Share

Bab 22

Author: Caca
last update publish date: 2026-07-13 08:58:05

# Tempat untuk Bersandar

Hari-hari di Castello Mansion kembali berjalan dalam ritmenya yang biasa. Teratur. Tenang. Dan entah mengapa, terasa begitu asing bagi Aixa.

Valeria masih tinggal di mansion. Kehadirannya tidak pernah benar-benar menimbulkan masalah. Ia selalu ramah dan tahu batasannya. Namun justru itulah yang membuat Aixa semakin sulit bernapas. Ia tidak memiliki alasan untuk membenci Valeria. Ia tidak bisa marah kepada Fernando, dan ia juga tidak mampu mengabaikan perasaan kecil yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 107

    **Bab 107: Sebuah Kebenaran yang Terlambat** Mereka bahkan tidak mengetahui namanya yang sebenarnya. Bagi dunia luar, bagi ribuan pasang mata yang haus akan kemalangan orang lain, ia hanyalah sebuah bayangan tanpa identitas mandiri—seorang perempuan yang identitasnya selalu dilekatkan pada kekuasaan sang mantan suami. Bagi publik Madrid yang dingin, ia hanyalah mantan istri Fernando Castello. Perempuan pembawa skandal. Sosok rekaan media yang pantas dicaci, dihujat, dan disudutkan di setiap pojok berita gosip hiburan. Ia adalah tokoh utama dalam video memalukan yang sempat menggegerkan jagat raya, sebuah rekaman murahan yang dirancang dengan sengaja untuk meruntuhkan martabatnya. Padahal, kebenaran sejati telah lama terungkap di balik pintu tertutup. Video tersebut sudah dibuktikan secara sah sebagai hasil manipulasi digital yang sangat halus oleh tim penyelidikan internal. Bukti-bukti forensik telah dikumpulkan, identitas para peretas dan perancang rekayasa pun telah dikantongi, da

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 106

    **Bab 106: Bayang-Bayang di Kota Madrid** Madrid diguyur hujan deras sejak dini hari. Gemericik air yang menghantam kaca jendela terdengar monoton, bagaikan ritme sunyi yang menusuk pendengaran. Udara dingin merembes masuk melalui celah-celah peninggalan bangunan tua di pusat kota, membawa aroma tanah basah dan keputusasaan yang tak kasat mata. Langit kelabu yang menggantung rendah di atas cakrawala seolah mencerminkan kehidupan Aixa yang perlahan runtuh dalam waktu yang begitu singkat. Hanya dalam hitungan minggu, seluruh pilar kehidupannya hancur berkeping-keping. Dunia yang dulunya hangat dan penuh harapan kini bertukar menjadi padang tandus yang asing. Ia berdiri mematung di depan jendela apartemen kecil yang disewanya sementara. Bangunan sederhana itu tersembunyi di salah satu sudut gang sempit, jauh dari kemewahan kawasan elit tempat ia pernah menghabiskan masa-masa lalunya setelah meninggalkan rumah keluarga Castello. Di kedua tangannya, terdapat secangkir teh hangat yang

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 105

    Penyesalan Terlambat Elio menatapnya lama. Tatapan keponakannya itu dipenuhi gabungan antara kepahitan, kejujuran, dan empati yang amat dalam—sebuah tatapan dari seseorang yang tahu betul betapa hancurnya kebenaran ini bagi paman yang selalu merasa memegang kendali atas segalanya. "Karena itu bukan hakku," jawab Elio pelan. Suaranya terdengar datar namun sarat akan penekanan yang menusuk. "Aixa sendiri yang memohon padaku untuk merahasiakannya darimu. Dia tidak ingin anak itu dibesarkan di lingkungan keluarga Castello yang dingin dan penuh manipulasi. Dia ingin menyembunyikan buah hatinya dari pria yang telah menghancurkan hatinya." Fernando merasa kerongkongannya tersumbat parah. Rasa bersalah yang merayap di dadanya terasa begitu pekat, seolah membakar setiap pasokan oksigen yang berusaha ia hirup. "Sejak kapan kau tahu?" tanya Fernando. Suaranya bergetar hebat, kehilangan seluruh nada wibawa yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khasnya. "Aku mendengarnya secara tidak sengaj

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 104

    Rahasia Terbesar Elio langsung membeku. Kalimat yang baru saja terlontar dari mulutnya seakan memotong aliran udara di dalam dada Elio sendiri. Bibirnya mengatup rapat, dan sepasang matanya melebar saat menyadari keputusasaan atas kecerobohannya. Sial. Ia terlambat menyadari ucapannya. Rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat di dalam sudut sanubari yang paling dalam—sebuah kebenaran mengerikan yang ia swore untuk membawanya sampai ke pengasingan—kini telah terlepas begitu saja di tengah keriuhan dingin ruang tunggu VIP bandara. Tatapan Fernando berubah tajam. Datar dan dingin yang biasa menyelimuti wajah kepala keluarga Castello itu menghilang seketika, berganti menjadi sorot mata berbahaya yang sarat akan kecurigaan, ancaman, dan kepanikan liar yang mulai meletup. "Elio." Suara Fernando bergetar rendah, mengandung tekanan penuh intimidasi yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya. Elio mengalihkan pandangan. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 103

    Kebenaran yang Terungkap Kenangan demi kenangan berkelebat di benak Elio. Bayangan masa lalu menari-nari di ingatan Elio seperti potongan rol film tua yang menyiksa. Ia teringat hari pertama perempuan itu menginjakkan kaki di kediaman utama keluarga Castello. Di tengah kemewahan yang berdingin salju dan tatapan tajam nan sinis dari setiap anggota keluarga, Aixa berdiri dengan keteguhan yang langka. Saat pertama kali melihat Aixa tersenyum tulus meskipun diperlakukan dingin oleh keluarga Castello, Elio tahu ada sesuatu yang berbeda dari perempuan itu. Senyum itu tidak memiliki kepalsuan—sebuah hal yang sangat asing di dalam lingkaran sosial mereka yang dipenuhi topeng keserakahan. Saat perempuan itu diam-diam membantunya melewati masa sulit. Ketika Elio terpuruk akibat kegagalan proyek pertamanya dan dijauhi oleh seluruh paman serta sepupunya, hanya Aixa yang menyeduhkan teh hangat, duduk di sampingnya dalam diam, dan membisikkan kata-kata penyemangat tanpa menuntut imbalan apa

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 102

    Pengakuan Elio Beberapa orang di sekitar mulai melirik ke arah mereka. Ketegangan yang memancar kuat dari sudut ruang tunggu VIP itu terlalu menusuk untuk diabaikan. Pasangan pengusaha yang duduk tak jauh dari sana menghentikan obrolan bisik-bisik mereka, sementara petugas bandara yang bertugas di area bar hanya bisa menelan ludah, bingung apakah harus campur tangan atau berpura-pura tidak melihat percekcokan dua pria berpengaruh dari keluarga Castello tersebut. Namun Elio tidak peduli. Dunia di sekitarnya seolah menguap, meninggalkan hanya dirinya dan sosok paman yang selama ini ia segani sekaligus ia takuti. Rasa takut itu telah lenyap sepenuhnya, berganti menjadi keberanian nekat yang dipicu oleh rasa sakit hati dan penyesalan yang membakar dada. "Selama ini aku selalu menghormatimu," lanjutnya, suaranya kini terdengar lebih bergetar namun sarat akan penekanan yang dalam. "Kau membesarkanku. Kau memberiku tempat di keluarga ini. Kau mengajariku cara mengelola bisnis, cara b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status