Masuk“Aku hanya ingin tubuhmu.” Kalimat dari Aeron Devere itu menyeret Aveline Valmont ke dalam dunia penuh obsesi, balas dendam, dan rahasia kelam. Semakin Aveline mencoba melarikan diri, semakin Aeron menghancurkan batas antara kebencian dan cinta. Karena sekali masuk ke dunia Aeron Devere, tidak ada jalan untuk keluar.
Lihat lebih banyak"Ah! Aeron ... pelan ... nnh!"Desahan Aveline pecah di udara kamar yang pengap. Suaranya serak, tenggelam di antara derit ranjang tua penginapan Sagitarius."Diamlah, Aveline. Kau sendiri yang memintanya," bisik Aeron parau.Aeron memacu gairahnya dengan kasar, seolah ingin menghancurkan sekaligus menyatukan kepingan jiwa Aveline. Keringat mereka bercampur, menciptakan aroma maskulin dan feminin yang memabukkan di atas sprei apek."Aku benci kau, Aeron! Sangat benci!" rintih Aveline sambil mencengkeram bahu tegap pria itu."Bencilah aku sesukamu, tapi jangan lepaskan pelukanmu," balas Aeron gelap.Pria itu membenamkan wajahnya di ceruk leher Aveline, menghisap aroma tubuh gadis itu dengan rakus. Puncak kenikmatan membawa mereka meledak dalam kilatan cahaya putih yang menyilaukan.Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden kusam, menusuk mata Aveline. Ia mengerang pelan, merasakan kepalanya berdenyut seperti dihantam palu godam."Sial, kepalaku mau pecah," gumam Avelin
"Permisi, apa di sini ada tempat untuk menginap?"Wanita paruh baya misterius muncul dari balik lubang kecil. "Harga per malam dua belas dollar."Bip!Aveline menggunakan kartu hitam yang diberikan Aeron, ia mulai menggesek kartunya dan notifikasi terkirim ke ponsel Aeron.[Peringatan Transaksi: Kartu Berakhir 0901. Penggunaan sebesar $12.000,00 di SAGITARIUS HOME STAY. 03:45 AM. Jika ini bukan Anda, hubungi layanan pelanggan.]Aeron menatap layar ponselnya yang menyala di tengah kegelapan mobil. Nama tempat itu asing, tapi lokasinya terlacak di area kumuh dekat pelabuhan."Sagitarius Home Stay," desis Aeron. "Kau benar-benar tidak tahu cara bersembunyi, Aveline."Aveline mengunci pintu kamar penginapan yang berbau apek itu. Ia meletakkan adiknya yang masih terlelap di ranjang kecil, lalu menyelimutinya dengan kain tipis.Rasa takut dan amarah membuatnya sesak. Ia butuh pelarian. Dengan langkah gontai, ia keluar menuju club malam tepat di sebelah penginapan itu. Aroma alkohol da
Aveline membeku, layar ponsel yang masih menyala di tangannya terasa membakar telapak tangannya. "Putri Tuan Valmont ...." bisiknya dengan suara yang hampir hilang.Dunia seolah berhenti berputar. Anak kecil yang dirawat Aeron, yang diratapi oleh Vela, ternyata adalah darah daging ayahnya sendiri.Pintu kamar terbanting terbuka. Aeron masuk dengan napas yang tidak beraturan. Kemejanya yang basah kini kusut, dan wajahnya pucat pasi seolah ia baru saja melihat hantu. Ia melihat ponselnya di tangan Aveline.Aveline bangkit, matanya menyala penuh amarah dan luka. "Kau tahu selama ini? Kau tahu dia adikku?!"Aeron melangkah lunglai dan menjatuhkan tubuhnya di lantai, tepat di depan kaki Aveline. Ia berlutut, menyandarkan kepalanya yang berat di pangkuan Aveline. Sebuah pemandangan yang menghancurkan harga diri sang pengacara hebat."Sepuluh tahun, Aveline ...." suara Aeron parau, bergetar karena emosi yang tertahan selama satu dekade. "Aku mencintai Vela. Aku memberikan segalanya u
Cklek!Suara kunci yang diputar dari luar. Ia menggedor pintu kayu jati itu dengan sisa tenaganya."Aeron! Buka pintunya! Kau tidak bisa menyekapku di sini!" teriak Aveline hingga tenggorokannya terasa panas.Aveline menyandarkan punggungnya di pintu, membiarkan tubuhnya merosot hingga terduduk di lantai. Napasnya tersenggal, bercampur dengan isak tangis yang mulai pecah. "Siapa wanita tadi?" gumam Aveline.Aroma obat-obatan yang tajam masih tercium hingga ke dalam kamar. Aveline menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan.Tidak ada televisi, tidak ada telepon kabel, bahkan jendelanya dipasang terali besi yang estetik namun kokoh.Aveline berdiri dengan kaki gemetar. Ia melangkah menuju meja rias di sudut ruangan. Matanya tertuju pada sebuah laci yang sedikit terbuka.Di dalamnya, ia menemukan sebotol obat penenang dan sebuah buku harian kecil bersampul kulit.Baru saja ia hendak menyentuh buku itu, suara perdebatan dari lantai bawah terdengar samar-samar melalui celah pintu."Di












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.