Se connecterDamon est un riche playboy qui passe de conquête en conquête, il ne fait pas un mois avec une conquête, il se croit heureux ainsi jusqu'à ce qu'il rencontre mandy ( Amanda) , l'attraction est immédiate, et comme , aucun des deux ne voulait de relation sérieuse , il est perturbé. Damon déteste tous les mâles qui gravitent autour de sa belle. la situation est assez complexe car son cœur a déjà fait son choix, c'était Mandy ou rien, alors que l'esprit continu dans ses divagations , qui Damon va-t-il écouter : son cœur ou sa tête ? Et Amanda acceptera-t-elle tous les caprices de Damon ? Suivez-moi pour savoir le dénuement de cette histoire.
Voir plus“Aku nggak mau membatalkan perjodohan ini!”
Suara seorang perempuan terdengar memecah sunyi di rooftop. Ryn Laverna yang baru saja berniat keluar dari ruang makan yang berada di sana langsung membeku. Refleks dia merapat ke dinding, sementara jantungnya berdegup kencang.
“Aku nggak minta pendapatmu.”
Suara laki-laki menyusul, rendah dan tegas. Dan sialnya, Ryn sangat mengenal suara itu. Itu suara Kylar Ashwara Putra, CEO Ashwara Culinary Group tempat dia bekerja.
Mati sudah. Kalau ketahuan dia di sini, selesai riwayatnya.
Ryn menarik napas gemetar. Rambut panjangnya jatuh menutupi sebagian wajah ketika dia buru-buru melipir ke balik tumpukan pot tanaman.
“Ingat ya! Keluarga aku pasti nggak akan tinggal diam kalau tahu semua ini,” lanjut perempuan itu, nadanya meninggi. “Apalagi kamu nggak punya alasan jelas buat menolak!”
Kylar menjawab datar, tanpa ragu, “Alasannya jelas. Aku nggak suka kamu.”
Ryn menelan ludah.
Di kantor, gosip tentang Kylar memang sudah lama beredar. Kylar menolak semua perempuan yang dijodohkan karena katanya pria itu memang tidak tertarik pada perempuan.
Dan mendengar kalimatnya barusan, Ryn mendadak merasa rumor itu bukan sekadar omongan orang iseng.
Ryn akhirnya menunduk, mencoba mundur selangkah demi selangkah. Namun, langkahnya yang panik justru membuatnya kehilangan keseimbangan. Tubuhnya merosot sedikit, lalu dia refleks berjongkok.
Dan sial. Sungguh sial.
Bokongnya menyenggol vas bunga kecil yang ditempatkan persis di belakangnya.
Prang!
Benda itu jatuh, pecah, dan membuat kedua kepala serempak menoleh. Hening satu detik. Lalu langkah kaki mendekat, berirama, tegas, membuat jantung Ryn seperti akan copot saat itu juga.
“Kamu ngapain di sini?”
Oh, tidak. Dari dua orang yang bisa bertanya, kenapa harus Bosszilla yang melontarkan pertanyaan?
Tidak mungkin kan kalau Ryn jawab dia sengaja melipir ke rooftop karena galau setelah menerima undangan pernikahan dari mantan calon suaminya, yang ironisnya menikahi sahabatnya sendiri.
“Kamu ngapain?” ulang Kylar lagi karena Ryn tak kunjung bersuara.
Tatapannya menilai Ryn dari ujung rambut ke ujung kaki, bukan dengan kemarahan, tapi dengan fokus seseorang yang sedang menimbang peluang. Seolah kemunculan gadis itu membuka kemungkinan baru di tengah jalan buntu perjodohan yang barusan diperdebatkannya.
Dengan pasrah, Ryn berdiri perlahan. Bahunya merosot, kepala menunduk serendah mungkin. Andai bisa berubah jadi semut dan menghilang di balik pot, dia pasti sudah melakukannya.
Tidak mungkin dia bilang dia lari ke rooftop untuk meltdown karena dikhianati pacar dan sahabatnya.
Ayo, Ryn. Berpikir.
Dia tahu reputasi bosnya. Kylar bukan tipe yang memberi toleransi. Terlambat dua menit, pulang mundur tiga puluh menit. Salah input invoice, bonus melayang. Kalau sudah mengomel, mulutnya tajam seperti bambu runcing.
Bolos saat jam kerja seperti Ryn seperti ini? Sama saja menandatangani surat resign.
Dan sekarang ketahuan menguping?
Celaka sudah.
Ryn mengangkat wajah sedikit, cukup untuk melihat ujung bahu setelan Kylar yang rapi. Lalu, dengan keputusasaan yang hanya terjadi di hari-hari terburuk hidupnya, dia memasang wajah paling memelas.
Mata membesar. Bibir mengerucut. Hidung memerah. Dan ketika Ryn memaksa air mata keluar, ajaibnya berhasil. Sesenggukan kecil pun muncul.
Perfect. Harusnya pria ini punya sedikit hati nurani, ‘kan?
“Maaf, Pak, saya–”
“Diam,” potong Kylar lebih dulu. Pandangannya terkunci ke tubuh Ryn, hingga satu senyum tipis muncul di sudut bibirnya.
Dan tiba-tiba, Kylar menggenggam tangan Ryn dengan kencang, membuat Ryn terkejut dan takut. Dia berusaha melepaskan diri, tapi tenaga Kylar jelas lebih besar darinya.
Tunggu. Apa dia akan diseret ke ruang HRD sekarang juga?
Tidak! Dia masih butuh pekerjaan. Dia hanya staff Accounting yang gajinya pas-pasan. Cari pekerjaan baru susah. Cari bos yang normal lebih susah lagi.
Bukannya makin tenang, Ryn malah makin histeris. Kali ini bukan pura-pura. Ini hari terburuk hidupnya.
“Pak, tolong jangan–”
“Sstt ….” Kylar menempelkan telunjuknya ke bibir Ryn yang memakai lipstik nude. Tubuhnya yang tinggi bergerak mendekat.
Ryn terpaku ketika Kylar mengusap punggungnya lembut. Apa-apaan ini?
“Maksudnya apa ini?!” pekik wanita berbaju hitam itu, wajahnya memerah bukan karena blush on.
“Pak, maaf. Saya tidak dengar apa-apa, sumpah,” isak Ryn memohon, wajah memelasnya sempurna.
“Diam sebentar.” Kylar tidak menatap perempuan yang dijodohkan dengannya itu. Sebaliknya, dia meraih bahu Ryn, mengusap lengannya perlahan. “Kamu dengar pun nggak masalah. Justru lebih mudah begini. Semua bisa selesai sekarang.”
Selesai? Maksudnya pekerjaan Ryn yang selesai? Atau hidupnya yang selesai?
“Pak, bisa tolong lepas?” Ryn melirik sekitar cemas. “Ini kantor. Nanti–”
“Aku nggak peduli ini kantor atau bukan,” potong Kylar. “Aku nggak mau backstreet lagi. Aku mau semua orang tahu kita itu pasangan.”
Ryn terbelalak. Seluruh isi otaknya mendadak kosong.
Pasangan? Siapa? Dia? Dengan bos yang nyaris tidak manusiawi ini?
Ryn tahu betapa menyebalkannya mulut bosnya itu. Tapi, mendengar kalimat seperti itu, jelas membuat Ryn lebih terkejut 10 kali lipat.
“Oke, stop. Kamu makin gila,” sergah wanita berbaju hitam itu. “Jadi selama ini kamu pacaran sama karyawan kamu? Ky, kamu–”
“Iya, jadi aku nggak bisa melanjutkan perjodohan itu.” Kylar kembali memotong perkataan Jihan dengan cepat. Tatapan Kylar lalu kembali ke Ryn, mengunci. “Karena aku lebih mencintai, Ryn.”
Ryn tercekat, tapi sebelum dia sempat panik atau mengeluarkan suara, Jihan mendengus sinis.
“Omong kosong! Kylar, kamu benar-benar mau mempertaruhkan reputasi keluarga kita untuk ini?” Tatapan Jihan meremehkan Ryn dari atas ke bawah. “Perempuan ini? Karyawan rendahan seperti dia?”
Kylar sama sekali tidak terpengaruh. “Jangan berani menyebut tunanganku seperti itu.”
Ryn menoleh cepat, nyaris tersedak udara.
Jihan terperanjat. “Apa maksud kamu?!”
“Aku sudah melamarnya dan kami akan menikah minggu depan,” ujar Kylar dengan ketenangan yang membuat suasana justru makin mencekam.
Mandy - Et moi je veux divorcer , je ne veux plus de ce mariage . Je ne veux plus d'un mari qui disparaît dès qu'il y a un malentendu .J'ai rencontré quelqu'un qui m'aime et qui veut se marier avec moi . Sa main saisi les cheveux qu'il sert forcément , j'ai mal jusqu'à couler des larmes . - Tu es à moi c'est clair , tu es à moi et tu le resteras . - Mais , tu es malade ! À cause un baisé , tu disparaît pendant des mois et maintenant que je veux divorcer tu réapparaît pour me dire que tu refuses le divorcer , tu viens de te tirer une balle dans le pied , car moi je veux divorcer et je n'ai pas l'intention d'y renoncer . - C'est ce qu'on verra , ça fait longtemps que tu n'as pas pris ta punition , je vais y remédier maintenant . - Lâche-moi - Tu peux toujours rêver .Il m'entraîne jusqu'au lit et commence à m'y attacher . Je me débats comme je peux , mais je n'y arrive pas . Il m'attache solidement au montant du lit , puis il me déshabille complètement , je me retrouve nue en qu
Mandy Deux mois plus tardDepuis deux mois , je me creuse les méninges : où est-il ? Que fait-il ? Et avec qui ? Je me lève en courant pour aller dans le douche , je vomi tous mes tripes , c'est vraiment désagréable de vomir comme ça chaque matin . C'est fait maintenant un mois , que les vomissements ont commencé . Au début je pensais que c'était une indigestion , mais je me suis vite fait à l'idée que ce n'était pas le cas .Je suis allée à la clinique pour faire des tests car je soupçonnais d'être enceinte . les résultats sont tombés le même jour , j'étais bien enceinte et mon mari est toujours porté disparu . Il n'est pas disparu pour le reste du monde car je le vois sur les couvertures de magazines avec la mère de son enfant dans les bras l'un de l'autre en sortant parfois dans les dîners mondains . Mais il ne décroche toujours pas mes appels et ne réponds pas à mes SMS . Pendant les deux premières semaines je me suis inquiétée , je pensais qu'il lui était arrivé quelque chos
Mandy - D'accord . Nous allons le faire comme tu l'as dit . La journée avance bien , nous organisons des visites pour voir de potentiels lieux de manifestations . En fin de journée , je retrouve mon mari qui m'attend à la sortie du bureau . Il me prend dans ses bras pour un baisé phéromonal . - Tu m'as manqué .Je lui fais un sourire , - Toi aussi tu m'as manqué .- Nous partons dîner ? - Où m' emmène-tu ? - Dans un nouveau restaurant . - J'ai hâte d'y être . - Allons-y . Un mois plus tard .C'est le bal de l'entreprise de Alphonse . Je ne devais pas être là , mais j'ai pu convaincre , Damon de partir avec moi . Il ne sait pas que le client en question est Alphonse . Nous sommes sur nos trente et un , les limousine , se garent à chaque pour laisser passer des personnalités , nous avons mis le paquet , pour ce bal . - Dis-moi qui est ce client qui arrive à faire venir toutes ses personnalités ? - Je ne le connais pas très bien , il a plutôt travailler avec Francky . -
Mandy Je suis prête pour le repas , je descends le retrouver . Nous nous croisons dans les escaliers . Il m'apporte à manger . - Tu descends ou je monte ?- Descendons ensemble . Je veux manger sur la terrasse . - D'accord on descend alors . Nous prenons nous déjeuner sur la terrasse . Ensuite , il monte dans son bureau pour travailler , il dit qu'il a mis en attente trop de travail . Un mois plus tard . Je viens d'arriver au travail et mon fidèle associé est toujours présent , comme à accoutumé , il est déjà devant son bureau . Depuis notre retour de voyage , chacun à repris son travail , je continue d'organiser les évènements des personnes , ici et là . Mais je me focalise plus sur nos entreprises , puisqu'il est marié avec moi , ses entreprises sont maintenant les miennes . J'assiste même à leur conseil d'administration . Je me rappelle le premier jour où j'ai assisté à ce premier conseil d'administration , holala , c'était euphorique . J'étais si troublée et si inquiète .
Mandy On vient nous ouvrir les portières . Nous descendons , je regarde partout , c'est vraiment grand , nous rentrons dans notre nouvelle demeure , tout si grand ici ! Il me fait une visite guidée . Partout où je regarde c'est du marbre , et du cristal . Nous avons au total quinze chambres avec c
Mandy Après cette journée de shopping , je suis épuisée , nous arrivons dans notre chambre les bras chargés de paquets . Il a payé pour tout un village ça part de dessous les plus excentriques les uns que les autres . Ensuite nous avons les nuisettes de pratiquement toutes les couleurs . Puis , il
Mandy : J'ouvre la bouche pour prendre ce qu'il me présente , tout en le lorgnant du regard . Mais ce n'est pas son problème , il me fait un grand sourire , et il continue à me donner à manger . Je suis obligée de manger car j'ai vraiment faim . - Tu es si belle ainsi , la colère te va bien .Je
Mandy - Ce serait avec plaisir , ma chérie ! - Tu es un grand malade , je ne veux pas de toi près de moi dans la douche , j'espère que tu as compris . - Tout ce que j'ai compris c'est toi dans la douche , toute nue , et moi je suis entre tes cuisses en...- Tais-toi Damon , tais-toi , tu es un g












Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.
commentaires