Chapter: Bab 12 : Nafsu ArgaPonsel Lusty berdering. Puluhan panggilan tak terjawab dari Arga. Akhirnya Lusty mengangkat ponselnya. Ia berusaha berkata setenang mungkin. “Sorry, aku tadi masih lembur. Bentar lagi OTW.” Lusty meraih semprotan merica dan menyembunyikan dalam bajunya. Ia sudah dapat mencium rencana licik Arga. Jika Arga setega itu merencanakan pengeroyokan dan mengancam Raman, kali ini Arga pasti akan bertindak lebih nekat.“Kamu ngapain aja sih? Aku sudah bilang jam delapan malam. Tapi ini sudah jam sembilan malam.” Suara Arga terdengar marah dari ponsel. “Sopirku sudah menunggu sedari tadi di parkiran.”Lusty mendengus kesal. “Huh, masih jam sembilan malam. Aku biasanya lembur sampai pagi.” Suara sepatu Lusty bergema di kantor yang sunyi. Suara pintu dan langkah cleaning service kembali mengingatkannya kepada Raman. Sejenak ia menatap cleaning service yang membersihkan sudut koridor. Berharap itu adalah Raman yang telah kembali, namun bukan. Itu adalah cleaning service baru yang menggantikan Raman.
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 11 : Hasrat Terpendam"Vila pribadiku di kawasan Puncak. Malam ini, jam delapan.” Suara Arga terngiang dalam kepala Lusty yang khawatir kepada undangan Arga.Lusty mengunci pintu ruang kerja pribadinya rapat-rapat. Suasana kantor sudah sepi sejak satu jam lalu.. Cahaya lampu ruangan diredupkan, menyisakan pendar temaram yang sunyi. Ia memberi perintah agar tidak ada orang yang mengganggunya dengan alasan mempersiapkan undangan Arga. Papan kecil bertuliskan CLOSED tergantung di pintu kantornya.Ia duduk bersandar di sofa kulit. Napasnya mulai memburu bukan karena lelah bekerja. Jemarinya yang gemetar membuka galeri ponsel, menampilkan beberapa foto Raman yang diambil diam-diam saat pria itu sedang membersihkan kaca atau tersenyum canggung di balik kemudi."Raman..." Bisikan itu lolos begitu saja dari bibir ranumnya. Kedua matanya memandang foto-foto Raman yang diambilnya dengan ponselnya tanpa sepengetahuan Raman. Tangan kanannya perlahan turun meraba paha, bergerak naik menyusup ke balik rok kerja ketat ya
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 10 : Undangan Arga"Tidak mungkin Raman pergi begitu saja tanpa alasan." Lusty bergumam sembari menatap file foto Raman di layar ponselnya. Air matanya telah mengering, ia berusaha menutupi dengan make up. Di dalam kabin mobil yang sunyi, napasnya terdengar putus asa.Lusty menghela napas mengingat aroma tubuh Raman di dalam mobil itu. Ia masih merasakan bagaimana kehangatan tubuh Raman sedekat itu. Ketika jemarinya meraba tubuh Raman yang tegang. Adegan intim di dalam mobil membuatnya berkeringat."Nona Lusty, apakah kita jadi berangkat ke ruang rapat sekarang?" Sopir baru itu bertanya dengan sangat hati-hati. Tatapannya dari spion tengah menyiratkan kecemasan melihat kondisi sang CEO yang tampak kacau.Suara sopir baru itu membuat Lusty agak tersentak kaget. Menyeretnya keluar dari lamunan. Ia tidak langsung menjawab. Ia membetulkan letak kacamatanya yang sedikit miring, lalu mengusap wajahnya kasar. "Ya. Jalan sekarang."Langkah kaki Lusty terasa begitu berat saat memasuki ruang rapat utama Mona Beaut
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 9 : Demi Keluarga"Kamu kenapa, Raman? Wajahmu pucat sekali," tanya Lusty sembari membetulkan letak kacamatanya. Mata indahnya menatap cemas ke arah kursi kemudi.Raman buru-buru membalikkan layar ponselnya ke bawah. Ia meremas jemarinya yang mendadak sedingin es. "T-tidak apa-apa, Nona Lusty. Hanya sedikit pusing karena sisa kejadian kemarin."Raman memilih bungkam seribu bahasa. Ia menyembunyikan ancaman biadab dari Arga itu. Sepanjang perjalanan menuju kantor, dadanya bergemuruh hebat. Rasa takut yang luar biasa merayap di hatinya. Bayangan rumah kayu milik orang tuanya terus menghantui. Rumah panggung itu terlampir jelas dalam pesan teks tadi.Raman tahu posisi dirinya saat ini. Melawan pria sekuat Arga sangat berbahaya. Mengandalkan hukum membutuhkan proses yang lama. Nyawa keluarganya bisa menjadi korban taruhan. Polisi belum tentu bergerak cepat sebelum pelaku bertindak. Raman tidak ingin ego mengorbankan orang tuanya.***Malam harinya, Raman kembali ke kosan sempit. Ia melangkah masuk dengan h
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 8 : Rayuan Lusty"Kita tidak pulang ke rumah, Raman," ucap Lusty dengan napas memburu. Jemarinya mengusap dada Raman sembari meremas kejantanan pria itu lalu pindah meremas paha pria itu.Raman mengerang. Tangannya memegang lengan Lusty, menahannya agar tidak berlebihan. "Jadi kita ke hotel?" Lusty tidak menjawab pertanyaan itu. Ia menggantikan menyetir mobil kemudian melajukan mobil keluar dari halaman rumah mewahnya. Sedan mewah itu meluncur masuk ke pelataran hotel bintang lima. Setelah mesin mati, Lusty memutar tubuhnya menghadap Raman. Hasrat bercinta dan melarikan diri dari tekanan perjodohan orang tuanya memuncak.Lusty melepaskan kacamatanya dengan perlahan. Ia memajukan tubuhnya hingga menempel ke Raman. Aroma parfum dari leher jenjang Lusty menguar kuat memenuhi udara. "Menginaplah bersamaku di sini. Aku tidak ingin kamu pulang ke kosan dalam kondisi begini. Aku ingin bersamamu malam ini, Raman." Wajah Raman seketika memerah. Jantungnya berdegup kencang menahan gejolak asmara. "Ta—tapi Non
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 7 : Ciuman PertamaMobil sedan mewah itu berhenti di pelataran rumah Lusty. Kabin mobil terasa sunyi. Raman terus menundukkan kepalanya. Ia mencoba menyembunyikan memar di kening wajahnya dari kaca spion di atas dasbor. Lusty memicingkan matanya. Ia menatap Raman dengan sangat menyelidik. "Kamu benar-benar tidak mau jujur padaku, Raman?" Kecurigaan Lusty memuncak saat melihat gerakan tangan Raman. Pria itu tampak canggung saat membetulkan posisi topinya yang terlalu turun. Raman memaksakan sebuah senyuman tipis. Sudut bibirnya terasa sangat perih akibat hantaman keras tadi siang. "Sumpah, Nona. Saya tidak menyembunyikan apa pun. Semuanya aman dan mobil sudah bersih sempurna." Lusty tidak percaya pada bualan sopir pribadinya itu. Ia segera berpindah ke kursi depan demi meraih perangkat dashboard camera di kaca depan mobil. Gerakan tangannya tampak sangat tak sabar. Lusty membuka aplikasi khusus di ponselnya. Jemari lentiknya mulai memeriksa rekaman perjalanan mobil sepanjang hari itu. Ia ingin melih
Last Updated: 2026-07-13