyalah masalah waktu.

​Baru saja ia melirik tirai jendela, suara langkah kaki berat dan berirama terdengar dari koridor luar. Jantung lemahnya merespons dengan berdetak lebih cepat.

​Ada aura yang mendekat. Aura dominasi yang terasa familiar sekaligus menakutkan.

​Engsel tua itu berderit tajam. Saat pintu kamar terbuka, refleks Yan Zhiyao langsung bekerja. Di dunia asalnya, ia tahu persis bagaimana cara menyembunyikan kelemahan dari publik dan musuh politik. Tangannya bergerak cepat, meraih selendang tipis yang tergantung di sisi ranjang. Dengan satu gerakan lincah yang mengejutkan untuk tubuh selemah itu, ia menarik kain tersebut untuk menutupi separuh wajahnya.

​'Tidak. Jangan biarkan dia melihat wajah ini terlalu jelas.'

​Seorang pria berdiri di ambang pintu. Tinggi menjulang, mengenakan jubah kebesaran dengan pedang besar tersarung di pinggangnya, memancarkan tatapan dingin yang seolah mampu membekukan darah.

​Dialah sang Pangeran Perang Cangwu yang terkenal bengis, Ling Xiaochen.

​Pria yang di dalam naskah aslinya, bertugas mencabut nyawanya. Dan sekarang… sang algojo berdiri tepat di hadapannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

horman gom
horman gom
cerita ni sangat menarik. pokoknya gak bosan bacanya.
2026-06-11 16:11:20
1
1
Donat Mblondo
Donat Mblondo
Buku baru sudah terbit ya... Judulnya: "TUNDUKLAH, TUAN IBLIS! ISTRI BISUMU ADALAH TABIB DEWA"
2026-06-10 19:15:25
0
0
horman gom
horman gom
baca sampai tamat. puas dah. ditunggu selanjutnya .........
2026-06-08 23:39:35
1
1
Margaretha Dradjat
Margaretha Dradjat
mantap bro...ditunggu kelanjutannya
2026-05-07 20:37:22
3
1
MassAzfa
MassAzfa
Kisah Cinta Penuh Konflik Nanang Dan Lina Melawan Janda Gila. Judul: Sisi Liar Mas Nanang Izin Promo ya Author, Thank U.
2026-04-30 11:30:41
0
0
217 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status