/ Romansa / Om Bule Kekasihku / Garis Yang Disepakati

공유

Garis Yang Disepakati

작가: Sabrina dewi
last update 게시일: 2026-01-05 17:44:36

Keheningan kembali menyelimuti villa Blankenese setelah kepergian Elena. Namun kali ini, sunyi itu tidak kosong. Ia terasa seperti ruang yang sudah diisi, lalu dirapikan dengan hati-hati menyisakan jejak tawa kecil, seprai yang masih hangat, dan sebuah kepastian baru yang belum diberi nama.

Nadia merapikan dapur perlahan. Tangannya menyentuh meja kayu panjang yang kemarin dipenuhi remah kue dan cerita anak-anak. Daniel berdiri di ambang pintu, mengamati tanpa menyela.

“Kamu tidak lelah?” tany
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Om Bule Kekasihku   Dua Nama

    Perjalanan pulang dari rumah sakit terasa lebih hidup dari biasanya. Di dalam mobil, suara Elena tidak berhenti sejak tadi. “Papa, nanti aku yang pilih nama ya?” tanya Elena. Daniel yang sedang menyetir melirik lewat kaca spion. “Kamu sudah punya ide buat nama adik bayi?” kata Daniel. Elena mengangguk cepat. “Ada!” Ayu yang duduk di kursi depan langsung tertarik. “Siapa tuh?” Elena berpikir keras beberapa detik, lalu berkata penuh percaya diri, “Kalau cowok, Leo!” Ayu tertawa kecil. “Kenapa Leo?” Elena menjawab polos, “Karena kuat.” Daniel tersenyum tipis. “Bagus.” Elena lalu menoleh ke Nadia. “Kalau yang cewek, Luna” jawab Elena dengan semangat Nadia mengangkat alis. “Kenapa Luna?” Elena tersenyum kecil. “Karena cantik.” Suasana di dalam mobil langsung terasa hangat. Daniel tidak berkata apa-apa. Namun senyum kecil di wajahnya cukup menjelaskan semuanya. Sesampainya di villa Blankenese, semua orang langsung berkumpul di ruang keluarga. Lina membawa minuman ha

  • Om Bule Kekasihku   Dua Detak Kecil

    Pagi itu, suasana villa Blankenese terasa lebih sibuk dari biasanya. Daniel sudah berdiri di ruang tengah sejak pagi, mengenakan kemeja rapi, ponsel di tangan, namun perhatiannya jelas bukan pada pekerjaan. “Nadia sudah siap?” tanya Daniel untuk ketiga kalinya. Dari tangga, suara Ayu terdengar, “Tenang sedikit, Daniel. Ini bukan rapat penting.” Daniel menghela napas tipis. “Ini lebih penting dari pada rapat.” Beberapa detik kemudian, Nadia turun perlahan dengan bantuan Camille. “Madame, pelan-pelan,” ujar Camille dengan nada formalnya. Nadia tersenyum. “Iya, Camille” jawab Nadia lembut. Elena langsung berlari kecil menghampiri. “Mama!” Ia memegang tangan Nadia dengan hati-hati. “Aku ikut ya?” tanya Elena. “Kamu mau ikut ke dokter?” kata Daniel. Elena mengangguk cepat. “Aku mau ikut!” Ayu langsung menyela, “Wah, seru nih. Ada pasien kecil tambahan.” Nadia tertawa. “Boleh” ucap Nadia. Daniel tidak menolak. “Baik. Kita pergi bersama.” Perjalanan menuju rumah sakit

  • Om Bule Kekasihku   Rencana Yang Ditunda

    Malam itu villa Blankenese terasa hangat dan hidup. Lampu-lampu di ruang keluarga menyala lembut, meja makan dipenuhi hidangan buatan Lina dan untuk setelah sekian lama, semua orang berkumpul tanpa bayang-bayang ketegangan. Daniel duduk di ujung meja, sementara Nadia di sampingnya, dengan Elena yang setia menempel di kursinya. Ayu duduk santai sambil memainkan sendok, Camille berdiri di dekat dinding seperti biasa, dan Lina serta Rudi duduk berhadapan dengan mereka. Suasana terasa nyaman. Namun Daniel terlihat sedikit lebih serius dari biasanya. “Nadia” kata Daniel pelan. Nadia menoleh. “Iya?” Daniel menarik napas kecil. “Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.” Ayu langsung menegakkan badan. “Wah.. sepertinya serius nih” ucap Ayu. Elena menatap Daniel dengan penasaran. “Ada apa papa?” tanya Elena serius. Daniel melirik semua orang. Tentang resepsi. Di Bali. “Aku ingin kita menunda resepsi.” Ruangan langsung hening beberapa detik. Nadia menatapnya. “Kamu yakin?” Da

  • Om Bule Kekasihku   Di Antara Tanggung Jawab Dan Tawa Kecil

    Hari-hari di Blankenese mulai kembali ke ritme semula. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda. Villa itu tidak hanya menjadi rumah, tetapi benar-benar menjadi tempat untuk pulih. Pagi itu, ruang kerja Daniel kembali hidup. Laptop terbuka, beberapa dokumen berserakan di meja, dan suara panggilan video terdengar samar. “Ya, lanjutkan akuisisi itu,” kata Daniel dengan nada tenang namun tegas. Di layar, beberapa eksekutif mengangguk. “Dan pastikan tidak ada celah hukum. Aku tidak mau ada masalah di kemudian hari.” “Baik, Tuan Daniel.” Panggilan berakhir. Daniel menutup laptopnya perlahan. Namun belum sempat ia berdiri, pintu terbuka sedikit. Seorang kepala kecil muncul. “Papa” Daniel langsung melunak. “Elena.” Gadis kecil itu masuk pelan. “Apa aku boleh masuk?” Daniel tersenyum. “Kamu tidak perlu izin.” Elena mendekat. “Papa sibuk?” Daniel menggeleng. ”Untuk anak papa, tidak” Elena terlihat puas dengan jawaban itu. Ia naik ke kursi di samping Daniel. “Mama lagi ti

  • Om Bule Kekasihku   Cerita Elena

    Udara Hamburg yang biasanya dingin seolah tidak mampu menembus suasana rumah yang kini dipenuhi kehangatan, kelegaan dan kebersamaan. Di ruang makan, meja besar sudah dipenuhi sarapan. Lina menyiapkan makanan dengan penuh perhatian, sementara Ayu membantu sambil sesekali bercanda. Rudi duduk membaca berita dan Camille berdiri tegak di dekat tangga, seperti biasa rapi dan sigap. “Madame sudah bangun?” tanya Camille dengan nada hormat. Nadia yang baru turun tangga tersenyum kecil. “Sudah, Camille.” Camile menuntun Nadia dengan pelan-pelan. Elena langsung berlari kecil menghampirinya. “Mama” Ia memeluk Nadia dengan hati-hati. Seolah masih mengingat bahwa wanita itu belum sepenuhnya pulih. Nadia mengusap rambutnya. “Pagi, sayang.” Daniel berdiri dari kursinya, matanya langsung tertuju pada Nadia. “Kamu harus cepat duduk.” Nada suaranya tenang, tapi tidak memberi pilihan. Ayu tertawa kecil. “Bossy banget.” Nadia hanya tersenyum dan menurut. Sarapan dimulai dengan suasan

  • Om Bule Kekasihku   Rumah Dan Kata Yang Menghangatkan Hati

    Perjalanan kembali terasa lebih tenang. Langit Hamburg menyambut mereka dengan warna abu-abu khasnya, namun kali ini tidak terasa dingin. Saat mobil memasuki kawasan Blankenese, Elena menempelkan wajahnya ke jendela. “Kita hampir sampai dan itu rumah kita..” Suaranya pelan. Namun penuh rasa rindu. Nadia tersenyum, tangannya menggenggam tangan Elena dengan lembut. “Iya sayang, kita pulang sekarang.” Daniel melirik ke arah mereka berdua. Dan setelah semua yang terjadi, ia benar-benar merasa semuanya kembali pada tempatnya. Begitu mobil berhenti di depan villa Blankenese, pintu langsung terbuka. Camille keluar lebih dulu, seolah tidak sabar. “Finally. Kita kembali kesini” Ia langsung berjalan cepat menuju Nadia. “Hati-hati madam, jangan turun terlalu cepat.” Nada suaranya tegas, hampir seperti perawat pribadi. Nadia tersenyum. “Iya, Camille.” Daniel turun dan langsung membantu Nadia dengan sangat hati-hati. Elena berdiri di samping mereka, memperhatikan dengan serius.

  • Om Bule Kekasihku   Diantara Rencana Dan Ketentraman

    Pagi itu, Hamburg diselimuti kabut tipis. Sungai Elbe tampak seperti lukisan yang belum selesai terlihat seperti garis-garisnya lembut, warnanya samar. Nadia berdiri di balkon villa Blankenese, membiarkan udara dingin menyentuh kulit wajahnya. Daniel keluar membawa dua cangkir kopi. “Kabut memb

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Om Bule Kekasihku   Kamar Dengan Jendela Besar

    Hari kedatangan Elena disambut langit Hamburg yang cerah, jarang-jarang biru, seolah kota itu sendiri ikut bersiap. Daniel berdiri di aula kedatangan bandara, sesekali melirik jam tangannya. Nadia berdiri di sampingnya, mengenakan mantel krem sederhana, rambutnya diikat rendah. “Kamu gugup?” tanya

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Om Bule Kekasihku   Kota Yang Menyambut Tanpa Pertanyaan

    London menyambut mereka dengan langit kelabu yang lembut, bukan dingin tapi lebih seperti selimut tipis yang menenangkan. Taksi melaju perlahan melewati deretan bangunan bata merah, taman-taman kecil, dan jalanan yang basah oleh hujan pagi. Nadia duduk di samping Daniel, jari-jarinya saling berta

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Om Bule Kekasihku   Kota Yang Ditinggali Bersama

    Villa keluarga Daniel di Blankenese berdiri anggun di atas tanah yang landai, menghadap langsung ke Sungai Elbe. Bangunannya klasik dengan sentuhan modern serta jendela-jendela besar berbingkai putih, balkon panjang, dan taman luas yang dipenuhi pepohonan tua. Rumah itu tidak sekadar megah; ia meny

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status