MasukLangkah mereka telah memasuki ruangan tempat keluarga Reed dan Blackwood berada. Di tengah pembicaraan, tangisan palsu Carl menarik perhatian mereka.“Nenek! Paman Liam akan berbuat jahat padaku!”Carl memeluk kaki Rose sambil membenamkan wajahnya. Dia terisak walaupun tidak menangis.Jordan berdiri menghalangi Liam dengan tatapan mematikan. “Apa yang terjadi?!”Semua orang memandang Liam. Membuat pria itu keringat dingin.“Tidak … aku hanya–”“Paman Liam mengagetkanku di depan, lalu mengancamku!”Liam ternganga tak percaya. Dia yakin, Carl yang dikenalnya tidak akan bicara omong kosong seperti itu. Apa mungkin Carl meniru taktik Olivia? Dia tidak sempat memikirkan itu. Bukan hanya Jordan, Harvey pun ikut menyerangnya. Harvey mendekat, menarik kerah baju Liam. Orang kepercayaan Jordan itu terhuyung pasrah ketika Jordan mengabaikan tatapannya yang seolah meminta bantuan.“Tuan Sanders, aku yakin pernah memperingatkanmu supaya tidak mengganggu keponakanku. Apa kamu ingin melihat apa y
Harvey tiba-tiba tertawa tanggung, terlihat meremehkan Jordan. “Apa hanya itu saja yang kamu tawarkan pada nenekku untuk mendekati Luna? Kalau benar, maka kamu sudah gagal.”“Aku sudah mengirim Tuan Mason untuk memproses bukti lainnya. Sebaiknya kamu tenang dan jangan meninggikan suaramu. Carl bisa mendengar keributan ini.”Luna mengusap kasar wajahnya. Dia merasa gagal karena sulit menemukan bukti puluhan tahun yang telah menjadi abu. Para saksi waktu itu pun sudah menua, pikun, atau sempat mengalami trauma. Mereka tidak bisa dijadikan saksi dengan alasan khusus.Hanya tinggal bukti yang Jordan miliki yang bisa mereka harapkan. Biarpun Nancy tidak menuntut mereka kembali, tetapi Luna yakin jika wanita itu sedang merencanakan sesuatu.Melihat keresahan Luna, Jordan pindah duduk ke sebelahnya. Tangannya melingkar di punggung Luna, mengusap lembut lengannya.“Jangan khawatir. Aku berjanji akan membuat Nancy membayar kejahatannya,” bisik Jordan.Dibanding mengkhawatirkan Nancy, Luna sebe
“Olie …” Luna bicara dengan nada lembut seakan masih memedulikan Olivia. “Jangan takut. Hakim tidak akan menjatuhkan hukuman kalau kamu tidak bersalah.”Ucapan Luna mirip dengan kata-kata Olivia yang dulu selalu menenangkannya. ‘Jangan sedih, Kak. Papa akan berhenti memarahimu saat dia tahu kalau kamu tidak bersalah.’Olivia menatap nanar pada Luna. Kebenciannya memuncak sampai ke ubun-ubun. ‘Semua ini salah Luna yang seharusnya mati bersama ibunya,’ batin Olivia, dipenuhi dendam.Dia tak bisa berbuat apa pun meski ingin membunuh Luna dengan kedua tangannya sendiri. Para pengawal mengelilingi mereka dengan ketat.“Aku benar-benar tidak tahu perbuatan Olivia.” Nancy akhirnya membuka mulutnya. Dia memukul-mukul dadanya sendiri sambil berurai air mata. “Olie, kenapa kamu melakukan perbuatan sekeji itu pada Jordan? Dan kenapa kamu tidak bilang punya hubungan istimewa dengan Mark?”“Luna … putriku ….” Nancy berusaha memegang tangan Luna, namun pengawal kembali me
Mark berlutut dan menunduk di depan Jordan. “Ini semua salahku. Olivia hanya menuruti perintahku.” Suaranya bergetar dan sedikit terisak.Dia benar-benar mencintai Olivia dan mengkhawatirkan buah hatinya. Olivia masih terlihat pucat dan tertekan. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada keduanya.Satu tahun sebelum Olivia menikah dengan Jordan, dia telah mencintai wanita itu pada pandangan pertama. Dengan segenap usaha, dia akhirnya mendapatkan Olivia.Hubungan mereka tidak pernah diumumkan secara resmi. Olivia tidak mau mengakui hubungan mereka sebelum Mark bisa menyaingi sepupunya–Jordan Reed.Ketika Luna dijodohkan dengan Jordan, Olivia marah bukan main. Kekasihnya belum berhasil membuktikan diri, sementara Luna justru mendapatkan Jordan, pria yang lebih pantas menyanding dirinya.Olivia tidak pernah mencintai Jordan, namun dia menginginkan posisi yang dimiliki Luna. Dia iri, Luna tidak seharusnya bersama dengan pria yang lebih hebat dari Mark.Demi ambisi Oli
Luna tidak mengatakan pada putranya jika dia pernah mengalami trauma karena perbuatan Jordan. Meskipun demikian, Jordan menutup telinga Carl agar tidak mendengar masalah orang dewasa ini.“Saat hari pernikahan mereka, Mark dan putri kebanggaanmu itu sengaja menjebak kami, sampai aku harus angkat kaki dari kediaman Carter karena tidak mau mengusik rumah tangga adikku.” Satu sudut mulut Luna terangkat singkat. “Jangan bilang kalau kamu tidak tahu, Bibi. Olivia tidak akan berani melakukan tindakan kriminal kalau tidak ada yang membantunya.”Sorot matanya beralih pada Mark. “Dan kekasih sejatinya itu …” Dia tersenyum menghina. “Mustahil punya kekuasaan yang cukup besar untuk membantunya.”Luna sesungguhnya tidak tahu apakah Nancy ikut membantu Olivia saat menjebaknya dulu, ataupun ketika Olivia meracuni Jordan. Dia hanya ingin menyudutkan Nancy agar semua orang tidak termakan kebohongannya lagi. Ibu dan anak punya watak yang sama.“Kamu … beraninya menuduhku!”Tangan Nancy melayang ke ara
“Jangan sembarangan menuduh orang! Kalian hanya ingin menutupi perselingkuhan Jordan dengan mengkambinghitamkan Olivia!” Dari reaksi Robert, pihak Luna dan Jordan pun menyadari jika pria itu benar-benar tidak tahu apa yang dilakukan Olivia. Dada Luna bergemuruh dan terasa panas. Selama puluhan tahun, ayahnya benar-benar buta karena cintanya pada Nancy, sampai-sampai mengorbankan istri dan anaknya sendiri. Ketika kejahatan dua wanita yang disayangi Robert itu terbongkar di depan umum, dia masih tak mau memercayainya. “Baiklah. Kamu sendiri yang minta buktinya.” Harper memberi isyarat kepada Liam. Tiba-tiba, layar di belakang mereka menyala, menunjukkan balkon kamar Jordan dan Olivia. Terdengar percakapan mesra antara Olivia dan Mark, serta rencana jahat mereka.Semua orang yang berpihak pada Olivia berbalik haluan, mencibirnya habis-habisan. Namun, masih ada yang mempertanyakan keaslian video itu. Mereka sontak menatap Mark yang tampak pucat pasi.“Itu tidak benar …” Mark ingin mel
Jordan tertegun sejenak. Luna Blackwood selalu memberinya kejutan yang tak disangka-sangka.Wanita yang dulu pendiam dan selalu menghindari keramaian itu, tiba-tiba muncul kembali dengan penampilan penuh percaya diri, seperti kucing liar yang sulit dikendalikan. Begitu Jordan memberi sesuatu yang d
Jordan merasa ada yang tidak beres dari situasi saat ini. Suasananya terlalu tenang sampai dia mau tidak mau harus curiga.Beberapa menit lalu, Luna datang membesuk sebelum jadwal kunjungan dibuka. Dokter James mengantar Luna ke kamar Jordan secara pribadi, dan hal tersebut membuat dokter lain dan
“Nenek!” seru Harvey. Meski Luna belum mengatakan secara langsung pada Rose jika Jordan adalah pria yang menghamili Luna, tetapi Harvey yakin bahwa Rose telah mengetahuinya. Rose diam hanya untuk menghormati Luna yang enggan mengungkit masa lalu itu.Menyuruh Luna untuk merebut Jordan dari Olivia
“Kenapa kamu pulang di jam kerja, Lun?” tanya Rose begitu melihat kedatangan Luna.“Harvey menyuruhku menemani Nenek. Kami tidak tahu kalau Nenek akan datang,” cicit Luna.Rose akan mengatakan sesuatu, tetapi Carl justru melompat-lompat kegirangan di antara Rose dan Luna. “Mama pasti libur hari ini







