Home / Romansa / One Two Three and Action / Zayn Bersikap Aneh

Share

Zayn Bersikap Aneh

Author: Adelia17
last update publish date: 2026-09-29 14:02:12

Di dalam sebuah mobil sport empat pintu berwarna silver milik Dhefin.

“Apa kamu berhasil menghubunginya?” tanya Dhefin yang sedang duduk dengan kaki terangkat satu di bagian kursi pengemudi.

Posisi mesin mobil saat itu memang menyala, tetapi belum bergerak dari halaman parkir gedung apartment yang menjadi tempat tinggal Dhefin dan Tama.

Kebetulan mereka berdua tinggal di dalam satu gedung apartment yang sama. Hanya berbeda nomor unit dan lantai.

“Tidak,” jawab Tama.

“Ha! Kalau sudah begini, ing
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • One Two Three and Action   Zayn Ketahuan!

    “Eh! Ada tamu,” ujar seorang perempuan yang segera mengubah raut wajah terkejutnya dengan senyum ceria seraya melihat ke arah Emiko dan kedua tangan yang masih saling berpaut secara bergantian.“Kenalkan! Ini Emiko dan dia Eleni, sepupu aku,” ujar Zayn pada kedua perempuan itu, tanpa melepaskan tangan gadis yang sedang berdiri di sampingnya.Emiko tersenyum sambil mengangguk sekadar untuk menghormati walaupun usia Eleni lebih muda.“Emiko! Bolehkah aku memanggil namamu saja? Kamu terlihat awet muda,” tanya Eleni, seorang perempuan yang tadinya hendak mengambil barang di dalam mobil, tetapi urung karena kedatangan Zayn bersama Emiko yang jauh lebih menarik perhatiannya.“Tentu saja!” sahut Emiko senang mendengar pujian gadis itu.Dengan lincah Eleni menarik lengan Emiko dan memeluknya erat hingga tautan tangan keduanya terlepas. Gadis itu lantas berkata, “Ikut aku! Oma Rosa sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian berdua.”Emiko bergerak mengikuti Eleni usai melepas sandal selopnya. Tidak

  • One Two Three and Action    Zayn Bersikap Aneh

    Di dalam sebuah mobil sport empat pintu berwarna silver milik Dhefin.“Apa kamu berhasil menghubunginya?” tanya Dhefin yang sedang duduk dengan kaki terangkat satu di bagian kursi pengemudi.Posisi mesin mobil saat itu memang menyala, tetapi belum bergerak dari halaman parkir gedung apartment yang menjadi tempat tinggal Dhefin dan Tama.Kebetulan mereka berdua tinggal di dalam satu gedung apartment yang sama. Hanya berbeda nomor unit dan lantai.“Tidak,” jawab Tama.“Ha! Kalau sudah begini, ingin rasanya aku datang ke rumahnya,” ujar Dhefin kesal.“Jangan, bro! Ingat! Tthree adalah kelompok rahasia,” sahut Tama.“Keluarga Emiko bahkan sudah tahu tentang Tthree.” Dhefin masih menjawab dengan nada jengkel.“Pasalnya, mereka pernah mengalami kesulitan dan kita yang memberikan pertolongan. Bersabarlah! Zayn akan segera menghubungi kita nanti,” ujar Tama.“Firasatku mengatakan dia tidak akan menghubungi kita seperti biasa. Apa kamu tidak dengar perkataan Pak Danu tadi pagi? Pun beliau tida

  • One Two Three and Action   Berbicara dengan Kirani

    Zayn hanya tersenyum saat melihat raut wajah bingung gadis yang sedang duduk dengan punggung tegak di hadapannya. Selama beberapa hari menyendiri di salah satu unit Capella Apartment, hanya putri tunggal Kirani seorang yang memenuhi pikirannya. Sungguh dia sangat merindukan perempuan itu.Gadis ini memiliki penampilan yang sederhana. Dia cantik karena hatinya sangat baik. Orang lain mungkin menganggapnya bodoh karena dia sering menampilkan reaksi yang tidak terduga. Namun, aku tahu kalau sebenarnya dia seseorang yang cerdas. Zayn berkata di dalam hati dengan tatapan lurus ke arah Emiko.Memang benar, tujuan utama hari itu adalah menemui Emiko untuk memberi tahu keputusannya yang sudah bulat. Sama seperti kedua sahabatnya, laki-laki itu juga sedang memikirkan masa depan.“Aku sudah mengakhiri segala hal yang berhubungan dengan penyelidikan dan hanya ingin fokus pada pekerjaan utama di bidang IT,” ujar Zayn.“Zayn, kamu tidak harus melakukan hal itu. Aku tidak ingin kamu mengorbankan se

  • One Two Three and Action   Tiket untuk Anggota Tthree

    “Kamu tidak pandai bercanda, Zayn. Itu tidak lucu,” ujar Dhefin setelah menahan diri untuk tetap diam lantaran seorang pelayan baru saja menyajikan pesanan.“Sebentar! Apa hanya aku yang sedikit lambat di sini? Apa maksudnya? Tidak ada kasus baru itu berarti aku masih bisa melaksanakan rencanaku bersama Aira, bukan?” tanya Tama dengan pandangan ke arah Dhefin seolah-olah Zayn tidak sedang bersama mereka.“Dasar kura-kura!” sahut Dhefin kesal.“Kura-kura memang jalannya lambat, tapi banyak akal. Bahkan menurut kepercayaan tertentu, dia membawa keberuntungan.” Tama menanggapi.“Aku heran, apa yang Aira suka dari kamu?” ujar Dhefin tidak benar-benar bertanya.“Ah! Aku sudah pernah menanyakan hal itu. Menurut pendapat Aira, aku ini orang baik, tampan, sedikit polos, dan ….”“Berhentilah memuji diri sendiri! Kamu membuatku kehilangan fokus pada inti pertemuan ini,” potong Dhefin mengalihkan perhatiannya pada Zayn yang sedang sibuk mengunyah.Tidak memedulikan kedua sahabatnya yang selalu m

  • One Two Three and Action   Keputusan Zayn

    Emiko merasa bersalah saat melihat raut wajah Zayn mendadak berubah menjadi sendu begitu mendengar jawabannya. Gadis itu hanya tidak ingin memberikan sebuah harapan saat mamanya dengan tegas menolak hubungan mereka. Pun dia tidak mungkin memaksa laki-laki itu untuk berganti profesi demi menikah dengannya.Emiko sendiri sudah berkali-kali mempertimbangkan untuk mundur dari pekerjaannya, tetapi beralih profesi itu bukan sesuatu yang mudah. Apalagi pekerjaan Zayn berhadapan dengan banyak musuh. Bagaimana bila suatu hari kelak ada orang yang berniat jahat padanya? Besar kemungkinan laki-laki itu harus bertindak.“Maaf, aku tidak berniat menabur garam di atas luka hatimu. Namun, jawabanku tidak akan ada artinya bila Mama tidak mungkin mengubah keputusannya,” ujar Emiko melanjutkan.“Aku paham,” sahut Zayn lirih.Percayalah! Aku bisa merasakan kepedihan yang kamu rasakan, Zayn. Batin Emiko berkata dengan tatapan lurus ke arah laki-laki yang sedang memutar-mutar gelas green tea.Putri tungga

  • One Two Three and Action   Zayn Putus Asa

    “Tiga puluh menit lagi aku selesai. Mari kita bertemu.” Demikian isi pesan yang dikirimkan oleh Emiko pada Zayn.Sebagian dirinya menyadari bahwa kisah cinta yang bahkan belum dimulai itu sedang menghadapi rintangan. Dia mungkin bisa memiliki masa depan yang indah bersama gadis itu atau sebaliknya, dengan terpaksa laki-laki itu harus menganggap semua yang terjadi hanyalah sebuah tempat singgah.Bukankah di dalam kehidupan ini ada orang-orang yang hanya singgah sebentar atau bahkan sekadar lewat? Mereka tidak diizinkan untuk berlama-lama berada di dekat kita karena ada alasan yang mungkin hanya boleh diketahui oleh alam semesta.Meskipun demikian, Zayn tetap bersemangat menemui gadis itu ketika mendapat pesan tersebut.Beberapa menit setelah laki-laki itu menghentikan kendaraan di depan tempat kerja Emiko dan mengirimkan pesan yang memberi tahu bahwa dia sedang menunggu di mobil, seorang gadis tiba-tiba duduk di kursi bagian penumpang sebelah pengemudi dengan raut wajah ceria, seolah-o

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status