Compartilhar

Kamu Lagi

Autor: Adelia17
last update Data de publicação: 2026-09-08 11:18:03

Felix mengedarkan pandangan ke sekitar tepat ketika kedua kakinya menginjak di Bandara Changi, Singapura. Itu pertama kalinya sejak papa Emiko pensiun dari pekerjaannya yang menantang bahaya dan memilih untuk menetap di Indonesia.

Kilas balik masa lalu, membuat suami Kirani hanya bisa tertegun sangat lama sampai mendadak lupa dengan masa sekarang.

“Apa Papa baik-baik saja? Ayo! Kita harus antre di imigrasi.” Suara Emiko membuyarkan lamunan Felix.

Seketika suami Kirani memandangi putrinya dari u
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • One Two Three and Action   Bertemu Juli

    “Ah! Aku mengerti! Jadi, kalian masih belum menggunakan tiket perjalanan yang aku berikan karena masih mempertanyakan hubunganku dengan Emiko. Well, aku tidak keberatan menerima pengembalian tiket perjalanan tersebut kalau kalian tidak berminat lagi,” ujar Zayn setelah membiarkan suasana di antara mereka menjadi hening untuk beberapa saat.“Sebenarnya kami berencana untuk pergi dalam waktu dekat,” jawab Tama jujur.Zayn hanya diam, memperhatikan bahasa tubuh kedua sahabatnya secara bergantian untuk menebak pikiran mereka.“Apa kamu tidak ingin menceritakan sesuatu pada kami?” tanya Dhefin masih menatap lurus netra sahabatnya.“Apa kamu sedang menyelidiki aku?” Zayn balik bertanya.“Apa itu penilaianmu tentang kami?” Bukannya menjawab, Dhefin justru memilih untuk balik bertanya.“Oh! Ayolah! Itu sekadar hadiah ….”“Baiklah. Rupanya Tthree memang harus bubar.” Dhefin merasa kesal karena sahabatnya itu masih saja berbelit. Pun dia segera menyeruput kopi miliknya dan berniat untuk pergi.

  • One Two Three and Action   Mengunjungi Makam

    Pagi hari di suatu akhir pekan.“Setelah satu minggu tidak berkabar, tiba-tiba muncul sepagi ini,” ujar Emiko seraya menghempaskan tubuhnya di atas sofa ruang tengah unit apartment, “masih ingat kalau punya kekasih rupanya.”“Emiko! Jaga bicaramu!” Kirani menegur putrinya dari ruang makan.Bukannya marah, Zayn justru tertawa sambil mengusap pelan kepala Emiko.“Maaf, aku ada pekerjaan yang mengharuskan keluar kota dan ….”“Fokus,” sambung Emiko sebelum Zayn menyelesaikan kalimatnya.“Tepat sekali! Sekarang kamu tahu kalau aku bekerja agak sulit untuk berbagi konsentrasi,” ujar Zayn.“Pun aku tidak suka kalau kamu tidak memberi kabar,” jawab Emiko.“Baik. Apa kamu mau memaafkan aku? Kita masih sama-sama belajar untuk mengenal karakter masing-masing,” ucap Zayn masih dengan senyum lembut yang selama ini belum pernah ditunjukkan pada orang lain.“Hm,” gumam Emiko tidak jelas.“Putri Mama tidak boleh manja begitu! Ayo, Zayn! Kita sarapan dulu. Biar Emiko membersihkan tubuhnya sebelum kita

  • One Two Three and Action   Lampu Hijau

    “Kamu akan mengajakku ke mana?” tanya Emiko seraya menatap laki-laki yang sedang memegang kemudi di sampingnya.Pamit dari rumah Oma Rosa jelas membuat gadis itu lega karena dia tidak perlu berpikir keras untuk menjawab pertanyaan atau bersikap hati-hati agar tidak menimbulkan prasangka buruk.Zayn menoleh ke arah Emiko sekilas sambil tersenyum, lalu balik bertanya “Kamu ingin ke mana?”“Mana saja asal bukan kejutan yang tidak menyenangkan,” jawab Emiko kembali melihat ke arah jalanan di depannya.“Ah! Jadi, bertemu dengan Oma Rosa merupakan kejutan yang tidak menyenangkan menurutmu,” ujar Zayn memperjelas.“Eee, tidak … bukan begitu! Aku hanya lebih suka kalau kamu merencanakannya terlebih dahulu,” jawab Emiko buru-buru.“Aku sudah merencanakannya ….”“Kamu harus merencanakannya denganku,” potong Emiko.Bicara dengan laki-laki tampan yang pandai berdalih itu memang harus dengan kalimat lengkap.Zayn tertawa seraya berkata, “Aku lebih senang kamu tampil apa adanya di depan keluargaku.

  • One Two Three and Action   Zayn Ketahuan!

    “Eh! Ada tamu,” ujar seorang perempuan yang segera mengubah raut wajah terkejutnya dengan senyum ceria seraya melihat ke arah Emiko dan kedua tangan yang masih saling berpaut secara bergantian.“Kenalkan! Ini Emiko dan dia Eleni, sepupu aku,” ujar Zayn pada kedua perempuan itu, tanpa melepaskan tangan gadis yang sedang berdiri di sampingnya.Emiko tersenyum sambil mengangguk sekadar untuk menghormati walaupun usia Eleni lebih muda.“Emiko! Bolehkah aku memanggil namamu saja? Kamu terlihat awet muda,” tanya Eleni, seorang perempuan yang tadinya hendak mengambil barang di dalam mobil, tetapi urung karena kedatangan Zayn bersama Emiko yang jauh lebih menarik perhatiannya.“Tentu saja!” sahut Emiko senang mendengar pujian gadis itu.Dengan lincah Eleni menarik lengan Emiko dan memeluknya erat hingga tautan tangan keduanya terlepas. Gadis itu lantas berkata, “Ikut aku! Oma Rosa sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian berdua.”Emiko bergerak mengikuti Eleni usai melepas sandal selopnya. Tidak

  • One Two Three and Action    Zayn Bersikap Aneh

    Di dalam sebuah mobil sport empat pintu berwarna silver milik Dhefin.“Apa kamu berhasil menghubunginya?” tanya Dhefin yang sedang duduk dengan kaki terangkat satu di bagian kursi pengemudi.Posisi mesin mobil saat itu memang menyala, tetapi belum bergerak dari halaman parkir gedung apartment yang menjadi tempat tinggal Dhefin dan Tama.Kebetulan mereka berdua tinggal di dalam satu gedung apartment yang sama. Hanya berbeda nomor unit dan lantai.“Tidak,” jawab Tama.“Ha! Kalau sudah begini, ingin rasanya aku datang ke rumahnya,” ujar Dhefin kesal.“Jangan, bro! Ingat! Tthree adalah kelompok rahasia,” sahut Tama.“Keluarga Emiko bahkan sudah tahu tentang Tthree.” Dhefin masih menjawab dengan nada jengkel.“Pasalnya, mereka pernah mengalami kesulitan dan kita yang memberikan pertolongan. Bersabarlah! Zayn akan segera menghubungi kita nanti,” ujar Tama.“Firasatku mengatakan dia tidak akan menghubungi kita seperti biasa. Apa kamu tidak dengar perkataan Pak Danu tadi pagi? Pun beliau tida

  • One Two Three and Action   Berbicara dengan Kirani

    Zayn hanya tersenyum saat melihat raut wajah bingung gadis yang sedang duduk dengan punggung tegak di hadapannya. Selama beberapa hari menyendiri di salah satu unit Capella Apartment, hanya putri tunggal Kirani seorang yang memenuhi pikirannya. Sungguh dia sangat merindukan perempuan itu.Gadis ini memiliki penampilan yang sederhana. Dia cantik karena hatinya sangat baik. Orang lain mungkin menganggapnya bodoh karena dia sering menampilkan reaksi yang tidak terduga. Namun, aku tahu kalau sebenarnya dia seseorang yang cerdas. Zayn berkata di dalam hati dengan tatapan lurus ke arah Emiko.Memang benar, tujuan utama hari itu adalah menemui Emiko untuk memberi tahu keputusannya yang sudah bulat. Sama seperti kedua sahabatnya, laki-laki itu juga sedang memikirkan masa depan.“Aku sudah mengakhiri segala hal yang berhubungan dengan penyelidikan dan hanya ingin fokus pada pekerjaan utama di bidang IT,” ujar Zayn.“Zayn, kamu tidak harus melakukan hal itu. Aku tidak ingin kamu mengorbankan se

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status