
Istri Perawan Sang Pengacara Billionaire
Valeria Laurent selalu percaya bahwa pernikahan adalah tentang komitmen dan kesetiaan. Namun setelah dua tahun menikah dengan Alexander Sinclair, pengacara muda paling berpengaruh sekaligus pewaris firma hukum elit Kingsley & Partners. Ia menyadari satu kenyataan pahit, dirinya hanyalah istri formal yang tidak pernah benar-benar dicintai.
Di malam ulang tahun pernikahan mereka, Valeria tanpa sengaja mendengar rencana perceraian suaminya bersama wanita lain... Selena Beaumont, model terkenal yang selama ini menjadi cinta sejati Alexander. Yang lebih menyakitkan lagi, Alexander bahkan tidak pernah menyentuhnya selama dua tahun pernikahan mereka.
Terluka dan dipermalukan, Valeria memilih berhenti berharap. Ia memutuskan meninggalkan Alexander dan mengakhiri pernikahan dingin itu dengan caranya sendiri. Namun keputusan tersebut justru menjadi awal dari obsesi baru Alexander.
Untuk pertama kalinya, pria dingin yang selalu mengabaikannya mulai kehilangan kendali.
Saat rahasia keluarga, perebutan kekuasaan firma hukum, dan skandal pengkhianatan perlahan terungkap, Valeria harus memilih—tetap bertahan pada cinta yang telah menghancurkannya, atau pergi sebelum semuanya terlambat.
Tetapi Alexander Kingsley tidak pernah terbiasa kehilangan apa yang menjadi miliknya.
Baca
Chapter: Bab 63 Batas yang Harus DijagaValeria membaca pesan itu dua kali. Setelah itu, ia mengunci layar ponselnya dan memasukkannya kembali ke dalam tas tanpa membalas. Ethan sempat melirik ke arahnya, tetapi tidak bertanya. Mereka terus berjalan keluar dari aula.Beberapa mahasiswa masih berdiri di dekat pintu dan memperhatikan Valeria dengan rasa penasaran. Valeria tidak berhenti sampai mereka masuk ke lift dan pintunya tertutup."Ada masalah?" tanya Ethan dengan nada yang profesional namun matanya membaca sesuatu di wajah Valeria yang tidak biasa."Pesan dari Frans," jawab Valeria singkat sambil mengeluarkan ponselnya kembali dan menyerahkannya kepada Ethan.Ethan membacanya. Ekspresinya tidak banyak berubah namun ada sesuatu yang bergeser di sekitar matanya, sesuatu yang terlihat seperti kehati-hatian yang langsung menyala."Ini harus ditanggapi dengan hati-hati," kata Ethan sambil mengembalikan ponsel itu kepada Valeria dengan suara pelan. "Kalau kamu menerima peran sebagai mediator, hubunganmu dengan Frans harus te
Terakhir Diperbarui: 2026-08-13
Chapter: Bab 62 Di Bawah SorotanKonferensi pers itu awalnya tidak direncanakan Valeria. Namun setelah berdiskusi dengan Ethan dan Prof. Rosemary, mereka sepakat bahwa diam bukan pilihan yang tepat. Jika berita yang salah sudah menyebar, Valeria perlu memberikan penjelasan langsung kepada publik agar fakta yang sebenarnya bisa diketahui.Ethan membantu berkoordinasi dengan humas Westbridge University. Dalam waktu kurang dari sehari, Aula Fakultas Hukum Westbridge sudah dipenuhi kursi, podium, dan kamera media yang mulai berdatangan. Satu jam sebelum konferensi dimulai, Carissa datang menemui Valeria di kantornya."Semuanya sudah siap," kata Carissa sambil meletakkan map di atas meja. "Dua puluh tiga media sudah konfirmasi hadir. Ethan sudah ada di aula."Valeria mengangguk, membuka map itu dan membacanya sekilas. "Moderatornya siapa?"
Terakhir Diperbarui: 2026-08-12
Chapter: Bab 61 Ketika Kesabaran HabisValeria membaca pesan Frans sekali lagi sebelum membalasnya. “Siapa?”Jawaban datang tidak sampai satu menit. “Selena. Dia yang bocorkan ke media. Aku baru dapat konfirmasi dari sumber yang terpercaya.”Valeria berdiri di koridor kampus itu dengan ponsel di tangannya selama beberapa detik. Di sekelilingnya mahasiswa berlalu lalang, percakapan dan tawa mengisi udara dengan suara yang tidak ada kaitannya dengan apa yang sedang terjadi di dalam kepalanya.Lalu ia mengetik satu kalimat kepada Frans. “Terima kasih sudah memberitahuku.”Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas, menarik napas satu kali, dan mulai berjalan menuju kantornya.Carissa sudah menunggu di depan pintu kantor dengan ekspresi yang langsung membaca bahwa sesuatu sudah berubah dari dua jam yang lalu. "Val, kamu…""Aku ingin sendiri dulu," kata Valeria dengan nada yang tidak kasar namun jelas, masuk ke kantornya dan menutup pintu di belakangnya.Valeria berdiri di tengah ruangannya tanpa duduk atau membuka laptop. Ia mencoba
Terakhir Diperbarui: 2026-08-12
Chapter: Bab 60 Nama yang TerseretValeria membaca judul itu dua kali. Ia mengambil ponsel Alex dan membaca artikel tersebut sampai selesai. Dalam beberapa menit, pikirannya sudah bekerja cepat. Artikel itu singkat, tetapi cukup untuk mengganggu reputasi yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.Artikel tersebut menyebut Valeria sebagai pihak yang diduga terlibat dalam sengketa warisan keluarga Sinclair. Ia juga disebut menjadi mediator dalam kasus yang melibatkan mantan suaminya, sehingga muncul tuduhan tentang konflik kepentingan dan integritasnya sebagai Dekan Fakultas Hukum Westbridge University. Valeria lalu meletakkan ponsel itu kembali di meja."Kamu tahu siapa yang memberikan informasi ini kepada media?" tanya Valeria dengan suara datar.Alex menggeleng pelan."Aku juga baru melihatnya. Tapi dar
Terakhir Diperbarui: 2026-08-11
Chapter: Bab 59 Kenangan di Kafe EdelweissKafe Edelweiss masih sama seperti yang Valeria ingat. Dinding krem, foto-foto hitam putih, lampu kecil di atas meja, dan aroma kopi yang khas masih terasa. Valeria berhenti sebentar di depan pintu sebelum masuk. Ia belum pernah kembali ke tempat itu sejak perceraiannya dengan Alex, tetapi pagi ini ia memilih untuk tidak memikirkan kenangan lama.Alex sudah menunggu di dalam, duduk di meja nomor tujuh dekat jendela, tempat yang dulu sering mereka pilih. Saat melihat Valeria masuk, Alex langsung berdiri"Kamu mau duduk di sini?" tanya Alex, matanya sebentar melirik ke arah meja sebelum kembali ke Valeria, nada suaranya mengandung pengakuan bahwa ia mengerti pilihan tempatnya tidak sepenuhnya netral."Tidak masalah," jawab Valeria sambil menarik kursi dan duduk. "Kafe ini meja tujuhnya banyak."Alex duduk kembali dengan ekspresi yang menunjukkan bahwa ia menangkap kalimat itu.Pelayan datang, Valeria memesan teh lemon seperti biasanya, Alex memesan kopi hitam. Ketika pelayan pergi, kedua
Terakhir Diperbarui: 2026-08-11
Chapter: Bab 58 Pertanyaan dari AlexValeria masih memegang ponselnya ketika pesan kedua dari Alex masuk. Ia membaca dua kalimat itu sekali lagi. Tidak ada nada marah dalam pesannya, tetapi Valeria cukup mengenal Alex untuk tahu bahwa pertanyaan seperti itu tidak mungkin muncul tanpa alasan. Apalagi Alex mengatakan ia melihatnya bersama Frans Sinclair.Benjamin yang duduk di sebelahnya memperhatikan perubahan ekspresi putrinya. Ia tidak perlu melihat layar untuk mengetahui siapa yang mengirim pesan tersebut. Dari cara Valeria diam, Benjamin sudah bisa menebaknya."Pesan dari Alex?" tanya Benjamin pelan, matanya mengarah pada ponsel di tangan Valeria.Valeria mengangguk kecil. Ia menoleh kepada ayahnya sebelum kembali membaca pesan itu. Di satu sisi, ia bisa saja mengabaikannya sampai nanti. Namun ia tahu Alex tidak akan berhenti bertanya jika tidak men
Terakhir Diperbarui: 2026-08-10
Chapter: Bab 33 Langkah MundurAlesha yang masih berdiri di balik kaca jendela merasakan dadanya semakin sesak mendengar permintaan mendesak Kaivan untuk bertemu dengannya. Air mata yang sejak tadi sudah menggenang kini mengalir semakin deras, membasahi pipinya tanpa bisa ia tahan lagi. Ia mundur perlahan dari jendela itu, tidak sanggup lagi menyaksikan pemandangan yang begitu menyayat hatinya sendiri.Alesha bergegas melangkah menjauh dari ruang ICU, langkahnya semakin cepat seiring dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti, seolah setiap detik yang ia habiskan di lorong rumah sakit itu membuat dadanya semakin terasa sesak dan sulit bernapas."Alesha!" Suara Reyhan yang kebetulan sedang berjalan di lorong yang sama memanggil namanya, membuat langkah Alesha sedikit terhenti meski ia tidak sepenuhnya menoleh ke arah suara itu.Reyhan segera menghampiri Alesha yang tampak begitu terburu-buru, wajahnya menunjukkan kekhawatiran begitu melihat kondisi gadis itu yang basah oleh air mata dan terlihat begitu ingin se
Terakhir Diperbarui: 2026-08-13
Chapter: Bab 32 Nama yang Terus DipanggilAdrian dan Lavienna bergegas mengikuti perawat itu menuju ruang ICU dengan langkah cepat, jantung mereka berdebar kencang antara rasa lega dan cemas yang bercampur menjadi satu. Alesha yang tadinya ikut melangkah mendadak berhenti di depan pintu, memilih untuk tidak masuk dan hanya mengintip dari balik kaca jendela ruang ICU yang tidak sepenuhnya tertutup tirai."Kaivan! Anakku!" seru Lavienna begitu masuk ke dalam ruangan, langsung menghambur mendekati ranjang tempat Kaivan terbaring dengan mata yang kini terbuka meski masih terlihat lemah.Kaivan menoleh perlahan ke arah suara itu, matanya yang sayu mencoba fokus menatap sosok ibunya yang berdiri dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi membasahi wajahnya."Mama..." lirih Kaivan dengan suara serak, jelas masih begitu lemah setelah sekian lama tidak sadarka
Terakhir Diperbarui: 2026-08-12
Chapter: Bab 31 Kenangan yang TerlupakanAlesha terdiam sejenak mendengar pertanyaan Lavienna, matanya menerawang jauh mengenang kembali kejadian yang sudah begitu lama ia coba kubur dalam-dalam, kejadian yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun sejak dulu. Ia menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian untuk akhirnya membuka luka lama yang selama ini ia simpan sendirian."Sebenarnya, ada satu hal yang belum pernah aku ceritakan pada siapa pun, Tante," ucap Alesha pelan, suaranya mulai bergetar menahan emosi yang tiba-tiba begitu besar menguasainya.Lavienna dan Adrian saling bertukar pandang cemas, keduanya mendekat sedikit ke arah Alesha, menunjukkan perhatian penuh yang begitu tulus untuk mendengarkan apa pun yang akan disampaikan gadis itu selanjutnya."Ceritakan saja, Alesha. Kami akan mendengarkan," ucap Lavienna lembut, tangannya terulur menggenggam tangan Alesha yang mulai terasa dingin karena kecemasan yang begitu besar.Alesha menarik napas panjang, mencoba menguatkan dirinya sendiri sebelum akhi
Terakhir Diperbarui: 2026-08-12
Chapter: Bab 30 Kabar Baik dari Rumah SakitAlesha segera mengangkat panggilan itu dengan tangan yang sedikit gemetar, menempelkan ponsel ke telinganya sementara semua orang di ruangan menatapnya dengan napas tertahan, mencoba menebak kabar apa yang akan mereka dengar selanjutnya."Halo, ini dengan siapa?" tanya Alesha cepat dengan suara tegang. Berbagai kemungkinan langsung muncul di pikirannya.Suara di seberang telepon terdengar tenang, jauh dari nada panik yang biasanya menandakan kabar buruk, membuat Alesha sedikit menghela napas meski tetap waspada mendengarkan setiap kata yang disampaikan."Kami dari pihak rumah sakit, ingin memberi tahu keluarga pasien Kaivan Adhitama agar segera datang ke rumah sakit. Ada perkembangan penting mengenai kondisinya," ucap suara di seberang telepon, tidak memberikan detail lebih lanjut yang membuat Alesha semakin penasar
Terakhir Diperbarui: 2026-08-11
Chapter: Bab 29 Sedikit KelegaanAdrian menempelkan ponsel ke telinganya dengan tangan yang masih sedikit gemetar, menunggu jawaban dari sekretaris Kaivan dengan hati yang berdebar kencang. Semua orang di ruangan itu menahan napas, menatap Adrian dengan penuh harap sambil menunggu kabar yang akan menentukan nasib perusahaan yang selama ini mereka bangun bersama."Sita, tolong cepat cek arsip dokumen Kaivan. Apa ada tanda tangan dia di dokumen investasi atau pengalihan saham baru-baru ini?" tanya Adrian tegas, suaranya berusaha terdengar tenang meski dadanya sendiri berdebar begitu keras menunggu jawaban itu.Suara di seberang telepon terdengar sedikit gugup, jelas ikut merasakan ketegangan yang tersirat dari nada bicara Adrian yang begitu mendesak itu."Baik, Pak. Saya cek dulu sebentar," ucap Sita cepat, terdengar suara kertas yang dibolak-balik dengan tergesa-gesa di seberang telepon, membuat semua orang di ruangan itu semakin menahan napas menunggu kepastian.Beberapa detik yang terasa begitu panjang berlalu, hing
Terakhir Diperbarui: 2026-08-11
Chapter: Bab 28 Rencana PengambilalihanBimo membuka lembar dokumen terakhir itu dengan hati-hati, menyerahkannya kepada Adrian yang segera menerimanya dengan tangan yang mulai terasa dingin membayangkan kebenaran apa lagi yang harus ia hadapi setelah ini. Seisi ruangan itu kembali hening, hanya diselingi suara detak jam dinding yang terasa begitu keras di tengah ketegangan yang menyelimuti semua orang."Silakan dibaca sendiri, Pak Adrian. Saya rasa Bapak perlu melihat langsung bukti-bukti yang telah saya kumpulkan ini," ucap Bimo serius, matanya mengamati reaksi Adrian yang mulai membaca dokumen itu dengan raut wajah yang perlahan berubah semakin tegang.Adrian membaca dokumen itu dengan seksama, rahangnya semakin mengeras di setiap barisnya, hingga akhirnya ia menghela napas panjang dan menatap Bimo dengan mata yang penuh amarah yang begitu besar."Jadi
Terakhir Diperbarui: 2026-08-10
Istri Kontrak Sang Billionaire yang Diabaikan
Satu tahun menikah, namun bagi Isabella pernikahannya terasa seperti kesepakatan tanpa makna.
Menjadi istri dari seorang billionaire seharusnya membuat hidupnya sempurna. Tapi tidak dengan Isabella. Di balik kemewahan dan nama besar keluarga suaminya, ia hanya hidup sebagai bayangan, diabaikan, tidak dianggap, dan tidak pernah benar-benar diakui.
Sebastian tidak pernah menyentuhnya apalagi mencintainya.
Baginya, pernikahan itu hanyalah kontrak tanpa perasaan dan tanpa ikatan.
Namun segalanya mulai berubah ketika batas yang selama ini dia jaga tiba-tiba runtuh dalam satu malam.
Sentuhan yang seharusnya tidak terjadi itu, justru membuka luka yang lebih dalam dan perasaan yang tidak bisa lagi disembunyikan.
Isabella tahu satu hal pasti, dia tidak boleh berharap.
Karena dalam pernikahan ini, hanya ada satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta.
Dan masalahnya…
dia sudah melanggarnya.
Baca
Chapter: Bab 129 Rumah yang Tidak Pernah Ditempati"Terima kasih sudah mau bertemu lagi hari ini," kata Cecilia dengan sopan.Marco berdiri di depan pintu kamar hotel tempat Miguel dan Cecilia menginap. Ia datang sendiri setelah menerima pesan dari Cecilia malam sebelumnya. Miguel membuka pintu lebih lebar."Masuk. Papa sudah menunggu di dalam," kata Cecilia sambil mempersilakannya masuk.Kamar itu tidak terlalu besar, tetapi terlihat rapi. Miguel duduk di dekat jendela sambil memegang secangkir kopi dan mengangguk saat Marco masuk."Duduk." Miguel mempersilakan dengan gerakan tangan yang singkat sebelum ia sendiri duduk di kursi di seberangnya.Marco duduk. Ia tidak terburu-buru bertanya, membiarkan Miguel memulai dengan caranya sendiri.
Terakhir Diperbarui: 2026-08-13
Chapter: Bab 128 Keluarga yang Tidak Dikenal"Pak Bellini, terima kasih sudah bersedia menerima saya," ujar pria itu dengan sopan sambil sedikit menundukkan kepalanya.Pria itu berusia sekitar enam puluh tahun. Tubuhnya masih tegap seperti seseorang yang terbiasa dengan disiplin militer. Rambutnya sudah banyak beruban, tetapi tatapannya masih terlihat tajam.Di sampingnya berdiri seorang perempuan muda berusia sekitar dua puluh lima tahun. Ia terlihat tenang dan tidak canggung meski baru pertama kali datang ke rumah keluarga Bellini.Leonardo berdiri dan menjabat tangan pria itu. "Pak Miguel Santini. Silakan duduk.""Ini putri saya, Cecilia." Miguel memperkenalkan perempuan di sebelahnya dengan nada yang hangat tapi singkat."Cecilia." Leonardo mengangguk. "Ini El
Terakhir Diperbarui: 2026-08-12
Chapter: Bab 127 Pertanyaan yang Tepat"Aku tidak tahu," jawab Isabella dengan jujur dan tanpa berusaha menghindari pertanyaan Marco. Marco mengangguk pelan. Ia tidak terlihat terluka atau lega. Ia hanya menerima jawaban Isabella dengan tenang. "Tidak tahu dalam arti kamu belum memutuskan," Marco berkata pelan, "atau tidak tahu dalam arti kamu tidak mau mengakuinya?"Isabella menatapnya. Ada sesuatu di pertanyaan itu yang tepat sasaran dengan cara yang tidak menyenangkan."Entahlah." Isabella menjawab jujur. "Aku tidak mau terburu-buru memberikan jawaban yang akan aku sesali nanti."Marco mengangguk lagi. Ia bersandar ke sofa, menatap langit-langit sebentar sebelum kembali ke Isabella. "Boleh aku mengatakan sesuatu yang mungkin tidak ingin kamu dengar?""Katakan saja." Isabella menjawab."Sebastian melakukan sesuatu yang tidak mudah." Marco berbicara dengan nada yang sudah sangat berbeda dari cara ia berbicara tentang Sebastian dalam percakapan-percakapan sebelumnya. "Dia menemukan informasi yang kalau ia simpan atau gun
Terakhir Diperbarui: 2026-08-12
Chapter: Bab 126 Hasil yang Tidak Bisa Dibantah"Laboratorium sudah mengirimkan hasilnya."Alejandro mengatakannya dari ambang pintu ruang keluarga tempat Marco dan Isabella sudah duduk menunggu sejak pagi. Suaranya tenang dengan cara yang membutuhkan usaha untuk dipertahankan, tapi caranya berdiri di sana, dengan amplop putih di tangannya, sudah cukup menyampaikan sesuatu sebelum satu kata pun keluar.Isabella yang duduk di sofa dengan tangan terlipat di pangkuannya mengangkat kepalanya. Marco yang berdiri di dekat jendela berbalik."Sudah?" Marco bertanya dengan nada yang sudah sangat terkontrol."Baru saja." Alejandro masuk dan menutup pintu di belakangnya.Ia berjalan ke arah meja kecil di tengah ruangan dan meletakkan amplop itu di sana. Tidak membukanya. Hanya meletakkannya dan mundur selangkah."Kalian saja yang membuka." Alejandro mengatakannya dengan nada yang pelan. "Ini adalah informasi tentang kalian berdua. Bukan tentang aku."Isabella dan Marco bertukar pandang sebentar. Pertukaran yang singkat tapi yang sudah mengandu
Terakhir Diperbarui: 2026-08-12
Chapter: Bab 125 Apa Sebenarnya yang Diinginkan"Simpan kata-katamu, Veronica."Isabella mengatakannya tanpa berbalik sepenuhnya. Suaranya keluar dengan nada yang sudah tidak memiliki energi untuk perdebatan lebih lanjut. "Apa pun yang ingin kamu katakan tentang Sebastian, itu tidak akan mengubah apa pun bagiku.""Isabella, ini penting…""Bagimu mungkin." Isabella akhirnya berbalik, menatap Veronica sekali lagi dengan cara yang sudah sangat final. "Tapi saya sudah belajar bahwa apa pun yang keluar dari mulutmu selalu punya agenda di baliknya. Dan saya tidak tertarik untuk mencari tahu agenda itu."Veronica belum sempat melanjutkan ucapannya ketika Isabella berbalik dan menuju lift. Setelah masuk, Isabella merasa sedikit lega, tetapi ia masih harus menemui seseorang di tempat lain. Ia menekan tombol lobi dan men
Terakhir Diperbarui: 2026-08-11
Chapter: Bab 124 Sudah Cukup"Kenapa kamu selalu ikut campur dalam hidup saya?"Isabella berdiri di depan pintu apartemen Veronica yang baru saja terbuka. Tidak ada salam, tidak ada pembukaan. Hanya kalimat itu yang keluar dengan cara yang sudah tidak memerlukan tambahan apa pun untuk menyampaikan maksudnya.Veronica menatap Isabella selama satu detik sebelum membuka pintu lebih lebar. "Silahkan masuk.""Saya lebih suka di sini." Isabella tidak bergerak dari tempatnya berdiri.Veronica bersandar ke kusen pintu dengan cara seseorang yang sudah memperkirakan kunjungan ini meski tidak tahu kapan tepatnya akan terjadi. "Jadi kamu sudah mengetahui semuanya.""Tentang Sebastian. Tentang informasi yang kamu berikan kepadanya." Isabella mengatakannya langsung. "Ya. Saya sudah mengetahui semuanya.""Aku hanya menyampaikan informasi yang menurutku perlu diketahui." Veronica menjawab dengan nada yang terlalu tenang untuk situasi ini."Informasi tentang ibu saya." Isabella menatapnya langsung. "Tentang keluarga saya. Yang ka
Terakhir Diperbarui: 2026-08-11