Home / All / Panglima Perang / Kesedihan

Share

Kesedihan

Author: Dasih Teras
last update Last Updated: 2022-01-29 22:29:12

  Ada tahun dimana perusahaan Om Irfan sedang mengalami krisis ekonomi, dan Ayahnya lah yang selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk membantunya, selain itu, Ayahnya juga telah membuat kontrak pernikahan dengan Om Irfan, dan berarti saat ini Om Irfan adalah calon mertuanya.

 Dan secara kebetulan di waktu yang sama, dia dan putri bungsu Om Irfan Celine juga telah menjalin suatu hubungan asmara, Adrian percaya dengan hubungan antara keluarganya dan keluarga Om Irfan tersebut ia pasti akan membantu masalahnya ini.

 Namun sebelum ia pergi kerumah Om Irfan, ia menelponnya dulu untuk memastikan keberadaanya ada di rumah atau tidak? dan setelah selesai menelpon akhirnya Adrian mengetahui bahwa Om Irfan sedang tidak ada dirmuah, ia sedang menjalankan suatu bisnis, tapi Om Irfan juga memberitahu kepadanya untuk pergi kerumahnya, dan menemui Celine.

  Ketika ia datang kerumah Om Irfan, ternyata Celine sedang mengadakan pesta dirumahnya. Musik metal terdengar di setiap penjuru rumahnya, dan juga ada rombongan orang kaya yang mengenakan baju renang sedang berjoget ria di sekitar kolam.

  Ada beberapa dari mereka yang Adrian sendiri juga mengenalnya, mereka juga termasuk kedalam keluarga kaya raya yang terkenal di kota. Adrian ingin langsung bergegas mencari keberadaan Celine, namun pada saat ini beberapa orang kaya yang memiliki badan kekar dan tinggi layaknya seorang bodyguard, langsung menahannya dengan tangan mereka.

  Dan di belakang orang-orang itu ada seorang pria muda dengan pakaian paling mencolok diantara yang lainnya. Orang itu menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang sedang di pegangi oleh beberapa lelaki berbada kekar tersebut.

  Ketika ia melihat ternyata orang itu adalah Adrian, ia langsung melotot dengan jijik sembari mengangkat sedikit sudut bibir atasnya "Kakak, kenapa kamu bisa ada disini?" Ternyata orang itu adalah saudara Adrian, atau anak dari pamannya, Joni.

  Joni sebenarnya sudah menyukai Celine sejak ia masih kecil, walaupun ia juga tahu jika Celine sudah menjalin hubungan dengan Adrian, namun Joni juga tetap tidak mau menyerah untuk merebutnya.

  Karna itulah mengapa hubungan antara Adrian dengannya sangat tidak baik, dan sering terjadi pertengkaran kecil antara mereka berdua dari saat mereka kecil, bahkan di beberapa pertemuan keluarga, mereka sering menyindir atau menjelek-jelekan satu sama lain.

  Di sisi lain ternyata Celine sedang duduk di tepi kolam renang, dia mengenakan baju renang berwarna biru cerah, memperlihatkan sosok badannya yang bagus kepada semua orang.

  Leher yang putih, perut yang langsing, dan kaki ramping yang menjulur ke dalam air, di lihat dari kejauhan layaknya seorang tuan putri dari kerajaan besar.

  Celine melirik kearah Adrian setelah ia membuat sedikit keributan di pestanya, kemudian ia dengan cepat menoleh membuang muka, tatapan matanya nampak begitu dingin, bahkan sedikit jijik dan merendahkannya, tatapannya seolah sedang melihat anjing liar di jalanan kota.

  Di lain sisi, Putri, teman baik Celine berjalan kearah Adrian sambil membungkus tubuhnya menggunakan handuk, "Ehh, bukankah dirimu tuan muda kedua, mengapa dirimu bisa berada disini?" Tanya Putri dengan sengaja memancing perhatian.

  Adrian menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya kembali, "Aku datang kesini karna,,,"

 "Bukannya Celine tidak mengundangmu ya? lantas mengapa kau kemari? sebaiknya kau pergi saja dari sini, aku kasian terhadapmu" ucapnya berkata dengan dingin.

  Dia sangat kesal dengan Adrian, karna Adrian selalu membicarakan hal buruk mengenai kehidupannya tentangnya kepada Celine, ia juga selalu myuruh Celine untuk tidak berteman dengannya dan menjauhinya, karna hal itulah ia selalu menyimpan dendam kepada Adrian.

  "Aku datang kesini karna ingin bertemu dengan Celine,,,!" ucap Adrian mengerutkan keningnya

  "Hah! apa kau serius mengatakan alasanmu kmeari untuk bertemu dengan Celine? memangnya apa yang kau punya? ku dengar bisnis Ayahmu sudah bangkrut dan telah kehilangan uang hingga miliaran, dan seluruh aset keluargamu juga sudah di bekukan oleh bank!" ucap Putri dengan dingin

  "Apa kamu berfikir dirimu adalah tuan muda yang kaya raya seperti dulu?, sekarang kamu sudah menjadi miskin dan juga sudah tidak memenuhi syarat untuk berkumpul bersama dengan kita lagi" lanjutnya

  "Kamu,,!"

 BRUSHHH

  Panji yang ingin membalas perkataan Putri, tiba-tiba ia di dorong secara diam-diam, sampai membuat Adrian terjatuh ke kolam renang hingga seluruh tubuhnya basah kuyup.

  Disaat semua orang menatap kearah Adrian yang tercebur ke kolam renang, Joni tiba-tiba tertawa dengan lantangnya. "Hahaha, kau benar-benar sangat menyedihkan, Adrian!, bahkan jika di bandingkan dengan seekor anjing pun akan lebih baik ketimbang dirimu ini!".

 Semua orang yang dulunya menjadi teman Adrian juga sudah sadar dengan perubahan keluarga Adrian, menurut orang kaya seperti mereka, orang miskin itu tidak ada bedanya dengan seekor anjing liar.

  Melihat penampilan Adrian yang basah kuyup dan sangat memalukan seperti itu membuat semua orang kaya tertawa dengan kerasnya, apalagi Joni walaupun ia adalah sepupunya Adrian, tapi ia juga yang sepertinya sangat menikmati melihat keadaan Adrian saat ini yang sangat menyedihkan.

  "Uhuk, uhukk! Adrian mencoba berenang ketepi kolam dan segera merangkak naik keatas, akan tetapi, dia di tendang di bagian wajahnya dengan cukup keras sehingga ia kembali tercebur ke dalam kolam.

  Putri menatap kearahnya dengan sangat merendahkan "EUU, benar-benar menjijikan, jika di dalam kolam renang ada sampah seperti itu, lalu bagaimana kita bisa berenang lagi?".

  Setelah selesai Putri berbicara, dia kemudian dengan sengaja menutup mulut dan hidungnya menggunakan tangannya seolah-olah benar jika Adrian sangat bau layaknya sampah.

  Adrian sudah meminum beberapa teguk air kolam itu hingga akhirnya ia berhasil merangkak naik keluar dari dalam kolam renang, setelah itu ia langsung menatap tajam kearah Putri "Aku datang kesini untuk bertemu dengan Celine! dan tidak ada sedikitpun hubungannya denganmu, kamu jangan keterlaluan yaa!" Adrian menggertakan giginya lalu mengangkat suaranya dengan lantang.

  Setelah itu ia menatap kearah Celine yang sedari tadi diam di pinggiran kolam, tanpa sedikitpun melirik Adrian seolah-olah lelaki itu tidak ada disana.

  "Kamu itu pacarku! namun saat melihat diriku di permalukan oleh semua orang, kamu sama sekali tidak mem Adrian ingin langsung bergegas mencari keberadaan Celine, namun pada saat ini beberapa orang kaya yang memiliki badan kekar dan tinggi layaknya seorang bodyguard, langsung menahannya dengan tangan mereka.

  Dan di belakang orang-orang itu ada seorang pria muda dengan pakaian paling mencolok diantara yang lainnya. Orang itu menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang sedang di pegangi oleh beberapa lelaki berbada kekar tersebut.

  Ketika ia melihat ternyata orang itu adalah Adrian, ia langsung melotot dengan jijik sembari mengangkat sedikit sudut bibir atasnya "Kakak, kenapa kamu bisa ada disini?" Ternyata orang itu adalah saudara Adrian, atau anak dari pamannya, Joni.

  Joni sebenarnya sudah menyukai Celine sejak ia masih kecil, walaupun ia juga tahu jika Celine sudah menjalin hubungan dengan Adrian, namun Joni juga tetap tidak mau menyerah untuk merebutnya.

  Karna itulah mengapa hubungan antara Adrian dengannya sangat tidak baik, dan sering terjadi pertengkaran kecil antara mereka berdua dari saat mereka kecil, bahkan di beberapa pertemuan keluarga, mereka sering menyindir atau menjelek-jelekan satu sama lain.

  Di sisi lain ternyata Celine sedang duduk di tepi kolam renang, dia mengenakan baju renang berwarna biru cerah, memperlihatkan sosok badannya yang bagus kepada semua orang.

  Leher yang putih, perut yang langsing, dan kaki ramping yang menjulur ke dalam air, di lihat dari kejauhan layaknya seorang tuan putri dari kerajaan besar.

  Celine melirik kearah Adrian setelah ia membuat sedikit keributan di pestanya, kemudian ia dengan cepat menoleh membuang muka, tatapan matanya nampak begitu dingin, bahkan sedikit jijik dan merendahkannya, tatapannya seolah sedang melihat anjing liar di jalanan kota.

  Di lain sisi, Putri, teman baik Celine berjalan kearah Adrian sambil membungkus tubuhnya menggunakan handuk, "Ehh, bukankah dirimu tuan muda kedua, mengapa dirimu bisa berada disini?" Tanya Putri dengan sengaja memancing perhatian.

  Adrian menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya kembali, "Aku datang kesini karna,,,"

 "Bukannya Celine tidak mengundangmu ya? lantas mengapa kau kemari? sebaiknya kau pergi saja dari sini, aku kasian terhadapmu" ucapnya berkata dengan dingin.

  Dia sangat kesal dengan Adrian, karna Adrian selalu membicarakan hal buruk mengenai kehidupannya tentangnya kepada Celine, ia juga selalu myuruh Celine untuk tidak berteman dengannya dan menjauhinya, karna hal itulah ia selalu menyimpan dendam kepada Adrian.

  "Aku datang kesini karna ingin bertemu dengan Celine,,,!" ucap Adrian mengerutkan keningnya

  "Hah! apa kau serius mengatakan alasanmu kmeari untuk bertemu dengan Celine? memangnya apa yang kau punya? ku dengar bisnis Ayahmu sudah bangkrut dan telah kehilangan uang hingga miliaran, dan seluruh aset keluargamu juga sudah di bekukan oleh bank!" ucap Putri dengan dingin

  "Apa kamu berfikir dirimu adalah tuan muda yang kaya raya seperti dulu?, sekarang kamu sudah menjadi miskin dan juga sudah tidak memenuhi syarat untuk berkumpul bersama dengan kita lagi" lanjutnya

  "Kamu,,!"

 BRUSHHH

  Panji yang ingin membalas perkataan Putri, tiba-tiba ia di dorong secara diam-diam, sampai membuat Adrian terjatuh ke kolam renang hingga seluruh tubuhnya basah kuyup.

  Disaat semua orang menatap kearah Adrian yang tercebur ke kolam renang, Joni tiba-tiba tertawa dengan lantangnya. "Hahaha, kau benar-benar sangat menyedihkan, Adrian!, bahkan jika di bandingkan dengan seekor anjing pun akan lebih baik ketimbang dirimu ini!".

 Semua orang yang dulunya menjadi teman Adrian juga sudah sadar dengan perubahan keluarga Adrian, menurut orang kaya seperti mereka, orang miskin itu tidak ada bedanya dengan seekor anjing liar.

  Melihat penampilan Adrian yang basah kuyup dan sangat memalukan seperti itu membuat semua orang kaya tertawa dengan kerasnya, apalagi Joni walaupun ia adalah sepupunya Adrian, tapi ia juga yang sepertinya sangat menikmati melihat keadaan Adrian saat ini yang sangat menyedihkan.

  "Uhuk, uhukk! Adrian mencoba berenang ketepi kolam dan segera merangkak naik keatas, akan tetapi, dia di tendang di bagian wajahnya dengan cukup keras sehingga ia kembali tercebur ke dalam kolam.

  Putri menatap kearahnya dengan sangat merendahkan "EUU, benar-benar menjijikan, jika di dalam kolam renang ada sampah seperti itu, lalu bagaimana kita bisa berenang lagi?".

  Setelah selesai Putri berbicara, dia kemudian dengan sengaja menutup mulut dan hidungnya menggunakan tangannya seolah-olah benar jika Adrian sangat bau layaknya sampah.

  Adrian sudah meminum beberapa teguk air kolam itu hingga akhirnya ia berhasil merangkak naik keluar dari dalam kolam renang, setelah itu ia langsung menatap tajam kearah Putri "Aku datang kesini untuk bertemu dengan Celine! dan tidak ada sedikitpun hubungannya denganmu, kamu jangan keterlaluan yaa!" Adrian menggertakan giginya lalu mengangkat suaranya dengan lantang.

  Setelah itu ia menatap kearah Celine yang sedari tadi diam di pinggiran kolam, tanpa sedikitpun melirik Adrian seolah-olah lelaki itu tidak ada disana.

  "Kamu itu pacarku! namun saat melihat diriku di permalukan oleh semua orang, kamu sama sekali tidak memperdulikan aku!"

  Tetapi, Celine masih saja diam di tempatnya, ia terus perdulikan aku!"

  Tetapi, Celine masih saja diam di tempatnya, ia terus-terusan memandangi air kolam yang tenang, tanpa menggubris sedikitpun ucapan Adrian, seperti memang tidak menganggap kehadirannya.

  Angin bertiup dengan sangat kencang, Adrian merasakan tubuhnya kedininan seperti masuk ke dalam frezer

  "Hei, Celine! apa kau tidak mendengarkan jika aku sedang berbicara denganmu!?" ucap Adrian dengan suara sedikit lemas

  Namun lagi dan lagi Celine sama sekali tidak menanggapinya, bahkan melirik kearahnya pun tidak ia lakukan.

  "Hehe Adrian, apa kau sudah sadar sekarang?, bukankah sudah kubilang padamu, jika dirmu yang sekarang bukanlah apa-apa, kamu hanyalah sampah, apakah kau berfikir Celine mau berbicara dengan sampah sepertimu?

  Melihat adegan yang sungguh menyedihkan bagi nasib Adrian, Joni malah tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa dengan keras dan mengejeknya, ia benar-benar senang dengan hal itu

  Joni melambaikan tangannya memberikan kode, dan seorang laki-laki langsung datang mendekatinya dengan membawa sebuah kotak hadiah "Celine, hari ini kamu sedang ulang tahun dan ini adalah hadiah ulang tahun dariku untukmu, Tas LV edisi terbaru!"

  Kulit buaya yang dibuat manual menggunakan tangan, orang kaya yang memang hobi mengoleksi tas mewah dan branded pastinya akan langsung tahu, jika tas itu bernilai sampai ratusan juta.

  "Terima kasih!"

  Adrian yang dari tadi berbicara banyak kata kepada Celine, namun tidak di balas sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, sedangkan Joni yang memberikannya tas,

Celine dengan cepat langsung mengucapkan "Terima kasih"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Panglima Perang   Meminta bantuan

    Wajah orang-orang disana nampak sangat khawatir, tetapi mereka juga tidak berani berkata apapun, karna mereka takut akan mengganggu konsentrasi Anita yang sedang menangani Nenek. Setelah itu Anita mengeluarkan jarum perak lainnya, lalu menusukannya ke bagian kepala Nenek.Ini adalah metode pengobatan akupuntur, pengobatan jenis ini tidak bisa di lakukan sembarang orang, karna jika salah menusukan jarumnya nyawa pasiennya yang akan menjadi taruhannya. Namun saat ini semua orang nampak tidak meragukan kemampuan Anita untuk melakukan akupuntur kepada Nenek.Saat Anita sudah menusukan jarum itu ke kepala Nenek, tiba-tiba Nenek mulai bereaksi, tubuhnya mendadak hangat, bibirnya serta wajahnya juga mulai memerah secara perlahan.Anita menghela nafas lega, "Nenek akan baik-baik saja, dan kemungkinan ia juga akan segera siuman" ucap Anita."Terima kasih dokter Anita atas bantuanmu!""Kamu benar-benar luar biasa Anita""Astaga, kamu memang sangat hebat Anita, kami semua mengucapkan terima kasi

  • Panglima Perang   Perasaan bersalah

    "A ,,, Adrian?" Angel menatap sosok pria yang berdiri di depannya, walaupun sebelumnya dia merasa cukup di buat kebingungan, namun ia segera menyadari keberadaan suaminya yang ingin melindunginya."Adrian bagaimana kamu bisa ada disini?" ucap Angel dengan menggigit bibirnya karna merasa cemas awalnya."Jika aku tidak ada disini, maka kamu pasti sudah di pukuli oleh mereka!" jawab Adrian.Kemudian Adrian melepaskan tangan Antoni dari genggamannya, lalu segera menendangnya untuk menjauh, Antoni terjatuh di lantai sampai kembali berteriak kesakitan."Antoni!" Teriak Neneknya. Matanya langsung memerah saat melihat cucunya di perlakukan seperti itu oleh Adrian, yang lebih parahnya lagi itu di lakukan di depan matanya sendiri. Tadinya Nenek berniat bangkit dan menghampiri Adrian, namun baru saja ia berdiri dari kursinya, ia merasa kepalanya sangat pusing seperti ingin meledak, kemudian akhirnya ia kembali duduk.Dengan badan yang masih bergetar karna marah Nenek menunjuk kearah Angel dan Ad

  • Panglima Perang   Keluarga yang tidak tahu malu

    Antoni menjawab dengan ketakutan "Tadi aku sempat bertanya ke salah satu karyawan mereka, dan dia mengatakan, jika PT Lion King sudah menemukan rekan kerja sama yang lebih baik dari kita, jadi mereka sudah tidak lagi membutuhkan kita!"Nenek mengerutkan dahinya cukup dalam sebelum menghela nafas dan kemudian berkata, "Satu-satunya cara saat ini yang dapat kita lakukan, agar kerugian kita tidak terlalu besar adalah dengan cara kamu pergi kembali ke sana dan ambil kembali kontraknya, dan jangan lupa, kita juga harus meminta ganti rugi ke perusahaan Lion King atas pembatalan kontrak kerja sama secara sepihak ini!" ucapnya menyuruh Antoni.Namun, bukannya langsung menuruti perintah neneknya, Antoni malah menundukan kepalanya seperti sedih akan suatu hal, sampai-sampai air matanya juga ikut turun dari kedua sudut matanya, "Nek, kita sudah tidak bisa lagi menuntut mereka untuk ganti rugi, karna mereka sudah memberiku kontrak tambahan, dan aku sama sekali tidak melihat isinya terlebih dahulu

  • Panglima Perang   Kontrak dibatalkan!

    "Temanmu? apa benar, kamu punya teman sehebat ini, yang mampu menyewa tempat dengan harga mahal seperti ini?" tanya Angel masih tidak percaya.Setahunya. Adrian hanya memiliki teman yang kebanyakan anggota tentara saja, jadi menurutnya, bagaimana mungkin, para tentara itu memiliki uang untuk menyewa tempat semahal ini."Dia itu teman ayahku dulu saat ayah masih hidup" jawab Adrian dengan santai.Wajah Angel langsung berubah seketika, dirinya hampir saja melupakan jika keluarga Adrian dulunya sangat kaya raya, namun suatu hari entah mengapa keluarganya mendadak bangkrut.Dan setelah Adrian mengatakan itu, Angel akhirnya bisa lega, karna akhirnya dia mengetahui darimana suaminya mendapatkan uang untuk menyewa tempat ini. Setelahnya Angel mengajak Adrian untuk kembali keluar menemui teman dan asistennya."Loh, novi, kemana perginya si Resti? bukannya tadi sama kamu menunggu disini?" tanya Angel setelah keluar dari ruang rapat bersama Adrian.Di luar ruangan itu hanya ada Novi saja sendir

  • Panglima Perang   Minta maaf sekarang!

    "Bu Resti jangan begitu, suami bu Angel ini kayaknya memang sedikit bermasalah otaknya, jadi sudahlah dengarkan saja, jangan dianggap serius perkataannya" Novi tidak menahan untuk menanggapi ucapan Resti.Adrian yang mendengar jika dirinya sedang di bicarakan, segera menutup telponnya dan berjalan menghampiri Angel "Aku sudah membantumu untuk menyewa kantor di bagian depan, ayo kita lihat ketempatnya""Cukup Adrian! apa kamu senang ya dengan mempermalukan dirimu dengan bualan mu itu!" tubuh Angel bergetar, ia sudah benar-benar tidak dapat menahan amarah di dalam dirinya, dia juga sangat menyesal karna telah mengajak suaminya itu untuk pergi bersamanya. Karna Angel merasa malu dengan kelakuan Adrian saat ini di depan temannya."Kamu itu benar-benar enggak waras apa ya?, kamu tahu nggak sih, harga sewa di bagian depan itu berapa untuk setahunnya? puluhan miliar Pak! melihat jumlah segitu saja aku tidak yakin kamu pernah melihatnya, pakaianmu saja kamu pasti di belikan oleh istrimu kan?,

  • Panglima Perang   Kekuatan panggilan telepon

    "Oh, baik pak,,, oke, saya mengerti,,, siap pak!" Manager doni menjawab dengan anggukan kepala saat berbicara dengan seseorang yang menelponnya tersebut.Setelah selesai menerima telvon, manager Doni berbalik dan menghadap kearah Angel dengan senyuman ramah di wajahnya."Baik, Ibu Angel. Saya merasa puas dengan proposal anda setelah melihatnya. Dan perusahaan kami sangat menanti untuk segera bekerja sama dengan perusahaanmu"."Hmmm, jadi Bapak menyetujuinya?" Angel sedikit tercengang dengan perkataan manager Doni barusan.Angel benar-benar di buat bingung, padahal sebelumnya ia sudah jelas merasa, jika manager Doni tidak menyukai dan akan menolak proposal yang ia ajukan. Namun setelah ia menerima panggilan sebelumnya, mengapa dirinya bisa tiba-tiba berubah pikiran seperti itu? sikapnya benar-benar sudah berubah.Kemudian, dengan bimbingan Manager Doni, Angel menandatangani kontrak kerjasamanya. Dan tidak lama setelah itu sejumlah uang dengan nominal 20 M langsung masuk kedalam rekening

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status