MasukYan Zhiyao terbangun dalam tubuh Shen Ruoyao, seorang putri yang sakit-sakitan, wajah menua sebelum waktunya, dan nasib tragis yang telah ia ketahui dari novel yang pernah ia baca. Dalam cerita aslinya, Ruoyao hanyalah pion yang dilupakan, mati perlahan, tanpa pernah benar-benar memiliki kendali atas hidupnya sendiri. Zhiyao menolak takdir itu. Dengan ketenangan yang tak mencolok, ia mulai memahami racun yang menggerogoti tubuhnya, membongkar konspirasi yang tersembunyi di balik perawatan, dan perlahan mengambil kembali kendali atas nasibnya. Bagi Ling Xiaochen, Pangeran Perang yang ditakuti banyak orang, pernikahan ini tak lebih dari aliansi politik dengan seorang wanita lemah. Namun semakin lama ia mengamati istrinya, semakin sulit baginya untuk mengabaikan ketenangan berbahaya di balik kelembutan yang tampak rapuh. Zhiyao tidak pernah berniat menarik perhatiannya. Namun ketika sang pangeran mulai melindunginya dengan cara yang terlalu personal… ketika jarak di antara mereka semakin sulit dijaga… permainan berbahaya pun dimulai.
Lihat lebih banyakGELUDUK!Suara guntur yang membelah langit siang berawan di atas Istana Bai Ling membuat dua sosok di atas ranjang sutra itu tersentak bangun secara bersamaan.Napas Zhiyao terengah-engah. Matanya melebar, menatap langit-langit kamar yang dihiasi lampu kristal mewah. Tidak ada lagi bau anyir darah. Tidak ada lagi lantai marmer dingin Paviliun Langit. Yang ada hanyalah kehangatan sisa perapian dan suara rintik hujan sisa semalam yang membasahi kaca jendela raksasa.Di sebelahnya, Ling Chenxiao langsung terduduk dengan napas memburu. Hal pertama yang dilakukan oleh Jenderal itu bukanlah mengecek senjata, melainkan meraba perutnya sendiri dengan kecepatan kilat.Saat jemari kasarnya menyentuh otot six-pack yang sekeras papan cuci dan dada bidangnya yang penuh bekas luka kebanggaan, Chenxiao mengembuskan napas lega yang luar biasa panjang hingga ia nyaris menjatuhkan diri kembali ke kasur."Aku... aku bukan babi buncit lagi," gumam Chenxiao dengan suara bariton aslinya yang berat dan berwi
KRAAAK!Suara retakan tulang yang luar biasa keras bergema di sekujur Paviliun Langit Utama, menenggelamkan isak tangis tertahan dari Selir Agung Wan yang bersembunyi di balik pilar.Kaisar Ling Ye, sang penguasa mutlak yang selama dua dekade menebar teror di Kekaisaran Cangyue, kini menjerit melengking dengan suara yang pecah dan menyayat. Sepatu bot Ling Chenxiao yang berlapis besi baru saja meremukkan tempurung lutut kirinya tanpa ampun.Tidak ada belas kasihan. Tidak ada jeda. Sang Jenderal Naga melangkah dengan tenang, memindahkan tumpuan kakinya ke atas pergelangan tangan kanan Ling Ye yang masih memegang erat ujung jubah naganya."Ini untuk setiap napas ibuku yang kau curi," bisik Chenxiao sebagai Ling Yi dengan suara bariton yang begitu dingin, lebih beku dari es di puncak Pegunungan Utara.KRAK!Tulang pergelangan tangan sang kaisar remuk menjadi serpihan kecil di bawah tekanan fisik murni Chenxiao. Ling Ye menggelepar hebat layaknya cacing yang disiram air garam. Mata k
BOOOOOOOOOOMMMM!!!Suara ledakan yang luar biasa memekakkan telinga merobek keheningan Paviliun Langit Utama.Pintu mahoni raksasa berlapis baja setebal tiga inci yang diklaim mampu menahan hantaman kereta pelantak, hancur berkeping-keping seolah baru saja ditabrak oleh meteor yang jatuh dari langit!Tiga balok kayu ulin penguncinya patah menjadi serpihan debu. Pecahan pelat baja tajam dan bongkahan kayu seukuran batang pohon terlempar ke dalam paviliun dengan kecepatan peluru, menghantam telak formasi barisan depan Pasukan Bayangan Bulan.CRASSSHH! KRAAAK!Belasan master elit di garis depan tewas seketika dengan tubuh tertembus serpihan pintu sebelum mereka sempat melepaskan tali busur panah. Formasi Pertahanan Kura-kura Besi hancur berantakan dalam satu kedipan mata.Debu tebal dan asap mengepul menutupi pintu masuk. Dari balik kabut reruntuhan itu, sesosok raksasa melangkah masuk dengan ritme yang lambat dan mematikan.Ling Chenxiao berdiri tegak di ambang pintu. Api hitam
Jeritan melengking dari dalam Kuil Leluhur perlahan-lahan mereda, berubah menjadi rintihan serak, lalu akhirnya ditelan sepenuhnya oleh derak kayu yang terbakar.Api neraka berkobar liar, merayap naik menjilati pilar-pilar ulin hitam dan membakar habis ratusan papan nama leluhur bersepuh emas. Di tengah lautan api tersebut, tubuh Janda Permaisuri Agung He telah berubah menjadi gumpalan arang hitam yang tak lagi berbentuk. Bau daging yang hangus bercampur dengan lelehan sutra mahal menciptakan aroma kematian yang sangat memuakkan.Mantan Kaisar Ling Tian berdiri bergeming di ambang pintu kuil. Hawa panas dari kobaran api menerpa wajahnya, namun sepasang mata elang pria paruh baya itu terasa sangat dingin.Tangannya yang kasar naik, menyentuh pelan rahang dan pipinya yang kini telah mulus tanpa bekas luka bakar. Ingatan tentang malam kudeta belasan tahun lalu di mana ia merangkak keluar dari tumpukan mayat prajurit setianya dengan kulit yang meleleh, kini tumpang tindih dengan peman
Tubuh pelayan itu membentur lantai batu dengan suara tumpul yang menghentak kesadaran semua orang.Dalam hitungan detik, jamuan yang elegan itu berubah menjadi arena kepanikan. Beberapa bangsawan secara refleks melangkah mundur hingga kursi mereka terguling. Jeritan tertahan terdengar dari deretan
Keheningan yang mengikuti perintah itu jauh lebih memekakkan telinga daripada dentang lonceng istana mana pun.Aula yang tadinya dipenuhi tawa tertahan dan denting gelas kini membeku sepenuhnya. Di meja utama, pelayan yang membawa nampan perak itu mulai gemetar hebat. Nampannya berderik pelan, meng
Suasana di sekitar meja utama terasa semakin berat, meskipun senyum palsu masih menghiasi wajah para bangsawan.Xiaochen menatap lurus ke depan, namun seluruh instingnya terfokus pada perempuan di sebelahnya. Sejak awal jamuan, Ruoyao hampir tidak bersuara. Namun, satu kalimat balasan pasif-agresif
“Beradaptasi?” ulang Xiaochen pelan. Alisnya berkerut tajam. “Tubuh manusia bukan binatang percobaan.”Tabib Shan menghela napas pendek sebelum menjelaskan dengan sangat hati-hati.“Racun di dalam tubuh Putri Shen tidak bekerja seperti racun mematikan pada umumnya, Yang Mulia.” Tabib tua itu berh
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak