แชร์

Bab 125

ผู้เขียน: Elenor
Melihat tamu yang tak ada habisnya berdatangan, Nenek Sanjaya dan Mario Sanjaya sekeluarga semua tersenyum.

Benar seperti yang dipikirkan Clara dan yang lainnya, mereka memang ingat ulang tahun Nenek Hermosa.

Tidak, lebih tepatnya, karena dulunya setiap tahun mereka selalu merayakan ulang tahun Nenek Hermosa, mereka tentu tidak dapat melupakan hari ini.

Jadi, mereka sengaja jadwalkan pesta pindah rumah di hari ini.

Mereka masih marah karena saat mereka ingin pindah ke seberang Kediaman Keluarga
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (54)
goodnovel comment avatar
Dwi Hantri Murni
clara jenius kok gak mbok racun ae edwarde ...
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Gedeg banget para penjahat selalu memdapatkan keinginannya. Authornya berpihak banget sama sipelakor nih
goodnovel comment avatar
Liza
Lebih bnyk narasi kayaknya dari pada inti ... pertama semngt baca pertengahan ceritanya kayak seakan akan vanessa dan edwer pemeren utamannya jadi mager buat nuntasinnya . Cerita claranya juga gitu gitu aja kerja sibk ketemu anak sibuk lagi villa lagi , ... kek bawaannya mau lansung ke inti aja gitu
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 750

    Melihat kekaguman semua orang pada Clara, serta senyuman di wajah wanita itu, Rendi merasa sangat kesal.Dia hanya diam, lalu berbalik dan naik ke lantai atas sendirian.Sore itu, Clara dan timnya akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka, dan memperkirakan tidak perlu datang ke Anggasta Group selama dua minggu ke depan.Pak Yakob dari Anggasta Group pun dengan sopan menawarkan untuk mengantar sendiri Clara dan timnya ke lobi.Rendi dan kelompoknya juga kebetulan akan kembali ke perusahaan untuk menangani beberapa urusan, jadi mereka menunggu bersama-sama di pintu masuk lift.Lift tiba dengan cepat. Namun saat pintu terbuka, semua orang langsung tertegun. Pak Yakob dengan cepat bereaksi, dia tersenyum sambil menyapa, "Pak Edward, Pak Aris."Edward mengangguk, pandangannya menyapu pada rombongan yang ada di depannya. Dia dengan santai bertanya, "Kalian mau ke mana?""Strukturnya sudah selesai, jadi Bu Clara dan timnya akan kembali ke Morti Group. Saya mau mengantarkan mereka ke bawah."Ed

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 749

    Saat itu, teman Prof Nian menatapnya dan tersenyum, lalu berkata, "Kalau Anda sudah mengatakan nggak suka pada seseorang, orang itu pasti benar-benar buruk."Prof Nian dan Clara belum pergi jauh, jadi Vanessa dan Rendi tentu saja juga mendengar ucapannya.Ketika Vanessa menyapa dengan sopan, sikap Prof Nian dingin dan jelas mengabaikannya. Wajah Rendi langsung berubah suram. Namun melihat Prof Nian dan temannya sengaja meremehkan Vanessa, Rendi menjadi semakin marah.Dia tahu Prof Nian dan orang yang tidak dikenalnya itu telah meremehkan Vanessa karena Clara yang telah menyesatkan mereka.Meskipun begitu, dia masih sangat marah, karena seseorang seperti Prof Nian ternyata bisa menghakimi Vanessa tanpa memahami kebenaran yang sesungguhnya.Melihat punggung mereka, ekspresi Rendi menjadi dingin.Rendi ingin melihat jika Prof Nian mengetahui sifat asli Clara apakah dia akan merasa menyesal karena sudah menyakiti seorang gadis muda begitu saja dan mudah sekali memercayai fitnah!Memikirkan

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 748

    Clara tiba di restoran, namun dia hanya melihat Elsa di ruangan itu. Sedangkan Edward, dia tidak terlihat di mana pun.Elsa menghela napas dan berkata, "Ayah baru saja menerima telepon dan bilang kalau dia ada urusan mendadak, jadi harus pergi."Clara hanya bergumam, dan tak bertanya lebih lanjut.Baginya, hadir atau tidaknya Edward tidak ada bedanya.…Setelah beristirahat selama dua hari di akhir pekan, Clara menghabiskan sebagian besar waktunya di hari Senin itu dengan pergi ke Anggasta Group. Karena Panora dan Anggasta Group baru saja memulai kerja sama, maka dia sesekali berpapasan dengan Rendi.Pada hari Rabu sekitar tengah hari, Clara dan timnya telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Pak Yakob dari Anggasta Group ingin mengundang mereka makan siang.Clara menolaknya dengan sopan, "Saya sudah ada janji siang ini, mungkin lain kali saja.""Baiklah, kalau begitu lain kali saja."Rendi dan yang lainnya juga berada di sana ketika Clara sedang berbicara dengan Pak Yakob.Pak Yakob juga

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 747

    Namun .... Edward memiliki urusan lain yang harus dikerjakan.Setelah selesai makan, dia meminta sopirnya untuk mengantar Vanessa dan Rendi kembali ke kantor, sedangkan dia pergi terlebih dahulu.Di dalam mobil, Rendi menatap Vanessa dan bertanya, "Apa Clara masih mengganggumu?"Di konferensi teknologi beberapa hari yang lalu, meskipun mereka sempat mengobrol, namun karena ada banyak orang di sekitar, jadi mereka tidak memiliki kesempatan untuk berbicara berdua saja.Sekarang adalah kesempatan yang baik.Mendengar pertanyaan itu, sorot mata Vanessa menjadi gelap, dia lalu berkata, "Selain orang-orang dan urusan yang berhubungan dengan Morti Group, dia tidak memiliki kemampuan untuk menggangguku."Mendengar Vanessa mengatakan hal itu, Rendi berasumsi Vanessa hanya sedang meremehkan perilaku Clara dan merasa meskipun Clara telah mencapai beberapa kesuksesan melalui cara-cara yang tidak jujur, namun jika dia lepas dari Morti Group dan Dylan, Clara tetaplah tidak akan berarti apa-apa.Dia

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 746

    Pada saat itu, lift tiba di lantai tujuannya.Sebelum keluar, Rendi sempat berkata, "Apa kau punya waktu nanti siang? Aku ingin makan siang bersamamu dan juga Pak Edward."Saat menyebut nama Edward, pandangannya tertuju pada Clara yang sudah keluar dari lift bersama rombongannya, dan mengabaikan mereka sejak tadi.Vanessa berpikir sejenak, lalu berkata, "Aku bisa, tapi Edward punya banyak pekerjaan yang harus dibahas akhir-akhir ini. Sepertinya dia sudah punya rencana lain untuk makan siang. Bagaimana kalau aku tanyakan dulu, nanti aku kabari lagi?""Oke." Clara dan Rendi bekerja di lantai yang sama di Anggasta Group, mereka sesekali berpapasan tetapi saling mengabaikan.Sekitar tengah hari, Clara makan siang dengan seorang teknisi Morti Group di kantin kantor, sementara Rendi menerima telepon dari Vanessa yang mengatakan bahwa Edward telah menunda jadwal sebelumnya dan memesan ruangan untuk mengundangnya makan siang.Vanessa sempat mengatakan bahwa Edward sangat sibuk pagi itu, sehin

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 745

    Clara dan Dylan selalu terlihat memiliki hubungan yang sangat erat dan harmonis. Rendi tidak pernah membayangkan bahwa Clara sebenarnya diam-diam berhubungan dengan Edward ....Clara sudah merebut begitu banyak hal dari Vanessa, namun dia masih belum puas juga, bahkan sampai mencoba merebut pacarnya ....“Rendi, aku sedang bicara padamu. Kenapa kau melamun terus? Wajahmu juga terlihat sangat pucat.”Rendi menggertakkan gigi, menggenggam ponselnya erat-erat, ekspresi wajahnya tampak buruk dan menakutkan.Mendengar ucapan rekannya, Rendi perlahan tersadar, namun tetap diam.…Keesokan harinya, Clara dan beberapa teknisi dari Morti Group kembali pergi ke Anggasta Group.Sayangnya, mereka harus kembali bertemu Rendi dan rombongannya di lift lobi.Yang menunggu lift bersama mereka tentu saja juga ada beberapa karyawan dari Anggasta Group.Ketika Rendi melihat Clara, dan melihat orang-orang dari Anggasta Group menyambutnya dengan hangat, lalu orang-orang dari Morti Group aktif membantu Clara

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status