MasukAurell yang kecewa, putus asa dengan amarah yang memucat, karena gagal menikah. menarik seorang pria yang di temui nya di depan gedung,untuk menggantikan sang kekasih sebagai calon pengantin. aurell yang sejak kecil di kucilkan oleh keluarga nya, semakin di hina ketika dirinya menikah dengan seorang lelaki yang di anggap gembel. * * Aksa baru saja tiba di Indonesia, ingin memberikan kejutan kepada sang kekasih dan ingin menepati janjinya untuk melamar sang kekasih. namun sesampainya di tempat tinggal sang kekasih yang bernama alinea. dia malah di suguhkan pemandangan sang kekasih yang sedang bercumbu dengan lelaki lain. di tengah luka yang ia rasakan, tiba tiba saja datang seorang wanita yang mengajaknya untuk menikah, melihat sorot mata yang sama dengan nya, mata penuh luka. Aksa tanpa ragu menyetujui penawaran dari wanita itu.
Lihat lebih banyakAurell mendengus kesal, kemudian tertawa pelan namu terdengar menyakitkan. "kalau kami nggak mau melakukan semua itu, apa yang akan kalian lakukan? " semua mata kini tertuju padanya. "kenapa tidak kalian saja yang membereskan kekacauan ini?" ucap Aurell menantang mereka. "bukannya perut yang perlu di isi itu kalian semua, kan? lalu kenapa kita yang harus repot-repot mengurusnya. apa kalian pikir kami ini pelayan di sini? " "beraninya kamu....! " bu Citra melangkah maju, tapi belum sempat ia mengeluarkan amarahnya, bu Alissa segera menarik lengan adiknya. "sudah-sudah jangan di perpanjangan, nanti mereka tambah melawan kita" bisiknya pelan, kemudian ia menatap Aurell dengan wajah yang di buat sebijak mungkin. "oke oke, baiklah. kalian boleh istrahat hari ini,kami akan memberikan waktu untuk kalian beristirahat. tapi..... dengar kan baik-baik besok kalian tetap harus membantu kami untuk memasak. dan untukmu Aurell jangan dulu kembali ke kota pada hari senin besok... kam
"hah, kelamaan basa-basi dengan kalian lebih baik kita temui ibu saja" ujar bu Marissa, ia segera melangkah meninggalkan tempat itu di susul yang lainnya. "bu, bagaimana ini, mereka benar-benar ingin menemui nenek. bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan nenek. apalagi kondisinya sekarang ini sedang tidak baik-baik saja" Aurell terlihat begitu cemas. di dalam hati bu kamala sejujurnya juga khawatir. tetapi ia berusaha tetap terlihat tenang. "tak perlu khawatir. tidak akan terjadi sesuatu pada nenek, dia akan baik-baik saja"Aksa menunjukkan kunci ruangan nenek yang telah ia amankan. Bu Kamala dan Aurell menghela napas dengan lega. bu Kamala pun menyusul saudara-saudaranya tapi dengan langkah yang pelan.dia hanya ingin memastikan kalau mereka tidak bisa memasuki ruangan bu debbira. "kurang ajar, siapa yang telah mengunci ruangan tempat ibu. kembalikan kuncinya padaku sekarang juga" bu Marissa menoleh ke belakang dengan wajah marah. namun, belum sempat dari mereka ada yan
bu Marissa mundur setengah langkah, ia merasa sedikit takut dengan tatapan yang di berikan oleh Bu Kamala. ia merasa wanita di depannya ini sedikit berbeda, tapi egonya mengalahkan semuanya. ia berusaha tetap keliatan kuat di depan bu Kamala. "dengar dan ingat, aku baka aduin kamu ke ibu. kamu udah nggak mau urus rumah ini lagi" Bu Kamala maju satu langkah. "silahkan! kamu pikir aku takut dengan ancaman mu itu" katanya dengan suara berat yang penuh emosi. tanganya bergerak meraih baju bu Marissa dan menarik nya untuk mendekat. "selama ini aku diam karena aku menghormati keinginan ibu. tapi kalian semua sudah keterlaluan!. selalu pakai ibu buat bikin aku nurut dengan perintah kalian. kalian itu taunya cuma bisa teriak teriak, nggak pernah tahu rasanya kerja di rumah besar ini dari pagi sampai malam kan". Aksa menyipitkan mata nya, senyum kecil terukir di sudut bibirnya. akhirnya mertuanya yang pendiam dan penurut itu mulai menunjukkan taringnya juga. "Kamala, lepasin tang
suasana kamar yang kecil dan mungil itu terasa sunyi. terdengar suara derit pelan dari kipas angin tua di sudut langit-langit. sedangkan di luar sana, suara jangkrik bersahut-sahutan. seolah-olah tahu kalau malam ini adalah malam pertama bagi dia orang yang baru saja resmi menjadi suami istri. Aurell duduk di pinggir ranjang, menunduk. sementara Aksa sudah berbaring menyandarkan diri ke dinding, sesekali ia melirik sang istri dengan senyuman yang di tahan tahan. "tempat tidur ini sempit yah. mas" ucap Aurell pelan. tanpa menoleh ke arah Aksa "pasti mas Aksa nggak merasa nyaman tidur di sini"Aksa menoleh pelan. nada suara nya ia buat senyaman mungkin. "justru itu bagus, kalau sempit begini kan nggak ada jarak di antara kita lagi, dan kita malah bisa berpelukan loh. "Aurell spontan merenggut, wajahnya memerah karna malu. "tadi mas Aksa katakan kita ini baru pacaran. mana bisa ada orang pacaran langsung tidur bersama.? "Aksa tertawa pelan mendengar ucapan sang istri yang terlihat
"tidak,lea. yang kamu lakukan itu hal yang benar" bu Alisa mulai membela anaknya sendiri. tak berpikir apa yang anaknya lakukan itu adalah sebuah aib. "ibu juga peduli kok dengan nak Zaki. sebenarnya tuh sejak dulu kami ini kasihan kalau nak Zaki dapatnya Aurell" "Terima kasih atas perhatian n
Bu kamala menangis, menunduk sembari menggenggam tangan nya sendiri di atas pangkuannya. yah Allah berikanlah kebahagiaan untuk putri ku, siapa pun pria ini, tapi aku selalu memohon, jadikanlah dia imam dan sandaran yang baik untuk putri ku. yah Allah jadi kanlah laki-laki yang saat ini telah menja
"ternyata Tuhan itu baik. dia kasih lihat aku siapa kalian sebenarnya, sebelum aku hancur begitu dalam. tapi Terima kasih atas tawarannya.. aku akan tetap menikah, jadi tidak ada yang mubazir". semua terdiam seketika. " kamu... emangnya mau nikah sama siapa"tanya bu alisa mencibir "emangnya ada
"brengsek! jadi selama ini aku di bohongin, memberi uang padanya bersenang-senang dengan lelaki lain? sialan memang, aku janji tidak akan membiarkan hidupmu bahagia, dasar biadap! " Aksa berbicara dengan dada bergemuruh menahan amarah yang siap meledak. di pelantara gedung, seorang pria sedang d












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.