Share

Nyonya Tak Bucin Lagi
Nyonya Tak Bucin Lagi
Penulis: Teh Stroberi

Bab 1

Penulis: Teh Stroberi
"Kalau mau mati, tusuk saja dirimu, kenapa harus melompat dari gedung," kata pria itu dengan sikap yang dingin.

"Aku mau tusuk ...."

Tiba-tiba, Grace Wijaya merasa ada yang salah dengan perkataan William Sanjaya.

Kapan dirinya melompat dari gedung?

"Nyonya akhirnya sadar juga."

Pada saat ini, pelayan Bibi Sinta menghampirinya dengan membawa air serta obat.

"Kepala Nyonya sakit? Kata dokter Nyonya mengalami gejala gegar otak ringan dan sudah meresepkan obat untuk Nyonya. Nyonya mau minum sekarang saja?"

Grace tidak menjawab pertanyaan dari Bibi Sinta karena baru sadar bahwa dirinya terbaring di kamar tidur yang besar.

Dilihat dari tata letak dan dekorasi rumah, sepertinya ini adalah rumah Keluarga Sanjaya di masa lalu.

Sejak masuk rumah sakit jiwa, Grace tidak kembali ke sini selama lebih dari dua tahun.

Mungkinkah dia dibawa pulang oleh William?

Ada yang salah!

Pisau itu menusuk jantungnya. Kalaupun tidak mati, pastinya akan masuk ruang operasi.

Grace dengan cepat menundukkan kepalanya untuk memeriksa dan melihat bahwa kondisi dadanya masih utuh.

Kepala serta pergelangan tangannya dibalut dengan kain kasa medis.

William mengerutkan kening dan begitu kesal melihat ekspresi Grace yang berubah dari kesakitan menjadi terkejut.

"Kalau mau melompat dari gedung, pilihlah tempat yang lebih tinggi. Cuma lantai dua, nggak akan mati!"

Setelah berbicara dengan sikap yang dingin, William segera melangkahkan kakinya untuk pergi.

Grace mengabaikan William dan terus memeriksa tubuhnya.

Dia sudah berada di rumah sakit jiwa selama lebih dari dua tahun dan kondisinya menjadi semakin lemah. Namun, sekarang kulitnya cerah dan halus, bahkan tubuhnya terlihat montok.

Tidak ada bekas luka atau lebam di badan dan lengan yang disebabkan oleh perawat.

"Nyonya, Tuan hanya emosi saja jadi mengatakan hal yang seperti itu."

Bibi Sinta mengira Grace sedih, jadi menghiburnya dengan hati-hati, "Nggak ada dendam antara pasangan suami istri, nanti juga Nyonya dan Tuan ...."

"Bibi Sinta, hari ini hari apa?"

Grace sangat terkejut hingga dengan bersemangat menyela kata-kata Bibi Sinta.

Bibi Sinta memandangnya sejenak lalu menjawab, "Hari ini adalah hari ulang tahun Nona Bella Darmian. Kabarnya Tuan pergi untuk merayakan ulang tahunnya, jadi Nyonya meneleponnya untuk pulang ...."

Bibi Sinta salah paham, tapi Grace tidak punya waktu untuk menjelaskan. Grace segera melihat sekeliling dan mengambil ponsel yang diletakkan di samping tempat tidur ....

Waktu di ponselnya menunjukkan tiga tahun lalu!

Tiba-tiba, Grace teringat sesuatu. Grace melepaskan selimutnya dan melompat dari tempat tidur, bergegas menuju ruang khusus untuk bunga.

Ruang bunga memang berantakan, hanya tersisa ranting-ranting patah dari berbagai bunga berharga ....

Tiga tahun lalu, saat mendengar bahwa William akan merayakan ulang tahun Bella dan membelikan bunga untuk Bella, Grace kehilangan kesabaran dan menghancurkan semuanya.

Pecahan kaca melukai pergelangan tangannya, Grace mengabaikan rasa sakit itu dan melompat dari balkon lantai dua.

Meskipun terhalang oleh semak-semak hijau dan lengan serta kakinya tidak patah, tapi kepalanya membentur tepi hamparan bunga lalu pingsan di tempat ....

Jadi, dia kembali ke tiga tahun lalu?

"Nyonya kenapa mau pergi ke ruang bunga lagi? Lantainya penuh pecahan keramik. Tolong jangan lakukan hal bodoh lagi!"

Bibi Sinta takut Grace akan terus menimbulkan masalah, jadi mengejarnya dan mencoba membujuknya, "Tuan peduli padamu. Begitu mendengar Nyonya terluka, Tuan William langsung pulang!"

Mendengar nada gugup Bibi Sinta, Grace mengangkat kepalanya.

Bukan hanya William yang tinggi dan tampan, tapi Bella yang cantik dan berpakaian indah juga datang ke arahnya.

Mereka berdiri berdampingan di depannya seperti sepasang dinding yang menghadap ke arahnya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 636

    Terakhir kali di rumah Keluarga Junita, Grace bertemu dengan dokter karena Selena tergores oleh Milo.Tampaknya Selena menerima kabar bahwa Michael terluka dan lari ke rumah sakit tanpa memedulikan kesehatannya. Dokter keluarga juga datang karena khawatir."Selena, kenapa kamu ada di sini? Bukankah

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 635

    Selly jelas-jelas ditendang olehnya, tapi Grace tidak menyangka bahwa Selly akan berdiri begitu cepat dan bahkan mengeluarkan gunting untuk melukainya!Sudah terlambat untuk menghindarinya. Dalam keputusasaan, Grace membuka tongkatnya dan langsung menyerang Selly."Hati-hati!"Tepat ketika tongkat m

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 634

    Michael memandang Grace seolah sedang bingung. "Apa lagi yang dilakukan Selena?"Tepat pada waktunya, bos mengirimi mereka beberapa makanan biasa dan memberi tahu mereka bahwa hidangan spesial yang mereka pesan akan segera siap.Grace berkata, "Tuan Michael, kita makan dulu lalu baru bicara lagi."G

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 633

    Setelah mendengar perkataan Michael, Grace tetap diam.Grace tidak berpikir bahwa penyakit Selena adalah suatu kebetulan. Mungkin karena opini publik di luar tidak mendukung Selena dan Selena juga tidak ingin keluar menemuinya.Dalam dua hari terakhir, berita tentang Selena belum sepenuhnya dihapus

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 632

    Pilihan kata Messo lebih pintar.Yang Messo tanyakan adalah apakah Grace melakukan apa yang terjadi tadi malam dengan sengaja.Daripada, apa yang terjadi tadi malam.Jadi, maksud Messo adalah dirinya tahu bahwa Grace menjebak Selena tadi malam?Namun balkon itu relatif sepi dan terdapat tiang sebaga

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 631

    Selena masih memeluk kaki Michael sambil menangis dengan sedih, "Lalu apa yang harus aku lakukan, Ayah?"Michael meminta Selena untuk secara terbuka meminta maaf atas kesalahan yang dibuat melalui departemen hubungan masyarakat lalu dengan tulus meminta maaf secara pribadi pada Grace dan menghabiska

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 173

    Dapat dilihat bahwa kualitas tidur William tidak cukup baik.William duduk tegak. "Kakek, aku baru sampai subuh ini, tapi kamar hotel sudah penuh semua. Jadi, aku istirahat di sini saja."Suaranya yang biasa rendah menjadi agak serak karena masih mengantuk."Mana bisa tidur di sini? Kenapa nggak tid

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 159

    Sebelum selesai berbicara, Thoriq tiba-tiba melihat William keluar dari pintu keamanan untuk menjawab telepon.Thoriq segera berkata, "William, Bella celaka seperti ini, kamu harus membelanya!"William melirik ke arah Grace.Grace kembali menatapnya tanpa ekspresi.Dari kata-kata Thoriq, Grace secar

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 143

    "Nggak." Grace bahkan tidak mengemudikan mobil.Sekarang Grace juga sangat menghargai hidupnya dan tidak akan mengabaikan nasihat dokter."Itu saja?" Grace bingung.William berkata, "Nenek sudah memberitahumu kalau ayahku akan kembali?"Grace mengangguk. "Sudah. Ada apa, dia kembali hari ini?""Dua

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 149

    "Bukankah ini grup karyawan internal Perusahaan Sanjaya? Kok kamu ada di dalamnya?"Grace menatap Jessy dan bertanya.Jessy mengambil kembali ponselnya tanpa rasa bersalah dan terus menelusuri komentar dengan penuh semangat. "Ini bukan grup kerja. Ini cuma grup kecil yang mereka buat untuk mengeluh.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status