Share

Bab 82

Penulis: Caca
last update Tanggal publikasi: 2026-08-22 21:25:59

**Anak Kita**

Suasana kamar tidur utama di Mansion Castello tampak lebih hangat dari biasanya. Lampu meja memancarkan cahaya kekuningan yang lembut, menerangi sudut ruangan tempat Aixa duduk bersandar di sofa empuk. Di pangkuannya, terbentang sebuah buku tebal bersampul keras yang tadi siang diberikan oleh Dokter Elena. Buku panduan kehamilan itu tampak sangat baru, namun Aixa sudah membalik lusinan halamannya dengan penuh antusiasme.

Matanya berbinar-binar saat membaca deskripsi mengenai pe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 85

    **Cinta yang Menemukan Jalannya** Untuk pertama kalinya setelah sekian lama melewati masa-masa kelam yang penuh duri, Aixa tidak lagi memandang masa depannya sebagai sesuatu yang menyeramkan atau harus ia takuti secara berlebihan. Ada perubahan mendasar yang merayap perlahan namun pasti di dalam dasar hatinya yang paling dalam. Sebuah perasaan baru tumbuh mekar dengan sangat halus dan alami. Perasaan itu hadir tanpa tergesa-gesa, tidak memaksakan kehendak, dan tidak menuntut hal-hal yang tidak masuk akal. Namun, keberadaannya terasa begitu nyata, menghangatkan setiap sudut jiwanya yang dulu sempat membeku oleh rasa kesepian. Aixa mulai menyadari sebuah kenyataan manis: pernikahan yang dulu berawal dari selembar kertas kaku berisi poin-poin kontrak dingin kini telah bertransformasi menjadi sesuatu yang jauh lebih berarti. Takdir tampaknya sedang merajut ulang benang-benang hubungan mereka dengan pola yang baru. Fernando mungkin memang belum mengutarakan perasaannya secara terbuka

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 84

    **Bayi Kita** Langkah kaki Fernando yang berwibawa sempat berayun menuju daun pintu kayu mahoni yang tinggi. Namun, tepat sebelum jemarinya menyentuh gagang pintu logam yang dingin, sebuah suara lembut menghentikan pergerakannya. "Fernando." Pria itu menghentikan langkahnya secara instan. Ia memutar tubuhnya perlahan, menatap Aixa yang masih duduk di tepi ranjang. Sinar matahari pagi yang menembus celah jendela membiaskan pendar keemasan di sekeliling tubuh wanita itu, membuatnya tampak begitu bersahaja namun memikat. "Ya?" sahut Fernando pendek, menantikan apa yang hendak disampaikan oleh wanita di hadapannya. Aixa tampak ragu sejenak. Jemari tangannya meremas pelan pinggiran piyama sutra yang dikenakannya, berjuang mengumpulkan keberanian yang meluap dari dalam dadanya. Bibirnya terbuka, lalu tertutup kembali, sebelum akhirnya dengan suara pelan namun sarat akan kejujuran yang dalam, ia berbisik, "Terima kasih... karena sudah bahagia bersama aku." Fernando membeku seketika.

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 83

    **Harapan yang Berani** Malam semakin melarut, merengkuh Mansion Castello dalam kesunyian yang senyap dan pekat. Di dalam kamar tidur utama yang remang-remang, Aixa mendadak terbangun dari tidurnya. Gemericik angin malam yang menerpa kaca jendela seolah memanggil kesadarannya kembali ke alam nyata. Tanpa sadar, jemari lengannya yang halus kembali bergerak perlahan, meraba dan menyentuh lembut bagian perutnya yang masih terasa datar di balik piyama sutra. Sebuah senyum kecil terpancar di bibirnya, menghadirkan kehangatan instan yang menjalar ke seluruh dada. Rasanya sungguh luar biasa mengetahui bahwa di dalam tubuhnya, sebuah detak kehidupan baru sedang memperjuangkan jalannya menuju dunia. Pandangan mata Aixa yang lembut kemudian beralih, mengikis jarak menuju sisi lain ranjang berukuran besar itu. Di sana, Fernando terbaring lelap. Cahaya temaram dari lampu tidur memancarkan pendar keemasan yang menimpa separuh wajah pria itu. Aixa menatapnya dalam diam. Wajah Fernando ketika te

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 82

    **Anak Kita** Suasana kamar tidur utama di Mansion Castello tampak lebih hangat dari biasanya. Lampu meja memancarkan cahaya kekuningan yang lembut, menerangi sudut ruangan tempat Aixa duduk bersandar di sofa empuk. Di pangkuannya, terbentang sebuah buku tebal bersampul keras yang tadi siang diberikan oleh Dokter Elena. Buku panduan kehamilan itu tampak sangat baru, namun Aixa sudah membalik lusinan halamannya dengan penuh antusiasme. Matanya berbinar-binar saat membaca deskripsi mengenai perkembangan janin dari minggu ke minggu. Setiap kata, gambar ilustrasi, dan penjelasan ukuran janin yang disepadankan dengan buah-buahan kecil membuat dadanya bergetar hebat. Tanpa sadar, jemarinya tak henti-hentinya mengusap lembut perutnya yang masih rata, sementara senyum kecil terus menghiasi wajah cantiknya. Kehadiran nyawa kecil itu menghadirkan dunia yang sama sekali baru bagi Aixa—sebuah dunia yang kini dipenuhi harapan, bukan lagi rasa takut. "Apa yang kau baca?" Suara berat yang famil

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 81

    **Harapan Baru** Pagi di Mansion Castello terasa berbeda. Cahaya matahari yang menembus celah-celah tirai sutra kamar tidak lagi terasa dingin di mata Aixa. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia terbangun bukan karena detak jantung yang berpacu akibat kecemasan, atau sisa-sisa mimpi buruk yang selalu melingkupinya. Secara refleks, jemarinya yang hangat bergerak lembut menelusuri perut ratanya. Masih terlalu dini—belum ada perubahan bentuk atau gerakan kecil yang bisa dirasakan secara fisik. Namun, kesadaran bahwa ada kehidupan baru yang tengah tumbuh di dalam dirinya mengalirkan kehangatan mendalam yang membuncah di dadanya. Aixa tersenyum kecil. Saat sudut bibirnya terangkat, matanya justru kembali berkaca-kaca. Air mata menggenang di pelupuk matanya, namun kali ini bukan ditumpahkan oleh rasa sakit atau keterasingan. Itu adalah kebahagiaan—sebuah perasaan manis yang masih terasa begitu asing dan menggetarkan. Ketukan lembut di pintu kamar membuyarkan lamunan hangatnya.

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 80

    Dua Garis Merah Ponsel di tangan Aixa nyaris terlepas. Seluruh warna darah di wajahnya menyurut seketika saat membaca pesan ancaman yang menargetkan Elio. Dengan jantung yang berdegup kencang akibat ketakutan yang mematikan, Aixa tidak tinggal diam. Ia segera memberitahukan pesan tersebut kepada Fernando. Malam itu, penjagaan di Mansion Castello langsung diperketat secara masif oleh Fernando dan Marco untuk memastikan Elio tetap aman dari ancaman pihak Sovia. Tiga hari berlalu sejak insiden ancaman tersebut. Aixa berdiri di depan wastafel kamar mandi sambil memejamkan mata. Sudah tiga hari berturut-turut ia terbangun dengan rasa mual yang datang tanpa peringatan. Awalnya, ia mengira itu hanya efek kelelahan dan stres berat yang belum benar-benar hilang setelah tekanan panjang serta ancaman yang dialaminya. Namun pagi itu, saat aroma kopi dari dapur mencapai indera penciumannya, perutnya kembali bergejolak. Aixa buru-buru menutup mulutnya. Ia memegang tepi wastafel, menunggu hin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status