LOGINSelalu saja membuat masalah dan membuat orang lain kerepotan. Nabil namanya. Dia adalah berandalan sekolah yang selalu membuat onar dan membuat orang lain kesusahan. Namun, tak disangka hidupnya berubah, ketika kekuatan yang dia sebut kutukan itu rupanya memiliki tujuan lain. Nabil tidak pernah percaya dengan hal-hal supranatural, sampai akhirnya dia terlibat sendiri, dan menjadi salah satu manusia yang bertanggung jawab untuk membasmi para iblis!
View MoreNabil hanya bisa terbengong saat merasakan sensasi kenyal dan basah dari bibir Lilith di pipinya. Dia tidak menyangka jika Lilith akan melakukan itu, dan yang lebih parah lagi di tempat ramai seperti ini. Dengan cepat dia menarik wajahnya dan melihat orang-orang di sekitarnya yang menatap mereka dengan senyum serta beberapa tepuk tangan. "U-untuk apa itu?" tanya Nabil dengan gagap serta wajah yang merah padam. Berbeda dengan Lilith yang tersenyum lebar seolah tidak terjadi apa-apa. "Apa maksudmu? Hal itu biasa di sini sebagai salam perpisahan." jawab Lilith dengan tenang. "Aku bersyukur tidak lahir di tempat ini." tukas Nabil pelan. Dia tidak dapat membayangkan jika tradisi seperti ini ada di negaranya. "Nanti aku akan mampir ke tempatmu, jadi tunggu aku ya." teriak Lilith pada Nabil yang sudah mulai berjalan jauh. "Tidak, kau tidak boleh mampir ke tempatku apapun yang terjadi." balas Nabil dengan berteriak juga dan di tambah dengan lidah terjulur mengejek Lilith. *
Mendengar kata murid mata Lilith langsung berkilat tajam penuh dengan rasa penasaran. "Murid? Jadi anda yang mengajarkan Nabil teknik menembak itu?" tanya Lilith dengan antusias. Kening Azazel mengkerut mendengar pertanyaan Lilith. "Menembak? Apa maksudmu?" Azazel masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang di maksud oleh gadis pirang di depannya. "Jadi bukan anda yang mengajarkan Nabil menembak tiga buah peluru sekali ayun dan semuanya tepat sasaran, kalau bukan anda berarti siapa?" Azazel menggaruk kepalanya yang jelas-jelas tidak gatal sama sekali. "Bahkan jika kau bilang begitu, aku tetap tidak mengerti apa yang kau maksud. Ah begini saja kita pergi ke ruanganku dulu, lalu kalian jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Mereka bertiga pergi ke ruangan yang merupakan tempat kerja dari Azazel. Di sana Nabil berniat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tempo hari serta masalah yang sedang dia hadapi. * * * Azazel mengangguk-angguk pertanda paham d
Nabil keluar dari apotek dengan sebuah kantung plastik berwarna putih yang berisi beberapa botol obat, juga kapsul-kapsul yang cukup banyak jumlahnya. Lilith yang melihat itu menaikkan alis bingung. "Sebenarnya aku ingin menanyakan ini sejak awal tapi kau sebenarnya sakit apa sih?" "Hanya sakit kepala biasa, tidak lebih." bohong Nabil. "Oh..." Entah itu bohong atau tidak Lilith tidak punya hak sama sekali untuk protes, karena dia bukan siapa-siapa pemuda di depannya itu. Dia hanyalah orang asing yang kebetulan kenal di pesawat. Namun dia merasa sakit saat menyadari kenyataan itu. Namun, dia ingin lebih dari sekedar itu, lebih dari sekedar kenalan, teman atau bahkan sahabat. Karena dia sadar jika dia menyukai pemuda itu. Dia tidak melihat pemuda itu dari perawakan maupun penampilannya, melainkan dari sisi yang bahkan Lilith sendiri sulit untuk menjelaskannya. Dia melihat Nabil itu seperti Jack InThe Box yang kadang kala mengeluarkan wujud yang baik dan kadang kala menunjukkan
Namun kali ini, dia meleset dalam jarak tembak yang kurang dari 10 meter. Dan yang lebih parahnya lagi lawannya itu tidak berpindah 1 langkahpun dari tempatnya berdiri. Senyum mengejek Nabil kian lama kian melebar, seolah ingin menambah rasa kesal dari Lilith. "Ehh.. meleset? Kurasa kau harus pergi ke dokter mata dulu untuk memeriksakan keadaan matamu, kurasa kau sudah mulai rabun dekat." ujar Nabil dengan menekankan pada kata 'dekat' dalam kalimatnya. Lilith mengedarkan pandangannya ke segela arah guna melihat apa yang mungkin membuatnya meleset, pasalnya meleset adalah hal yang paling mustahil dalam hidupnya. Dan dia melihat sebutir peluru BB yang berada tepat di samping kakinya. Dia yakin jika pelurunya tadi melesat ke arah Nabil dan melewatinya, lalu peluru siapa ini? Apa mungkin.... Senyum Nabil makin lebar hingga membuat bibirnya berkedut saat melihat Lilith yang menoleh kearahnya dengan sangat cepat dan menatapnya dengan pandangan yang tidak percaya. "Kau...." "Sepert












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.