
Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire
Valeria Laurent selalu percaya bahwa pernikahan adalah tentang komitmen dan kesetiaan. Namun setelah dua tahun menikah dengan Alexander Sinclair, pengacara muda paling berpengaruh sekaligus pewaris firma hukum elit Kingsley & Partners. Ia menyadari satu kenyataan pahit, dirinya hanyalah istri formal yang tidak pernah benar-benar dicintai.
Di malam ulang tahun pernikahan mereka, Valeria tanpa sengaja mendengar rencana perceraian suaminya bersama wanita lain... Selena Beaumont, model terkenal yang selama ini menjadi cinta sejati Alexander. Yang lebih menyakitkan lagi, Alexander bahkan tidak pernah menyentuhnya selama dua tahun pernikahan mereka.
Terluka dan dipermalukan, Valeria memilih berhenti berharap. Ia memutuskan meninggalkan Alexander dan mengakhiri pernikahan dingin itu dengan caranya sendiri. Namun keputusan tersebut justru menjadi awal dari obsesi baru Alexander.
Untuk pertama kalinya, pria dingin yang selalu mengabaikannya mulai kehilangan kendali.
Saat rahasia keluarga, perebutan kekuasaan firma hukum, dan skandal pengkhianatan perlahan terungkap, Valeria harus memilih—tetap bertahan pada cinta yang telah menghancurkannya, atau pergi sebelum semuanya terlambat.
Tetapi Alexander Kingsley tidak pernah terbiasa kehilangan apa yang menjadi miliknya.
Baca
Chapter: Bab 13 Sabtu di Nirwana ResidenceValeria tiba di rumah keluarga Laurent tepat pukul tujuh malam.Ia terlambat tiga puluh menit dari waktu yang dijanjikan, tetapi aroma masakan yang tercium dari luar membuatnya yakin tidak ada yang benar-benar mempermasalahkannya. Lampu teras menyala hangat, suara televisi terdengar pelan dari dalam, dan suasana rumah itu masih sama seperti yang ia kenal sejak kecil.Kevin sudah membuka pintu bahkan sebelum Valeria sempat mengetuk."Katanya agak telat, ini sudah jam tujuh malam," kata Kevin sambil mengambil alih tas belanjaan dari tangan kakaknya."Macet di Jalan Meridian," jawab Valeria masuk ke dalam. "Mama di dapur?""Dari tadi. Masak banyak banget, kayak mau ada hajatan."
Terakhir Diperbarui: 2026-06-29
Chapter: Bab 12 Yang Tidak Terlihat dari LuarKehidupan Valeria setelah perceraian berjalan lebih tenang dari yang ia bayangkan.Bukan tenang yang kosong, melainkan tenang yang ia pilih dengan sadar. Ia kembali ke rutinitasnya mengajar di Fakultas Hukum Universitas Westbridge University, masuk pagi, pulang sore, sesekali lembur untuk menyelesaikan materi kuliah atau membimbing mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Pekerjaan itu selalu menjadi tempat yang aman baginya, ruang di mana ia tahu persis siapa dirinya dan apa yang ia bisa.Natalia mengajaknya makan siang setiap Jumat, tradisi kecil yang mereka mulai sejak bulan pertama setelah akta cerai itu terbit."Kamu kelihatan lebih ceria sekarang," kata Natalia sambil membuka menu di restoran Jepang langganan mereka."Hidup sudah lebih baik," jawab Valeria. "Anehnya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-28
Chapter: Bab 11 Cinta yang MembutakanAlex bukan pria yang mudah menyesali keputusan. Ia terbiasa menentukan pilihan, menjalaninya, lalu melanjutkan hidup tanpa banyak menoleh ke belakang. Namun setelah perceraiannya dengan Valeria resmi selesai, ia mulai merasakan kekosongan yang tidak pernah ia duga.Perasaan itu terus mengikutinya, sampai suatu hari Selena Voss menghubunginya.Pesan itu masuk pada suatu malam, singkat dan ringan seperti gaya Selena yang selalu ia ingat. “Aku dengar kamu sudah berecerai. Bagaimana kabarmu?”Alex membaca pesan itu tiga kali sebelum membalasnya. Tangannya tidak ragu, namun ada sesuatu di belakang kepalanya yang sempat berbisik pelan, sesuatu yang akhirnya ia abaikan."Selena." Suaranya terdengar lebih hangat dari yang ia rencanakan saat mereka akhirnya mene
Terakhir Diperbarui: 2026-06-27
Chapter: Bab 10 Selembar Kertas yang Mengubah SegalanyaPengacara Valeria, Ethan Carter, adalah pria berusia empat puluhan berkacamata tipis dengan cara bicara yang tenang dan terukur.Valeria mengenalnya sejak kuliah. Mereka memang bukan teman dekat, tetapi ia mempercayai Ethan karena tahu cara kerjanya. Rapi, teliti, dan tidak pernah berbicara lebih dari yang diperlukan. Sosok seperti itulah yang ia butuhkan untuk menangani proses ini.Pertemuan pertama mereka setelah Valeria mantap dengan keputusannya berlangsung di kantor Ethan di kawasan Distrik Meridian, dua hari setelah pertemuannya dengan William."Dokumen perjanjian pranikahnya sudah kamu bawa?" tanya Ethan sambil membuka map di mejanya.“Sudah.” Valeria meletakkan amplop cokelat di hadapannya. “Semua dokumennya ada di dalam. Termasuk salinan yang sudah dinotariskan.” Ethan membuka amplop itu, matanya menyusuri lembar demi lembar dengan cepat namun cermat. Sesekali ia mengangguk kecil, sesekali tangannya membuat catatan di pinggir kertas kerjanya."Pihak Sinclair sudah menghubung
Terakhir Diperbarui: 2026-06-26
Chapter: Bab 9 Malam di Rumah LaurentRumah keluarga Laurent di kawasan Nirwana Residence selalu terasa berbeda dari rumah-rumah besar lain yang pernah Valeria kenal.Tidak ada kesan dingin atau jarak yang biasa muncul di rumah keluarga kaya. Di sini, lampu selalu hangat, tanaman di teras selalu segar, dan aroma masakan selalu sudah tercium dari luar pagar. Malam itu tidak berbeda. Valeria memarkirkan mobilnya, duduk sebentar, lalu mengembuskan napas panjang sebelum turun."Kak Val!" Suara Kevin langsung menyambutnya dari depan pintu. "Dari tadi ditunggu.""Macet." Valeria memeluk kakaknya singkat. "Mama sama Papa sudah di meja makan?""Sudah dari tadi. Papa sudah tanya Kakak dua kali."Valeria mengangguk pelan, lalu melangkah masuk.
Terakhir Diperbarui: 2026-06-25
Chapter: Bab 8 Ketika Mertua BerbicaraValeria tidak langsung menghubungi William ayah mertuanya.Ia sengaja menunggu satu hari. Bukan karena takut, tetapi karena ia tahu bahwa dalam situasi seperti ini, orang yang bergerak lebih dulu biasanya terlihat lebih membutuhkan. Dan Valeria sudah terlalu lama berada di posisi itu. Keesokan paginya, ia menghubungi William tepat pukul sembilan."Pa, ini Valeria.""Valeria." Suara William terdengar hangat, namun ada ketegasan di baliknya yang tidak bisa disembunyikan. "Terima kasih sudah menghubungi. Bisakah kita bertemu hari ini?"Valeria menatap agenda di mejanya. "Bisa. Pukul dua siang. Papa yang tentukan tempatnya."Singkat dan jelas. Tidak memberi kesempatan untuk perdebatan yang tidak perlu.William memilih restoran keluarga di kawasan Taman Wijaya, tempat yang netral namun tetap mencerminkan selera keluarga Sinclair. Valeria tiba lima menit lebih awal, seperti biasa. Ia memilih tempay duduk menghadap pintu dan memesan air mineral sambil menunggu.William datang tepat waktu. T
Terakhir Diperbarui: 2026-06-24
Istri Kontrak Sang Billionaire yang Diabaikan
Satu tahun menikah, namun bagi Isabella pernikahannya terasa seperti kesepakatan tanpa makna.
Menjadi istri dari seorang billionaire seharusnya membuat hidupnya sempurna. Tapi tidak dengan Isabella. Di balik kemewahan dan nama besar keluarga suaminya, ia hanya hidup sebagai bayangan, diabaikan, tidak dianggap, dan tidak pernah benar-benar diakui.
Sebastian tidak pernah menyentuhnya apalagi mencintainya.
Baginya, pernikahan itu hanyalah kontrak tanpa perasaan dan tanpa ikatan.
Namun segalanya mulai berubah ketika batas yang selama ini dia jaga tiba-tiba runtuh dalam satu malam.
Sentuhan yang seharusnya tidak terjadi itu, justru membuka luka yang lebih dalam dan perasaan yang tidak bisa lagi disembunyikan.
Isabella tahu satu hal pasti, dia tidak boleh berharap.
Karena dalam pernikahan ini, hanya ada satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta.
Dan masalahnya…
dia sudah melanggarnya.
Baca
Chapter: Bab 78 Harta Bawaan"Mama, Papa bilang aku harus meminta maaf pada Isabella."Camilla langsung masuk ke kamar Veronica tanpa mengetuk pintu. Veronica menoleh dari meja rias dan seketika membaca ekspresi putrinya. Ia tahu ada sesuatu yang tidak beres."Ada apa? Ceritakan dari awal." Veronica langsung berbalik menghadap putrinya.Camilla duduk di tepi ranjang, lalu menceritakan semua yang terjadi. Ia menceritakan percakapannya dengan Alejandro di ruang keluarga, termasuk permintaan agar ia meminta maaf kepada Isabella dan ancaman Alejandro jika ia tidak melakukannya dalam dua hari.Veronica mendengarkan sampai Camilla selesai berbicara. Setelah itu, ia berdiri dan berjalan ke arah pintu."Biar Mama yang bicara dengan Papa."
Terakhir Diperbarui: 2026-06-29
Chapter: Bab 77 Kesabaran dan Ketegasan"Isabella, sekarang aku ingin bicara bukan sebagai atasanmu."Marco duduk lebih santai. Sikapnya tidak lagi seperti saat membahas pekerjaan, melainkan lebih sebagai seseorang yang ingin berbicara dari hati ke hati.Isabella menatapnya. "Tentang yang kamu katakan kepada Camilla?"Marco mengangguk. "Tentang perasaanku."Ia tetap menatap Isabella. "Apa yang aku katakan kepada Camilla tadi memang tidak aku rencanakan. Tapi itu juga bukan kata-kata yang keluar begitu saja. Memang itulah yang aku rasakan."Isabella tidak langsung menjawab. Tanpa sadar, ia memutar gelang di pergelangan tangannya, kebiasaan yang sudah dikenal Marco saat ia sedang memikirkan sesuatu."Aku mencintaimu, Isab
Terakhir Diperbarui: 2026-06-28
Chapter: Bab 76 Pernyataan yang Tidak Direncanakan"Tuan Alejandro, saya perlu memberitahu anda sesuatu."Begitu telepon terhubung, Marco langsung berbicara. Ia duduk di belakang meja kerjanya, ponsel di satu tangan, sementara tangan satunya mengetuk meja pelan menunggu jawaban.Di ujung telepon, Alejandro terdiam sejenak. Lalu ia bertanya singkat, "Tentang apa?""Camilla datang ke kantor saya tadi pagi," kata Marco. "Dia menemui Isabella di koridor dan membuat keributan di depan beberapa staf."Keheningan singkat dari ujung telepon."Seberapa parah?" tanya Alejandro dengan suara yang lebih serius."Isabella bisa mengatasinya dengan baik. Tidak sampai terjadi kontak fisik," jawab Marco sambil berdiri dan berjalan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-27
Chapter: Bab 75 Statusnya Jelas"Jawab aku, Isabella Castellano."Camilla menyebut nama itu dengan nada penuh kemarahan. Namun Isabella tetap berdiri tenang. Ia hanya menatap Camilla tanpa menunjukkan sedikit pun rasa takut atau emosi.Di ujung koridor, pintu ruang kerja Marco terbuka. Marco baru saja hendak keluar, tetapi Isabella mengangkat satu tangan sebagai isyarat agar ia tidak ikut campur. Marco mengerti maksudnya. Ia berhenti di depan pintu dan memilih mengawasi dari tempatnya."Nona Camilla." Isabella memulai dengan nada yang sama persis dengan cara ia berbicara di meja pertemuan bisnis. Terkontrol, jelas, tanpa ekstra emosi. "Kalau ada yang ingin anda sampaikan, sampaikan dengan tenang. Tempat ini kantor, bukan arena pertengkaran.""Aku tidak peduli ini kantor." Camilla berdiri di depannya dengan napas yang masih memburu. "Kamu sudah mengambil terlalu banyak hal dari hidupku dan aku ingin kamu menjelaskan.""Saya mengambil apa dari hidup kamu?""Sebastian." Camilla mengatakannya seperti kata itu sendiri su
Terakhir Diperbarui: 2026-06-26
Chapter: Bab 74 Rahasia yang Menyebar"Kalau begitu percakapan ini selesai."Suara Alejandro terdengar sangat tenang, tetapi semua orang di ruangan itu bisa merasakan kekecewaan di baliknya.Veronica tetap diam. Wajahnya tenang dan sulit dibaca, seolah tidak ada satu pun pertanyaan yang bisa menggoyahkannya."Aku sudah mengatakan apa yang aku tahu," katanya."Dan kamu memilih untuk tetap berbohong," jawab Alejandro pelan.Maria menunduk, sementara Antonio menggenggam tangan istrinya. Isabella duduk diam, tidak ikut bicara. Ia baru saja melihat sendiri bagaimana seseorang bisa tetap menyangkal meski ruangan itu sudah penuh dengan bukti.Veronica berdiri perlahan.
Terakhir Diperbarui: 2026-06-25
Chapter: Bab 73 Pertemuan yang Tidak Bisa Dihindari"Nyonya Castellano, ini Isabella Romano."Veronica tidak langsung menjawab. Tangannya mengencang di sekitar ponsel, matanya menatap nama Alejandro di layar yang sekarang terasa seperti sesuatu yang asing."Kenapa kamu menelepon dari ponsel suamiku?" Suara Veronica keluar datar."Karena Pak Alejandro yang meminta saya." Isabella menjawab dengan nada yang tidak defensif dan tidak juga mengambil jarak. Tenang, seperti biasanya. "Beliau ingin saya menyampaikan bahwa dia mengundang Anda untuk bertemu besok pagi di kediaman Castellano. Pukul sepuluh.""Pertemuan tentang apa?""Tentang hal-hal yang sudah seharusnya dibicarakan." Isabella berhenti sebentar. "Beliau minta saya sampaikan, kehadiran Anda sangat diharapkan."Veronica menatap dinding di depannya selama beberapa detik setelah sambungan terputus. Ruang keluarga yang tadi terasa seperti miliknya sendiri sekarang terasa berbeda, seperti seseorang sudah menggeser satu benda kecil dari tempatnya dan semua proporsisi ruangan berubah kare
Terakhir Diperbarui: 2026-06-24