공유

Bab 433

작가: Elenor
Begitu Pak David selesai berbicara, tepuk tangan langsung riuh terdengar di sana.

Edward juga menatap Clara dan bertepuk tangan.

Vanessa sempat terkejut selama setengah detik sebelum ikut bertepuk tangan dua kali dengan acuh tak acuh.

Clara tidak menatap Edward, dia hanya menatap Dylan lalu berdiri dan naik ke panggung.

Setelah Clara naik ke panggung, Pak David berkata kepada hadirin dengan senyum di wajahnya, "Bu Clara ini bukan hanya seorang insinyur luar biasa dari Morti Group, tapi juga penc
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (206)
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
heheheee....klo dia msh di anggasta grup, pasti dia masih jd pembuat kopi....untung dia memutuskan hengkang
goodnovel comment avatar
Iin Iin
gmna Vanessa kaget kan lu Clara lbih pintar dari lu, lu pikir lu doank yg pintar gt, maka ny jangan meremehkan Clara,lu mah ga ada apa" ny d banding Clara..
goodnovel comment avatar
Dyandra Edy
otak lu mah g ad apa2nya dibanding clara oh vanessa dongok..si edward berlian yg berkilau km campakkan n km ambil kerikil di tepi jln yg kopong g ad isinya cm pandai ngangkang n bikin km ketagihan dg selangkangan vanessa..bnr2 laki2 tolol g ad obat
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 725

    Saat Clara, Prof Nian dan yang lainnya sedang berkumpul, Anggi dan Vanessa juga sedang berada di luar untuk bertemu dan mengobrol.Setelah membaca berita di internet, Anggi meletakkan ponselnya dan berkata dengan nada kesal, "Pantas saja dia terus mendekati Dylan dan berusaha sekuat tenaga mencegahmu berteman dengannya dan Prof Nian. Ternyata dekat dengan Dylan bisa membawa begitu banyak keuntungan."Sejujurnya, walaupun latar belakang keluarganya kaya, tetapi Anggi bahkan belum pernah bertemu dengan orang-orang seperti Prof Nian dan Robert Manakin.Beberapa netizen berkomentar bahwa tokoh penting seperti Prof Nian dan Robert Manakin, jika bisa bertemu mereka sekali saja dalam seumur hidup dan sekadar menyapa, sudah merupakan sebuah kehormatan besar.Bukan hanya para netizen itu, bahkan dia sendiri pun merasakan hal yang sama.Latar belakang keluarga Clara jauh lebih rendah darinya, namun melalui Dylan, dia bisa dengan mudah berkenalan dengan mereka. Selain itu, menurut pelayan yang me

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 724

    Pada Senin pagi, setelah menghadiri rapat di kantor, ponsel Clara berdering.Dylan yang menelepon.Begitu dia mengangkatnya, Dylan langsung memberitahunya dengan penuh antusias, "Clara, daftar penerima Penghargaan Sains dan Teknologi Kecerdasan Buatan Nasional tahun ini sudah keluar, dan namamu ada di sana. Selamat!"Clara tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Oke, aku akan mengecek situs resminya sebentar lagi."Kabar tentang penghargaan Clara juga sampai ke orang-orang di perusahaan. Sebelum Clara sempat mengecek, Gery dan rekan lainnya sudah bergegas mengucapkan selamat kepadanya.Vanessa dan yang lainnya juga langsung mengetahui tentang penghargaan yang diterima Clara.Awalnya, banyak anggota Keluarga Gori dan Sanjaya yang tidak mengerti seberapa penting penghargaan Clara itu. Baru setelah mereka melihat netizen memuji Clara di kolom komentar dan mengetahui bahwa penghargaan itu sangat bergengsi, mereka mulai merasa gelisah.Selain itu, sementara netizen membahas penghargaan domestik

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 723

    Sore itu, setelah Elsa menyelesaikan kompetisinya, Edward menelepon, "Sudah selesai kompetisinya? Bagaimana hasilnya?"Elsa menjawab dengan gembira sambil minum, "Juara pertama! Aku lolos ke babak berikutnya.""Bagus." Edward tersenyum, lalu menambahkan, "Kakekmu sudah pulang ke rumah. Kau pulang ke rumah lama ya, kita makan malam bersama nanti."Elsa menjawab, "Oke."Mereka tidak banyak mengobrol dan segera menutup telepon.Setelah menutup telepon, Elsa berkata kepada Clara, "Ma, Ayah menyuruh kita pulang ke rumah nenek buyut untuk makan malam bersama. Ayo, kita berangkat sekarang." Saat Elsa sedang berbicara dengan Edward, dia menyalakan pengeras suara sehingga Clara tahu betul bahwa Edward hanya ingin Elsa sendiri yang pulang ke sana, dan tidak mengundangnya.Jika Edward benar-benar ingin Elsa mengundangnya, Edward pasti akan berkata, "Ajak mamamu sekalian pulang ke rumah lama untuk makan malam bersama."Namun, Edward tidak menyebut namanya sama sekali.Clara berkata, "Mama sudah a

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 722

    Vanessa mengangguk.Edward masuk ke mobil.Mobil itu perlahan melaju pergi.Elsa tidak datang ke rumah sakit untuk menjemput Ronald yang akan pulang hari ini, dan tentu saja disadari oleh Nenek Anggasta sejak awal.Namun, saat itu dia sangat marah dan tidak langsung menanyakannya kepada Edward.Hari ini adalah hari kepulangan kakeknya, dan juga hari Sabtu, jadi Elsa seharusnya tidak absen.Alasan ketidakhadiran Elsa mungkin karena ….Di dalam mobil, Nenek Anggasta memikirkan hal itu dan menjadi semakin marah, dia menatap Edward dengan ekspresi penuh amarah. "Demi membawa orang itu ke sini, apa kau nggak memberi tahu Elsa kalau hari ini adalah hari kepulangan kakeknya?"Edward tetap bersikap tenang dan menjawab, "Elsa pergi untuk mengikuti Kejuaraan Anggar. Acara itu sudah dijadwalkan dari jauh-jauh hari."Nenek Anggasta terdiam.Namun, dia kemudian mendengus dan berkata, "Kalau Elsa ada di sini hari ini, rencanamu pasti berhasil, kan?"Nenek Anggasta mengatakan hal itu karena jika Elsa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 721

    Pada hari Senin.Setelah mengantar Elsa ke sekolah, Clara pergi menemui Azka dan yang lainnya.Ketika dia dan Gery tiba, Edward juga sudah ada di sana.Melihat kedatangan mereka, Edward menyapa dengan sopan.Selama beberapa hari berikutnya, mereka bertemu dua kali lagi, tetapi tetap hanya membahas urusan bisnis, mereka tidak membicarakan hal lain.Ronald telah pulih dengan sangat baik beberapa hari terakhir ini, dan pada hari Sabtu, dia sudah diperbolehkan pulang.Nenek Anggasta sangat senang, dia sendiri pergi ke rumah sakit untuk menjemput Ronald.Namun setibanya di rumah sakit dan saat membuka pintu, dia melihat Vanessa.Vanessa dan Edward juga baru saja tiba. Vanessa memberikan buket bunga yang dibawanya kepada Ronald. "Om, selamat karena sudah boleh pulang, semoga lekas pulih sepenuhnya."Ronald tentu saja tidak terlalu menyukai Vanessa.Namun, karena putranya menyukai wanita itu, dia tidak bisa apa-apa.Dia telah dirawat di rumah sakit selama hampir setengah bulan sejak kecelakaa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 720

    Tepat ketika Clara hendak berbicara, Elsa keluar dari toilet. "Mama, Nenek Buyut, aku sudah selesai!" Karena interupsi Elsa, maka Clara dan Nenek Anggasta pun langsung menghentikan percakapan, mereka naik kereta wisata, dan turun dari gunung.Pada hari itu, Vanessa, Gading, dan Dani juga sudah tahu bahwa Clara dan Edward telah sepakat dan berjanji pada Nenek Anggasta untuk menunda perceraian mereka sementara waktu.Setelah menerima kabar tersebut, Gading menandai nama Edward di obrolan grup: [Perceraianmu benar-benar berliku ya .… Ah, bukan, yang benar itu berlika-liku banyaknya.] Vanessa dan Dani melihat pesan itu, tetapi tidak ada yang membalas.Edward juga sudah memberi tahu Vanessa tentang hal itu.Sekarang, melihat pesan di obrolan grup, Vanessa perlahan menggenggam ponselnya lebih erat.Dia awalnya berasumsi karena Edward berutang budi kepada Clara dan Nenek Hermosa akhir-akhir ini, meskipun mereka berdua tidak bisa segera bercerai, namun mereka akan meluangkan waktu untuk meng

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status