Share

Bab 577

Penulis: Elenor
Mungkin menyadari Vanessa yang tampak tidak bersemangat, Edward pun bertanya, "Ada apa?"

Vanessa tersenyum tipis dan menjawab, "Nggak ada apa-apa."

Edward tidak mendesaknya lebih jauh.

Gading dan Dani juga tidak menyadari kegelisahan Vanessa dan melanjutkan obrolan mereka.

Makan malam pun berakhir, dan waktu berlalu dengan lambat. Melihat mereka akan segera pergi, namun kejutan yang dia harapkan masih belum muncul, hati Vanessa mencelos, tetapi dia masih menyimpan secercah harapan.

Sampai Edward
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (157)
goodnovel comment avatar
eneng Heryani
makannnn tuh kekecewaan ...
goodnovel comment avatar
Gessa Nastria Nasim
mampus kw Vanessa... berlian 8T nya bukan hadiah ultahmu, tapi ultahnya Clara. Edward akan royal kepada wanita yang dicintainya. dlu kw merasakan nya sekarang gilirannya clara
goodnovel comment avatar
Wenny Candra W
hmmm ambigu ini, begitulah cara mereka menghabiskan waktu? gimana maksudmy vanesa?????
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 717

    Clara tentu saja juga harus pulang.Dia berkata kepada Elsa, "Mama mau mengantar nenek buyut pulang. Bagaimana kalau kamu tinggal di sini saja dan menemani nenek buyutmu?"Elsa hanya bisa mengangguk patuh. "Iya, Ma."Clara dan Nenek Hermosa kembali ke kediaman Keluarga Hermosa. Sekitar jam sepuluh malam, setelah mandi, dia menemukan pesan dari Edward yang sudah dikirim beberapa menit yang lalu, dia memberitahu bahwa Sinta sudah sadar dan lolos dari masa kritis.Sedangkan Ronald masih tidak sadarkan diri, dan waktu kesadarannya masih tidak pasti.Setelah membaca pesan tersebut, Clara hanya mengiyakan dan meletakkan ponsel kembali.Meskipun Clara peduli dengan situasi Keluarga Anggasta, namun tidak pantas baginya untuk terlalu khawatir, jadi keesokan harinya, dia pun kembali bekerja seperti biasa.Adapun Nenek Anggasta, Nenek Hermosa akan mengunjunginya ketika punya waktu.Namun, Clara juga menelepon untuk menanyakan kabar Nenek Anggasta.Edward harus menginap di rumah sakit dan sekaligu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 716

    Clara juga mencoba membujuk Nenek Anggasta beberapa kali, dan akhirnya dia setuju untuk pulang dan beristirahat di rumah.Dani dan Gading masih di rumah sakit, tetapi ketika Clara tiba, salah satu dari mereka sedang keluar untuk menjawab panggilan telepon, dan yang satunya sedang menelepon untuk memesan makan siang yang akan diantar ke rumah sakit.Ketika mereka kembali, mereka mendengar suara Clara sedang membujuk Nenek Anggasta.Setelah Clara selesai membujuk Nenek Anggasta, dia melihat Dani dan Gading. Ketika tatapan Dani tertuju padanya, dia hanya mengangguk kecil sebagai salam.Nenek Anggasta pun pergi ke kamar mandi, sementara Elsa kembali ke kamar pasien untuk mengambil barang-barangnya. Saat mereka berdua tidak ada di sana, Edward berkata kepada Clara, "Aku titip nenek padamu."Clara bergumam pelan, "Iya."Kemudian, tanpa berkata apa-apa lagi, dia masuk ke kamar pasien untuk membantu Elsa mengambil barang-barang.Gading dan Dani mengamati interaksi mereka berdua yang tampak bia

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 715

    Vanessa baru saja selesai berbicara dengan Edward ketika Keluarga Gori dan Sanjaya kembali meneleponnya untuk menanyakan tentang kabar perceraian Edward dan Clara.Dia menceritakan tentang kecelakaan yang menimpa Ronald dan Sinta.Ekspresi Keluarga Gori dan Sanjaya langsung berubah, mereka pun buru-buru bertanya, "Jadi, Edward dan Clara sudah bercerai atau belum?"Vanessa menjawab, "Aku nggak tahu, tapi ... kemungkinan besar mereka belum bercerai."Meskipun tidak ingin mengakuinya, tetapi jika dilihat dari kronologi waktunya, ada kemungkinan Edward menerima berita kecelakaan itu sebelum sempat pergi ke Kantor Catatan Sipil.Keluarga Gori dan Sanjaya tidak pernah menyangka bahwa berita yang telah lama mereka tunggu-tunggu akan berakhir sia-sia lagi."Ini ... bagaimana ini bisa terjadi?"Diana menghentakkan kakinya dengan kesal. "Iya, benar!"...Di sisi lain.Sekitar tengah hari, setelah Clara menyelesaikan rapat, dia teringat pada insiden Ronald dan Sinta, saat hendak menelepon Elsa, G

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 714

    Edward dan Clara telah sepakat untuk mengurus akta perceraian mereka pagi ini, Gading dan Dani juga mengetahui hal itu.Setelah jam setengah sebelas, Gading akhirnya tak tahan untuk menandai nama Edward di obrolan grup: [Apa kau sudah berhasil mendapatkan akta cerai? Bagaimana kalau kita semua pergi merayakannya siang ini?]Vanessa dan Dani langsung melihat pesan itu segera setelah terkirim.Vanessa bahkan sampai menahan napas.Keluarganya telah menunggu kabar dari Edward sejak pagi buta. Selama lebih dari satu jam, mereka terus mengirim pesan kepadanya, menanyakan apakah Edward dan Clara telah resmi bercerai.Mereka semua sangat cemas.Keluarganya berharap untuk menerima kabar resmi perceraian mereka sesegera mungkin.Lagipula, Edward dan Clara telah mencoba bercerai berkali-kali sebelumnya dan selalu tanpa hasil. Kali ini adalah proses terjauh yang pernah mereka capai setelah berkali-kali gagal.Sebenarnya, dibandingkan dengan keluarganya, Vanessa sendiri yang paling gugup dan paling

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 713

    Di tengah ketegangan dan antisipasi Keluarga Gori dan Sanjaya, masa jeda perceraian Clara dan Edward akhirnya berakhir.Hari itu, Edward berangkat tepat waktu ke Kantor Catatan Sipil.Namun, ponselnya berdering di tengah jalan.Setelah mendengar apa yang dikatakan orang di ujung telepon, Edward menjawab, dan ekspresinya langsung berubah, "Iya, aku mengerti. Aku akan segera ke sana."...Sementara itu, Clara sudah tiba di Kantor Catatan Sipil tepat waktu.Setelah menunggu hampir setengah jam tanpa melihat Edward, Clara mengerutkan kening dan meneleponnya, tetapi saluran teleponnya selalu sibuk. Clara melakukan dua atau tiga panggilan lagi, dan hasilnya masih sama.Clara mengerutkan bibir, wajahnya memerah.Setelah sekitar sepuluh menit kemudian, tepat ketika dia hendak menelepon Edward, panggilan Edward sudah masuk lebih dulu.Dia langsung menjawab, nada suaranya dingin. "Aku sudah menunggu hampir setengah jam, kenapa kau belum juga …."Sebelum selesai bicara, Edward sudah menyela, "Ma

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 712

    Maya teringat sesuatu dan berkata kepada Edward, "Ngomong-ngomong, masa jeda perceraianmu sudah hampir berakhir, kan?"Edward berkata, "Iya, sebentar lagi."Mendengar hal itu, senyum di wajah Nenek Anggasta langsung lenyap. Dia mendengus dan langsung mengabaikan Edward.Elsa ingin kembali ke rumah Keluarga Hermosa.Kali ini, Edward sendiri yang mengantarnya.Saat sampai di rumah Keluarga Hermosa, Edward dan Clara hanya bertemu sekilas dan saling mengangguk untuk menyapa.Setelah Elsa masuk dengan gembira, Edward pun pergi.Clara naik ke lantai atas bersama Elsa. Begitu sampai kamar, ponselnya langsung berdering.Edward mengiriminya pesan: [Tentang perjanjiannya, apa masih ada hal lain yang perlu diubah?] Clara tentu saja tidak lupa bahwa masa jeda perceraian mereka sudah hampir berakhir.Setelah membaca pesan itu, dia langsung membalas Edward tanpa ragu: [Nggak ada.] Edward pun segera membalas: [Oke.] Pada hari Senin, Clara kembali melanjutkan kesibukannya di Morti Group.Dia seharu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status