Partager

Memulai Rencana

Auteur: Mirielle
last update Date de publication: 2026-04-08 22:26:43

Restoran itu berdiri kokoh di sudut jalan yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk malam pusat kota yang ramai. Cahaya lampu temaram memantul di lantai marmer, menciptakan kesan eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki terlalu banyak uang untuk dihamburkan.

Vivian sudah duduk lebih dulu di dalam ruangan privat yang dipesannya tadi siang. Dia mengenakan gaun hitam ketat diatas lutut, rambutnya dibiarkan tergerai rapi. Sekilas, dia tampak seperti wanita elegan yang sedang menunggu m
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Additional Scene

    VIVIANVivian berusaha melepas cengkeraman rantai yang mengikat kaki dan kedua tangannya. Bunyi gemerincing terdengar nyaring saat rantai beradu dengan lantai. Dia telah dipindahkan ke ruangan lain yang jauh lebih sempit. Tidak ada jendela di sana, hanya lampu temaram di langit-langit dan sebuah ventilasi kecil yang ukurannya tidak lebih dari dua puluh sentimeter.Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan Vivian langsung menoleh. Ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu, wajah Vivian seketika berubah.“Asher,” gumamnya. “Lepaskan aku!”Pria itu masuk tanpa tergesa dan pintu tertutup di belakangnya. Dia memehang sebuah alat suntik ditangannya. Melihatnya, wajah Vivian langsung berubah. Dia mundur selangkah.“Apa yang kau lakukan?” Dia menggeleng takut. “Jangan mendekat!”Asher tidak menjawab. Dia berjalan mendekat dengan ekspresi yang begitu tenang hingga justru membuat Vivian semakin ketakutan.“Kau tahu apa yang paling membuatku marah?” tanyanya.Vivian menelan ludah. “A-aku ti

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Additional Scene: Mia dan Asher

    Mia sedang membersihkan boneka Summer dan menyusun kembali ke lemarinya. Gadis itu tertegun melihat susunan boneka itu. Semua boneka itu dibelinya khusus untuk Summer, tapi siapa yang menyangka, belum sempat dia berikan pada Summer, anak itu sudah meninggalkannya.Air mata Mia jatuh tanpa dia sadari. Dia tidak pernah menyimpannya. Boneka-boneka itu dipajang di lemari khusus dalam kamarnya.Hari ini tepat empat bulan Summer pergi. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, dan dia sangat merindukan Summer.“Sudah ku bilang jangan ganggu aku,” sungutnya tanpa melihat saat mendengar pintu kamarnya dibuka, lalu ditutup kembali tak lama setelahnya.Mia duduk, menatap boneka-boneka itu sambil menahan napas. Dia berbalik, namun tubuhnya membentur seseorang. Dia mendongak, matanya membulat.“Asher?”Apa yang dilakukan pria ini di rumah bibinya? Kenapa dia datang lagi? Bukankah waktu itu dia sudah benar-benar mengatakan akan pergi?“Mia.”Suara rendah itu mengingatkan Mia pada masa lalu mereka

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Hanya Kebahagiaan

    Anne mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi rasa sakit langsung menjalar dari hampir seluruh tubuhnya. Wajahnya meringis. Dia kembali ingat bagaimana Marcus menyiksanya seperti sesuatu yang tidak bernyawa.Membayangkan tubuhnya jatuh dari ketinggian berkali-kali membuat Anne memejamkan mata, menahan ngilu dan sakit yang datang menyergap. Ada ketakutan, ada kegelisahan, namun ketika tangan Zion menyentuh pundaknya, kesadaran Anne kembali.“Jangan bergerak.” Zion segera menahannya, suara pria itu terdengar sangat lembut. “Tubuhmu belum sepenuhnya pulih.”Anne menatapnya lama, lalu mengangguk lemah. Kemudian tangannya bergerak mencari sesuatu. Seolah tahu apa yang dia mau, Zion meraih tangan Anne, tetapi wanita itu justru mengulurkan tangannya kepadanya seperti menawarkan bantuan.Zion tersenyum. Dia berdiri, lalu berjalan tertatih menuju sisi ranjang. Setelah efek obat tidur yang disuntikkan padanya hilang, Zion benar-benar tidak tidur sama sekali memikirkan Anne. Hal itu membuat tubuhnya

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Kembali Sadar

    Hari pertama berlalu, hari kedua menyusul setelahnya. Pada hari ketiga, keadaan Anne masih sama. Dia belum membuka mata sama sekali. Namun, dokter terus mengatakan hal yang sama.“Kondisi vitalnya stabil.”Kalimat sederhana itu menjadi satu-satunya hal yang membuat Asher tetap bertahan di sisi Anne, menunggu dengan sabar sampai Anne kembali sadar. Dia sudah kehilangan selama puluhan tahun, dia tidak keberatan jika akan menunggu beberapa hari lagi.Pagi itu, setelah pemeriksaan rutin, Asher merapikan selimut Anne seperti biasa. Tiba-tiba pintu kamar kembali terbuka. Asher yang sedang menunduk menyelimuti Anne langsung menoleh. Zion berada di sana.Pria itu datang menggunakan kursi roda. Wajahnya masih pucat. Luka tembak yang dideritanya belum sepenuhnya pulih, tetapi dia bersikeras datang begitu kondisinya memungkinkan. Asher menegakkan tubuh, menatapnya tanpa ekspresi.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Asher dengan nada dingin.Zion tidak menjawab. Dia mengacuhkan Asher sepenuhnya.

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Bangunlah!

    Asher kembali duduk usai mencuci bersih noda darah di tangannya. Pria itu terlihat lelah dan wajahnya memelas. Don sudah kembali, dia harus mengurus Zion yang kondisinya juga masih sangat mengkhawatirkan.Pria itu berulang kali melirik ke arah pintu ruangan operasi. Sudah dua jam berlalu sejak lampu indikator merah menyala, namun belum ada tanda-tanda jika dokter akan segera keluar. Dada Asher terasa sangat sesak.“Jangan pergi,” desis Asher sambil memejamkan matanya. “Tuhan, atau siapa pun yang bisa mendengar permohonanku, tolong adikku! Aku tahu kalau aku tidak pernah berdoa seumur hidupku, tapi kali ini, aku mohon. Tolong berikan aku kesempatan bertemu Anne lagi.”Pria itu menyandarkan tubuhnya lemah. Sebuah panggilan mengalihkan sedikit perhatiannya.“Ya?”“Tuan, Marcus mati. Dia merebut pistol salah satu dari kami dan menembak dirinya sendiri.”Asher menegang kaku, lalu membanting ponselnya. Kenapa? Atas dasar apa dia mengambil nyawanya sendiri sebelum dia membayar apa yang dia la

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Jangan Tinggalkan Aku

    Asher melepaskan Marcus hingga tubuh pria itu kembali jatuh, kemudian dia menoleh kepada Vivian. Wanita itu terkesiap, kakinya membeku di tempat. Tatapan Asher berpindah dari wajah Vivian menuju Anne yang terbaring tidak sadarkan diri."Kau!"Vivian mundur, dia menggeleng. "Tuan … dengarkan aku. Ini bukan seperti yang kau pikirkan.""Aku tidak peduli.""Tunggu, aku bisa menjelaskan.""Kau boleh menjelaskan nanti."Asher menunjuk salah satu anak buahnya."Jangan biarkan mereka keluar."Dua orang anak buah Asher langsung maju dan menjaga pintu. Asher berjongkok di sisi Anne, mengangkat tubuhnya dengan hati-hati. Berbeda dengan sikapnya terhadap Marcus, setiap gerakannya saat menyentuh Anne begitu lembut.Dia menatap wajah pucat itu, mengelusnya pelan seolah wajah Anne adalah kertas rapuh yang jika disentuh akan hancur."Maaf aku terlambat," bisiknya. Asher mengeratkan pelukannya. Dia menunduk, kening mereka saling bersentuhan. "Jangan berani meninggalkanku. Kau sudah melakukannya sekali.

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Halusinasi Semata?

    Saat Vivian melangkah masuk, dia bisa melihat cara staff lain melihatnya seperti apa. Tidak hanya itu, mereka juga berbisik, entah apa yang sedang mereka bicarakan.Insiden dalam rapat itulah pemicunya. Entah bagaimana video itu bisa terselip diantara presentasinya. Padahal sebelum masuk, dia telah

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Dendam Vivian

    Vivian mengamati dari kejauhan. Sudah beberapa hari dia di sana, melihat bagaimana Summer dijemput dengan pengawasan ketat oleh bodyguard yang dipekerjakan Zion. Dia memegang setir kuat-kuat.“Sial! Kenapa dia masih mendapatkan dukungan setelah bertahun-tahun keluar dari keluarga Roselle?” umpatnya

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Anne Tahu Kebenarannya

    Anne mengamati wajah Zion dari jarak yang nyaris tanpa celah. Keringat tipis masih membasahi dahinya, namun sesuatu dalam diri pria itu telah berubah sejak beberapa menit lalu. Tangannya tidak lagi gemetar. Justru genggamannya pada tangan Anne terasa semakin kuat, seperti dia tengah berusaha menah

  • Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku   Pertukaran

    Malam semakin larut. Satu per satu orang dewasa mulai duduk kelelahan di bangku-bangku lorong. Ibu Asher masih berada di ruang perawatan, dan para orang tua bergantian beristirahat sambil menunggu kabar baik berikutnya. Asher akhirnya menyerah pada kantuknya, kepalanya jatuh bersandar ke lengan ay

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status