Inicio / Romansa / OBSESI Ternikmat / 34. Anya Si Agresif

Compartir

34. Anya Si Agresif

Autor: CacaCici
last update Fecha de publicación: 2026-11-01 21:52:01

"Ahahaha …." Anya langsung tertawa setelah Malik melepas ciuman panas tersebut. Tawanya cukup kencang tetapi nadanya hambar dan wajahnya tegang. 'Apa sih? Dikit-dikit otaknya langsung ke sana, "jangan dong, kan besok kerja, Mas," ucapnya sambil menaik-turunkan alis, menatap Malik dengan cengiran kaku.

"Tergantung jawabanmu, Candu," jawab Malik, mengusap lembut bibir Anya sambil menatap penuh gairah pada istrinya tersebut.

"Cu-Cuami …," cicit Anya pelan, menatap gugup campur malu pada Mali
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • OBSESI Ternikmat   49. Menolak Cemburu

    Hari ini Malik dan Anya pergi ke kantor. Sekalipun Malik sakit, dia tetap bekerja—berperilaku dan bersikap layaknya tak terjadi apapun pada dirinya. Keanu sendiri masih dirawat dan dijaga ketat oleh orang-orang Malik. Tentunya Keanu juga dijawab oleh keluarganya—anak istrinya. Anya izin kembali ke mobil karena dokumen yang ia bawa—dokumen Malik, tertinggal di mobil. Setelah mengambil dokumen tersebut Anya berniat kembali ke ruangan Malik. Namun, tiba-tiba saja seorang perempuan mendatanginya. "Anya Shivani yah?" tanya perempuan tersebut dengan manis, senyum hangat serta lembut pada Anya. Anya menganggukkan kepala, balik senyum pada perempuan itu. "Iya, Mbak. Saya Anya. Ada apa, Mbak?" tanya Anya sopan pada sosok perempuan yang menghampirinya tersebut, tak lain adalah Andini Prisha—mantan kekasih suaminya. "Aku bawakan kotak bekal makan siang untuk Tuan Malik. Kamu tolong berikan yah," ucap Andini sambil menyerahkan tas berisi lunch box pada Anya. "Maaf sebelumnya, Kak. Ken

  • OBSESI Ternikmat   48. Anya Menggoda

    "Nyonya Muda, saya mempercayakan anda untuk mengawasi dan memperhatikan Tuan Malik agar tidak melakukan aktivitas berat. Terlebih aktivitas yang melibatkan tangan kanan dan pundak kanan Tuan," ucap Marcus Elian, dokter pribadi Malik. Dokter tersebut juga salah satu kepercayaan Malik. Malam ini, Marcus datang setelah dihubungi oleh Malik. Dia datang bersama asisten dan perawat untuk membantunya memeriksa pundak Malik. "Baik, Pak Dokter," jawab Anya mantap, menatap Marcus sambil senyum akan tetapi senyumannya langsung lenyap saat bersitatap dengan Malik yang tiba-tiba menatapnya dingin. 'Apalah si Bison ini?! Bukannya berterima kasih karena sudah kutenani berobat, malah melototin aku. Iya sih, menemaninya di kamar doang. Tapi kan tetap saja aku sudah jadi sosok istri baik budi malam ini.' "Jika terjadi sesuatu pada Tuan Malik, anda bisa hubungi saya, Nyonya," ucap Marcus tenang dan ramah. Seperti dokter pada umumnya, Marcus memiliki pribadi yang hangat, murah senyum, dan lembut.

  • OBSESI Ternikmat   47. Merayu Suami

    Ekspresi Malik langsung berubah dingin. Dia buru-buru meraih baju piyama lalu mengenakannya kembali. "Aku tidak sakit," jawabnya dingin, "kau mempermainkanku hanya untuk ini?" lanjutnya, menatap tajam pada istrinya. "Aku enggak mempermainkan Mas Malik." Anya menggelengkan kepala, "pundak Mas sakit. Ayo, berobat."Malik diam tetapi menatap semakin tajam pada Anya. Dia duduk di pinggir ranjang—aura mengerikan menguar dari tubuhnya. "Aku paling tidak suka dipermainkan, Anya Shivani Edelsteen!!" geramnya, bersedekap di dada, terlihat menahan marah. Satu hal yang benar! Dia menahan sakit di pundaknya dan amarahnya datang untuk menutupi itu. "Aku juga nggak suka Mas sakit tapi Mas pura-pura baik-baik saja. Buat apa coba begitu?" ucap Anya, nadanya pelan tetapi intonasinya terkesan mengomel. "Tidak ada yang sakit. Kau tidurlah," datar Malik. Dia memalingkan wajah, enggak bersitatap dengan Anya. "Aku tahu Mas sakit, pundak Mas saja bengkak. Ayo, berobat, Mas Malik." Anya berucap murung.

  • OBSESI Ternikmat   46. Malik Buka Celana

    "Ja-jangan salah paham! Aku cuma ingin memeriksa sesuatu." Anya mendorong Malik cukup kuat agar bisa bangkit dari atas tubuh pria itu. "Ack." Malik tiba-tiba meringis sakit, pelan tetapi masih bisa Anya dengar. "Weh …." Anya bergumam pelan, matanya melebar dan ekspresinya dipenuhi rasa panik saat melihat raut muka Malik yang menahan sakit. Anya sudah mengulurkan tangan ke arah dada suaminya akan tetapi dia takut salah pegang. Anya khawatir ada luka yang Malik sembunyikan! "Mas Malik ke-kenapa? Sakit?" Malik memejamkan mata sejenak lalu kembali membuka mata dengan ekspresi wajah yang sudah berubah datar. "Tidak," jawab Malik cepat. "Umm …-" Anya tampak gelisah, menatap ke sekitar dada dan pundak Malik. Jawaban Malik tak membuatnya puas dan lega. Malah Anya semakin khawatier. Malik sepertinya memang menyembunyikan lukanya. Tapi untuk apa?! "Mas Malik, coba buka bajunya," ucap Anya lembut dan pelan, sengaja karena biasanya Malik selalu mendengarkan ucapannya jika sudah berkat

  • OBSESI Ternikmat   45. Anya Membuka Baju Malik

    "Kenapa Mas Malik senyum?" gumam Anya, menatap aneh campur bingung pada Malik yang malah tertawa kecil saat dia meminta cerai. Anya mengerjap beberapa kali sambil menatap ke arah Sean, bertanya pada Sean kenapa Malik marah tertawa. Namun, Sean langsung mengedikkan pundak—juga bingung kenapa Malik malah tertawa. "Renggalan membenciku, Candu." Malik kembali mengusap pucuk kepala Anya, senyum tipis pada istrinya, "dan dia akan berusaha membuatku terlihat buruk di hadapanmu," lanjutnya. Anya menganggukkan kepala tanpa sadar, termenung karena aneh pada satu hal. Selain itu, Anya terhipnotis oleh suara lembut dan tatapan hangat yang dalam milik Malik. Hati Anya berdesir hebat mendengar suara Malik. Tak menyangka jika suara Malik bisa selembut dan sehat ini padanya. 'Ja-jangan terpana, Nya! Namanya juga Setan, memang tugasnya merayu dan menggoda.' batin Anya, menyangkal perasaan tertegun dan terpana karena suara Malik. "Berjanjilah untuk selalu percaya padaku, Amora," bisik Malik tiba-t

  • OBSESI Ternikmat   44. Aku Minta Cerai Mas!

    "Tu-tutup telinga Nyonya, jangan dengarkan apa yang Tuan Tua katakan," panik Sean, menatap cemas pada Anya. Sejujurnya Sean juga tak tahu di mana Malik dan ke mana pria itu berada. Dia juga tidak bisa menyangkal ucapan Renggalan. Hanya saja, dia pun tak bisa membenarkan. Intinya Sean ikut bimbang. Andini adalah mantan Malik, yang Sean tahu juga sebagai cinta pertama Malik. Namun, bukan semua ini belum jelas? Jadi Sean harus memastikan jika Anya tidak terpengaruh oleh ucapan Renggalan. "Tu-Tuan Malik hanya mencintai anda dan Tuan Malik tidak mungkin seperti yang Tuan Tua katakan," ucap Sean lagi. Sekalipun dia ragu dan bimbang—terpengaruh oleh ucapan Renggalan, tetapi Anya tidak boleh begitu. Anya berdiri, menatap Renggalan dan Sean secara bergantian. Keningnya mengerut dan tatapannya tampak seperti orang bingung. "Apa yang tidak mungkin? Malik itu seperti kegelapan, penuh kejahatan dan kebiadapan. Dia bukan manusia, dia iblis." Renggalan berkata rendah, menatap Anya dan Sean

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status