Om Bule Kekasihku
Daniel menunduk, wajahnya sangat dekat. "Aku belum melakukan apa-apa… tapi kamu sudah gemetar. Nadia, kamu pikir aku nggak notice?"
Konflik awal antara mereka dikarenakan, Daniel memotret cafe milik Nadia secara diam-diam sedangkan Nadia sangat menjaga privasi tempatnya.
Nadia selalu berusaha menghindari Daniel, Daniel tidak menyerah untuk mendekati Nadia sampai akhirnya jarak diantara mereka semakin menipis.
Di bawah langit Ubud mereka menemukan kenyamanan, gairah, dan cinta yang tumbuh tanpa rencana. Namun, perbedaan usia, budaya, rahasia yang tersimpan, dan pandangan hidup mulai menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari.
“Om Bule Kekasihku” adalah kisah cinta lintas usia yang manis, berani, dan menggoda, tentang dua hati yang dipertemukan takdir di tanah Bali, tempat di mana cinta dan gairah berpadu menjadi satu cerita yang tak terlupakan.
Read
Chapter: Perang Yang Tak TerlihatFajar baru saja menyentuh perbukitan Tuscany. Kabut tipis masih menggantung di antara barisan kebun anggur di sekitar villa keluarga Moretti. Cahaya matahari musim semi mulai perlahan menerangi halaman batu yang luas. Namun pagi itu tidak dimulai dengan ketenangan. Di halaman depan villa, beberapa mobil hitam berhenti satu per satu. Empat pria turun dari mobil. Mereka adalah tim keamanan tambahan yang dikirim Paul dari Hamburg. Villa Moretti kini dijaga seperti markas penting.Di ruang kerja villa, Daniel sudah bangun sejak pukul 4 dini hari. Beberapa layar laptop dan tablet terbuka di meja besar. Peta Tuscany muncul di layar. Lokasi villa Moretti ditandai dengan lingkaran merah. Paul berbicara melalui panggilan video dari kantornya di Hamburg. “Kami berhasil melacak nomor plat mobil itu.” “Lalu, apa yang kamu temukan?” tanya Daniel serius. “Mobil itu mobil sewaan” jawab Paul. “Siapa nama penyewanya?”. “Dia menggunakan identitas palsu Sir” ucap Paul.. Ia memandang kebun anggu
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Ancaman Yang Mulai TerlihatMalam di villa Moretti berubah menjadi malam yang penuh kewaspadaan. Setelah Daniel menemukan tas hitam dan foto Elena di kebun anggur, suasana di dalam rumah besar itu tidak lagi sama. Lampu-lampu di hampir seluruh bagian villa dinyalakan. Para penjaga keamanan yang datang dari Hamburg mulai berpatroli di setiap sudut halaman. Gerbang utama ditutup rapat. Bahkan jalan kecil di belakang kebun anggur kini dijaga oleh dua orang. Villa yang sebelumnya terasa hangat kini berubah seperti benteng yang siaga. Di ruang kerja villa, Daniel berdiri di depan meja besar dengan foto Elena di tangannya. Foto itu jelas diambil pagi tadi, saat Elena bermain dengan Bruno di halaman. Artinya seseorang benar-benar berada sangat dekat. Sangat dekat dengan rumah. Lorenzo berdiri di seberangnya. “Orang itu pasti sudah mengawasi villa selama beberapa hari” ucap Lorenzo. “Dan dia orang yang cukup berani untuk masuk ke kebun” kata Daniel. “Yang jelas Ini bukan pekerjaan seseorang yang masih amatir”
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Tas Kecil di Kebun Anggur Malam di Tuscany biasanya penuh dengan suara alam. Angin yang menyapu kebun anggur dan sesekali gonggongan anjing dari kejauhan. Namun malam itu terasa berbeda. .Terlalu sunyi. Di villa keluarga Moretti, lampu-lampu taman masih menyala redup di antara pohon-pohon anggur yang panjang. Cahaya kekuningan itu menciptakan bayangan aneh di tanah berbatu. Di dalam villa, Elena sudah tertidur di kamar tamu yang bersebelahan dengan kamar Daniel dan Nadia. Boneka kecilnya masih dipeluk erat di dadanya. Di kamar lain, Nadia sedang berbaring di tempat tidur besar dengan selimut hangat menutupi tubuhnya.Tangannya perlahan mengusap perutnya yang mulai terlihat membesar. Dua bayi kecil tumbuh di dalamnya. Daniel berdiri di balkon kamar dengan ponsel di tangannya. Ia sedang berbicara dengan Paul di Hamburg. “Aku ingin kamu menemukan identitas pria itu.” Suara Paul terdengar serius dari telepon. “Kami sedang memeriksa semua kamera jalan di sekitar Tuscany.” Daniel menatap kebun anggur yan
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Musim Semi Yang Membawa PerubahanMusim semi mulai datang ke Tuscany.Udara mulai hangat di awal bulan April dibandingkan bulan sebelumnya. Kebun anggur di sekitar villa keluarga Moretti mulai dipenuhi tunas-tunas hijau muda. Bunga-bunga liar bermekaran di sepanjang jalan batu yang mengarah ke halaman villa. Sudah seminggu Daniel, Nadia dan Elena berada di Italia. Waktu berjalan cepat, namun hari-hari mereka di villa Moretti terasa penuh emosi. Pagi itu matahari bersinar cerah. Di taman belakang villa, Elena berlari kecil bersama anjing tua yang bernama Bruno. “Bruno! Tangkap!” teriak Elena sambil melempar bola kecil. Bruno berlari mengejar bola dengan semangat yang membuat Elena tertawa keras. Dari teras villa, Daniel memperhatikan putrinya sambil memegang secangkir kopi. Ekspresinya jauh lebih tenang dibanding beberapa hari lalu. Namun kewaspadaannya tidak pernah benar-benar hilang. Lorenzo berdiri di sampingnya. “Keluarga Moretti tidak datang lagi sejak dua hari terakhir.” “Itu tidak berarti mereka menyer
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Pilihan Terakhir ViolaPagi di Tuscany terasa lebih sunyi dari biasanya. Kabut tipis masih menyelimuti kebun anggur luas di sekitar villa keluarga Moretti. Cahaya matahari baru saja menyelinap di antara perbukitan, memberi warna keemasan pada daun-daun anggur yang mulai menguning. Namun di dalam villa tua itu, suasana terasa berat. Konflik antara keluarga Moretti dan Daniel semakin jelas. Dan di tengah semua itu, ada satu orang yang menjadi pusat semuanya. Viola. Di kamar besar yang menghadap kebun anggur, Viola terbaring di tempat tidurnya. Wajahnya terlihat lebih pucat pagi ini, namun matanya tetap tajam. Perawat baru saja selesai memeriksa kondisinya ketika Nadia masuk dengan langkah pelan. Nadia membawa secangkir teh hangat. “Bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Nadia lembut. Viola tersenyum tipis. “Masih hidup.” Nada bercandanya membuat Nadia tertawa kecil. Ia m
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: Batas Yang Tak Boleh DilewatiMalam turun perlahan di villa keluarga Moretti di Tuscany. Langit tampak gelap tanpa banyak bintang, hanya cahaya lampu taman yang menerangi kebun anggur luas di sekitar rumah tua itu. Di dalam villa, suasana jauh lebih tenang dibanding siang tadi. Namun bagi Daniel Charter, ketenangan itu terasa semu. Ia berdiri sendirian di ruang kerja lama milik keluarga Moretti, membaca beberapa dokumen yang diberikan Lorenzo. Dokumen hukum. Warisan. Perjanjian keluarga lama. Semuanya diteliti dengan teliti oleh Daniel. Matanya tajam dan fokus. Bagi seorang pengusaha seperti Daniel, konflik hukum bukan sesuatu yang baru. Namun kali ini berbeda. Karena yang dipertaruhkan bukan bisnis. Tetapi anaknya. Di kamar lantai atas, Nadia sedang berbaring di tempat tidur besar. Lampu kamar dibuat redup. Ia mencoba beristirahat seperti yang disarankan
Last Updated: 2026-04-16