Mag-log inDemi menyelamatkan adiknya yang diculik, seorang jurnalis investigasi, Sofia Elizabeth menyamar jadi pelayan di pesta pernikahan tertutup keluarga kriminal paling ditakuti, Damian Bellini. Rencananya berantakan saat sang calon pengantin wanita kabur, dan sofia, di bawah todongan pistol, dipaksa menggantikan posisi pengantin tersebut di pelaminan. Sofia harus menjalankan peran sebagai istri mafia sambil mencari keberadaan sang adik yang ternyata bukan klan Damian yang menculiknya!
view moreSuara klik yang bergaung dari pintu besi ruang bawah tanah menandakan bahwa diskusi panjang itu belum juga usai.Di dalam ruangan taktis yang kedap suara, kepulan asap rokok mengapung, mengelilingi meja besar yang dipenuhi tumpukan kertas blueprint dan layar digital.Damian menatap peta koordinat dengan tangan sejak tadi memainkan bolpoin, memutarnya di sela jemari dengan ritme konstan yang mencerminkan isi kepalanya yang sedang berputar cepat.Sinar biru dari layar memantulkan gumpalan frustrasi di wajahnya yang mengeras, hingga akhirnya ia menghentikan putaran pena itu dan mengusap wajahnya dengan kasar."Kita tidak punya banyak celah," ujar salah satu anak buahnya, memecah keheningan yang mencekam sambil menunjuk beberapa titik merah di monitor."Jalur udara sudah dikunci oleh sistem pertahanan antipesawat klan Blackwood. Jalur darat dijaga ketat oleh pos-pos pemeriksaan Dragon. Jalur laut? Kejadian semalam membuktikan radar bawah air mereka terlalu sensitif. Baik jalur udara, dara
Di pagi harinya, matahari baru saja merayap naik menyentuh kaca-kaca jendela koridor mansion. Sofia melangkah keluar dari kamar dengan sangat pelan.Tubuhnya hanya dibalut oleh selembar kemeja putih kebesaran milik Damian yang panjangnya menggantung longgar hingga sebatas paha, menyisakan tungkai kakinya yang polos terpapar angin pagi.Ia berjalan menyusuri lorong panjang, menoleh ke kanan dan ke kiri demi mencari keberadaan sang suami.Namun, ruangan tengah hingga koridor utama tampak begitu lengang. Alih-alih menemukan sosok tegap Damian, langkah kaki Sofia justru menuntunnya ke area dapur bersih.Di sana, hanya ada Laura yang sedang berdiri anggun, mengaduk teh hijaunya di dalam cangkir porselen putih.Mendengar suara langkah kaki yang mendekat, Laura menoleh. Ia langsung menyapa Sofia dengan senyum hangatnya yang menenangkan, tipikal seorang nyonya rumah yang sudah terbiasa dengan segala bentuk ketegangan."Selamat pagi, Sofia. Kau sudah bangun?" sapa Laura lembut, meletakkan send
Sofia merapatkan selimut tebal bertumpuk sutra itu hingga sebatas dadanya, menyembunyikan tubuh polosnya yang masih menyisakan sensasi hangat akibat penyatuan mereka baru saja.Dengan sisa tenaga yang ada, ia merubah posisinya menjadi bersandar pada kepala ranjang. Matanya yang sayu bergerak mengikuti gerak-gerik Damian di ujung tempat tidur."Kau hendak ke mana lagi, Damian?" tanya Sofia, suaranya terdengar serak memecah keheningan kamar. "Kenapa kau sudah mengenakan celanamu kembali?"Damian menghentikan gerakan jemarinya yang baru saja selesai menarik ritsleting celana taktis hitamnya.Pria itu menoleh, menatap Sofia yang kini tengah menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal. Alih-alih langsung berdiri, Damian menggeser tubuhnya, duduk di hadapan Sofia tepat di tepi ranjang yang berantakan."Aku harus turun ke ruang bawah tanah," jawab Damian pendek, suaranya berat dan datar. "Aku harus bertemu dengan Alex dan para anak buahku yang lain untuk mengatur strategi ulang terkait pemi
Pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Damian yang baru saja membasuh wajahnya dengan sisa-sisa air dingin.Begitu kakinya melangkah kembali ke area ranjang, Sofia langsung bergegas menghampiri pria itu dengan langkah terburu-buru. Wajahnya pucat, dipenuhi rasa penasaran yang bercampur dengan ketakutan yang teramat sangat."Damian! Katakan padaku, apa yang ayahmu katakan di dalam tadi?" cecar Sofia, kedua tangannya mencengkeram ujung kemeja hitam Damian yang belum terkancing sempurna. "Apakah ini tentang video ancaman Leo? Apa rencana kalian?"Damian tidak segera menyahut. Ia hanya berdiri tegap, menatap lurus ke dalam manik mata Sofia yang bergetar hebat, kemudian menghela napasnya dengan sangat panjang seolah sedang membuang seluruh beban konspirasi yang baru saja didengarnya dari Vincent."Daripada kau terus bertanya tentang apa yang kubicarakan dengan ayasalku di dalam ruangan pengap itu, Sofia..." Damian mengulurkan tangannya, menyelipkan jemarinya ke sela rambut panjang Sofia
Dua jam telah berlalu, namun kapal pesiar mewah itu masih setia terombang-ambing di batas aman perairan luar yang mengepung pulau karang. Di sudut ruang navigasi yang temaram, hanya diterangi pendar biru dari layar-layar monitor, Sofia berdiri dengan tubuh kaku.Sepasang matanya mengamati dengan sa
“Lepaskan Leo sekarang, sesuai dengan janjimu, Tuan,” ucap Sofia memohon.Kini, mereka berdua sudah berada di dalam kamar pribadi Damian setelah menghabiskan waktu dua jam lamanya dalam pesta pernikahan tersebut.Selama pesta berlangsung, Sofia tak pernah menampakkan wajahnya karena perintah Damian
“Ta-tapi, Tuan. Aku tidak bisa. Itu sama saja menyerahkan nyawaku pada iblis seperti kalian.”Bagi Sofia, tawaran itu terasa seperti racun yang dipaksakan masuk ke tenggorokannya.Menjadi istri seorang Bellini? Menjadi bagian dari dinasti yang tangannya berlumuran darah, yang kemungkinan besar bert
“Jika satu langkah saja salah, maka kau akan berakhir jadi pupuk di bawah salju itu, Sofia,” bisik Sofia pada dirinya sendiri.Sofia Elizabeth, 28 tahun, mengeratkan seragam pelayannya yang terasa sangat tipis. Kain itu sama sekali tidak mampu menghalau hawa dingin yang merayap masuk ke pori-poriny












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu