Share

Bab 107

Author: Elenor
Meski saat berikan undangan itu, pamannya sudah kecilkan suaranya dan menghindarinya, tapi nenek Keluarga Hermosa tentu tahu hal ini.

Clara menjawab, “Oke.”

Nenek Hermosa dan Nenek Anggasta adalah teman baik.

Secara logika, ini adalah undangan ulang tahun Nenek Hermosa, jadi Nenek Anggasta pasti datang.

Akan tetapi, Nenek Anggasta lebih tua dari Nenek Hermosa. Menurut adat di sini, ketika seseorang rayakan ulang tahun, teman-teman dan saudara-saudara yang lebih tua tidak akan hadir.

Sementara be
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (63)
goodnovel comment avatar
Ratna Mega
bosen bacanya
goodnovel comment avatar
Suwarni Tampubolon
T H H ceritanya ntah apa apa ...darting sendiri ....anak kurang ajar ..lakik pecundang ..pelakor tmbh jaya
goodnovel comment avatar
Ira Ratna Utami
ini gimana thor ?? abis baca kok greget amat kapan ngbrol nya ? perasaan ceritanya datar banget gak d bikin naik turun apa biar seru
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 737

    Dani tentu saja juga menghadiri konferensi teknologi kali ini, begitu pun dengan Doni.Namun, mereka tiba sedikit lebih lambat daripada Clara dan yang lainnya.Tidak seperti Riko, hal pertama yang diperhatikan Dani saat memasuki tempat acara adalah Clara dan Dylan.Dia dan Clara kebetulan sudah lama tidak bertemu.Dia pun menghampiri Clara dan Dylan untuk menyapa mereka terlebih dahulu.Clara dan Dylan sedang dikelilingi banyak orang, mereka tetap menyapa Dani dengan sopan saat melihatnya.Dani sebenarnya ingin mengobrol lebih banyak dengan Clara, tetapi melihat keduanya tampak sedang serius berdiskusi dengan seseorang, maka dia pun tidak ingin mengganggu mereka lebih lama. Setelah menyapa beberapa kenalan lainnya, Dani pergi mencari Edward.Edward juga sedang berdiskusi tentang teknologi dan kerja sama dengan seseorang. Saat melihatnya, Edward tersenyum dan berkata, "Kau sudah sampai?"Dani menjawab singkat, "Iya." Ekspresi Vanessa acuh tak acuh, dia tidak mengatakan apa pun.Edward

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 736

    “Oh, jadi begitu rupanya.” Nada suara Rendi terdengar acuh tak acuh. “Terus, bagaimana dengan Pak Dylan? Apa dia nggak peduli?”“Dia nggak peduli sama sekali! Kudengar Pak Dylan sangat memanjakan pacarnya, apa pun yang dikatakan pacarnya selalu dia ikuti. Jadi, walaupun bos kami sudah mencoba rendah hati dan berusaha untuk berkomunikasi dengannya beberapa kali, tetap saja sia-sia.”“Oh ya?”Nada suara Rendi memang terdengar ambigu, tetapi sedikit senyum sarkas terselip di sudut bibirnya. Dia sama sekali tidak terkejut dengan hal itu. Lagipula, dia pernah bekerja di Morti Group dan sesekali masih saling menghubungi dengan rekan kerjanya dulu, jadi dia tahu Clara memang sudah lama memegang kendali di Morti Group....Di sisi lain.Riko menghampiri Clara dan Dylan, lalu memperkenalkan dirinya sendiri, “Halo Pak Dylan, Bu Clara, saya Riko Subagja, Presdir Subagja Group saat ini. Senang bisa bertemu dengan kalian.”Senyum Dylan sedikit memudar, tetapi dia tetap berjabatan tangan dengan Riko

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 735

    Begitu melihat mereka, wajah Rendi langsung menjadi dingin. Namun, sedetik kemudian dia memalingkan wajahnya seolah-olah tidak melihat mereka, lalu kembali mengobrol dengan Vanessa dan yang lainnya.Di saat yang bersamaan, Anggi dan kakaknya juga tiba bersama orang-orang dari perusahaan mereka.Merekalah yang pertama kali melihat Vanessa, Edward, dan rombongannya.Riko dan Edward sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama, hanya saja mereka jarang berinteraksi dalam keseharian, dan sudah bertahun-tahun tidak bertemu.Sambil tersenyum, dia menyapa Edward, “Halo, Pak Edward, sudah lama nggak bertemu.”Edward membalasnya, “Ternyata Pak Riko, iya benar, sudah lama kita nggak bertemu.”Setelah menyapa Edward, tatapan Riko beralih ke Vanessa. Kilatan kekaguman seketika melintas di sorot matanya.Itu adalah pertama kalinya dia melihat Vanessa secara langsung.Riko pun menyapanya dengan sopan, “Ini pasti Bu Vanessa, ya? Halo.”Vanessa menjabat tangannya. “Halo.”Pada saat itu, seseorang berja

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 734

    Semua orang mulai berspekulasi bahwa partisipasi Prof Nian dalam acara penghargaan itu karena adanya Clara.Kalau tidak, mengapa Prof Nian yang hampir tidak pernah berpartisipasi dalam acara seperti itu sebelumnya, tiba-tiba saja bersedia hadir kali ini?[Sepertinya Prof Nian sangat menghargai Clara.][Tentu saja! Kudengar Prof Nian bahkan membimbingnya secara langsung.][Dengan memiliki pacar jenius seperti Dylan dan Prof Nian sebagai mentornya, astaga, betapa beruntungnya Clara. Dengan kombinasi yang luar biasa itu, nggak heran kalau Clara akan menerbitkan lebih banyak makalah ilmiah ke depannya.][Iya, aku sangat iri. Tapi ngomong-ngomong, aku selalu merasa aneh kenapa selalu Clara yang menerbitkan makalah? Kenapa Dylan nggak pernah kedengaran menerbitkan makalah juga? Padahal, Dylan yang muridnya Prof Nian.][Iya, benar, aku juga berpikir begitu. Sepertinya agak kurang masuk akal! Nggak mungkin kan karena Dylan sudah mencapai kesuksesan, jadi nggak perlu lagi menerbitkan makalah il

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 733

    Gading hanya sedang iseng karena merasa bosan, dia tidak menyangka Edward akan menjawab pertanyaannya itu.Namun, Edward ternyata menjawab: [Menurutmu apa?]Gading: [… Aku mana tahu.]Gading: [Justru karena aku nggak tahu, makanya aku tanya.]Dani sebenarnya juga sedikit penasaran tentang hal itu.Meskipun mereka sesekali menyebut-nyebut nama Clara secara pribadi, namun mereka jarang bertanya kepada Edward tentang perasaannya saat ini terhadap wanita itu.Beberapa tahun yang lalu, mereka semua tahu Edward tidak pernah menyukai Clara, tetapi selama dua tahun terakhir ini, setelah dipikirkan lagi, sikap Edward terhadap Clara sebenarnya telah berubah.Vanessa juga penasaran.Dani dan yang lainnya mungkin tidak tahu, tetapi dia tahu persis bahwa Edward akhir-akhir ini mulai sangat memperhatikan Clara. Meskipun perhatian Edward pada Clara berhenti setelah dia menyelamatkan pria itu terakhir kali, namun dia juga dapat merasakan bahwa Edward masih peduli padanya seperti dulu.Namun, mereka ja

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 732

    Melihat telepon yang telah ditutup sepihak, Riko berbalik dan kembali menelepon Dylan. "Pak Dylan, Bu Clara nggak menerima permintaan maaf saya dan mengatakan kalau Morti Group nggak akan bekerja sama dengan kami …."Dylan menjawab, "Saya menghormati keputusannya."Kata-kata Riko langsung terhenti saat mendengar itu.Setelah tadi berkomunikasi dengan Clara, dia samar-samar bisa merasakan bahwa pernyataan Clara tentang tidak akan bekerja sama dengan mereka bukanlah sekadar luapan kemarahan, dan juga bukan tindakan sengaja untuk mengulur waktu.Sekarang, respon Dylan pun ternyata sama tegasnya.Pada titik itu, Riko baru menyadari Clara dan Dylan sejak awal memang tidak pernah berniat untuk bekerja sama dengan mereka.Riko tertegun beberapa detik sebelum akhirnya berbicara, "Pak Dylan dan Bu Clara sungguh memiliki hubungan yang sangat baik."Sebelum menghubungi Dylan, dia benar-benar percaya masih ada ruang untuk negosiasi.Dia tidak menyangka Dylan akan benar-benar meninggalkan proyek se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status