Share

Panglima Perang
Panglima Perang
Author: Dasih Teras

Prolog

Author: Dasih Teras
last update publish date: 2022-01-29 18:39:12

  Di ruang ICU, rumah sakit umum.

  Adrian berdiri di balik pintu sembari memegangi slip biaya tagihan rumah sakit, dia kelihatan sedih dengan air mata yang menetes dari sudut kedua matanya.

 "Oprasi pengangkatan tumor Ayahmu ini sudah tidak bisa di tunda lagi, jika kamu tidak secepatnya membayar biaya sebesar 300 juta untuk niaya oprasi Ayahmu, maka keadaannya akan semakin memburuk dan mungkin bisa mengancam nyawanya!" Ucap seorang perawat sembari berjalan meninggalkan Adrian.

 Perkataan perawat itu langsung masuk ke dalam telingamya sampai membuat tangan dan kaki Adrian bergetar tidak sanggup untuk berdiri dengan tegak.

 Empat ratus juta, jika saja itu terjadi di masa lalu, mungkin Adrian bisa mengatasinya dengan sangat mudah.

Akan tetapi, sekarang nominal itu adalah jumlah yang begitu besar bagi dirinya saat ini!.

  Dua minggu yang lalu, PT permata, yang sudah lama menjalin kerja sama dengan Ayahnya, tiba-tiba melanggar kontrak perjanjian yang sudah di sepakati.

 Dua miliar dari pinjaman bank juga telah habis dalam waktu singkat. Ayah Adrian merasa sangat kesal sekaligus marah, dan karna hal itu ia menjadi sering sakit-sakitan, sampai pada akhirnya ia mengalami masa kritis dan harus dirawat di rumah sakit.

  Sekarang semua aset perusahaan juga telah di bekukan oleh pihak bank, bahkan ia sampai tidak memiliki uang sepersepun di buatnya!

  "Ayah, kamu harus kuat! beberapa tahun ini kita berdua selalu hidup bersama dan berusaha bertahan dengan kondisi seperti ini. Aku berjanji padamu, AYAH!, aku tidak akan membiarkan dirimu kenapa-napa!"

  Adrian menghapus air mata yang terus menetes dari kedua matanya, ia pun memutuskan untuk pergi dan mencari pinjaman uang, mau bagaimanapun caranya ia harus tetap mengumpulkan uang untuk bisa membayar seluruh biaya oprasi Ayahnya.

  Pertama-tama, Adrian pergi kerumah keluarganya yang ada di kota Bandung dan berniat meminjam uang dari kakeknya.

  Akan tetapi, ia di halangi di depan pintu masuk oleh kakak dari Ayahnya atau Pamannya sendiri.

  "Adrian, apa kamu ingin menemui Kakek?"

  "Iya, Paman, aku mau menemui Kakek!" dengan cepat Adrian menganggukan kepalanya

  "Heh!, percuma saja itu tidak akan ada gunanya!, semua properti keluarga ini adalah atas namaku sekarang, dan aku tidak akan pernah mau meminjamkan uangku kepadamu sepeserpun!" ucap Pamannya Satria dengan sangat kejam kepadanya.

 Ketika mendengar perkataannya itu, Adrian merasa marah sampai membuat tubuhnya bergetar dengan tatapan tajam melotot kearah Pamannya itu.

  Keluarga besar Adrian ini merupakan salah satu keluarga terkaya di kota Bandung ini, dengan aset keluarga lebih dari 10 miliar, pada saat itu, Ayahnya menyerahkan semua harta keluarganya kepada Pamannya Satria dan pergi ke kota Jakarta untuk memulai bisnisnya sendiri di sana.

 Namun sekarang, Ayahnya sedang sakit parah dan sadisnya sekarang Pamannya menolak untuk meminjamkan sedikit uangnnya untuk menyelamatkan Adik kandungnya sendiri!

 "Paman, apa kamu lupa, dengan kejadian beberapa tahu lalu? dimana kamu pergi ke Singapura untuk berjudi namun akhirnya kamu kalah dan kehilangan uang ratusan juta, siapa yang membantumu meminjamkan uang untuk membantu perekonomian perusahaanmu, hah? Ayahku paman, Ayahku!"

  "Pada waktu itu kondisi perekonomian perusahaan Ayah juga tidak terlalu baik, namun dia masih mau meminjamkanmu uang dan selama beberapa tahun ini, kamu tidak pernah sama sekali berniat untuk membayarkan uang itu kepada Ayah, kau pikir aku tidak tahu akan hal itu?!"

 "Aku juga tidak perduli jika kau tahu! Namun apakah kau pikir itu bisa di sebut sebuah pinjaman?"

 "Dia sebagai adik laki-lakiku, membayar hutangku, bukankah itu suatu hal yang memang sudah sepantasnya untuk dilakukan!" Satria masih bersikap tidak peduli dengan ekspresi tidak tahu malu.

 "Paman, Ayah memang pantas membantumu untuk membayarkan hutang-hutangmu karna memang dia adalah adikmu! tapi, bukankah juga hal wajar jika kamu membantu membayar biaya oprasi Ayahku sebagai seorang kakaknya!?" Adrian juga tidak mau kalah dari Pamannya.

 "Itu tidaklah sama dan merupakan dua kasus yang sangat berbeda! pada waktu itu Ayahmu adalah seorang bos besar, dia juga memiliki banyak uang namun sekarang, dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi, dan jika aku meminjamkan uangku kepadanya, apakah dia akan mampu untuk membayanya kembali?"

  Adrian tertegun mendengar ucapan Pamannya itu, ia sama sekali tidak habis pikir dengan Pamannya yang dengan santainya mengucapkan itu kepadanya.

 "Paman, bisakah kamu menganggap jika aku saja yang meminjam uang kepadamu dan bukan Ayahku!, aku akan bekerja keras dan berjanji akan membayar semuanya kepadamu!" saat mengingat kembali dengan Ayahnya yang terbaring lemah di rumah sakit, Adrian yang awalnya juga sangat keras seperti Pamannya dan tidak mau kalah, kini ia sedikit melunak.

  "Kamu yang akan meminjam uang padaku, dan akan membayarnya sendiri? hahaha, asal kau tahu saja, jika tidak ada Ayahmu yang selalu mendampingimu, kamu itu hanyalah sampah yang tidak ada gunanya! kamu mau membayar dengan apa jika aku meminjamkanmu uangt?" ucap Pamannya dengan nada merendahkan.

  Apa yang diucapkan Pamannya itu memang tidak sepenuhnya salah, Adrian juga memang menyadari akan hal itu, dari dulu sampai sekarang Adrian selalu hidup enak tanpa beban, semua yang ia inginkan pasti langsung dituruti oleh ayahnya yang selalu memanjakan dirinya.

  Dimata Satria, Adrian, yang jauh dari perlindungan Ayahnya itu tidak ada bedanya dengan seekor anjing liar di jalanan, dia sama sekali tidak mungkin bisa menghasilkan uang sendiri tanpa bantuan Ayahnya.

  "Sudahlah aku tidak mau berbicara dengan orang seperti dirmu lagi, aku mau bertemu dengan Kakek!"

  Wajah Adrian memerah, dan sudah tidak tahan dengan perkataan Pamannya yang terkesan menghina dirinya dan Ayahnya, ia pun berlari mencoba untuk menerobos masuk, akan tetapi dia langsung di seret keluar lagi oleh beberapa pelayan.

  Kemudian para pelayan itu segere melemparkan Adrian ke jalanan yang becek karna hujan dengan sangat kejamnya.

  Adrian kembali bangkit dengan mata memerah karna rasa sedih bercampu marah yang di tujukan kepada Satria pamannya itu "Paman, bukankah Ayahku itu adalah adik kandungmu sendiri? mengapa kau sampai sebegitu teganya tidak mau membantunya, dan malah memperlakukan aku seperti ini, yang merupakan keponakanmu sendiri!" Adrian tidak bisa menahan untuk berteriak kearah Satria.

  "Adik kandungku? mulai hari ini dan mulai detik ini juga, aku sudah memutuskan tali persaudaraan dengan Ayahmu yang penyakitan itu! dan kau! kau juga sudah bukan keponakanku lagi, sebagai kepala keluarga yang baru, aku memutuskan mengusir kau dan Ayahmu dari keluarga ini" ucap Satria dengan tatapan yang terus merendahkan Adrian

  "Kau memang manusia brengsek yang tidak punya hati!" teriak Adrian, ia segera berlari kearah Satria dan bersiap untuk memukul guna melampiaskan emosinya saat ini, namun lagi dan lagi kesialan selalu menimpa dirinya, Adrian menabrak pintu yang sudah di tutup oleh Satria dengan sangat rapat saat Adrian hampir mendekat kearahnya.

  "Sialan" geram Adrian sembari memegangi kepalanya yang berdenyut setelah menabrak pintu, Adrian kemudian memukul pintu itu dengan sangat keras

BRUKK,,,

BRUKK,,,

  Tanpa ia sadari darah mulai menetes dari tangannya setelah ia beberapa kali memukuli pintu itu dengan sangat keras, kemudian Adrian duduk di depan pintu itu dengan perasaan tidak berdaya, air matanya juga terus menetes dari kedua sudut matanya.

  Dia benar-benar tidak menyangka Pamannya bisa bersikap sangat kejam kepada dirinya. Namun saat ini, ia juga tidak bisa melakukan apapun, Adrian hanya bisa menghapus air matanya dan kemudian pergi ke tempat lain untuk kembali ke tujuan awalnya, yaitu mengumpulkan uang dengan cepat untuk biaya oprasi Ayahnya.

  Adrian pergi ke rumah saudaranya yang lain untuk meminjam uang, namun mereka semua juga menolaknya, bahkan beberapa tidak mau menemuinya sama sekali.

  Padahal biasanya semua saudaranya itu, selalu mengambil keuntungan yang di berikan oleh Ayahnya, namun saat ada masalah seperti ini mereka langsung menjadi asing yang tidak mengenal kita.

Adrian sudah sangat putus asa, ia hanya memiliki satu pilihan. iapun dengan segera pergi untuk mengambul pilihan itu, yakni, bertemu dengan teman baik Ayahnya, Om Irfan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Panglima Perang   Meminta bantuan

    Wajah orang-orang disana nampak sangat khawatir, tetapi mereka juga tidak berani berkata apapun, karna mereka takut akan mengganggu konsentrasi Anita yang sedang menangani Nenek. Setelah itu Anita mengeluarkan jarum perak lainnya, lalu menusukannya ke bagian kepala Nenek.Ini adalah metode pengobatan akupuntur, pengobatan jenis ini tidak bisa di lakukan sembarang orang, karna jika salah menusukan jarumnya nyawa pasiennya yang akan menjadi taruhannya. Namun saat ini semua orang nampak tidak meragukan kemampuan Anita untuk melakukan akupuntur kepada Nenek.Saat Anita sudah menusukan jarum itu ke kepala Nenek, tiba-tiba Nenek mulai bereaksi, tubuhnya mendadak hangat, bibirnya serta wajahnya juga mulai memerah secara perlahan.Anita menghela nafas lega, "Nenek akan baik-baik saja, dan kemungkinan ia juga akan segera siuman" ucap Anita."Terima kasih dokter Anita atas bantuanmu!""Kamu benar-benar luar biasa Anita""Astaga, kamu memang sangat hebat Anita, kami semua mengucapkan terima kasi

  • Panglima Perang   Perasaan bersalah

    "A ,,, Adrian?" Angel menatap sosok pria yang berdiri di depannya, walaupun sebelumnya dia merasa cukup di buat kebingungan, namun ia segera menyadari keberadaan suaminya yang ingin melindunginya."Adrian bagaimana kamu bisa ada disini?" ucap Angel dengan menggigit bibirnya karna merasa cemas awalnya."Jika aku tidak ada disini, maka kamu pasti sudah di pukuli oleh mereka!" jawab Adrian.Kemudian Adrian melepaskan tangan Antoni dari genggamannya, lalu segera menendangnya untuk menjauh, Antoni terjatuh di lantai sampai kembali berteriak kesakitan."Antoni!" Teriak Neneknya. Matanya langsung memerah saat melihat cucunya di perlakukan seperti itu oleh Adrian, yang lebih parahnya lagi itu di lakukan di depan matanya sendiri. Tadinya Nenek berniat bangkit dan menghampiri Adrian, namun baru saja ia berdiri dari kursinya, ia merasa kepalanya sangat pusing seperti ingin meledak, kemudian akhirnya ia kembali duduk.Dengan badan yang masih bergetar karna marah Nenek menunjuk kearah Angel dan Ad

  • Panglima Perang   Keluarga yang tidak tahu malu

    Antoni menjawab dengan ketakutan "Tadi aku sempat bertanya ke salah satu karyawan mereka, dan dia mengatakan, jika PT Lion King sudah menemukan rekan kerja sama yang lebih baik dari kita, jadi mereka sudah tidak lagi membutuhkan kita!"Nenek mengerutkan dahinya cukup dalam sebelum menghela nafas dan kemudian berkata, "Satu-satunya cara saat ini yang dapat kita lakukan, agar kerugian kita tidak terlalu besar adalah dengan cara kamu pergi kembali ke sana dan ambil kembali kontraknya, dan jangan lupa, kita juga harus meminta ganti rugi ke perusahaan Lion King atas pembatalan kontrak kerja sama secara sepihak ini!" ucapnya menyuruh Antoni.Namun, bukannya langsung menuruti perintah neneknya, Antoni malah menundukan kepalanya seperti sedih akan suatu hal, sampai-sampai air matanya juga ikut turun dari kedua sudut matanya, "Nek, kita sudah tidak bisa lagi menuntut mereka untuk ganti rugi, karna mereka sudah memberiku kontrak tambahan, dan aku sama sekali tidak melihat isinya terlebih dahulu

  • Panglima Perang   Kontrak dibatalkan!

    "Temanmu? apa benar, kamu punya teman sehebat ini, yang mampu menyewa tempat dengan harga mahal seperti ini?" tanya Angel masih tidak percaya.Setahunya. Adrian hanya memiliki teman yang kebanyakan anggota tentara saja, jadi menurutnya, bagaimana mungkin, para tentara itu memiliki uang untuk menyewa tempat semahal ini."Dia itu teman ayahku dulu saat ayah masih hidup" jawab Adrian dengan santai.Wajah Angel langsung berubah seketika, dirinya hampir saja melupakan jika keluarga Adrian dulunya sangat kaya raya, namun suatu hari entah mengapa keluarganya mendadak bangkrut.Dan setelah Adrian mengatakan itu, Angel akhirnya bisa lega, karna akhirnya dia mengetahui darimana suaminya mendapatkan uang untuk menyewa tempat ini. Setelahnya Angel mengajak Adrian untuk kembali keluar menemui teman dan asistennya."Loh, novi, kemana perginya si Resti? bukannya tadi sama kamu menunggu disini?" tanya Angel setelah keluar dari ruang rapat bersama Adrian.Di luar ruangan itu hanya ada Novi saja sendir

  • Panglima Perang   Minta maaf sekarang!

    "Bu Resti jangan begitu, suami bu Angel ini kayaknya memang sedikit bermasalah otaknya, jadi sudahlah dengarkan saja, jangan dianggap serius perkataannya" Novi tidak menahan untuk menanggapi ucapan Resti.Adrian yang mendengar jika dirinya sedang di bicarakan, segera menutup telponnya dan berjalan menghampiri Angel "Aku sudah membantumu untuk menyewa kantor di bagian depan, ayo kita lihat ketempatnya""Cukup Adrian! apa kamu senang ya dengan mempermalukan dirimu dengan bualan mu itu!" tubuh Angel bergetar, ia sudah benar-benar tidak dapat menahan amarah di dalam dirinya, dia juga sangat menyesal karna telah mengajak suaminya itu untuk pergi bersamanya. Karna Angel merasa malu dengan kelakuan Adrian saat ini di depan temannya."Kamu itu benar-benar enggak waras apa ya?, kamu tahu nggak sih, harga sewa di bagian depan itu berapa untuk setahunnya? puluhan miliar Pak! melihat jumlah segitu saja aku tidak yakin kamu pernah melihatnya, pakaianmu saja kamu pasti di belikan oleh istrimu kan?,

  • Panglima Perang   Kekuatan panggilan telepon

    "Oh, baik pak,,, oke, saya mengerti,,, siap pak!" Manager doni menjawab dengan anggukan kepala saat berbicara dengan seseorang yang menelponnya tersebut.Setelah selesai menerima telvon, manager Doni berbalik dan menghadap kearah Angel dengan senyuman ramah di wajahnya."Baik, Ibu Angel. Saya merasa puas dengan proposal anda setelah melihatnya. Dan perusahaan kami sangat menanti untuk segera bekerja sama dengan perusahaanmu"."Hmmm, jadi Bapak menyetujuinya?" Angel sedikit tercengang dengan perkataan manager Doni barusan.Angel benar-benar di buat bingung, padahal sebelumnya ia sudah jelas merasa, jika manager Doni tidak menyukai dan akan menolak proposal yang ia ajukan. Namun setelah ia menerima panggilan sebelumnya, mengapa dirinya bisa tiba-tiba berubah pikiran seperti itu? sikapnya benar-benar sudah berubah.Kemudian, dengan bimbingan Manager Doni, Angel menandatangani kontrak kerjasamanya. Dan tidak lama setelah itu sejumlah uang dengan nominal 20 M langsung masuk kedalam rekening

  • Panglima Perang   Tempat parkir Direktur

    "Tidak, aku tidak akan mau naik mobil bersama dengan dia lagi! lebih baik aku naik taxsi saja untuk pulang!" ucap Ratna menggelengkan kepalanya, kemudian ia berjalan ke pinggiran jalan. Angel melongo dengan kelakuan Ibunya itu, namun dia tidak mengatakan apapun, dia hanya meli

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Panglima Perang   Permintaan maaf

    Saat baru saja tiba di depan pintu masuk, mereka segera berhenti berjalan karna di hadang oleh penjaga keamanan, kemudian ketua keamanan maju selangkah dan menatap Adrian "Malam ini sedang ada acara pertemuan dewan direksi di dalam sana, dan orang-orang yang di perbolehkan masuk hanya merek

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Panglima Perang   Rencana membuka perusahaan baru

    Menurut Angel, suaminya itu selalu berbicara omong kosong saja, dan juga ia selalu memberikannya ide-ide gila, tapi dia sendiri tidak mau mentantu apapun, bahkan untuk mencari pekerjaan saja tidak bisa dilakukan olehnya, jadi akan percuma jika Angel mengharapkan bantuan dari suaminya itu.

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Panglima Perang   Mencoba melawan

    "Angel, kamu tidak berlu memikirkan hal-hal yang tidak penting!, Nenek melakukan ini semua demi kamu,,," "Tidak Nek!,,, aku tidak mau menerima tawaran darimu!. PT Flamingo itu didirikan sendiri oleh Ayahku! dan aku tidak akan pernah mau menyerahkannya kepada siapapun!" ucap An

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status