MasukAnastasya menemani Samuel yang kini terbaring di tempat tidur. Dia sangat tampan ketika Anastasya menatapnya, dan itu tidak bisa dipungkiri.
"Samuel, kamu terlalu menawan untuk merasa putus asa, bangunlah seperti biasa dan jadilah Papa yang baik untuk anak kita nantinya. Kamu pasti bisa pulih," bisik Anastasya di telinga suaminya.Samuel tidak menunjukkan reaksi sama sekali. Kekhawatiran Anastasya melanda, namun napasnya yang masih ada sedikit menenangkan dirinya.DAnastasya di rumah sakit terlihat tersenyum walau masih terlihat sangat lemas, matanya melihat makhluk kecil yang tadinya ada di dalam rahimnya, "Anak Ibu, kamu sudah ada di dekat Ibu, ini Ibumu sayang," ucap Anastasya yang tidak berhenti melihat putranya yang telah dilahirkan secara normal dan sehat. Len dan Elisa begitu bahagia, Len yang menggendong cucunya, cucu kebanggaannya, Len selama ini mengidamkan keturunan laki-laki dari anaknya Samuel, dan Anastasya memberikan semua itu. "Terima kasih Anastasya, dia cucu Papa yang terhebat, cucu Papa yang selama ini Papa dan Mama inginkan, dia begitu tampan," ucap Len pada menantunya. Anastasya sangat bahagia akhirnya dia bisa memenuhi keinginan mertuanya menggendong cucu pertama, tangisannya pecah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Elisa mencoba meminta menggendong cucunya dari suaminya, "Cucuku, dia cucu pertamaku, ini nenekmu, apakah kamu bisa merasakan sentuhan nene
Alesha masih tidak mau memberikan uang yang diminta Gea, karena selama ini Gea sudah jahat dan tidak mempercayanya sebagai Alesha yang asli, bahkan Gea berlaku kasar padanya seo;ah dirinya bukan manusia. "Mommy, jangan minta uang sama Al, tapi minta sama Sam, karena dia yang banyak uang," ucap Alesha yang todak suka dengan Gea setelah semua yang dirasakannya. Christopher bisa melihat kekecewaan Alesha pada Gea, walaupun sebenanrnya juga Alesha memang sedikit sulit dimintai uang oleh orang tuanya karena sibuk dengan urusannya sendiri yang selalu belanja sesuatu yang dia sukai. "Alesha, kamu saja yang minta sama Sam, Mommy tidak enak apabila harus minta uang bulanan, selma ini Anastasya yang mengirimkan uang kepada kami, apakah kamu bisa seperti dia?" Alesha tersulut emosi, karena da dibandingkan dengan Anastasya yang sudah jelas menghancurkan kehidupannya, dan dia sama sekali belum bisa memaafkan Anastasya begitu saja.
Di tempat lain, tepatnya ada di rumah sakit di mana Alesha dirawat sekarang ini, "Alesha, apakah kamu menunggu aku lama?" tanya Samuel yang baru saja datang, "Tidak Sam, aku di sini enjoy menunggu kamu, apakah kamu sudah menyelesaikan semuanya?" tanya balik Alesha yang mau kepastian statusnya. "Maksudnya kamu apa, Alesha?" "Iya, tentang kamu dan Anastasya, apakah sudah berakhir? Karena kalau sudah, aku akan menjadi jelas menjadi istri satu-satunya dari suamiku," balas Alesha yang tidak mau dimadu. "Alesha, tolong jangan membahas itu dulu, di luar ada Mommy dan Daddy, apakah kamu mau membiarkan mereka masuk? Kalau tidak, aku akan beralasan kamu harus istirahat," kata Samuel. Alesha merubah wajahnya dengan lebih ceria, "Biarkan mereka masuk, karena aku mau dekat dengan mereka, aku sudah menyesal karena membiarkan mereka dekat dengan Anastasya, seharusnya memang mereka sayang kepada aku, hanya aku," balas Al
Gea ingin menampar Christina balik, namun tangan Anastasya menangkapnya, "Berani menyakiti Ibuku, maka aku tidak akan tinggal diam," ucap Anastasya tidak mau ibunya disakiti. Len Artama sekarang berdiri di dekat Elisa, agar Elisa tidak bersuara di saat rumit seperti ini, dan Len juga mau semuanya dibicarakan secara kekeluargaan, tidak kacau seperti ini. "Kurang ajar! Kamu memang anak yang seharusnya mati!" teriak Gea semakin membenci sosok Anastasya. Hans langsung menarik tangan Gea untuk tidak dekat dengan anaknya, "Keluar! Kamu dan suamimu keluar dari rumah aku!" Hans mengusir keras Gea serta Christopher, mereka tidak boleh ada di hadapannya untuk sekarang ini. Gea tidak mau pergi, tetapi Christopher menarik tangan Gea, sedangkan Gea masih memaksa dirinya harus menekan Anastasya agar pergi dari menantunya Samuel. Saat Gea
Gea dan Christopher bersama Samuel pergi ke rumah Anastasya, pastinya Anastasya pulang ke rumahnya setelah kecewa dengan semua yang ada, terlebih Papanya juga tidak pernah mau mendengarkan anaknya yang selalu membela Anastasya, bagi Samuel semuanya tidak normal. Dan ternyata Anastasya ada di rumah orang tuanya, tetapi di sana sedang ada Elisa dan Len Artama yang jelas ingin tahu kondisi menantunya setelah disakiti anak mereka sendiri, dan saat pelayan rumah Hans dan Christina itu mengantarkan tamu lain selain Len Artama dan Elisa ke ruang tamu, semua mata tertuju pada ke sana. "Gea, Christopher, untuk apa kalian ke sini bersama Samuel?" tanya Len Artama. Elisa mendekati Anastasya, tangannya memegang tangan menantunya yang malang itu, Christina baru saja pulang, Hans masih sibuk dengan pekerjaan di luar negeri, sekarang Gea mulai bicara mendekati Anastasya, tangannya menampar wajah anak yang selama ini dibencinya.
Samuel memalingkan wajahnya dari Alesha, "Alesha, kamu jangan membahas ini dulu, lebih baik kamu tetap istirahat, atau kita pergi ke dokter dulu untuk merawat luka kamu," kata Samuel yang menghindari keinginan istrinya. Alesha mendengus, "Sam! Kamu tinggal jawab iya, atau tidak?" Samuel masih berat mengiyakan keinginan Alesha, "Cukup Alesha! Kamu jangan paksa aku menjawab sesuatu yang belum mau aku jawab!" Alesha semakin kesal, "Sam! Kamu lebih baik keluar dari kamar ini! Aku sama sekali tidak mau melihat wajah kamu lagi, aku minta kamu jangan ganggu aku, luka aku tidak akan dirawat oleh siapapun, luka ini akan menjadi bukti kejamnya Papamu dan Anastasya, mereka yang membenci aku, tapi suamiku sendiri keberatan memberikan hakku yang tadinya kamu ingin berikan, jadi aku minta kamu jangan temui aku," kata Alesha mengusir suaminya. "Alesha! Walaupun Papaku jahat, Papaku tetaplah Pa







