author-banner
Sabrina dewi
Sabrina dewi
Author

Novels by Sabrina dewi

Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Daniel menunduk, wajahnya sangat dekat. "Aku belum melakukan apa-apa… tapi kamu sudah gemetar. Nadia, kamu pikir aku nggak notice?" Konflik awal antara mereka dikarenakan, Daniel memotret cafe milik Nadia secara diam-diam sedangkan Nadia sangat menjaga privasi tempatnya. Nadia selalu berusaha menghindari Daniel, Daniel tidak menyerah untuk mendekati Nadia sampai akhirnya jarak diantara mereka semakin menipis. Di bawah langit Ubud mereka menemukan kenyamanan, gairah, dan cinta yang tumbuh tanpa rencana. Namun, perbedaan usia, budaya, rahasia yang tersimpan, dan pandangan hidup mulai menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari. “Om Bule Kekasihku” adalah kisah cinta lintas usia yang manis, berani, dan menggoda, tentang dua hati yang dipertemukan takdir di tanah Bali, tempat di mana cinta dan gairah berpadu menjadi satu cerita yang tak terlupakan.
Read
Chapter: Mimpi Yang Menjadi Kenyataan
Tiga bulan kemudian.Musim gugur telah tiba di Hamburg. Daun-daun berwarna emas dan jingga menghiasi jalanan Blankenese. Udara terasa lebih dingin. Namun Villa Blankenese tetap hangat seperti biasanya. Terutama karena dua bayi kecil yang kini menjadi pusat dunia semua orang, Noah Charter dan Nora Charter. Usia mereka kini hampir lima bulan. Dan keduanya tumbuh dengan sangat sehat. Noah mulai menunjukkan sifat yang sangat mirip Daniel tenang, jarang menangis, namun sangat keras kepala. Sedangkan Nora jauh lebih ekspresif, suka tertawa, suka mencari perhatian dan sangat senang berada dalam pelukan Nadia. "Yang ini anak mama" kata Nadia sambil menggendong Nora. "Yang itu anak papa" sahut Ayu sambil menunjuk Noah. Daniel yang sedang membaca laporan perusahaan hanya mengangkat alis. "Aku tidak sekeras kepala itu." Semua orang langsung tertawa. Bahkan Camille, yang biasanya paling sulit tertawa. Sementara itu Elena telah menjalani sekolah selama beberapa bulan. Dan ternyata ia san
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Awal Yang Baru
Waktu berlalu dengan cepat. Musim panas perlahan mulai berakhir. Udara Hamburg mulai terasa sedikit lebih sejuk pada pagi hari. Pepohonan di sekitar Villa Blankenese masih hijau, tetapi tanda-tanda pergantian musim mulai terlihat. Dan untuk keluarga besar itu, kehidupan perlahan kembali ke rutinitas normal. Atau setidaknya senormal mungkin bagi keluarga Charter. Pagi itu suasana villa terasa sedikit berbeda. Karena Margaret dan Thomas akan kembali ke London. Setelah tinggal cukup lama di Hamburg untuk menemani Nadia setelah kelahiran Noah dan Nora, hingga pernikahan Paul dan Ayu. Kini mereka harus kembali. Meskipun sebenarnya tidak ada seorang pun yang benar-benar ingin berpisah. Di ruang makan, sarapan berlangsung lebih tenang dari biasanya. Margaret sedang menggendong Nora, sedangkan Thomas memangku Noah. Keduanya tampak menikmati setiap detik terakhir bersama cucu-cucu mereka. "Oma akan kembali bulan depan" kata Margaret kepada Nora yang sedang tertidur. "Aku rasa dia belum
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Kunjungan Pertama Di Rumah Baru
Dua hari setelah pernikahan. Pagi di Villa Blankenese berlangsung seperti biasa atau setidaknya seperti biasa bagi keluarga Charter. Yang berarti cukup ramai. Noah menangis karena lapar, Nora ikut menangis karena Noah menangis. Bruno berlari ke sana kemari. Dan Elena sibuk mengawasi semua orang seolah-olah dirinya adalah manajer rumah tangga. Di tengah suasana itu, Nadia sedang menyusui Nora ketika Elena tiba-tiba datang membawa sebuah ide. "Ide bagus." Nadia langsung waspada. Karena biasanya kalimat itu berakhir dengan kekacauan kecil. "Apa?" "Kita harus mengunjungi rumah Tante Ayu." Nadia tersenyum. "Tante Ayu?" "Iya." "Bagus." Nadia mengangguk puas. Memang sejak lama ia mengajari Elena memanggil Ayu dengan sebutan tante. Karena suatu hari nanti Noah dan Nora pasti akan mengikuti apa yang dilakukan kakak mereka. Dan Nadia ingin mereka tumbuh dengan menganggap Ayu sebagai keluarga, bukan sekadar sahabat. "Kalau nanti Noah dan Nora besar..."kata Nadia. "Mereka juga har
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Pagi Pertama Sebagai Suami Istri
Pagi hari setelah pernikahan.Matahari musim panas menyinari Hamburg dengan cahaya hangat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Ayu bangun sebagai Nyonya Weiss. Dan untuk pertama kalinya pula, ia bangun di rumah yang secara resmi menjadi miliknya dan Paul. Rumah hadiah pernikahan dari Daniel dan Nadia. Rumah yang hanya berjarak beberapa menit dari Villa Blankenese. Rumah yang masih terasa seperti mimpi. Ayu membuka mata perlahan. Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar. Lalu menoleh ke samping, Paul masih tertidur. Sangat jarang melihat pria itu tertidur begitu pulas. Biasanya bahkan saat libur sekalipun ia selalu bangun lebih awal. Namun kemarin adalah hari yang panjang, hari yang penuh emosi dan hari yang mengubah hidup mereka. Senyum kecil muncul di wajah Ayu. Ia mengamati wajah suaminya beberapa saat, kemudian tertawa pelan. Karena kata "suami" masih terdengar aneh di telinganya. "Kenapa tertawa?" Ternyata Paul sudah bangun dan langsung menangkap basah dirin
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Sahabat Yang Menjadi Keluarga
Malam semakin larut. Sebagian besar tamu sudah pulang. Lampu-lampu taman masih menyala, menciptakan suasana hangat yang sulit dilupakan. Di meja panjang dekat taman, hanya keluarga dan orang-orang terdekat yang masih bertahan. Noah dan Nora tertidur pulas. Elena akhirnya tertidur dengan kepala bersandar di bahu Camille. Bahkan Bruno tampak kelelahan setelah seharian menjadi "tamu kehormatan". Ayu masih memegang map berisi surat rumah itu. Sesekali ia membukanya lagi, lalu menutupnya. Kemudian membukanya lagi, seolah masih belum percaya. Paul yang duduk di sampingnya hanya tersenyum. "Kamu sudah melihatnya lima kali." "Enam kali" sahut Nadia. Yang membuat semua orang tertawa. Ayu memeluk map itu erat. "Kalian benar-benar gila." "Itu pujian atau hinaan?" tanya Daniel. "Belum tahu." Tawa kembali terdengar. Namun perlahan senyum Ayu memudar. Matanya kembali memanas. Kali ini bukan karena rumah, bukan karena pernikahan. Melainkan karena sesuatu yang jauh lebih besar. Ia meman
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Hadiah Yang Tak Terduga
Malam semakin larut. Pesta pernikahan akhirnya mulai berakhir. Lampu-lampu taman masih menyala hangat. Beberapa tamu sudah pulang. Sebagian lainnya masih berbincang santai sambil menikmati kopi dan makanan penutup. Suasana yang tadinya meriah kini berubah menjadi hangat dan intim. Paul dan Ayu duduk berdampingan di salah satu meja taman. Keduanya terlihat lelah, namun juga sangat bahagia. Karena hari ini berjalan jauh lebih indah daripada yang pernah mereka bayangkan. Di dekat mereka, Noah dan Nora sudah tertidur pulas di dalam kereta bayi. Sedangkan Elena mulai menguap berkali-kali. Namun masih bersikeras untuk tidak tidur. "Aku masih kuat" kata Elena. Lima detik kemudian ia menguap lagi. Yang membuat semua orang tertawa. Saat suasana mulai tenang, Daniel berdiri dari kursinya. Kemudian berjalan ke dalam villa dan tak lama kemudian ia kembali. Dengan sebuah map hitam elegan di tangannya dan sebuah kotak kecil. Nadia berjalan di sampingnya. Senyum kecil terlihat di wajah mere
Last Updated: 2026-07-15
You may also like
Perfect Love
Perfect Love
Romansa · Lia Mauliza
10.8K views
SCANDAL
SCANDAL
Romansa · Sally Diandra
10.8K views
Cinta Masa Muda (Young Love)
Cinta Masa Muda (Young Love)
Romansa · Paradista
10.8K views
TERAPIS MUDA SANG NYONYA
TERAPIS MUDA SANG NYONYA
Romansa · Agus Irawan
10.7K views
Gara-gara Sapu Ijuk ?
Gara-gara Sapu Ijuk ?
Romansa · corn leaf
10.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status