Share

Memaksa

Penulis: CitraAurora
last update Tanggal publikasi: 2026-06-21 22:13:36

​Di dalam ruang kerja megahnya, Delon mengamuk sejadi-jadinya. Dengan nafas memburu dan mata merah padam, pria itu menyapu bersih seluruh benda di atas meja kerjanya hingga hancur berantakan di lantai.

“Brengsek!” Teriaknya.

Dokumen, laptop, hingga vas bunga mahal semuanya hancur, menggambarkan kemurkaan sang pemilik yang baru saja kehilangan aset miliaran rupiah akibat gagal totalnya produksi massal yang dia lakukan.

​Ditambah lagi, setelah dicek ke apartemennya, Bram sudah menghilang bak dit
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Gara-Gara Desahan

    Malam itu Angkasa mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar Bintang. Klik Begitu pintu terkunci, pandangannya langsung menyapu kamar tidur yang hanya diterangi oleh lampu tidur temaram di sudut nakas. Di atas ranjang itu, berbaring sesosok wanita dengan memeluk bantal guling dengan posisi meringkuk. ‘Sialan! Mau memeluk istri sendiri saja aku harus sekreatif agen intelijen,’ Angkasa merutuk dalam hati, menyunggingkan senyuman miring yang satir. ‘Kalau si brengsek Rendi itu tahu kalau wanita yang dia klaim sebagai istri adalah istriku, mungkin dia bakal langsung kena serangan jantung.’ ​Angkasa melangkah tanpa suara, melepaskan jam tangan mahalnya lalu meletakkannya di atas meja. Di bawah temaram lampu, siluet Bintang begitu menggoda. Daster tipis yang dia kenakan mencetak lekuk pinggulnya yang semakin matang. "Benar-benar membuat gila." gumam Angkasa. Aroma minyak telon bayi bercampur parfum vanila alami yang menguar dari tubuh Bintang langsung menusuk indra penciuman Angkasa,

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Siasat Epik Angkasa

    Angkasa telah mengatur segalanya dengan sangat rapi melalui Jerry. Asisten setianya itu mengirimkan salah satu anak buahnya untuk menjemput Monic secara langsung menggunakan mobil, menyusun skenario palsu seolah-olah Rendi yang memberikan perintah tersebut karena sangat merindukannya. ​Tujuan utama Angkasa melakukan ini sebenarnya sangat sederhana, namun krusial bagi hatinya: dia sama sekali tidak sudi dan tidak akan membiarkan Rendi tidur bersama Bintang malam ini. Angkasa ingin mengalihkan seluruh perhatian dan gairah Rendi kepada wanita lain agar istrinya aman dari sentuhan pria brengsek itu. ​Malam harinya, aroma daging panggang yang diselimuti bumbu gurih menyeruak ke udara halaman vila, bercampur dengan tawa renyah Kakek Pratama yang tampak sangat menikmati liburan keluarga tersebut. Namun, di tengah keceriaan itu, ponsel Rendi yang diletakkan di atas meja bergetar hebat. Sebuah pesan dari nomor Monic masuk, menyatakan bahwa dia sudah berada di depan gerbang utama vila. ​Jant

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Rendi Memaksa Bintang

    Kepanikan yang mendalam membuat kekuatan Bintang mendadak meningkat.Takut kalau Rendi akan bertindak lebih jauh, dengan sadar Bintang mendorong dada bidang Rendi hingga pria itu kehilangan keseimbangan dan terjungkal ke belakang di atas ranjang."Bintang apa yang kamu lakukan!" teriaknya. "Maaf Mas, aku tidak sengaja." Elaknya. Sebelum Rendi bangkit, Bintang berjalan ke arah pintu. ​"Aku mau keluar, Mas! Di dalam kamar agak pengap, aku butuh udara segar!" seru Bintang dengan napas yang memburu, lalu secepat kilat memutar knop pintu dan bergegas melangkah keluar sebelum Rendi memaksanya lagi. ​Bintang berjalan cepat dengan setengah berlari menuju ruang tengah, tempat di mana Angkasa dan Kakek Pratama sedang duduk berbincang.Begitu melihat sosok Bintang yang datang dengan wajah yang sedikit pucat dan raut panik yang kentara, rahang Angkasa seketika mengeras. Matanya berkilat tajam, langsung tahu ada yang tidak beres.​"Kamu kenapa, Sa—eh, Bintang?" tanya Angkasa, hampir saja kelep

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Memaksa

    ​Di dalam ruang kerja megahnya, Delon mengamuk sejadi-jadinya. Dengan nafas memburu dan mata merah padam, pria itu menyapu bersih seluruh benda di atas meja kerjanya hingga hancur berantakan di lantai. “Brengsek!” Teriaknya.Dokumen, laptop, hingga vas bunga mahal semuanya hancur, menggambarkan kemurkaan sang pemilik yang baru saja kehilangan aset miliaran rupiah akibat gagal totalnya produksi massal yang dia lakukan.​Ditambah lagi, setelah dicek ke apartemennya, Bram sudah menghilang bak ditelan bumi tanpa meninggalkan jejak kaki sedikit pun.​"Kurang ajar si Bram! Beraninya dia menipuku!" teriak Delon murka, suaranya menggema memenuhi ruangan CEO. ​Selama ini, hubungan gelap antara Bram dan Ibu Rahayu berjalan dengan sangat rapi dan tertutup rapat. Akibatnya, Delon sama sekali tidak mengendus adanya benang merah di antara mereka. Dia benar-benar mengira Bram adalah orang dalam Pratama Group yang murni membelot demi uang, tanpa tahu bahwa pria paruh baya itu hanyalah bidak yang di

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Mengunjungi Makam Keluarga

    Tepat seminggu dari pers yang dilakukan Delon, ramalan Angkasa terbukti.Pagi-pagi sekali, seluruh stasiun televisi dan media sosial dihebohkan dengan berita kegagalan total produksi massal yang dilakukan oleh perusahaan milik Delon. Saham mereka anjlok parah ke titik terendah dalam sejarah, memicu kebangkrutan massal yang sangat tragis.​Di saat jam sarapan sedang berlangsung di ruang makan mansion utama, Kakek Pratama tiba-tiba datang dengan langkah tegap. Pria tua itu tertawa terbahak-bahak, raut wajah senjanya dipenuhi kepuasan yang luar biasa. “Ayah.” Nyonya Rahayu terkejut.Tak menggubris ucapan Rahayu, Kakek Pratama langsung duduk di kursi utama sembari membawa tablet miliknya. ​"Angkasa, kamu benar-benar luar biasa! Lihat ini, Delon resmi bangkrut hari ini!" seru Kakek Pratama dengan suara penuh kebanggaan.​Angkasa yang sedang duduk di sebelah Bintang hanya menyunggingkan sebuah tersenyum tipis yang sangat tenang, seolah semua kehancuran itu hanyalah hiburan pagi yang biasa

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Ingin Menjenguk

    ​"Kamu kenapa begitu marah saat mereka menegur istriku, Kak?" tanya Rendi menuntut penjelasan, menekankan kata istriku untuk menegaskan posisinya.​Suasana di meja makan semakin mencekam. Bintang menahan nafasnya, mencengkram ujung daster hamilnya di bawah meja dengan cemas, takut jika suaminya kelepasan membongkar rahasia pernikahan mereka malam ini juga sebelum waktu yang direncanakan.​Angkasa mengalihkan pandangannya dari Ibu Rahayu, lalu menatap Rendi dengan senyuman miring yang meremehkan. Pria itu menyandarkan punggungnya ke kursi dengan sangat tenang.​"Aku tidak suka ada keributan tidak penting di meja makan saat aku sedang menikmati makan malamku, Rendi," jawab Angkasa dengan suara bariton yang datar namun penuh penekanan. "Dan sebagai kepala keluarga di mansion ini, aku berhak menegur siapa saja yang merusak ketenangan. Termasuk Mama dan Shinta yang tidak tahu sopan santun mencemooh wanita hamil."​Rendi mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja. Dia tahu persis Angkasa

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Mual Terus

    ​“Ren kenapa Bintang malah mual, jangan-jangan benih yang ada di rahim Bintang bukan benihmu…” Bisik Angkasa. ​Mendengar bisikan sang Kakak Rendi justru tertawa keras, menganggapnya sebagai lelucon paling konyol. "Hahaha! Mas Angkasa bisa saja, mana mungkin itu benih orang lain, Mas. Aku sendiri y

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Pernikahan Adalah Hal Sakral

    Rendi merendahkan tubuhnya, bersiap untuk menunduk dan melongok ke bawah kolong meja kerja Angkasa.Di bawah sana, Bintang sudah pucat pasi. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Dalam kepanikan yang memuncak, kedua tangannya bergerak refleks memegangi celana bahan yang dikenakan Angkasa, mence

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Palsu

    Keesokan harinya, suasana di ruang tengah kediaman Pratama kembali dipenuhi oleh kepura-puraan yang kental.Rendi duduk dengan wajah lelah yang dibuat-buat, sesekali menguap untuk meyakinkan semua orang bahwa dia baru saja menghabiskan malam dengan bekerja keras demi proyek kantor.Sementara itu, M

  • Obsesi Liar Kakak Ipar    Sandiwara Dibalas Sandiwara

    Melihat Rendi dan Monik yang membeku seperti patung, Shinta yang berdiri di samping Bintang seketika ikut panik setengah mati. Jantungnya mencelos. Di dalam otaknya, Shinta mengumpat habis-habisan kelakuan bodoh kakak kandungnya itu.​'Sialan! Ke mana otakmu, Rendi?! Bisa-bisanya kamu membawa wanit

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status