MasukGeorge masuk bersama seorang pria yang tidak asing bagi mereka. Tuan Muda Kennedy itu tampak tidak nyaman, melirik-lirik pria di sebelahnya.“Jordan, aku tidak tahu kamu mau datang ke sini.” Bahkan, William tidak tahu dan juga terkejut melihat Jordan tiba-tiba muncul bersama putranya.George menjawab dengan canggung, “Tadi sewaktu aku keluar, kami tidak sengaja bertemu dan membicarakan proyek sampai lupa waktu. Aku sampai lupa Nona Blackwood datang ke sini dan malah mengajak Tuan Jordan makan malam bersama kita.”Luna menatap Marilyn sekilas. Ibu George itu memicingkan mata pada putranya, terlihat tak memercayai alasan putranya membawa Jordan secara tiba-tiba.“Duduk dan makan malam bersama kami, Jordan,” perintah William.William memelototi George setelahnya. Demi bisa makan malam bersama Luna hari ini, dia sampai mendatangi Harvey dan minta maaf atas perkataan kasar putranya di pesta kehamilan Olivia. Dari informasi yang dia dengar dari asistennya yang juga ikut hadir di pesta itu,
“Aku pernah bertemu dengan George Kennedy di pesta kehamilan istri Jordan dan dia membawa kekasih–”Clara menempelkan jari telunjuknya di bibir Luna sambil menggeleng pelan. “Wanita itu cuma dibayar ayahnya untuk menghadiri pesta waktu itu. Sebenarnya Tuan Muda Kennedy tidak terlalu pandai berinteraksi dengan wanita dan orang tuanya selalu menyuruh seseorang untuk mendampinginya dalam acara-acara tertentu.”Luna memutar bola mata. Dia memang tidak mengenal keluarga Kennedy dengan baik, tapi mungkin mereka telah menipu Clara.“Sungguh, Lun! Aku mendengar sendiri dari Tuan Kennedy. Dan sebelum memberi tahu kamu, aku sempat mencari informasi tentang Tuan Muda Kennedy. Dia bersih. Para wanita yang pernah mendampinginya ke pesta, semua berasal dari anak perusahaannya dan mereka tidak pernah terlihat menghabiskan waktu bersama setelah acara berakhir.”“Bukankah pria yang punya banyak wanita itu adalah pria yang jahat?” tanya Carl dengan polosnya.“Begini, Carl … dalam bersosialisasi, orang
“Benar, tapi saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata dokter, informan ganda yang juga bekerja untuk Jordan dari seberang telepon.Olivia langsung kembali ke rumah, menyingkirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan racun atau apa pun benda yang pernah dia pakai untuk meracuni Jordan. Meskipun dia sudah melenyapkan sebagian besar bukti itu, tetapi dia tidak bisa tenang sebelum memastikan berulang-ulang tidak ada bukti yang tertinggal.Selama ini dia tidak terlalu waspada dan terkesan santai karena menganggap Jordan pria bodoh yang tidak peka dengan sekelilingnya. Namun, jika Jordan menjalani pemeriksaan lengkap dan dokter menemukan sisa racun dalam darahnya, orang yang pertama kali dicurigai mungkin adalah dirinya. Dengan tubuh lemas, Olivia akhirnya selesai memeriksa seluruh rumah, lalu duduk di lantai bersandar dinding. “Empat tahun … cukup lama …. Seharusnya aku tidak membiarkanmu hidup selama itu, Jordan.”***Di kantor Aura Tech, Carl langsung memeluk kaki Luna begit
Jordan Reed menyeringai saat melihat Clara dan Carl keluar terburu-buru dari kamarnya. Dia tidak mendengar ucapan Luna di telepon, namun yakin kalau Luna menolak dan meminta Clara untuk segera pergi dari tempat itu.Setiap kali membayangkan Luna menolak segala sesuatu yang berhubungan dengannya, Jordan justru semakin bersemangat sampai denyut jantungnya berdetak cepat. Kehidupan Jordan yang selalu dijalani dengan serius sampai tidak memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang, kini terasa lebih hidup dan menyenangkan.‘Rasanya seperti memancing seekor ikan yang berusaha keras menolak umpan, namun pada akhirnya dia akan menggigit umpan dengan keras jika kelaparan,” gumam Jordan.Sementara itu, Carl yang sudah berada di halaman rumah sakit, sekali lagi melihat sosok wanita yang disebut istri Jordan. Tatapan mereka sempat bertemu. Bulu kuduknya meremang saat Olivia menyunggingkan senyuman dari jauh.Olivia menatap kepergian Clara dengan sinis. Dia sempat menelepon Mark dan mengatakan t
Carl mencebik dengan kening berkerut, menatap Clara seperti sedang menyalahkannya. Memang benar dia yang membujuk Clara untuk menjenguk Jordan, tetapi dia tidak terima dianggap mengkhawatirkan pria itu.“Aku tidak khawatir! Aku cuma mau robot yang katanya mau dibelikan Paman Jordan!” Kalimat spontan itu mengingatkan alasan Carl ingin menemui Jordan. “Apa kamu pergi bersama mamaku kemarin?”“Carl,” bisik Clara. “Kenapa cara bicaramu tidak sopan seperti itu?”Clara melirik Jordan dengan waswas. Khawatir ucapan Carl akan menyinggung Jordan.Jordan malah tersenyum dan wajahnya tampak berseri-seri. Jordan mengulurkan tangan, refleks mengusap-usap rambut Carl. Tidak menutupi rasa bahagia dan bangga karena putranya mulai menumbuhkan kasih sayang padanya.Carl langsung memundurkan badan selagi menepis kasar tangan Jordan. Namun, perbuatan Carl itu tidak membuat Jordan kecewa. Jordan hanya menganggap Carl masih malu mengakui perasaannya dengan jujur.“Aku baik-baik saja, Carl. Tapi, kamu boleh
Olivia mengernyit tak suka dalam beberapa detik dan tidak disadari oleh Clara. Dia sudah mendengar nama Clara Moore dari Mark, tetapi belum pernah melihat wajahnya. Olivia pun waktu itu tidak terlalu fokus saat membicarakan Clara karena dia percaya Mark bisa mengatasinya.‘Siapa wanita asing ini? Mustahil dia hanya rekan bisnis biasa kalau Jordan sampai memberi tahu keadaannya, sampai nomor kamar ini,’ batin Olivia.Dan kini, melihat ada seorang wanita cantik datang menjenguk suaminya, di mana keluarga mereka merahasiakan tentang kondisi Jordan, firasat buruk mengusik Olivia dalam sekejap. Dia merasa terancam oleh kehadiran wanita yang mungkin dapat mengguncang posisinya.Jordan tidak mencintainya dan Olivia tahu itu. Bisa jadi, Jordan memiliki wanita simpanan tanpa sepengetahuannya.Pada kenyataannya, bukan Jordan yang memberi tahu Clara, melainkan Liam Sanders. Asisten pribadi Jordan itu pun tidak pernah mengira jika Clara tiba-tiba akan datang tanpa memberi kabar







