Share

517. Tawaran Maryam (Bagian C)

517. Tawaran Maryam (Bagian C)

Laki-laki itu menghela nafas dengan panjang, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Dia menatap kontrakan ini dengan pandangan prihatin, entah itu tulus ataupun tidak.

"Sebagai orang tua, Bapak tentu saja tidak bisa membiarkan Lisa dan juga anak-anaknya tinggal di tempat yang seperti ini. Tempat yang bahkan tidak layak untuk ditinggali oleh seorang manusia," kata Parto dengan sombong.

"Aduh, Pak Parto. Maaf, ya, saya potong sedikit. Memang tempat tinggal Lisa ini agak sedikit kumuh, karena tidak punya perabotan yang lengkap, tetapi jika dibilang tidak layak ditinggali oleh seorang manusia, bukankah itu terlalu kejam, Pak Parto? Ya, bagaimanapun juga saya merasa rumah ini layak-layak saja. Tidak ada kebocoran dan tidak ada yang namanya dinding berlubang, saya merasa kata-kata Pak Parto tadi benar-benar merendahkan orang yang tinggal di rumah-rumah seperti ini." Amran menyahuti.

Laki-laki itu tidak menyangka kalau Parto mempunyai mulut yang s
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status