Compartilhar

Garis Tipis

Autor: Sabrina dewi
last update Data de publicação: 2026-03-13 14:13:29

Beberapa minggu setelah Nadia tiba di Paris, kehidupannya mulai menemukan ritme baru.

Pagi hari di studio kecilnya di Montmartre selalu dimulai dengan hal yang sama: kopi panas, jendela terbuka, dan kanvas kosong yang menunggu disentuh kuas.

Camille, asisten yang dikirim Daniel, biasanya datang sekitar pukul sembilan pagi.

Ia membawa roti hangat dari boulangerie di sudut jalan dan sesekali buah segar.

“Kalau anda tidak makan, Daniel akan menyalahkan saya madame” kata Camille suatu pagi
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Om Bule Kekasihku   Pulang Lebih Cepat

    Selesai rapat besar bukan berarti pekerjaan Daniel langsung berakhir. Justru sebaliknya, begitu para investor meninggalkan kantor pusat, puluhan email baru sudah menunggu. Dokumen yang perlu ditinjau. Kontrak yang perlu disetujui. Laporan yang perlu dibaca. Namun ada satu perbedaan besar dibanding beberapa tahun lalu. Sekarang Daniel punya alasan untuk tidak menghabiskan seluruh harinya di kantor. Dan alasan itu berjumlah empat orang. Nadia. Elena. Noah. Dan Nora. Di ruang kerjanya yang berada di lantai paling atas gedung perusahaan, Daniel sedang menandatangani beberapa dokumen ketika Paul masuk membawa tablet. "Tuan." "Ada apa?" "Tim legal sudah menyelesaikan revisi kontrak" ucap Paul. "Bagus" jawab Daniel. singkat. "Dan investor Jepang meminta jadwal pertemuan lanjutan." Daniel mengangguk. "Atur minggu depan." Paul mencatat semuanya. Namun beberapa detik kemudian ia menyadari sesuatu. Daniel menatap layar komputer. Tetapi tidak membaca apa pun. "Tuan?" "Hm?

  • Om Bule Kekasihku   CEO Yang Kurang Tidur

    Pukul lima pagi. Villa Blankenese masih gelap dan tenang. Setidaknya untuk ukuran rumah yang dihuni dua bayi kembar. Daniel baru saja berhasil tidur sekitar satu jam ketika suara tangisan Nora terdengar dari baby monitor. Beberapa menit kemudian Noah ikut bergabung. Daniel membuka mata perlahan. Tatapannya kosong selama beberapa detik. Lalu ia menatap langit-langit kamar. "Ini serangan terkoordinasi lagi." Nadia yang sedang berusaha menahan tawa langsung memukul lengannya pelan. "Mereka masih bayi." "Aku tahu mereka bekerja sama" jawab Daniel. "Kamu mulai halusinasi karena kurang tidur." Daniel tidak menjawab. Karena sebagian dirinya mulai berpikir Nadia mungkin benar. Satu jam kemudian, semua kembali tenang.Noah dan Nora tertidur, Nadia kembali beristirahat. Daniel sedang menikmati secangkir kopi ketika ponselnya bergetar. Satu pesan. Dari Paul."Tuan, saya perlu berbicara dengan Anda segera." Daniel langsung membaca pesan itu dua kali. Karena Paul jarang menggunaka

  • Om Bule Kekasihku   Rencana Masa Depan

    Seminggu setelah Noah dan Nora pulang ke Villa Blankenese, seluruh penghuni rumah akhirnya memahami satu kenyataan yang sama. Bayi kembar memang menggemaskan. Sangat menggemaskan. Namun mereka juga mampu membuat seluruh rumah kehilangan jadwal tidur yang normal. Termasuk Daniel Charter. Pria yang selama bertahun-tahun mampu mengelola perusahaan internasional, menghadapi negosiasi bernilai miliaran euro dan menyelesaikan krisis bisnis tanpa kehilangan ketenangan. Kini terlihat kebingungan karena dua bayi berusia beberapa hari. Dan hal itu menjadi hiburan bagi seluruh keluarga. Pukul dua dini hari. Noah menangis. Daniel langsung bangun. Beberapa detik kemudian Nora ikut menangis. Daniel bangun sepenuhnya. Lalu lima menit kemudian Noah kembali menangis dan Nora menyusul. Daniel menatap langit-langit kamar. "Mereka ini kerja sama." Nadia yang sedang menyusui Nora tertawa pelan. "Mereka masih bayi" jawab Nadia. "Mereka bersekongkol" kata Daniel. "Kamu terlalu banyak mem

  • Om Bule Kekasihku   Sebuah Keluarga

    Suasana hangat yang tercipta setelah percakapan antara Margaret dan Ayu masih terasa bahkan hingga malam hari. Villa Blankenese yang besar itu dipenuhi tawa, percakapan, dan sesekali tangisan kecil Noah atau Nora yang langsung membuat setengah penghuni rumah bergerak bersamaan. Malam itu setelah makan malam selesai, sebagian besar keluarga berkumpul di ruang keluarga. Perapian memang tidak dinyalakan karena musim panas, tetapi lampu-lampu hangat dan suara ombak Sungai Elbe di kejauhan menciptakan suasana yang nyaman. Noah sedang tidur di pelukan Daniel. Sedangkan Nora tertidur di gendongan Nadia. Pemandangan yang masih membuat semua orang tersenyum. Karena beberapa bulan lalu, kamar bayi itu masih kosong. Dan sekarang ada dua penghuni kecil yang menjadi pusat dunia mereka. Di sofa panjang, Ayu duduk di samping Margaret. Kalung pemberian Margaret masih tergantung di lehernya. Beberapa kali tangannya tanpa sadar menyentuh liontin kecil itu. Margaret memperhatikannya. "Kamu men

  • Om Bule Kekasihku   Sebuah Undangan

    Beberapa hari setelah kepulangan Noah dan Nora ke Villa Blankenese, kehidupan perlahan mulai menemukan ritmenya. Meski "tenang" mungkin bukan kata yang tepat. Karena sekarang ada dua bayi yang bisa bangun bergantian sepanjang malam. Atau kadang-kadang bersamaan. Yang menurut Daniel merupakan bentuk konspirasi kecil terhadap waktu tidurnya. Pagi itu seluruh keluarga sedang menikmati sarapan di teras belakang. Udara musim panas Hamburg terasa nyaman. Noah tertidur di gendongan Nadia. Sedangkan Nora sedang berada dalam pelukan Oma Margaret yang tampak sangat menikmati perannya sebagai nenek. "Aku rasa aku akan pindah ke Hamburg" kata Margaret tiba-tiba. Thomas yang sedang minum kopi hampir tersedak. "Kita sudah membahas ini." Margaret tersenyum. "Dan aku masih menyukainya." Daniel hanya menggeleng. Sementara Elena langsung menyambut ide itu. "Oma tinggal di sini saja." Margaret tertawa. "Nanti Opa protes." "Aku tidak protes" jawab Thomas. "Kamu tidak protes?" tanya Marg

  • Om Bule Kekasihku   Kehangatan Keluarga

    Villa Blankenese yang selama beberapa bulan terakhir dipenuhi persiapan kelahiran kini memasuki babak baru. Babak yang jauh lebih ramai. Jauh lebih berisik. Dan jauh lebih melelahkan. Noah Charter dan Nora Charter akhirnya resmi menjadi penghuni termuda villa itu. Dan seluruh isi rumah mulai menyadari satu fakta penting. Dua bayi kecil bisa mengubah ritme hidup seluruh keluarga. Pukul tiga dini hari. Daniel terbangun. Bukan karena alarm. Bukan karena panggilan pekerjaan. Melainkan karena suara tangisan kecil. Ia membuka mata perlahan. Lalu mendengar suara tangisan kedua menyusul beberapa detik kemudian. Daniel langsung duduk. "Nadia." Nadia yang juga baru terbangun menghela napas pelan. "Keduanya?" tanya Nadia. "Keduanya." Mereka saling berpandangan. Lalu tertawa kecil. Karena ternyata beginilah rasanya menjadi orang tua bayi kembar. Keesokan paginya, Daniel yang biasanya selalu terlihat sempurna kini tampak sedikit berbeda. Rambutnya tidak serapi biasanya. Matany

  • Om Bule Kekasihku   Harga Dari Kejujuran

    Pagi itu, Hamburg tidak memberi isyarat apa pun. Langit biru pucat, udara dingin bersih, kota berjalan seperti biasa seolah hidup Daniel dan Nadia tidak sedang berada di titik rawan. Nadia berdiri di dapur, menyiapkan sarapan sederhana. Tangannya bergerak otomatis, pikirannya tidak. Daniel duduk

    last updateÚltima atualização : 2026-03-23
  • Om Bule Kekasihku   Orang-Orang Yang Datang Untuk Tinggal Sebentar

    Kedatangan Thomas dan Margaret kali ini tidak diumumkan jauh-jauh hari, mereka datang secara tiba-tiba seperti sebelumnya.. Daniel menerima pesan singkat dari ayahnya saat ia sedang di kantor: “Kami di Hamburg sore ini. Jangan kaget.” Daniel tersenyum kecil, senyum yang sudah lama tidak ia rasak

    last updateÚltima atualização : 2026-03-23
  • Om Bule Kekasihku   Ketika Pilihan Mulai Meminta Harga

    Hamburg pagi itu kelabu. Langit seperti menahan hujan, menggantungkan beban yang tidak jatuh, sama seperti perasaan Nadia ketika berdiri di dekat jendela apartemen. Kota ini indah, teratur, dan dingin namun ia mulai memahami bahwa ketenangan di Eropa sering kali menyimpan tekanan yang rapi dan tak

    last updateÚltima atualização : 2026-03-23
  • Om Bule Kekasihku   Percakapan Yang Tidak Pernah Selesai

    Cafe itu hampir kosong ketika Daniel tiba. Tempat yang dipilih Rebecca bukan kebetulan, tenang, rapi, dan netral. Tidak ada kenangan personal di sana. Tidak ada sudut hangat untuk bersembunyi. Hanya dua orang dewasa yang pernah berbagi masa lalu dan kini berdiri di dua titik yang berbeda. Rebecc

    last updateÚltima atualização : 2026-03-23
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status