Dicampakkan Tunangan, Dicintai Musuhnya

Dicampakkan Tunangan, Dicintai Musuhnya

last updateZuletzt aktualisiert : 24.09.2026
Von:  SijiiGerade aktualisiert
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Nicht genügend Bewertungen
6Kapitel
15Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Drama

Dewasa

Bos / CEO

Pintar

Perselingkuhan

Pengkhianatan

Selama tiga tahun bertunangan, aku selalu menjadi pilihan kedua. Baginya, pekerjaan lebih penting. Rekan kerjanya lebih diprioritaskan. Hingga.. di hari ayahku meninggal, aku akhirnya tersadar. Aku tidak sedang kehilangan calon suami, melainkan… Seseorang yang tak pernah benar-benar memilihku, dari awal. Saat hatiku mulai mengeras, pria lain datang. Dia…musuh mantan tunanganku. Sungguh, pria itu aneh. Ia selalu mencari cara untuk mendekat. Aku tak tahu pasti tujuannya apa. Aku hanya berharap, takdir tak akan mempermainkanku lagi dengan jenis cerita yang sama.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

1. Status yang Mulai Kabur

Lorong itu begitu terang dengan kesunyian yang menyesakkan. Tak ada kalimat yang mampu mendeskripsikan betapa bencinya Nora di sana. Bau antiseptik selalu menguar, membuatnnya tak nyaman. Malam ini, aroma menyengat itu bahkan terasa lebih menusuk daripada biasanya.

Nora duduk di kursi besi yang begitu dingin, tepat di sebelah ruangan yang bertuliskan ICU dengan kedua tangan saling menggenggam erat. Dirinya tak sendirian. Ada beberapa orang yang memiliki nasib sepertinya, menunggu di atas besi dingin itu seraya terus melantunkan do’a dalam diam. Meskipun ada sekitar lima hingga enam orang di sana, nyatanya, hal itu tak mampu menghilangkan keheningan yang menyelimuti lorong itu. Suasana di sana membuatnya gusar. Seolah-olah setiap tarikan napas megingatkannya bahwa hidup ayahnya sedang bergelut dengan waktu di dalam sana.

Dipandangnya ruang bertuliskan ICU itu. Belum ada dokter yang keluar.

Anehnnya, Nora tak berharap ada.

Apa kalian tahu mengapa?

Setiap tarikan pintu itu akan membuatmu tahu rasanya bermain-main dengan maut. Gesekan dan decitan yang keras kala pintu itu terbuka akan membuatmu terlonjak. Bukan hanya karena respon alamiah tubuh akibat terkejut. Tetapi juga karena was-was dengan nama keluarga yang terlontar dari mereka. Panggilan keluarga itu hanya memiliki dua arti di sana. Pasien menunjukkan respon pemulihan yang baik, atau sebaliknya. Kabar itu, entah akan membuatmu sujud syukur karena anugerah dan berkah dari Tuhan. Atau…melemahkan saraf-sarafmu karena kehilangan.

Nora menarik napas panjang. Ponselnya kembali menyala. Secercah harapan tiba-tiba menyeruak hatinya membuat Nora buru-buru mengangkat layar.

Bukan telepon.

Ternyata…hanya notifikasi pemberitahuan tagihan listrik yang akan jatuh tempo. Nora bergulat dengan kesibukan yang membuatnya sampai melupakan beberapa kewajiban.

Sudut bibirnya bergetar pelan.

Ia membuka daftar panggilan. Dilihatnya nama yang sama memenuhhi layar. Lima panggilan tak dijawab, dan tiga pesan yang sama sekali belum terbaca.

“Ayah masuk ICU.”

“Kalau sempat, tolong datang.”

“Di sini, aku benar-benar butuh kamu.”

Nora menarik napas panjang. Pada akhirnya, wanita itu menekan tombol panggil dengan ragu. Nada sambung langsung menyambut indra pendengarannya.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali

Empat kali.

Baru di kali kelima, panggiran itu terangkat.

“Liam…”

“Nora, aku lagi meeting.”

Suara pria itu terdengar buru-buru. Nora juga dapat mendengar samar riuh percakapan orang-orang yang berada di belakang layar.

“Ayah masuk ICU, belum ada kabar lagi dari dokter.”

“Aku tahu. Tadi sempat baca chat yang kau kirim.”

“Liam… aku takut. Aku –“

Helaan napas terdengar dari seberang. Liam sepertinya ingin mengucapkan sesuatu, namun terhenti untuk sesaat. Nora saat ini tak lagi mendengar riuh percakapan samar di awal tadi. Panggilan itu, mendadak hening.

“Liam?” panggil Nora untuk memastikan keberadaan Liam di seberang.

Dengan nada yang tampak buru-buru, pria itu menjawab Nora. “Nora, meeting-nya mau dimulai. Aku tutup dulu, ya?”

Nora menggigit bibir bawahnya. Ia tahu dirinya tidak boleh egois. Liam sedang sibuk saat ini dan tak bisa diganggu. Tap sampai kapan? Ini juga bukan yang pertama kalinya. Bahkan, selama satu tahun ini, pria itu tak pernah mengunjungi ayahnya. Pria itu sama sekali tak menyempatkan waktu untuk datang ke rumahnya. Meskipun status pertunangan mereka masih ada, rasanya hambar. Seperti tak memiliki makna.

“Aku nggak minta waktu lama. Datanglah sebentar saja. Jenguk Ayah…” ucap Nora lembut.

“Aku usahain.” jawab Liam singkat yang langsung memutus panggilan secara sepihak.

Nora memandang ponselnya yang kini mulai redup, menamilkan layar hitam dan pantulan wajahnya yang terliha lesu. Matanya terpejam lelah. Entah sudah keberapa tunangannya itu seperti ini. Meeting. Selama beberapa tahun terkahir, hidup Liam selalu saja berputar pada kata itu. Dulu, setiap kali Nora mengeluh, pria itu selalu memeluknya seraya berkata, “Sabar, ya, sayang. Aku lagi kerja keras buat masa depan kita.” Panggilan sayang yang melantun lembut itu…hanya terlontar dari tunangannya saat membujuk Nora.

Nora kembali menatap ke dinding polos yang ada di depannya. Entah sejak kapan percakapan mereka menjadi sesingkat ini. Tak ada lagi kalimat manis. Tak ada lagi pertanyaan khawatir. Tak ada lagi kata-kata penenang. Yang tersisa hanyalah janji-janji yang terbalut kata ‘nanti’.

JEGREGG

Pintu keramat itu pada akhirnya terbuka. Pikiran Nora mengenai Liam langsung terputus.  Netranya menatap ke arah pria berjas putih yang perlahan muncul dari pintu. Jantungnya berdegup kencang, takut akan kalimat yang meluncur dari sana. Bibirnya kini mulai bergerak-gerak samar, merapalkan doa supaya apa yang ia takutkan tidak terjadi.

“Keluarga Hayes,” Nama itu, pada akhirnya terucap.

Saat itu juga, jantung Nora berhenti seperkian detik. Apakah ini akhirnya? batinnya lirih.

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
6 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status