LOGIN*** Hari itu penuh dengan aktivitas seru. Mereka menjelajahi jalur hiking pendek yang mudah untuk anak-anak, melewati hutan mangrove yang teduh. Zack bersama Calvin dan Valentin tampak kagum melihat kepiting kecil di sela-sela akar pohon, sementara Katty dan Cassandra sibuk mengumpulkan daun-daun u
*** Setibanya di lokasi camping, keluarga Victor dan Mary langsung terpukau oleh keindahan alam yang terbentang di hadapan mereka. Taman itu memiliki pemandangan yang memanjakan mata: pepohonan mangrove yang rimbun, udara segar dengan aroma laut yang khas, dan suara burung-burung yang berkicau merd
*** "Katty sudah dibantu oleh Daddy, Mom," jawab Zack sambil menunjuk ke arah luar rumah. Mary hanya mengangguk pelan, merasa lega mendengar semua sudah terkendali. Sementara itu, di halaman depan, Katty yang berusia tiga tahun tampak bersemangat membantu Victor memuat barang-barang ke dalam mobil
*** Empat Tahun Kemudian… Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sudah lima tahun usia pernikahan Mary dan Victor. Kehidupan mereka dipenuhi kebahagiaan, berkat cinta yang terus tumbuh dan keluarga kecil yang mereka bina bersama. Dari pernikahan mereka, Tuhan menganugerahi dua buah hati yang menj
*** Victor kemudian menegakkan tubuh, berdiri menjulang di hadapan Mary yang tengah terengah-engah. Kedua tangannya bergerak menurunkan celana serta boxer, kemudian berlanjut dengan kaos hitam yang melapisi tubuh atletisnya. Hingga kini, Victor berdiri dengan tubuh polos tanpa sehelai benang yang m
*** "Victor!" pekik Mary terkejut, tubuhnya memantul ringan saat ditempatkan di permukaan kayu yang dingin. Refleks, tangannya mencengkeram bahu kokoh suaminya, mencari keseimbangan. Victor menatapnya lekat, wajahnya begitu dekat hingga Mary bisa merasakan hangat napasnya. Ada intensitas di matany
"Victor, cukup!" Mary berteriak sambil menarik lengan kekar Victor. Dia berupaya menjauhkan pria itu dari Nathan. Usahanya berhasil. Ketika Victor menjauh dari Nathan, kesempatan itu digunakan; Nathan segera bangkit untuk melakukan serangan balik terhadap Victor. Bug! Bug! Mary kembali teriak ke
*** Tepat ketika Nathan masuk ke dalam lift, Victor justru keluar dari lift yang sebelahnya. Mereka tidak sempat bertemu di lantai dasar. Victor melangkah tenang menuju mobil sambil menyeret koper milik Mary, sementara Nathan naik ke lantai 8 dengan perasaan berdebar-debar, tidak sabar ingin berte
Di sisi lain, Mary hanya bisa diam tanpa pembelaan. Ia merasa seperti wanita yang ketahuan selingkuh oleh kekasihnya. Padahal, jika dipikirkan lagi, ia dan Victor tidak memiliki hubungan spesial. Lantas, mengapa pria itu bersikap seolah-olah Mary adalah miliknya sekarang? "Kalau iya, apa urusannya
"Oh iya, bagaimana dengan pagi ini? Kamu pasti masih mual, kan?" tanya Chiara. Deg! Sejenak, Mary tertegun. Keningnya berkerut, menandakan kebingungan yang mendalam. Mual? Mary baru menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya pagi ini. Sejak bangun tidur hingga saat ini, ia sama sekali







