author-banner
Minerva
Minerva
Author

Novels by Minerva

Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

Lusty Mona, CEO perusahaan skincare, memiliki segalanya—cantik, cerdas, namun di usia 30 tahun ia masih belum menikah. Keluarganya bersikeras menjodohkannya dengan Arga Wijaya, seorang CEO muda demi nama besar keluarga. Tak disangka, hati Lusty justru jatuh pada Raman, seorang cleaning service yang selalu ada di dekatnya dan membantunya dengan tulus. Hubungan mereka memicu penolakan keras dan rencana licik untuk menyingkirkan Raman. Mampukah Lusty mempertahankan pria yang dicintainya? Atau ia akan kehilangan segalanya demi pilihannya?
Read
Chapter: Bab 152 : Jejak Kebaikan
Bulan berganti musim, dan kehadiran Cahaya perlahan bukan lagi sekadar kebahagiaan di dalam rumah kecil itu—ia menjadi cahaya yang menyebar ke sekeliling, menyentuh hati siapa saja yang berpapasan dengannya. Anak itu tumbuh dengan wajah yang selalu tersenyum, matanya jernih memancarkan kehangatan yang murni, seakan ia membawa pesan damai ke mana pun ia dibawa. Lusty dan Raman tidak pernah memanjakannya dengan kemewahan berlebih, melainkan dengan kasih sayang yang tulus, teladan yang baik, dan kebiasaan berbuat kebaikan sejak dini. Setiap pagi, sebelum menyapa dunia, mereka selalu berdoa bersama, mengajarkan bahwa segala sesuatu yang indah datang dari ketulusan hati dan rasa syukur.Suatu pagi yang cerah, Lusty sedang menyiapkan pakaian bersih untuk Cahaya saat Raman masuk ke kamar dengan wajah yang tenang namun menyiratkan sesuatu yang penting. Ia duduk di tepi tempat tidur, menggenggam tangan istrinya dengan lembut.“Lusty, tadi saya menerima kabar dari salah satu tetangga yang tingg
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Bab 151 : Cahaya yang Tumbuh
Waktu berlalu lembut bagai aliran sungai yang tenang, membawa serta kebahagiaan yang semakin nyata di kediaman Lusty dan Raman. Cahaya kini telah berusia beberapa bulan, tumbuh menjadi bayi yang sehat, ceria, dan selalu menyapa siapa saja dengan senyum yang menawan. Matanya yang jernih bersinar riang, menatap dunia dengan kepercayaan yang murni, tak ternoda oleh ingatan tentang masa lalu yang kelam. Setiap pagi, tawa kecil yang menggema di ruangan rumah itu menjadi nada pembuka yang indah, mengusir sisa-sisa keheningan yang dulu pernah terasa sepi dan berat.Suatu pagi, Lusty duduk di kursi goyang di beranda, menggendong Cahaya yang tampak bersemangat menendang-nendangkan kakinya yang mungil. Tangan kanannya mengusap punggung buah hatinya dengan lembut, sementara pandangannya menerawang jauh ke arah halaman yang hijau dan tertata rapi. Raman keluar dari rumah membawa dua cangkir teh hangat, meletakkannya di meja kecil di hadapan mereka, lalu duduk di samping istrinya sambil mengusap r
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Bab 150 : Saatnya Cahaya Datang
Hari-hari penantian yang lembut dan penuh syukur akhirnya mulai menyentuh puncaknya. Perut Lusty kini membulat sempurna, menampakkan bukti kehidupan yang telah tumbuh kuat dan sehat di dalam rahimnya selama berbulan-bulan. Setiap gerakan kecil yang terasa dari dalam menjadi sapaan hangat yang menguatkan hati, seakan anak itu pun tak sabar untuk menyapa dunia yang telah disiapkan dengan kasih sayang sepenuhnya. Lusty berjalan perlahan, penuh kehati-hatian namun dengan wajah yang bersinar cerah, dikelilingi oleh perhatian Raman, Dedi, dan Sari yang tak pernah lelah menjaga serta mendampinginya di setiap langkah.Suatu pagi, udara terasa sejuk dan menyegarkan, menyelinap masuk melalui jendela kamar yang terbuka lebar. Lusty terbangun dengan perasaan yang berbeda—ada rasa nyeri halus yang datang dan pergi, lembut namun teratur, seakan memberi tanda bahwa waktu yang ditunggu telah tiba. Ia menahan napas sejenak, lalu tersenyum lembut menyadari makna perasaan itu. Raman yang sedang duduk di
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 149 : Penantian yang Penuh Harapan
Hari-hari berganti lembut bagai aliran sungai yang tenang, membawa kedamaian yang kini benar-benar menyatu di setiap sudut kehidupan mereka. Waktu terasa berjalan lebih santai, seakan ikut menghormati masa penantian yang semakin mendekati puncaknya. Perut Lusty kini membulat jelas, menampakkan bukti nyata kehidupan yang tumbuh makin kuat dan sehat di dalamnya. Wajahnya bersinar cahaya keibuan yang lembut, matanya memancarkan ketenangan yang tak pernah goyah walau sesaat pun. Raman selalu berada di dekatnya, mengawasi setiap gerak-gerik istrinya dengan perhatian yang tak pernah lelah, seakan menjadi perisai hidup yang tak akan tergoyahkan oleh apa pun.Suatu pagi yang cerah, Lusty duduk di kursi goyang di beranda, merajut pakaian kecil berwarna putih bersih dengan tangan yang bergerak perlahan dan penuh kasih sayang. Setiap jahitan seakan diisi dengan doa yang tulus—untuk keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan anak yang akan segera datang menyempurnakan kebahagiaan rumah tangga mereka
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 148 : Damai yang Datang
Hari-hari berikutnya berlalu dengan kelembutan yang belum pernah dirasakan sebelumnya di kediaman Lusty dan Raman. Tidak ada lagi ketegangan yang tersembunyi di balik senyum, tidak ada lagi keraguan yang menyelinap di tengah malam, dan tidak ada lagi kecemasan yang menanti di setiap ketukan pintu. Ketenangan itu bukan sekadar keheningan di sekitar rumah—ia adalah kedamaian yang meresap ke dalam setiap sudut hati, menyadarkan bahwa segala pertarungan batin yang panjang dan melelahkan akhirnya telah berakhir.Pagi itu, udara terasa segar dan harum bunga melati yang tumbuh di halaman depan. Lusty duduk di kursi goyang di beranda, mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman, tangan kanannya bergerak perlahan mengusap perutnya yang kini jelas membulat. Setiap kali ada gerakan halus dari dalam, senyumnya merekah seakan menyambut sapaan paling berharga di dunia. Raman datang membawa segelas susu hangat dan sepotong roti yang baru dipanggang, meletakkannya di meja kecil di sampingnya, lalu dud
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Bab 147 : Panggilan Kebenaran
Sore itu, suasana di kediaman Lusty dan Raman terasa hening namun penuh ketegangan yang tertata rapi. Keterangan yang disampaikan Mbak Sinta telah menyatu dengan kepingan-kepingan bukti lain, membentuk gambaran yang utuh dan tak lagi dapat disangkal. Lusty duduk di meja ruang tengah, menyusun catatan-catatan itu dengan tangan yang mantap namun lembut, sesekali berhenti mengusap perutnya yang semakin membulat. Raman berdiri di sampingnya, menatap baris demi baris tulisan itu dengan pandangan yang tenang namun teguh.“Semua sudah tersusun lengkap, Lusty,” ujarnya pelan, meletakkan tangan di bahu istrinya. “Setiap peristiwa, setiap keterangan, setiap kesaksian—semuanya saling menguatkan. Tidak ada celah yang dapat mereka bantah lagi.”Lusty mengangguk perlahan, menutup berkas itu dengan gerakan yang hati-hati. “Benar, Mas. Namun tujuan kita bukan untuk menjatuhkan mereka, melainkan agar mereka menyadari dan berhenti. Karena itulah, sebelum hal ini diketahui orang lain, kita harus memberi
Last Updated: 2026-10-09
You May Also Like
Mencintaimu
Mencintaimu
Romansa · sasa nl
1.9K views
DIKEJAR CINTA 4 MILIYARDER TAMPAN
DIKEJAR CINTA 4 MILIYARDER TAMPAN
Romansa · Zemira Fortunatus
1.9K views
Rasa Tanpa Tatap
Rasa Tanpa Tatap
Romansa · Yuendha
1.9K views
Wanita Kedua
Wanita Kedua
Romansa · Sugar Baby
1.9K views
CEO Galak Itu Kekasihku
CEO Galak Itu Kekasihku
Romansa · Bluside
1.9K views
Mendadak CEO
Mendadak CEO
Romansa · R L
1.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status