DECEMBER DAWN : THE PROPHET

DECEMBER DAWN : THE PROPHET

last updateLast Updated : 2026-06-08
By:  Coffeeman Never SleepUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
10Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

10 Desember 434, Kekaisaran Kahalin. Sang fajar turun dari langit seperti kutukan yang dibungkus cahaya. Dengan tangan agungnya, ia memberi cahaya pada mereka yang percaya dan memberi kegelapan pada mereka yang menentang. Tak ada yang tahu baik atau buruk. Keadilan dan penghakiman hanya milik sang dewa.

View More

Chapter 1

BAB IX TERSESAT

Sepertinya melihat-lihat pameran ini adalah salah satu pengalaman paling indah dalam hidupku, dan aku bahkan membawa satu suvenir. Aku harap bisa membawa ini pulang dan menunjukkannya pada Alice. Aku yakin dia akan senang.

Mungkin dia akan tertawa kecil sambil memuji bentuknya, lalu menyimpannya di rak kamarnya seperti benda berharga lainnya. Memikirkannya saja membuat dadaku terasa hangat.

Aku terlalu tenggelam dalam lamunan hingga tak sadar Aster sudah berjalan cukup jauh di depan. Baru ketika mengangkat kepala, aku tersentak.

"Aster?"

Sosoknya hampir menghilang di antara lautan manusia. Aku bergegas mengejarnya. Namun ketika mencoba mengejar Aster, entah kenapa kerumunan menjadi semakin padat. Aku bahkan tak bisa bergerak bebas.

Orang-orang bergerak dari berbagai arah hingga jalanan yang tadi masih cukup luas sekarang terasa semakin sesak. Bahuku bahkan beberapa kali bertabrakan dengan pengunjung lain, dan aku kesulitan berjalan lurus.

Aku mencoba menyelinap di antara kerumunan, tetapi sia-sia. Semakin jauh aku berjalan, semakin sulit bergerak.

Apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba ramai begini?

Tubuhku terombang-ambing mengikuti arus manusia. Sesaat aku kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.

Sial.

Aku mencoba menembusnya, dengan susah payah menepi. Mencoba keluar dari tengah kerumunan.

Di mana dia?

Aku terus mencari, berjalan sambil melirik sekitar, mencoba menemukan Aster. Dan setelah beberapa saat, aku akhirnya melihat siluetnya sekilas di depan. Rambut putih itu tampak familiar.

Jarak kami tak terlalu jauh, aku berusaha mengejarnya meski agak tertahan oleh kerumunan itu. Namun, tepat saat aku mulai melangkah, entah kenapa tiba-tiba rasa nyeri di lenganku semakin terasa.

Apa lagi sekarang?

Lenganku terasa kebas ketika aku memeganginya. Rasa nyeri itu semakin menjadi-jadi, rasanya seperti ada sesuatu yang bergerak di bawah kulit. Aku memeganginya semakin erat, namun justru rasa nyeri itu semakin kuat.

Dan ketika aku mencoba mengejar Aster, seseorang menepuk punggungku. Aku refleks berbalik. Aku melihatnya—darahku seakan membeku. Dia seorang pria dengan jubah bertudung yang menutupi setengah wajahnya, dengan seringai aneh yang terpampang di bibirnya.

Jantungku berdetak kencang. Ingatanku langsung melayang pada pria bertopeng ular yang pernah mencoba menangkapku. Kemudian peringatan Aster tentang para penyihir yang mengincar pengetahuan keluarga Astarot.

Tenggorokanku terasa kering. Untuk sesaat, aku bahkan lupa cara bernapas. Aku membeku di tempat, tak bisa berkata-kata. Kakiku seolah membatu dan tenggorokanku serasa dicekik.

"Menarik...." katanya.

Pria itu perlahan mengulurkan telapak tangannya, seperti hendak menangkap seekor hewan kecil yang terjebak. Aku mencoba mundur, namun kakiku terasa berat. Aku takut, aku... benar-benar takut!

Tepat ketika ujung telapak tangannya hampir menyentuhku, tiba-tiba tato di lengan kananku bersinar. Tato itu menyala—seketika ledakan energi mendorong tubuhku ke belakang, membuat pria itu terhuyung beberapa langkah.

Beberapa orang di sekitar kami berteriak kaget. Suasana jalanan yang ramai itu mendadak kacau. Aku tidak membuang kesempatan ini dan langsung lari.

"Baiklah... sepertinya aku tak salah," katanya sambil menyeringai.

Aku tak tahu ke mana aku lari, aku terlalu panik. Menyusuri lorong demi lorong, berbelok di setiap persimpangan yang kulihat. Hingga akhirnya aku menyadari sesuatu—aku tersesat!

Aku sudah tak tahu lagi berada di mana. Kerumunan tadi yang memenuhi jalanan kini sudah hilang. Suasana terasa sepi di sini. Aku berhenti sejenak. Napasku terasa berat, dan lenganku masih terasa nyeri meski sudah tak separah tadi.

Aku menatap tanganku yang bertato simbol aneh. Bekas kehitaman muncul jelas di sana.

Apa yang terjadi tadi? Sinar apa itu?

"Cahaya itu keluar dari tato ini."

Baru saja aku merasa lega, tiba-tiba bulu kudukku berdiri. Aku sadari itu bukan pertanda baik. Dan ketika aku menengok ke belakang, pria itu muncul di sana dengan seringai aneh yang sama.

Aku mencoba lari masuk ke dalam gang, tapi di belakangku dia melesat ke arahku dengan cepat hingga aku tak sempat bereaksi.

"Mari kita pergi ke tempat yang lebih sepi..."

Dia terlalu cepat. Dia mencengkeram pundakku. Sambil mengeluarkan liontin kubus dari sakunya, dia bergumam sesuatu, dan tiba-tiba di depanku muncul pintu kaca yang terbentuk dari retakan-retakan cahaya di udara.

"Apa—"

Belum sempat aku menyelesaikan kalimat ini, pintu itu menarikku masuk ke dalamnya. Tubuhku terseret masuk ke dalam pintu itu. Aku mencoba berteriak sekuat tenaga, juga menarik sesuatu—apa saja, siapa saja—namun sepertinya semua itu sia-sia. Yang kutemukan hanyalah kehampaan. Hingga aku benar-benar terseret masuk, dan pandanganku memutih....

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status