首頁 / Romansa / Nikahi Aku Mas Cleaning Service! / Bab 108 : Kebohongan Raman

分享

Bab 108 : Kebohongan Raman

作者: Minerva
last update publish date: 2026-07-28 11:38:15

“Ya, Mama Sayang… Lusty, halo?” Raman mengangkat telepon dengan tangan yang masih sedikit gemetar, berusaha sekuat tenaga mengatur nada suaranya agar terdengar tenang dan wajar, seolah tak ada hal luar biasa yang baru saja terjadi. Ia mencoba mengalihkan pandangan dari wajah Fenina yang masih menempel erat di dadanya, sementara wanita itu menatapnya tajam namun penuh senyum tipis yang sulit diartikan—seolah tahu betul betapa berdebarnya hati pria itu saat ini.

“Mas? Kamu belum pulang?” suara Lu
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 108 : Kebohongan Raman

    “Ya, Mama Sayang… Lusty, halo?” Raman mengangkat telepon dengan tangan yang masih sedikit gemetar, berusaha sekuat tenaga mengatur nada suaranya agar terdengar tenang dan wajar, seolah tak ada hal luar biasa yang baru saja terjadi. Ia mencoba mengalihkan pandangan dari wajah Fenina yang masih menempel erat di dadanya, sementara wanita itu menatapnya tajam namun penuh senyum tipis yang sulit diartikan—seolah tahu betul betapa berdebarnya hati pria itu saat ini.“Mas? Kamu belum pulang?” suara Lusty terdengar lembut dan penuh perhatian dari seberang telepon, membuat hati Raman seketika berdenyut perih karena rasa bersalah yang mendalam. “Aku kira sudah selesai lama sekali, takutnya kamu kelelahan sendirian di sana.”“Belum, Sayang… aku masih di apartemen,” jawabnya pelan, memilih kata dengan sangat hati-hati agar tak tercium kebohongan sedikit pun. “Masih sibuk mengemas barang-barang sisa untuk kepindahan ke rumah baru. Ternyata banyak sekali benda yang harus disiapkan, dirapikan, dan d

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 107 : Terbuai Nafsu Fenina

    “Ah… Mas… begini… teruskan… jangan berhenti…” desah Fenina bergetar panjang, napasnya tersengal memburu saat ia kembali menggerakkan pinggangnya lebih cepat, lebih dalam, seolah belum puas merasakan setiap inci kehangatan yang menyatu di antara mereka. “Rasanya… belum selesai… aku masih menginginkanmu… lagi… dan lagi…”Raman mengerang pelan, matanya terpejam rapat meski di dalam hatinya masih tersisa sedikit rasa bersalah—namun kini perlahan tersapu oleh sensasi yang begitu nyata dan memabukkan. “Fenina… aku… ah…” suaranya tercekat saat Fenina menekan tubuhnya lebih erat, menggesekkan kulit mereka yang basah kuyup dengan irama yang semakin liar.“Kau rasakan sendiri kan, Mas?” bisik Fenina di sela erangannya, bibirnya menyentuh telinga Raman. “Kau merasakan betapa pasnya kita berdua? Tak ada yang bisa membuatmu sepuas ini selain aku… ah… benar-benar tak ada…”“Ah… Fenina… suaramu… berbeda…” rintih Raman tanpa sadar, terhanyut pada nada suara yang lebih mendesak, lebih liar, dan penuh

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 106 : Terjerat Hasrat Fenina

    "Ahh, Mas Raman yang tampan dan menggairahkan...." Fenina memuji sembari merangkak naik perlahan ke atas tubuh Raman, membiarkan tubuhnya yang telanjang menyentuh permukaan kulit pria itu, merasakan kehangatan yang selama ini hanya bisa ia bayangkan dalam kesendirian malam. Dengan tangan yang terampil dan penuh kerinduan yang mendalam, ia menyentuh setiap bagian tubuh pria itu, lalu memegang kejantanan pria itu yang kini sudah menegang kencang kembali, terbawa rasa takut yang bercampur dengan respons alami tubuh normal seorang pria yang tak mampu menolak rangsangan. Apalagi dirangsang oleh wanita secantik Fenina yang kini memegang kendali penuh atas dirinya. Perlahan, dengan gerakan yang penuh perasaan namun penuh kepastian, ia mengarahkan kejantanan Raman dan memasukkannya ke dalam dirinya sendiri sepenuhnya, merasakan sensasi penuh yang seketika meledakkan rasa nikmat yang tak terlukiskan dengan kata-kata apa pun. Rasanya seolah semua bagian dari dirinya kini bersatu kembali dengan

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 105 : Perangkap Fenina

    “Mas Raman, ayo pilih saja, mau menuruti apa yang kuinginkan sekarang, atau seluruh dunia akan melihat rekaman video intim itu tersebar luas ke mana-mana!” ancam Fenina dengan suara tajam namun bergetar hebat, penuh campuran amarah yang tertahan lama dan gairah yang tak lagi terbendung oleh alasan apa pun. Tatapannya tajam menembus mata Raman, seolah ingin merobek setiap benteng pertahanan yang masih tersisa di hati pria itu. “Tak ada jalan keluar lain, Mas. Dengar baik-baik, kalau kau ingin nama baikmu yang selama ini kau jaga rapi, pernikahanmu yang kau bangun dengan susah payah bersama Kak Lusty, serta kehormatan wanita yang kau katakan kau cintai itu tak hancur lebur seketika di hadapan semua orang, kau harus menjadi milikku… sepenuhnya, tanpa syarat apa pun, dan tak boleh menolak sedikit pun!”Kata-kata itu melayang di udara ruangan yang sunyi, menekan setiap sudut ruangan seolah menjadi beban berat yang menimpa pundak Raman sendirian. Pria itu tertegun kaku, seolah semua tulang

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 104 : Ancaman Video Intim

    “Mas… akhirnya hanya kita berdua di sini.” Suara Fenina merayu lembut, mengalun pelan seperti embusan angin yang tak terduga saat ia melangkah masuk ke dalam apartemen yang sedang sibuk dibereskan oleh Raman. Ruangan itu masih berantakan—kardus-kardus tersusun rapi di sudut-sudut, tumpukan pakaian dan perlengkapan rumah tertata sementara di atas meja dan tepi kasur.Hari itu, Lusty sedang pergi sejak pagi, sibuk mengurus segala persiapan pernikahan adiknya, Lula yang tinggal beberapa hari lagi. Kesunyian yang menyelimuti apartemen itu seolah menjadi kesempatan emas yang tak ingin disia-siakan Fenina, yang sudah lama menyimpan rasa dan niat tersembunyi terhadap suami saudaranya sendiri.Raman sedang duduk di tepi kasur, melipat seprai dengan hati-hati. Mendengar suara itu, ia segera berhenti sejenak, lalu menoleh perlahan. Saat melihat sosok Fenina yang berdiri di ambang pintu dengan tatapan yang tak biasa, ia segera menegakkan badan, meletakkan lipatan kain yang dipegangnya ke samping

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 103 : Kecurigaan Lusty

    “Ah… Mas… akhirnya kita bertemu kembali setelah seminggu lebih aku di luar negeri… aku merindukanmu…” Desahan Lusty meluncur lembut namun penuh kerinduan yang mendalam begitu Raman melangkah masuk ke kamar utama rumah baru mereka yang kini sudah mulai terasa seperti rumah yang sesungguhnya.Ruangan itu sudah tertata rapi dan terasa begitu nyaman, meski sebagian bagian rumah lain masih dalam tahap penyelesaian perlahan. Cahaya senja yang keemasan menembus jendela kaca yang lebar, menerangi wajah Lusty yang tampak segar kembali setelah beristirahat cukup lama dari perjalanan jauh yang melelahkan dari luar negeri. Tanpa menunggu lama atau memberi kesempatan bagi suaminya untuk beristirahat lebih dulu, ia segera merangkul leher suaminya dengan erat, menariknya mendekat hingga tubuh mereka saling menempel rapat, lalu membenamkan wajahnya di dada bidang yang begitu ia rindukan selama berhari-hari terpisah.Raman membalas pelukan itu dengan senyum lelah namun penuh kasih sayang yang tak pern

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status