مشاركة

Bab 24. Chris An

مؤلف: Rifat Nabilah
last update آخر تحديث: 2025-12-24 22:00:56

Saat mereka tiba di lokasi lelang besar untuk perusahaan, banyak orang berkumpul, termasuk Len Artama, Samuel, Hans, dan Christopher. Mereka semua berkumpul di tempat yang sama, dan ada juga tamu terkenal yang akan meriahkan acara tersebut. Lelang ini diadakan bersamaan dengan peragaan busana hamil yang disajikan oleh desainer terkenal dari Paris, dengan Chris An sebagai model utamanya.

Ketika Samuel melangkah ke dalam ruangan acara, suasananya sangat ramai dengan banyak rekan bisnisnya, namun dia tidak melihat kedua orangtuanya. Samuel berharap untuk melihat mereka hadir sebagai simbol kebanggaan setelah berhasil memenangkan lelang untuk perusahaan yang hampir bangkrut itu.

"Sam! Apa yang kamu cari? Acara ini besar sekali, berapa lama acaranya?" tanya Alesha dengan penuh rasa ingin tahu.

Samuel menggenggam tangan Alesha, "Mungkin berlangsung cukup lama, tapi aku tidak tahu berapa, yang penting aku akan berusaha memberikan tawaran yang pantas," balas Samue
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Obsesi Kebahagiaan Anastasya   Bab 42. Kemarahan Anak Kepada Orang Tuanya

    Samuel tidak bisa lagi menahan perasaannya ketika berhadapan dengan ayahnya, yang selama ini membuatnya merasa tertekan dan tidak bebas."Samuel, ingatlah ini, hidupmu sampai sekarang karena keberadaan Papa, dapatkah kamu mengubah pilihan masa lalu yang mungkin membuatmu tidak ada di sini hari ini? Papa ingin kamu tahu, kebahagiaan Papa tidak penting, yang penting adalah kebahagiaanmu, itu sudah memberi Papa kebahagiaan, dan itu bersama Anastasya, jadi kamu harus bersamanya," kata Len Artama.Samuel masih merasa ayahnya tidak mengerti perasaannya, "Tetapi aku sangat mencintai Alesha! Apakah aku harus sekali lagi menahan cintaku demi Papa? Anastasya juga ada di kehidupan itu karena Papa, dan Mama hanya menjadi korban dari keegoisan Papa yang seperti ini," balas Samuel dengan lugas menjelaskan apa yang selama ini terpendam dalam hatinya."Samuel! Jangan sekali lagi sebut Mama, kita hanya perlu berbicara tentang Anastasya, menurut Papa, kamu sudah terlalu jau

  • Obsesi Kebahagiaan Anastasya   Bab 41. Rencana Memasak Untuk Suami Dan Mertua

    "Sepertinya itu tidak perlu," kata Samuel setelah ia keluar dari pikirannya yang membuat Anastasya tak mungkin mendapat apa yang dia inginkan."Kenapa begitu, Samuel?" tanya Anastasya dengan rasa heran."Kamu tahu, Mommy dan Daddy akan curiga jika kamu bukan Alesha, aku juga tidak bisa mengumpulkan Ayah dan Ibu bersamamu, terlebih lagi, berkumpul dengan Papa dan Mama, apakah kamu ingin semuanya berakhir buruk?"Anastasya akhirnya menyadari hal itu, "Kamu benar, aku lupa, baiklah, aku percayakan nama itu padamu," jawab Anastasya dengan keyakinan bahwa suaminya dapat memberikan nama terbaik untuk anak mereka.Samuel segera menatap Anastasya, "Kita berdua harus mencari nama itu bersama-sama, bukan hanya aku, ini anak kita," ujar Samuel, menginginkan partisipasi dalam penentuan nama."Aku akan memilih nama terbaik untuk anak kita, sekarang sudah cukup berbelanja, aku ingin pulang," kata Anastasya kepada suaminya.Melihat betapa letih

  • Obsesi Kebahagiaan Anastasya   Bab 40. Belanja Perlengkapan Bayi

    Anastasya mulai terpesona oleh perhatian yang diberikan Samuel, melupakan perilaku Samuel saat berada di tempat kerja suaminya sebelumnya."Samuel, aku membutuhkan waktu untuk berbicara tentang suatu hal," kata Anastasya dengan nada serius."Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Samuel, masih berbaring dalam posisi yang sama di atas perut Anastasya."Aku ingin berbelanja untuk kebutuhan anak kita, tetapi tenang saja, aku akan menggunakan uangku sendiri, namun, aku membutuhkan bantuanmu untuk menemaniku," jawab Anastasya, berusaha memenuhi keperluan bayinya yang akan segera tiba.Samuel tidak memperhatikan semua itu, "Bagus juga, aku memang belum membeli apa pun untuk anak kita, jangan khawatir, Anastasya, pakailah saja kartuku, semua ini untuk kamu dan anak kita yang akan lahir, lagipula, aku tidak pernah melarang mu untuk menggunakannya, belilah semua yang terbaik untuknya, aku akan menemanimu dan membantumu memilih," jawab Samuel, membayangkan k

  • Obsesi Kebahagiaan Anastasya   Bab 39. Menjadi Calon Papa Yang Baik

    Anastasya telah tiba di depan rumah Samuel, sementara Len Artama hanya mengantarkan menantunya ke ruang tamu sebelum pergi lagi, "Semoga Anastasya dapat menghadapi malam ini dengan tenang," ucap Len Artama saat ia masuk ke dalam mobilnya.Len Artama berniat untuk menemui Samuel di SJL, karena Samuel harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan kepada Anastasya.Ketika Samuel berada di dalam ruangannya, dia merasa tidak bisa bekerja lagi. Satu per satu, orang-orang mulai memasuki ruangan tersebut untuk memulai tugas mereka, sementara Samuel hanya bisa memandang melalui kaca besar, "Anastasya, maafkan aku, saat ini aku hanya ingin berada di sini," kata Samuel dengan suara lemah.Samuel tidak bergerak sama sekali. Dia merasakan hawa dingin di ruangannya, sama seperti hatinya yang terasa beku tanpa ada yang menghangatkannya, karena hanya Alesha yang bisa melakukan hal itu untuknya.Selama dua puluh menit, Samuel tetap di tempatnya, hingga tiba-ti

  • Obsesi Kebahagiaan Anastasya   Bab 38. Pergilah Anastasya

    Anastasya tiba di SJL, perusahaan televisi terbesar yang didirikan oleh Samuel. Bangunan itu tampak megah dari luar, dan tanpa banyak menunggu, Anastasya segera turun dari mobilnya dengan niat langsung menemui suaminya.Dengan perut besarnya yang membuat langkahnya pelan, Anastasya berjalan perlahan menuju gedung. Meski tidak cepat, ia memastikan dirinya bisa sampai ke ruangan kerja Samuel di lantai atas.Di dalam ruangannya, Samuel sibuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Ia fokus di depan laptop yang sudah beberapa hari tidak ia sentuh karena lebih banyak menghabiskan waktu mengurus Alesha. Sementara itu, Anastasya akhirnya tiba di depan pintu ruangan suaminya setelah keluar dari lift. Tanpa mengetuk, ia langsung membuka pintu seraya bergumam dalam hati, semoga Samuel ada di dalam.Samuel menghentikan pekerjaannya begitu melihat pintu terbuka. Ia tampak terkejut melihat istrinya berdiri di sana, "Anastasya, kenapa kamu datang ke sini?" tanyany

  • Obsesi Kebahagiaan Anastasya   Bab 37. Menghilang Tanpa Jejak

    "Elisa, tidurlah, jangan terlalu memikirkan anakmu, lebih baik kamu beristirahat dan menjalani hidup seperti biasa, Samuel, Alesha, dan Anastasya tahu bagaimana menangani hubungan mereka," kata Len Artama.Elisa segera berdiri di hadapan Len Artama, "Lalu bagaimana dengan Anastasya? Kamu juga campur tangan dalam urusannya! Bukankah ini malah menjadi beban bagi anak kita? Dia adalah anak kita, Samuel membutuhkan kedua istrinya, tetapi kamu selalu berpihak pada Anastasya," teriaknya kepada Len Artama.Wajah Len Artama mulai menunjukkan kemarahan, "Apa maksudmu? Apakah kamu ingin melawan aku? Kamu membela Alesha di hadapanku? Sudah ku berkata, jangan komentari tindakanku! Ingat siapa kamu dulu, Elisa?"Len Artama mengingat masa lalu Elisa yang selama ini disimpan rapat-rapat dari orang-orang sekarang, termasuk Samuel yang tidak tahu apa-apa tentangnya.Elisa terdiam dan menundukkan kepalanya, tidak berani lagi menentang suaminya yang sudah menerima m

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status