Antara Hormat dan Hasrat

Antara Hormat dan Hasrat

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-11-28
Oleh:  Jihan JayaOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
49Bab
211Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aku istri seorang Kolonel. Hidupku diatur oleh seragam, upacara, dan tatapan penuh penilaian dari para istri perwira. Tidak ada ruang untuk salah langkah… apalagi untuk jatuh cinta. Lalu Arsa datang. Prajurit muda. Disiplin. Tegap. Dan setiap kali ia menunduk hormat, ada sesuatu di balik kesopanannya yang membuat jantungku berdebar tidak normal. Ia menjaga jarak. Aku pun begitu. Tapi semakin kami menjauh, semakin rasa itu mengalir di antara kami. Bahaya terbesar dalam hidupku bukanlah menjadi istri seorang komandan. Bahaya terbesar adalah rahasia yang kami bagi, tanpa pernah menyentuh, tanpa pernah bicara terlalu lama, tanpa pernah mengakui apa pun. Cinta ini tidak dimulai dari sentuhan. Cinta ini dimulai dari dua orang yang sama-sama menahan diri dan sama-sama ingin menyerah pada waktu yang salah.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Di Bawah Bendera Kolonel

Nara tidak pernah menyangka bahwa kalimat yang merobek hatinya hari itu bukan datang dari musuh… melainkan dari suaminya sendiri.

“Kau tak perlu ikut kalau hanya menjadi gangguan, Nara.”

Nada Damar datar, dingin, menggelegar di tengah lapangan upacara. Puluhan prajurit berdiri tegak, tidak ada yang berani menoleh, tapi semua mendengar.

Nara berdiri di sisi lapangan, memegang payung yang bahkan tidak ia butuhkan. Wajahnya tetap tenang, tapi dadanya retak sedikit.

Untuk orang lain, itu hanya teguran.

Untuk seorang istri… itu penghinaan.

Tepuk tangan seremonial pecah. Riuh, meriah, tapi bagi Nara suaranya seperti tepuk tangan untuk sesuatu yang seharusnya tidak perlu disaksikan siapa pun.

Ia melangkah mundur, hak sepatunya terpeleset sedikit di tanah basah.

Dan sebelum ia jatuh, sebuah tangan kuat menahan bahunya.

“Hati-hati, Bu.”

Suara itu pelan, tenang, tapi cukup dalam untuk membelah seluruh kebisingan.

Nara menoleh.

Arsa Wijaya.

Bintara muda. Seragam rapi. Wajah bersih. Sorot mata yang terlalu jujur untuk dunia militer.

Dan senyap yang muncul di antara mereka lebih memekakkan daripada suara komandan mana pun.

“Terima kasih,” ucap Nara cepat, hampir berbisik.

Arsa memberi hormat, mundur setengah langkah, lalu kembali ke barisannya.

Namun bagi Nara, waktu sempat berhenti, tepat di jarak setengah langkah itu.

Jarak yang terlalu dekat untuk disebut sopan… tapi terlalu jauh untuk disebut salah.

Upacara bubar.

Di tenda VIP, para istri perwira tertawa sambil membicarakan tas, promosi suami, dan pesta akhir pekan.

Nara duduk di tengah mereka, tersenyum secukupnya. Tapi hatinya kosong.

Di luar tenda, Arsa memindahkan kursi lipat seorang diri. Gerakannya mantap, efisien, fokus. Nara melihatnya dari balik tirai tenda. Bukan karena ingin… tapi karena matanya menolak berpaling.

“Bu Nara, tidak apa-apa?” tanya Letnan Sari, ajudan Damar.

“Baik,” jawab Nara.

Meski dalam hatinya kata itu terdengar seperti dusta yang sudah fasih ia ucapkan.

Kolonel Damar menghampiri. Wajahnya tampan, kaku, terlatih untuk disiplin.

“Nara, aku rapat batalyon. Pulang dulu. Sopir menunggu.”

Tidak ada kecupan tangan. Tidak ada sentuhan kecil. Tidak ada tatapan lebih dari satu detik.

“Iya, Kolonel,” jawab Nara.

Pangkat terasa lebih aman dibandingkan menyebut nama suaminya sendiri.

Dalam perjalanan pulang, hujan tipis mulai turun.

Nara melihat ke luar jendela. Lapangan mulai kosong, namun ia melihat Arsa masih di sana, menutup tenda besar sendirian. Kaus dalamnya lembap menempel pada punggungnya. Rambut pendeknya berantakan sedikit terkena angin sore.

Mobil bergerak.

Dan di kaca jendela, pantulan dirinya terlihat berdampingan dengan pantulan Arsa yang sedang menatap mobil yang menjauh.

Nara cepat-cepat menunduk.

Rumah dinas Kolonel Damar luas… terlalu luas. Terlalu rapi. Terlalu dingin.

Nara menggantung blazer, melepas topi, lalu duduk di ruang tamu yang sunyi seperti museum.

Dari jendela ia melihat bangunan markas samar di kejauhan.

Bunyi peluit latihan sore terdengar jauh, namun cukup untuk membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.

“Ini konyol,” gumamnya.

Namun rasa di dadanya keras kepala, tidak mau padam.

Ia memejamkan mata.

Tangan Arsa di bahunya kembali terulang dalam ingatan.

Tidak ada yang istimewa.

Tidak ada godaan.

Tidak ada sentuhan berlebihan.

Tapi tubuhnya… mengingat.

Dan itulah yang paling menakutkan.

Pukul delapan malam, Damar pulang.

“Istriku sudah makan?” tanyanya tanpa menatapnya lama.

“Sudah.”

Nara menyiapkan teh. Damar mengangguk.

“Terima kasih.”

Hanya itu.

Tidak ada percakapan lain.

Tidak ada ruang untuk menjadi manusia, apalagi menjadi istri.

Saat Damar masuk ruang kerja, Nara berdiri lama di depan jendela.

Lampu-lampu markas masih menyala. Angin malam dingin, tapi dadanya tidak.

Ia melihat pantulan dirinya di kaca: rapi, damai, sempurna…

kecuali matanya, yang menyembunyikan sesuatu yang baru tumbuh sore tadi.

Karena di markas, semua orang dilatih menahan diri.

Tapi malam itu, Nara sadar:

Yang paling sulit ditahan bukanlah keinginan.

Melainkan ingatan, tentang sentuhan kecil seorang prajurit muda yang tidak seharusnya mengguncang hidupnya.

Namun justru itulah yang membuatnya merasa… masih hidup.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Jihan Jaya
Jihan Jaya
Novel yg membakar perlahan
2025-11-23 11:24:35
0
0
49 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status