Home / Urban / Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy! / Bab 22 - Kakek dan Cucu Kembar

Share

Bab 22 - Kakek dan Cucu Kembar

Author: Jadeite
last update Last Updated: 2025-08-23 10:15:10

“Apa aku boleh duduk di sini?”

Michael, pria tua bertongkat menunjuk ke sebuah kursi yang sengaja di taruh dekat mereka.

“Tentu saja boleh, Kakek. Silahkan duduk.” Rosa langsung beranjak dan menggeser kursi, membantu Michael duduk dengan nyaman.

Rosa mengamati pria tua yang masih terlihat tampan ini. Rambutnya sudah berwarna keperakan dengan untaian hitam di beberapa bagian. Matanya kecil tapi memancarkan kehangatan.

“Kakek dapat tongkat itu dari mana?” Lianzo tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Tongkat yang dipegang Michael adalah edisi terbatas, hanya dijual di kota asal mereka, Myria.

Michael melirik tongkatnya dan tersenyum. Ia menceritakan tentang perjalanan singkatnya ke kota Myria dan sempat terjatuh. Salah satu kenalannya waktu itu memberikan tongkat ini.

“Apa Kakek tahu cara pakainya?” Mata Kae menatap tongkat pintarnya. Sepertinya tongkat itu hanya digunakan untuk menopang tubuh waktu berjalan. Padahal banyak sekali kegunaannya.

“Tahu dong! Ini kan seperti tongkat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!   Bab 27 - Semesta Mendukung

    “Apa tidak ada pilihan lain?”Apa yang disarankan oleh Tony membuat kening Jack berkerut.Right Issue, cara sebuah perusahaan untuk mencari dana dengan menambah jumlah saham dan kemudian menjualnya.Tentu saja penawaran ini terlebih dahulu akan diberikan bagi yang sudah memiliki saham di perusahaan itu, baru ditawarkan ke pasar.“Apa mereka setuju?” Jack bergumam tanpa sadar. Ia sedang duduk di balik meja kerjanya. Sebenarnya itu sudah direncanakan oleh Tony sejak 2 bulan yang lalu. Diam-diam Tony mengamati kinerja Jack.Masalahnya dengan kondisi seperti ini rasanya kecil kemungkinan pemilik saham lama akan setuju.Tapi Keluarga Wang, sebagai pemilik jumlah saham terbanyak, tentu saja dengan gampang membuat keputusan.Jack menghembuskan napas panjang. “Baiklah! Sepertinya ini adalah pilihan terbaik dengan kondisi keuangan kita saat ini.Seluruh staf yang ikut rapat langsung beranjak dari kursinya begitu juga Tony dan pengawalnya. Penyakitnya membuat langkahnya melambat.“Kamu harus b

  • Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!   Bab 26 - Kakek dan Nenek

    “Mama! Kenalkan, ini Nenek Jane!” Rosa datang dengan tangan menggenggam seorang wanita tua. Wajah perempuan itu terasa mirip seseorang.Aileen langsung menyambut tangan Jane yang sudah terulur sambil tersenyum.Jane tidak bisa berhenti menatap Kae, sama seperti Michael suaminya ketika pertama kali bertemu.“Apakah ini anak anda juga? Kembar? Mereka tampan dan cantik sekali. Siapa nama dua pangeran kecil ini?” Jane bertanya sambil berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Kae dan Lianzo.Posturnya yang tinggi langsing, memudahkannya bergerak. Walaupun sudah berusia lanjut tapi gerakan tubuhnya masih luwes, sesuai dengan pribadinya yang tidak bisa diam.“Aku Lianzo dan ini Kae! Nenek juga cantik.” Lianzo mendekat sedangkan Kae hanya melirik tanpa ekspresi.Lianzo yang periang, Rosa yang ceria bertemu dengan Jane yang suka bicara sungguh membuat suasana seketika berubah. Aileen dan Kae hanya bisa melihat tanpa berkomentar. Perbedaannya jika Kae tanpa ekspresi, kalau Aileen merasa he

  • Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!   Bab 25 - Penyesalan

    “Mommy harus bantu aku!”Winona meluruskan lipatan bajunya yang sedikit kusut.Hari menjelang siang. Ia dan ibunya sedang menunggu teman yang akan makan siang bersama. Tepatnya teman sang ibu. Mereka sedang berada di sebuah restoran mewah.“Pake cara apa? Bukankah kamu sendiri yang mutusin waktu itu?” Wanita cantik yang dipanggil Mommy oleh Winona hanya mendengus.“Kenapa waktu itu Mommy gak cerita kalau David itu bukan hanya seorang dokter biasa?” Bibir Winona merengut dengan tangan terlipat di dada.Sejak Winona mengetahui identitas David, entah sudah berapa kali Winona menyindir ibunya. Tidak ada jawaban yang memuaskan rasa penyesalannya.“Mommy juga gak tahu. Mommy hanya kenal orang tuanya. Mereka orang baik, perusahaannya juga lumayan. Kalian sama-sama dokter.” Ibunya Winona menjawab dengan nada santai.Matanya sesekali melirik ke arah pintu, berharap orang yang ditunggu segera muncul. Ia bosan mendengar rengekan anak semata wayangnya ini.“Iya, tapi Mommy mestinya tahu!” Winona y

  • Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!   Bab 24 - Kekuasaan yang Mulai Goyah

    “Anda harus bertanggung jawab!”Seruan salah satu anggota dewan direksi perusahaan Good Health langsung direspon dengan anggukan kepala yang lain.Waktu menjelang siang, menambah panas suasana dalam ruang pertemuan. Hampir seluruh dewan direksi hadir dalam rapat khusus yang diselenggarakan secara mendadak.Selain rugi miliaran dolar, harga saham perusahaan merosot drastis. Semua disebabkan oleh peluncuran produk baru yang gagal.“Lihat grafik pendapatan ini!” Anggota dewan yang lain mengacungkan dokumen yang berisi laporan keuangan perusahaan.“Pendapatan kita sejak 6 tahun yang lalu stagnan, cenderung turun. Apa penjelasan anda?”Wajah Jack sudah memerah. Tanpa sadar ia menarik napas panjang, tangannya mengepal. “Bukankah masalah itu sudah saya jelaskan waktu pertemuan rutin? Ekonomi negara kita sedang kurang bagus, pasti itu berefek.”“Yakin? Bukan karena hal lain? Saya yakin kalau dipegang Nona Aileen, tidak akan seperti ini.” Senyum penuh ejekan muncul di bibir anggota dewan yang

  • Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!   Bab 23 - Aku Ingin Mamanya

    “Apa hasil ini sungguhan?”Michael mengacungkan selembar kertas. Hasil test DNA yang diberikan Hans padanya setelah mendapat persetujuan David.David sempat melotot karena Hans keceplosan berbicara tentang ketiga anaknya. Tapi mau ngomong apa lagi?“Iya. Itu asli.” jawab David dengan tenang. “Ba–bagaimana bisa? Apa kamu sudah menikah tanpa memberitahu kami? Atau, jangan-jangan ….” Tatapan mata Michael tajam. Begitu banyak praduga yang berseliweran di kepalanya.Sudah lama ia dan istrinya prihatin dengan kehidupan asmara anak laki-lakinya. Beberapa kali mereka berniat menjodohkannya tapi selalu gagal dengan berbagai macam alasan.David benar-benar menutup diri sejak kejadian 6 tahun yang lalu, waktu perjodohannya diputuskan secara sepihak oleh Winona karena dituduh berselingkuh.Mereka menganggap kejadian itu benar karena David tidak pernah membantah.“Apa ini anak hasil hubungan gelap kamu dulu? Kenapa kamu sembunyikan? Kemana mereka selama ini? Siapa mamanya?” Rentetan tuduhan yang

  • Paman, Beraninya Mencampakkan Mommy!   Bab 22 - Kakek dan Cucu Kembar

    “Apa aku boleh duduk di sini?”Michael, pria tua bertongkat menunjuk ke sebuah kursi yang sengaja di taruh dekat mereka. “Tentu saja boleh, Kakek. Silahkan duduk.” Rosa langsung beranjak dan menggeser kursi, membantu Michael duduk dengan nyaman.Rosa mengamati pria tua yang masih terlihat tampan ini. Rambutnya sudah berwarna keperakan dengan untaian hitam di beberapa bagian. Matanya kecil tapi memancarkan kehangatan.“Kakek dapat tongkat itu dari mana?” Lianzo tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.Tongkat yang dipegang Michael adalah edisi terbatas, hanya dijual di kota asal mereka, Myria.Michael melirik tongkatnya dan tersenyum. Ia menceritakan tentang perjalanan singkatnya ke kota Myria dan sempat terjatuh. Salah satu kenalannya waktu itu memberikan tongkat ini.“Apa Kakek tahu cara pakainya?” Mata Kae menatap tongkat pintarnya. Sepertinya tongkat itu hanya digunakan untuk menopang tubuh waktu berjalan. Padahal banyak sekali kegunaannya.“Tahu dong! Ini kan seperti tongkat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status