MasukAula pesta kediaman keluarga Reed dipenuhi para pelayan yang sedang mempersiapkan pesta ulang tahun Evelyn. Dia mengundang banyak tamu, termasuk orang-orang yang tidak begitu dekat dengannya, tetapi masih dalam lingkaran sosial yang sama di Veridian City.Olivia yang beberapa hari terakhir selalu beralasan sibuk pun ada di sana. Dia membantu persiapan pesta dengan tekun, mendapat pujian-pujian para pelayan.“Olie, sebaiknya kamu istirahat dulu. Jangan sampai kamu kelelahan dan membahayakan bayi dalam kandunganmu,” tegur Evelyn lembut.Olivia tersenyum hangat. Sikap Evelyn sudah kembali seperti semula. Mungkin karena Evelyn mulai melihat ketulusannya membantu Jordan, pikirnya.Beberapa minggu terakhir, Evelyn selalu mengirimkan makan siang ke kantor untuk Olivia. Walaupun tidak datang sendiri, tetapi Olivia yakin jika ibu mertuanya masih peduli dengan keturunan Jordan.“Tidak apa-apa, Mama. Aku hanya menata bunga saja dan tidak banyak melakukan pekerjaan kasar.”“Baiklah kalau kamu ber
Hari berlalu dengan cepat ketika Jordan dan Luna masih bekerja keras untuk meluluhkan hati Carl. Dalam prosesnya, hubungan mereka pun semakin dekat.Carl masih sering mengundang George ke rumahnya dan memanggil papa di depan Jordan. Pria itu pun semakin tidak tahu malu, mulai merayu Luna sesuai keinginan Carl.Jordan kehilangan kesabaran berkali-kali, tetapi dia masih terus mencoba bersikap tenang agar Carl tidak kecewa padanya. Hingga suatu hari, Carl mulai membahas pernikahan ibunya lagi.“Kapan Mama mau menerima Papa George? Aku ingin melihat Mama menikah,” tanya Carl dengan raut wajah polosnya. Di ruangan itu, Jordan seolah tidak dianggap. Carl duduk di antara Luna dan George, sementara Jordan mengamati dari sudut ruangan.“Menikah itu bukan hal yang sepele, Carl. Pelan-pelan saja. Mamamu pasti akan segera membuka hatinya,” sahut George lembut.Senyuman tulus George membuat Jordan begitu muak. Dia tak suka ada pria lain yang tersenyum kepada Luna dan bersikap layaknya ayah pada p
Jordan terpukul oleh kata-kata Carl. Dia sama sekali tak memprediksi bahwa putranya justru mencari pria lain untuk dijadikan ayah setelah dia mengatakan kenyataan. Dia menatap Luna dan Carl yang bergandengan dan semakin menjauh. Dunianya seakan berputar, membayangkan dua orang yang sangat dia inginkan pergi dengan pria lain.“Apa memang sudah terlambat?” gumamnya.Liam mendekat dengan wajah menyesal. “Tuan …, sepertinya Carl punya rencana rahasia dengan Tuan Muda Kennedy. Mereka tadi …”Laporan Liam pun tidak didengarkan Jordan. Kepalanya berputar keras, mencari cara untuk memperbaiki situasi.Carl kecewa padanya. Jika dia belum menikah, Carl mungkin akan menerimanya. Pada intinya, permasalahan besar yang perlu segera diselesaikan adalah statusnya sebagai suami Olivia.Sudah tak ada waktu lagi menunda-nunda. Dia benar-benar akan kehilangan keduanya jika tidak segera bertindak.“Tetaplah di sini dan awasi George,” titah Jordan. “Laporkan semua yang mereka lakukan, tanpa terkecuali.”J
Bibir hangat dan lembab itu membuat Luna seperti meleleh. Pikirannya menjadi buntu setiap kali Jordan menyentuhnya. Dia tak yakin dengan perasaannya ketika menerima perlakuan itu.Apa dia mulai membuka hati kepada Jordan? Atau hanya tidak mau Jordan marah padanya?“Apa kamu masih belum memahami perasaanmu sendiri?” Jordan menempelkan keningnya di dahi Luna. “Kalau begitu, coba rasakan baik-baik ….” Lalu menciumnya lagi.Luna tak menolak, membalas ciuman Jordan dengan ritme sama. Dalam sekejap, dia telah duduk di atas pria itu.Remasan tangan Jordan di pinggangnya membuat Luna semakin haus. Dia mengalungkan tangan di leher Jordan, meremas rambutnya dengan gemas, menuntaskan rasa dahaga aneh yang membuatnya tak bisa melepaskan pria itu.Kursi yang mereka duduki pelan-pelan bergerak turun. Dekapan Jordan semakin erat dan panas.“Akuilah … kamu juga menginginkanku.” Jordan mengatakan dengan suara berat di tengah deru napas mereka yang memburu.Luna tak menjawab, terus menatap bibir Jordan
“Nenek buyut!” seru Carl.Harper ikut berdiri mengantar Carl ke tempat neneknya, menunjukkan kewibawaan secara mendadak. Dia tak terkejut melihat kemunculan Rose, tidak seperti Luna dan Jordan yang benar-benar tidak menyangka Rose tiba-tiba datang.Carl semalam meminjam ponsel Harper, minta izin kepada Rose untuk menginap. Harper juga sedikit berbincang dengan penguasa tertinggi keluarga Blackwood itu.“Anda pasti, Nyonya Rose Blackwood.” Harper mengulurkan tangan, disambut Rose dengan anggun. “Harper Reed, kakek Carl.” Alih-alih mengatakan ayah Jordan, dia hanya menunjukkan statusnya dengan Carl.“Apa Anda sudah sarapan?”“Sudah. Aku hanya ingin menjemput Carl.” Rose menjeda. “Dan ada yang ingin aku bicarakan denganmu lebih dulu. Hanya berdua.”Harper enggan melepaskan gandengan cucunya. Hanya dia yang dipercaya Carl untuk saat ini. Terpaksa, dia menyuruh Evelyn menemani Carl sejenak.Tapi, Carl tampak ragu saat melihat Evelyn. Harper tersenyum mencibir istrinya seakan memberi tahu b
“Maaf, Nek, malam ini aku tidak bisa pulang. Semua jadi di luar kendali setelah Jordan mengatakan segalanya. Carl tidak mau keluar dari kamarnya,” ucap Luna di telepon.Rose mengizinkan Luna menginap di Reed Estate tanpa perdebatan. Setelah bicara dengan neneknya di telepon, Luna berbaring di ranjang yang beraroma citrus lembut yang seharusnya menenangkan.Dia tetap tidak bisa memejamkan mata. Pikirannya terbagi antara Carl yang mungkin akan menyalahkannya dan Jordan yang terus-menerus mengatakan dirinya adalah pria kotor.Beberapa saat lalu, dia memohon pada Harper untuk membujuk Carl agar mau pulang. Tetapi, Harper tegas mengatakan jika Carl saat ini tak mau bicara dengannya, lalu mengunci kamar itu.Setelah gagal membawa putranya pulang, Luna diantar ke kamar tamu. Entah apa yang dipikirkan Evelyn, menyiapkan ruangan di dekat kamar Jordan.Luna terjebak tak bisa keluar sekarang. Olivia baru saja datang dan dia tak mau menunjukkan diri di depan adiknya.Jika keadaan tidak sekacau in
Jordan pernah mendengar dari seseorang, bahwa pelukan dapat menenangkan orang yang sedang dilanda ketakutan atau kesedihan. Karena itu dia melakukannya untuk membuat Luna tenang, bukan dengan maksud tertentu.“Aku hanya ingin bicara denganmu,” ujar Jordan, mencoba meyakinkan Luna kembali jika dia t
Dari sela tanaman rambat itu, mata keduanya bertemu, dan sama-sama terkejut meski tidak menunjukkannya terang-terangan. Jordan lantas berjalan pelan ke arah Luna seakan dia baru saja sampai di tempat itu.Keterkejutan akan kemunculan Jordan hampir membuat Luna menjatuhkan ponselnya. Dia
Sampai di dalam rumah kaca, Luna merasa jauh lebih tenang. Tidak ada lagi kebisingan suara orang-orang. Hanya tampak hamparan tanaman dan bunga-bunga yang dirawat dan diatur secara teratur.“Saya akan menyiapkan makanan dan minuman untuk Anda, Nona. Silakan duduk menunggu atau berkelilin
Luna dan Harvey akhirnya mengikuti Liam yang membimbing mereka ke tempat lain. Harper dan Robert pun mengikuti mereka, sementara para istri masih menemani para tamu selagi menanti jadwal acara selanjutnya.Berjalan di koridor panjang Reed Estate, Luna tiba-tiba teringat pada masa lalu. Dia pernah d







