Gadis Indigo Milik Mafia Kejam

Gadis Indigo Milik Mafia Kejam

last updateLast Updated : 2026-08-27
By:  RusmidahUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
9Chapters
14views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Rayung Sasdhara hanya ingin mendapatkan pekerjaan untuk bertahan hidup. Namun, wawancara di Zalas Corp justru membawanya pada pertemuan dengan Prewa Zalas, seorang pemimpin mafia sekaligus pengusaha yang terkenal dingin dan kejam. Yang tidak diketahui Prewa, Rayung memiliki kemampuan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat manusia biasa. Dan tepat di pundak Prewa, ada makhluk mengerikan yang perlahan menggerogoti hidupnya. Selama dua tahun, Prewa menderita sakit misterius yang tak mampu dijelaskan dokter. Ketika Rayung akhirnya mengetahui penyebabnya, ia menemukan sebuah benda terkutuk yang ternyata berkaitan dengan Paman Harsa, orang terdekat dalam keluarga Prewa. Namun, kejutan terbesar datang ketika makhluk itu menyebut satu nama dari masa lalu Rayung. Aruna. Ibunya. Selama ini Rayung percaya bahwa ibunya meninggal karena bunuh diri. Tetapi semakin jauh ia menyelidiki, semakin banyak kebohongan yang terbongkar. Darah Aruna ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada yang pernah Rayung bayangkan. Kini Rayung terjebak dalam dunia mafia, kutukan, dan rahasia masa lalu yang mengancam nyawanya sendiri. Di sisi lain, Prewa mulai menyadari bahwa gadis yang awalnya ia anggap hanya pelamar kerja biasa mungkin merupakan satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan hidupnya. Tetapi untuk menemukan kebenaran tentang Aruna, Rayung harus berani memasuki dunia yang seharusnya tidak pernah ia sentuh. Dan semakin dekat ia dengan Prewa... semakin sulit membedakan siapa yang harus ia percaya. Karena terkadang, orang yang paling berbahaya bukanlah makhluk yang terlihat oleh mata.

View More

Chapter 1

BAB 1 Lamaran Kerja

"Jangan biarkan dia mati!”

Rayung membeku di ambang pintu saat sebuah bisikan dingin bergema tepat di dalam gendang telinganya.

Suara itu begitu dekat, seolah seseorang berbisik tepat di dalam kepalanya. Padahal, di sekelilingnya tidak ada siapa-siapa.

Ia menelan ludah susah payah.

"Siapa yang mau mati...?" gumamnya pelan.

Tidak ada siapa pun yang tampak sedang berbicara.

Namun, hawa dingin perlahan merambat dari tengkuk hingga menusuk punggungnya. Rayung sudah mengenal sensasi itu sejak kecil.

Sejak kecil, Rayung memiliki kemampuan unik—bisa berinteraksi dengan makhluk tak terlihat mata biasa. Ia sudah terbiasa dengan segala macam jenis gangguan, bahkan beberapa dari mereka suka meminta bantuannya.

Masalahnya, hari ini ia sama sekali tidak punya waktu untuk berurusan dengan mereka.

Ia sedang melamar pekerjaan di Zalas Corp—sebuah perusahaan raksasa yang terkenal ketat dan dingin.

Setelah hampir sebulan menganggur dan beberapa kali kehilangan kesempatan kerja hanya karena gangguan aneh yang mengikuti dirinya, Rayung benar-benar membutuhkan pekerjaan ini.

Ia menarik napas panjang.

"Gue cuma mau kerja."

Rayung menekan tombol lift lagi dengan jari yang sedikit gemetar.

Denting!

Pintu lift terbuka.

Baru saja ia hendak melangkah masuk ketika

"Hei, kau mau naik lift atau tidak?"

Suara berat dan dalam dari arah belakang membuat Rayung tersentak.

Ia berbalik cepat.

Seorang pria berdiri beberapa langkah darinya.

Untuk sesaat, Rayung benar-benar lupa bagaimana cara bernapas.

Pria itu tinggi dengan setelan jas hitam yang tampak dibuat khusus. Penampilannya rapi, nyaris tanpa cela. Wajahnya memiliki garis rahang tegas, hidung mancung, dan bibir tipis yang terkatup rapat.

Namun, bukan penampilannya yang membuat Rayung terdiam.

Melainkan matanya.

Sepasang mata gelap yang dingin dan tajam, seolah mampu membuat siapa pun yang ditatapnya merasa sedang dihakimi.

Beberapa pegawai yang kebetulan melewati lorong langsung menepi.

Ada yang menundukkan kepala.

Ada pula yang mempercepat langkah tanpa berani menoleh.

Rayung mengerutkan kening.

Siapa, sih, orang ini?

Kenapa semua orang seperti takut kepadanya?

Namun, pertanyaan itu langsung terlupakan ketika pandangan Rayung perlahan bergeser ke atas bahu pria tersebut.

Wajahnya seketika berubah pucat.

Oh... tidak.

Ada sesuatu di sana.

Sosok hitam yang bentuknya tidak jelas sedang bertengger di pundak pria itu. Bayangannya bergerak-gerak seperti asap pekat, sementara sepasang mata merah redup tampak menyala dari balik kegelapan.

Rayung refleks mundur satu langkah.

Pria itu langsung menyadari gerakannya.

"Kau takut?"

Rayung buru-buru menggeleng.

"Enggak."

"Lalu kenapa mundur?"

"Karena..."

Rayung melirik lagi ke arah pundaknya.

Otaknya bekerja keras mencari alasan yang terdengar masuk akal.

"...saya baru ingat belum sarapan."

Hening.

Alis pria itu terangkat sebelah.

Tatapannya berubah seperti sedang berhadapan dengan orang paling aneh yang pernah ditemuinya.

Rayung tersenyum kaku.

Alasan macam apa itu, Rayung?!

Pria tersebut melangkah mendekat.

Semakin dekat jarak mereka, semakin kuat hawa aneh yang Rayung rasakan.

Bukan hanya berasal dari makhluk di pundaknya.

Pria itu sendiri memiliki aura yang berat dan dominan. Aura yang membuat naluri Rayung menyuruhnya menjaga jarak.

Pria itu hendak mengatakan sesuatu ketika—

Denting!

Pintu lift kembali terbuka lebar.

Rayung langsung memanfaatkan kesempatan itu.

Ia melangkah masuk ke dalam kabin lift, lalu buru-buru menekan tombol penutup pintu.

"Maaf, Pak! Saya naik duluan!"

Pintu lift mulai menutup.

Pria itu hanya berdiri diam di luar.

Tatapannya mengikuti Rayung dengan sorot mata yang semakin penuh tanda tanya.

Sementara di atas pundaknya, sosok hitam itu perlahan mengangkat kepalanya.

Dua mata merahnya menatap lurus ke arah Rayung.

Senyum samar muncul di balik bayangan gelapnya.

Lalu pintu lift tertutup.

Rayung langsung menyandarkan punggungnya ke dinding.

Napasnya keluar panjang.

"Astaga..."

Jantungnya masih berdegup cepat.

Ia mengusap wajahnya.

"Baru mau interview kerja, kenapa malah ketemu beginian?"

Lift bergerak naik.

Angka lantai berubah perlahan.

Rayung menatap pantulan wajahnya sendiri di dinding lift.

Ia tidak tahu siapa pria tadi.

Ia juga belum tahu bahwa pria itu adalah Prewa Zalas, pemimpin Zalas Corp yang selama ini dikenal sebagai sosok paling sulit didekati di perusahaan tersebut.

Yang Rayung tahu hanya satu.

Ada sesuatu yang sangat buruk menempel pada pria itu.

Dan bisikan tadi bukan sebuah kebetulan.

"Jangan biarkan dia mati."

Rayung menatap angka lantai yang terus berubah.

Untuk pertama kalinya sejak datang ke Zalas Corp, ia merasa mungkin saja pekerjaan ini bukan sekadar pekerjaan.

Mungkin, tanpa ia sadari...

ia baru saja membuka pintu menuju sebuah rahasia yang telah terkubur selama bertahun-tahun.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status