Inicio / Romansa / Obsesi Tuan Kaivan / Bab 47 Lima Menit yang Berubah

Compartir

Bab 47 Lima Menit yang Berubah

Autor: Ibu3Dara
last update Fecha de publicación: 2026-08-30 11:00:30

Alesha berdiri mematung, matanya masih basah oleh air mata namun kini menatap Kaivan dengan penuh kewaspadaan, seolah sudah bisa menebak arah pembicaraan yang akan dilontarkan pria itu selanjutnya. Tangan Kaivan masih menahan lengannya dengan lembut, tidak memberi kesempatan bagi Alesha untuk melangkah pergi sebelum ia benar-benar menyelesaikan apa yang ingin ia sampaikan.

"Katakan saja, Kaivan. Tapi cepat, aku bena

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 49 Pertemuan yang Tidak Diinginkan

    Vanessa keluar dari kantor Adhitama Group dengan wajah yang masih menyimpan kekesalan luar biasa, kata-kata dingin Kaivan terus terngiang di kepalanya sepanjang perjalanan pulang. Namun bukannya langsung kembali ke apartemennya, ia justru mengarahkan mobilnya menuju kampus tempat Alesha mengajar, sebuah dorongan yang begitu kuat membuatnya ingin memastikan sendiri kecurigaan yang sejak tadi terus mengganggu pikirannya.Sesampainya di area parkir kampus, Vanessa turun dari mobilnya dengan langkah tegas, matanya mengedar mencari sosok yang selama ini ia anggap sebagai penghalang terbesar dalam rencananya untuk kembali dekat dengan Kaivan. Tidak lama kemudian, ia melihat Alesha keluar dari gedung fakultas dengan wajah yang masih terlihat begitu lelah, jelas menyisakan bekas dari pertemuan emosional yang baru saja terjadi beberapa jam sebelumnya."Alesha," panggil

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 48 Vanessa Kembali

    Kaivan segera bergegas kembali ke kantor Adhitama Group begitu membaca pesan dari Bimo, pikirannya masih dipenuhi bayangan wajah Alesha yang menangis sebelum akhirnya pergi meninggalkannya di taman kampus tadi. Namun kabar tentang pergerakan Abitama yang semakin agresif membuatnya harus segera menepikan perasaannya sendiri dan kembali fokus pada tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan.Begitu sampai di ruang kerjanya, Sita sudah menunggu dengan wajah yang terlihat sedikit gelisah, tangannya memegang beberapa dokumen sambil sesekali melirik ke arah pintu seolah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan namun masih ragu untuk mengatakannya."Pak Kaivan, sebelum bertemu Pak Bimo, ada tamu yang sudah menunggu sejak tadi di ruang tunggu," ucap Sita hati-hati, suaranya terdengar sedikit waswas seolah sudah menduga reaksi seperti apa yang akan ditunjukkan atasannya be

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 47 Lima Menit yang Berubah

    Alesha berdiri mematung, matanya masih basah oleh air mata namun kini menatap Kaivan dengan penuh kewaspadaan, seolah sudah bisa menebak arah pembicaraan yang akan dilontarkan pria itu selanjutnya. Tangan Kaivan masih menahan lengannya dengan lembut, tidak memberi kesempatan bagi Alesha untuk melangkah pergi sebelum ia benar-benar menyelesaikan apa yang ingin ia sampaikan."Katakan saja, Kaivan. Tapi cepat, aku benar-benar harus pergi," ucap Alesha dengan suara yang berusaha ia jaga tetap tegas, meski jelas ada kegugupan yang tidak bisa sepenuhnya ia sembunyikan dari nada bicaranya itu.Kaivan menghela napas panjang, melepaskan genggamannya dari lengan Alesha, memberi sedikit jarak agar gadis itu tidak merasa terlalu terpojok, namun matanya tetap menatap lurus dengan keberanian yang begitu besar yang jarang sekali ia tunjukkan selain dalam ruang rapat perusahaa

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 46 Pengakuan Kaivan

    Alesha menatap Kaivan dengan mata yang membelalak tidak percaya, tangannya yang sejak tadi menggenggam tas kerjanya kini mengepal erat menahan gejolak emosi yang begitu besar tiba-tiba menguasainya. Ia tidak menyangka semua rahasia yang selama ini ia jaga rapat-rapat, bahkan rela berbohong kepada dirinya sendiri demi menjaganya, ternyata sudah sepenuhnya terbongkar di hadapan pria yang duduk di sampingnya itu."Bagaimana kamu bisa tahu semua itu, Kaivan?" tanya Alesha dengan suara bergetar, matanya menatap tajam ke arah Kaivan seolah mencoba mencari jawaban dari raut wajah pria itu sebelum benar-benar mendengar penjelasannya secara langsung.Kaivan menghela napas panjang, menatap Alesha dengan pandangan yang begitu tulus, tidak ada sedikit pun niat untuk menyembunyikan kebenaran lagi darinya setelah semua yang telah terjadi di antara mereka berdua selama ini."Mama yang cerita semuanya, setelah aku mendesaknya karena Vanessa mengirim pesan yang membuatku curiga," jelas Kaivan pelan, m

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 45 Menunggu di Depan Kampus

    Bimo berhasil mendapatkan jadwal mengajar Alesha keesokan harinya dan mengirimkan informasi itu kepada Kaivan melalui pesan singkat, yang membuat jantung pemimpin muda Adhitama Group itu berdebar kencang sepanjang malam membayangkan pertemuan yang akan ia rencanakan.Pagi itu, Kaivan sengaja mengosongkan seluruh jadwalnya, sesuatu yang jarang sekali ia lakukan mengingat betapa padatnya rutinitas kerja yang biasa ia jalani sebagai pemimpin perusahaan besar. Ia berdiri di depan gedung fakultas hukum tempat Alesha mengajar, mengenakan pakaian kasual yang jauh berbeda dari kemeja formal yang biasa ia pakai di kantor, berharap penampilannya kali ini bisa membuat Alesha merasa lebih nyaman untuk berbicara dengannya."Pak Kaivan, apa Bapak yakin ingin melakukan ini?" tanya Sita yang ikut mendampinginya, suaranya terdengar sedikit khawatir melihat atasannya begitu gugu

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 44 Laporan tentang Alesha

    Bimo mengangguk pelan mendengar permintaan itu, meski di balik ekspresinya yang tenang, ia bisa menangkap ada sesuatu yang jauh lebih personal di balik permintaan Kaivan untuk mencari tahu tentang Alesha, bukan sekedar kekhawatiran biasa seorang klien terhadap keselamatan orang lain."Baik, Pak Kaivan. Saya akan segera mulai penyelidikan itu," ucap Bimo profesional, mencatat sesuatu di buku kecilnya sebelum akhirnya menatap Kaivan dengan pandangan yang sedikit lebih santai dari sebelumnya.Kaivan menghela napas panjang, menyandarkan tubuhnya ke kursi kerja, pikirannya masih dipenuhi berbagai kekhawatiran yang bercampur menjadi satu antara ancaman bisnis dari Abitama dan kekhawatirannya yang begitu besar terhadap keselamatan Alesha."Terima kasih, Pak Bimo. Aku benar-benar menghargai bantuan kamu selama ini," ucap Ka

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status