LOGINAdrian, seorang lelaki yang dianggap sebagai menantu sampah tidak berguna oleh seluruh anggota keluarga istirinya, ia selalu di caci maki dan di hina tanpa ada yang menghargainya, padahal Adrian sendiri adalah keturunan dari keluarga yang sangat kaya raya. Tujuh tahun berlalu, setelah mengakhiri karirnya sebagai tentara, Adrian menjadi direktur di perusahaan terbesar di kota pusat, yaitu perusahaan lion king. kini diapun kembali bangkit!,dengan tekad kuat akan membalas atas semua perbuatan yang ia terima dari semua orang tanpa terkecuali! a novel by: saya sendiri a cover by: pixabay.com
View MoreDi ruang ICU, rumah sakit umum.
Adrian berdiri di balik pintu sembari memegangi slip biaya tagihan rumah sakit, dia kelihatan sedih dengan air mata yang menetes dari sudut kedua matanya.
"Oprasi pengangkatan tumor Ayahmu ini sudah tidak bisa di tunda lagi, jika kamu tidak secepatnya membayar biaya sebesar 300 juta untuk niaya oprasi Ayahmu, maka keadaannya akan semakin memburuk dan mungkin bisa mengancam nyawanya!" Ucap seorang perawat sembari berjalan meninggalkan Adrian.
Perkataan perawat itu langsung masuk ke dalam telingamya sampai membuat tangan dan kaki Adrian bergetar tidak sanggup untuk berdiri dengan tegak.
Empat ratus juta, jika saja itu terjadi di masa lalu, mungkin Adrian bisa mengatasinya dengan sangat mudah.
Akan tetapi, sekarang nominal itu adalah jumlah yang begitu besar bagi dirinya saat ini!.
Dua minggu yang lalu, PT permata, yang sudah lama menjalin kerja sama dengan Ayahnya, tiba-tiba melanggar kontrak perjanjian yang sudah di sepakati.
Dua miliar dari pinjaman bank juga telah habis dalam waktu singkat. Ayah Adrian merasa sangat kesal sekaligus marah, dan karna hal itu ia menjadi sering sakit-sakitan, sampai pada akhirnya ia mengalami masa kritis dan harus dirawat di rumah sakit.
Sekarang semua aset perusahaan juga telah di bekukan oleh pihak bank, bahkan ia sampai tidak memiliki uang sepersepun di buatnya!
"Ayah, kamu harus kuat! beberapa tahun ini kita berdua selalu hidup bersama dan berusaha bertahan dengan kondisi seperti ini. Aku berjanji padamu, AYAH!, aku tidak akan membiarkan dirimu kenapa-napa!"
Adrian menghapus air mata yang terus menetes dari kedua matanya, ia pun memutuskan untuk pergi dan mencari pinjaman uang, mau bagaimanapun caranya ia harus tetap mengumpulkan uang untuk bisa membayar seluruh biaya oprasi Ayahnya.
Pertama-tama, Adrian pergi kerumah keluarganya yang ada di kota Bandung dan berniat meminjam uang dari kakeknya.
Akan tetapi, ia di halangi di depan pintu masuk oleh kakak dari Ayahnya atau Pamannya sendiri.
"Adrian, apa kamu ingin menemui Kakek?"
"Iya, Paman, aku mau menemui Kakek!" dengan cepat Adrian menganggukan kepalanya
"Heh!, percuma saja itu tidak akan ada gunanya!, semua properti keluarga ini adalah atas namaku sekarang, dan aku tidak akan pernah mau meminjamkan uangku kepadamu sepeserpun!" ucap Pamannya Satria dengan sangat kejam kepadanya.
Ketika mendengar perkataannya itu, Adrian merasa marah sampai membuat tubuhnya bergetar dengan tatapan tajam melotot kearah Pamannya itu.
Keluarga besar Adrian ini merupakan salah satu keluarga terkaya di kota Bandung ini, dengan aset keluarga lebih dari 10 miliar, pada saat itu, Ayahnya menyerahkan semua harta keluarganya kepada Pamannya Satria dan pergi ke kota Jakarta untuk memulai bisnisnya sendiri di sana.
Namun sekarang, Ayahnya sedang sakit parah dan sadisnya sekarang Pamannya menolak untuk meminjamkan sedikit uangnnya untuk menyelamatkan Adik kandungnya sendiri!
"Paman, apa kamu lupa, dengan kejadian beberapa tahu lalu? dimana kamu pergi ke Singapura untuk berjudi namun akhirnya kamu kalah dan kehilangan uang ratusan juta, siapa yang membantumu meminjamkan uang untuk membantu perekonomian perusahaanmu, hah? Ayahku paman, Ayahku!"
"Pada waktu itu kondisi perekonomian perusahaan Ayah juga tidak terlalu baik, namun dia masih mau meminjamkanmu uang dan selama beberapa tahun ini, kamu tidak pernah sama sekali berniat untuk membayarkan uang itu kepada Ayah, kau pikir aku tidak tahu akan hal itu?!"
"Aku juga tidak perduli jika kau tahu! Namun apakah kau pikir itu bisa di sebut sebuah pinjaman?"
"Dia sebagai adik laki-lakiku, membayar hutangku, bukankah itu suatu hal yang memang sudah sepantasnya untuk dilakukan!" Satria masih bersikap tidak peduli dengan ekspresi tidak tahu malu.
"Paman, Ayah memang pantas membantumu untuk membayarkan hutang-hutangmu karna memang dia adalah adikmu! tapi, bukankah juga hal wajar jika kamu membantu membayar biaya oprasi Ayahku sebagai seorang kakaknya!?" Adrian juga tidak mau kalah dari Pamannya.
"Itu tidaklah sama dan merupakan dua kasus yang sangat berbeda! pada waktu itu Ayahmu adalah seorang bos besar, dia juga memiliki banyak uang namun sekarang, dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi, dan jika aku meminjamkan uangku kepadanya, apakah dia akan mampu untuk membayanya kembali?"
Adrian tertegun mendengar ucapan Pamannya itu, ia sama sekali tidak habis pikir dengan Pamannya yang dengan santainya mengucapkan itu kepadanya.
"Paman, bisakah kamu menganggap jika aku saja yang meminjam uang kepadamu dan bukan Ayahku!, aku akan bekerja keras dan berjanji akan membayar semuanya kepadamu!" saat mengingat kembali dengan Ayahnya yang terbaring lemah di rumah sakit, Adrian yang awalnya juga sangat keras seperti Pamannya dan tidak mau kalah, kini ia sedikit melunak.
"Kamu yang akan meminjam uang padaku, dan akan membayarnya sendiri? hahaha, asal kau tahu saja, jika tidak ada Ayahmu yang selalu mendampingimu, kamu itu hanyalah sampah yang tidak ada gunanya! kamu mau membayar dengan apa jika aku meminjamkanmu uangt?" ucap Pamannya dengan nada merendahkan.
Apa yang diucapkan Pamannya itu memang tidak sepenuhnya salah, Adrian juga memang menyadari akan hal itu, dari dulu sampai sekarang Adrian selalu hidup enak tanpa beban, semua yang ia inginkan pasti langsung dituruti oleh ayahnya yang selalu memanjakan dirinya.
Dimata Satria, Adrian, yang jauh dari perlindungan Ayahnya itu tidak ada bedanya dengan seekor anjing liar di jalanan, dia sama sekali tidak mungkin bisa menghasilkan uang sendiri tanpa bantuan Ayahnya.
"Sudahlah aku tidak mau berbicara dengan orang seperti dirmu lagi, aku mau bertemu dengan Kakek!"
Wajah Adrian memerah, dan sudah tidak tahan dengan perkataan Pamannya yang terkesan menghina dirinya dan Ayahnya, ia pun berlari mencoba untuk menerobos masuk, akan tetapi dia langsung di seret keluar lagi oleh beberapa pelayan.
Kemudian para pelayan itu segere melemparkan Adrian ke jalanan yang becek karna hujan dengan sangat kejamnya.
Adrian kembali bangkit dengan mata memerah karna rasa sedih bercampu marah yang di tujukan kepada Satria pamannya itu "Paman, bukankah Ayahku itu adalah adik kandungmu sendiri? mengapa kau sampai sebegitu teganya tidak mau membantunya, dan malah memperlakukan aku seperti ini, yang merupakan keponakanmu sendiri!" Adrian tidak bisa menahan untuk berteriak kearah Satria.
"Adik kandungku? mulai hari ini dan mulai detik ini juga, aku sudah memutuskan tali persaudaraan dengan Ayahmu yang penyakitan itu! dan kau! kau juga sudah bukan keponakanku lagi, sebagai kepala keluarga yang baru, aku memutuskan mengusir kau dan Ayahmu dari keluarga ini" ucap Satria dengan tatapan yang terus merendahkan Adrian
"Kau memang manusia brengsek yang tidak punya hati!" teriak Adrian, ia segera berlari kearah Satria dan bersiap untuk memukul guna melampiaskan emosinya saat ini, namun lagi dan lagi kesialan selalu menimpa dirinya, Adrian menabrak pintu yang sudah di tutup oleh Satria dengan sangat rapat saat Adrian hampir mendekat kearahnya.
"Sialan" geram Adrian sembari memegangi kepalanya yang berdenyut setelah menabrak pintu, Adrian kemudian memukul pintu itu dengan sangat keras
BRUKK,,,
BRUKK,,,
Tanpa ia sadari darah mulai menetes dari tangannya setelah ia beberapa kali memukuli pintu itu dengan sangat keras, kemudian Adrian duduk di depan pintu itu dengan perasaan tidak berdaya, air matanya juga terus menetes dari kedua sudut matanya.
Dia benar-benar tidak menyangka Pamannya bisa bersikap sangat kejam kepada dirinya. Namun saat ini, ia juga tidak bisa melakukan apapun, Adrian hanya bisa menghapus air matanya dan kemudian pergi ke tempat lain untuk kembali ke tujuan awalnya, yaitu mengumpulkan uang dengan cepat untuk biaya oprasi Ayahnya.
Adrian pergi ke rumah saudaranya yang lain untuk meminjam uang, namun mereka semua juga menolaknya, bahkan beberapa tidak mau menemuinya sama sekali.
Padahal biasanya semua saudaranya itu, selalu mengambil keuntungan yang di berikan oleh Ayahnya, namun saat ada masalah seperti ini mereka langsung menjadi asing yang tidak mengenal kita.
Adrian sudah sangat putus asa, ia hanya memiliki satu pilihan. iapun dengan segera pergi untuk mengambul pilihan itu, yakni, bertemu dengan teman baik Ayahnya, Om Irfan.
Wajah orang-orang disana nampak sangat khawatir, tetapi mereka juga tidak berani berkata apapun, karna mereka takut akan mengganggu konsentrasi Anita yang sedang menangani Nenek. Setelah itu Anita mengeluarkan jarum perak lainnya, lalu menusukannya ke bagian kepala Nenek.Ini adalah metode pengobatan akupuntur, pengobatan jenis ini tidak bisa di lakukan sembarang orang, karna jika salah menusukan jarumnya nyawa pasiennya yang akan menjadi taruhannya. Namun saat ini semua orang nampak tidak meragukan kemampuan Anita untuk melakukan akupuntur kepada Nenek.Saat Anita sudah menusukan jarum itu ke kepala Nenek, tiba-tiba Nenek mulai bereaksi, tubuhnya mendadak hangat, bibirnya serta wajahnya juga mulai memerah secara perlahan.Anita menghela nafas lega, "Nenek akan baik-baik saja, dan kemungkinan ia juga akan segera siuman" ucap Anita."Terima kasih dokter Anita atas bantuanmu!""Kamu benar-benar luar biasa Anita""Astaga, kamu memang sangat hebat Anita, kami semua mengucapkan terima kasi
"A ,,, Adrian?" Angel menatap sosok pria yang berdiri di depannya, walaupun sebelumnya dia merasa cukup di buat kebingungan, namun ia segera menyadari keberadaan suaminya yang ingin melindunginya."Adrian bagaimana kamu bisa ada disini?" ucap Angel dengan menggigit bibirnya karna merasa cemas awalnya."Jika aku tidak ada disini, maka kamu pasti sudah di pukuli oleh mereka!" jawab Adrian.Kemudian Adrian melepaskan tangan Antoni dari genggamannya, lalu segera menendangnya untuk menjauh, Antoni terjatuh di lantai sampai kembali berteriak kesakitan."Antoni!" Teriak Neneknya. Matanya langsung memerah saat melihat cucunya di perlakukan seperti itu oleh Adrian, yang lebih parahnya lagi itu di lakukan di depan matanya sendiri. Tadinya Nenek berniat bangkit dan menghampiri Adrian, namun baru saja ia berdiri dari kursinya, ia merasa kepalanya sangat pusing seperti ingin meledak, kemudian akhirnya ia kembali duduk.Dengan badan yang masih bergetar karna marah Nenek menunjuk kearah Angel dan Ad
Antoni menjawab dengan ketakutan "Tadi aku sempat bertanya ke salah satu karyawan mereka, dan dia mengatakan, jika PT Lion King sudah menemukan rekan kerja sama yang lebih baik dari kita, jadi mereka sudah tidak lagi membutuhkan kita!"Nenek mengerutkan dahinya cukup dalam sebelum menghela nafas dan kemudian berkata, "Satu-satunya cara saat ini yang dapat kita lakukan, agar kerugian kita tidak terlalu besar adalah dengan cara kamu pergi kembali ke sana dan ambil kembali kontraknya, dan jangan lupa, kita juga harus meminta ganti rugi ke perusahaan Lion King atas pembatalan kontrak kerja sama secara sepihak ini!" ucapnya menyuruh Antoni.Namun, bukannya langsung menuruti perintah neneknya, Antoni malah menundukan kepalanya seperti sedih akan suatu hal, sampai-sampai air matanya juga ikut turun dari kedua sudut matanya, "Nek, kita sudah tidak bisa lagi menuntut mereka untuk ganti rugi, karna mereka sudah memberiku kontrak tambahan, dan aku sama sekali tidak melihat isinya terlebih dahulu
"Temanmu? apa benar, kamu punya teman sehebat ini, yang mampu menyewa tempat dengan harga mahal seperti ini?" tanya Angel masih tidak percaya.Setahunya. Adrian hanya memiliki teman yang kebanyakan anggota tentara saja, jadi menurutnya, bagaimana mungkin, para tentara itu memiliki uang untuk menyewa tempat semahal ini."Dia itu teman ayahku dulu saat ayah masih hidup" jawab Adrian dengan santai.Wajah Angel langsung berubah seketika, dirinya hampir saja melupakan jika keluarga Adrian dulunya sangat kaya raya, namun suatu hari entah mengapa keluarganya mendadak bangkrut.Dan setelah Adrian mengatakan itu, Angel akhirnya bisa lega, karna akhirnya dia mengetahui darimana suaminya mendapatkan uang untuk menyewa tempat ini. Setelahnya Angel mengajak Adrian untuk kembali keluar menemui teman dan asistennya."Loh, novi, kemana perginya si Resti? bukannya tadi sama kamu menunggu disini?" tanya Angel setelah keluar dari ruang rapat bersama Adrian.Di luar ruangan itu hanya ada Novi saja sendir






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews