Share

Debut

“Sampai sejauh itu? Seperti itu perlakuannya?”

“Ya. Ia melakukan itu tanpa Bapak minta.”

Dessy tercekat. Tak seperti yang ia duga, Adri ternyata memiliki kebesaran hati yang besar dengan menolong kaum difabel. Dessy juga malu karena telah salah duga dengan mengiranya bodoh karena selalu turun di halte yang lebih jauh dari lokasi sekolah.

“Anak itu pernah menolak?”

“Tidak pernah, Dik. Gara-gara Adri jugalah bapak jadi punya kerjaan sesuai bidang bapak di farmasi dengan jadi pegawai di perusahaan di dekat halte tersebut. Biar pun hanya freelance, tapi lumayan lah."

“Aku tak menyangka dia sebaik itu.”

“Bapak juga tak menyangka. Selain itu Adri itu jugalah yang menyadarkan bahwa keterampilan Bapak yang dulu pernah jadi petani pun bisa diandalkan. Dia mengajarkan teknik pembuatan akuaponik,” Pak Waluyo menunjuk rangkaian pipa-pipa PVC yang tersambung ke sebuah kolam terpal berisi ikan mujair.

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status