بيت / Romansa / Pawang Cinta Presdir Misterius / 30. Tindakan Mengejutkan dari Edward

مشاركة

30. Tindakan Mengejutkan dari Edward

مؤلف: Haryulinda
last update تاريخ النشر: 2023-08-14 13:00:48

Langkah kaki Erin tidak sanggup lagi melangkah lebih dekat. Sedangkan Edward telah berbincang dengan seseorang yang ditemuinya. Jarak antara Erin dan Edward sekarang sekitar lima belas meter.

Erin menahan tangis sejak tiba di lokasi. Ada rasa berat yang mendera di pikiran Erin. Berbagai kenangan terputar di kepala Erin.

"Erin? Kenapa masih di sini?" Edward menghampiri Erin.

"Eh, iya. Maaf. Aku hanya ingin melihat rumahku sebentar."

"Rumah?" Edward tampak bingung. Karena di sekitar telah rata
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   49. Berhasil atau Tidak?

    Orang yang menelepon Edward adalah Celine. Erin membiarkan Edward mencurahkan waktu dengan Celine lewat telepon. Ia berpamitan pada Edward untuk pergi menjenguk ayahnya di rumah sakit. Erin pergi ke rumah sakit dengan menaiki taxi online. Ia berharap Edward baik-baik saja di rumah sendirian. Perjalanan ke rumah sakit memakan waktu tiga puluh menit. Sesampainya di rumah sakit, Erin langsung menuju ke ruangan sang ayah. Di sana Erin melakukan kegiatan rutin yaitu mengelap tubuh sang ayah. Sesekali Erin juga bercerita tentang segala hal yang terjadi. Hanya ada respon kedutan tangan yang dirasakan Erin saat menggenggam tangan sang ayah. "Erin!" panggil Andi yang melihat Erin keluar ruangan. "Eh, Andi. Aku kira kau sedang shift malam." "Ini kenapa?" Andi menyentuh wajah Erin yang tampak lebam. "Tidak apa-apa. Hanya pernah kecelakaan kecil saja." "Kau bohong! Pasti kau disakiti oleh pria itu!" "Cukup, Andi! Kau jangan menduga-duga, kalau tidak tahu apa-apa." "Kau tidak p

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   48. Memastikan

    Alex tidak melakukan apapun pada Erin. Ia justru tertidur lebih cepat. Hal itu membuat Erin harus mengobati luka-luka Alex semalaman. Bahkan Erin tidak menyadari jika hari telah berganti. Rasa lelah yang berkepanjangan, membuat Erin tertidur."Di mana aku?" tanya Edward pada langit-langit kamar. Kesadarannya kembali saat pagi hari. Ia menyadari jika tubuhnya terasa sakit. Namun Edward tidak bisa mengingat segala kejadian yang terjadi. Tok! Tok! Tok!Suara ketukan pintu membuat Edward terpaksa bangun dari posisinya. Ia berjalan perlahan agar Erin tidak terbangun. "Edward? Kau tidak apa-apa?" tanya Darwin yang ada di depan pintu. "Seperti ini, Om." "Aku diceritakan oleh Elisa, kalau semalam Xander menggila. Bahkan sekarang Xander masih mencarimu."Edward tidak menjawab. Ia justru mempersilakan Darwin masuk ke rumah. Di sinilah sekarang Edward dan Darwin duduk berhadapan."Sepertinya Papa marah karena aku terus mengacau di kantor.""Dia memang terlalu berambisi memiliki semuanya mil

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   47. Ganti atau Dihukum?

    "Apa permintaanmu?" Elisa terdengar penasaran dari seberang telepon.Alex memperbesar volume suara, agar Erin bisa mendengarnya. Walaupun Erin berusaha menjauh agar tidak mendengar percakapan Alex dan Elisa. Namun Alex menahan tangan Erin agar tetap mendengar pembicaraannya dengan Elisa."Aku tau kalau kau hanya ingin harta dari iblis itu. Jadi, aku akan mewujudkannya. Asalkan kau menjamin semua yang aku inginkan terwujud."Erin tampak terkejut dengan ucapan Alex. Ia tidak pernah terpikirkan kalau Elisa menginginkan harta Xander ayah dari Edward. Padahal dari luar Elisa terlihat seperti ibu peri bagi Edward. "Apa yang kau inginkan?""Semua yang aku lakukan tercukupi. Tidak ada hambatan.""Apa semua yang kau dapatkan masih kurang hingga meminta sesuatu lagi padaku?"Erin yang awalnya masih tidak percaya, begitu mendengar ucapan Elisa yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Hal itu membuat Erin berpikir ulang. "Kalau begitu, ya sudah. Kau jangan ganggu aku. Kita hidup pada masing-

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   46. Apa Permintaannya?

    Alex menutup mulut Erin. Ia kemudian menarik Erin untuk memasuki mobil. Walaupun Erin terlihat kesakitan, Alex tidak peduli."Kemari kau anak bangst!" Xander berteriak. Alex tak mendengarkan Xander yang mengejarnya. Ia terus menancap gas dengan cukup gila, mobil sampai sedikit terangkat saat keluar dari gerbang. Erin berpegangan erat. Ia pikir Xander akan berhenti mengejar Alex. Rupanya dugaan Erin salah. Sebuah mobil tampak keluar dari rumah dengan mengikuti Alex."Sialan! Dia benar-benar ingin mati!" Alex berniat membalikkan mobilnya, lalu beradu bagian depan mobil."Alex! Kau jangan gila! Aku tidak ingin mati!" ucap Erin dengan gemetar saat melihat mobil Alex berbalik, lalu seakan-akan ingin menabrak mobil yang mengikutinya."Alex!" teriak Erin sembari menutup mata. Ia pasrah terhadap apa yang akan terjadi. Jika memang Erin nanti mati, hanya bisa memasrahkan ayahnya pada Sang Pencipta saja untuk menjaga sang ayah.Perlahan Erin membuka mata akibat tidak mendengar suara tabrakan.

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   45. Terkejut Bukan Main

    Brraaaaakkk!Xander melemparkan lampu hias pada tubuh Alex saat mulai bangkit. Hal itu tak membuat Alex gentar. Walaupun rasa sakit yang dirasakannya tidak hanya tubuh saja, melainkan batinnya juga sakit.Bugh! Alex menyerang Xander dengan menyeruduk dengan kepalanya hingga Xander terjatuh. Ketika Xander terjatuh, Alex langsung menerjangnya. Dug!Tubuh Alex dijatuhkan dengan keras pada bagian perut Xander. Pukulan diberikan Alex pada Xander. Sayangnya tangan Xander dengan sigap menangkis. "Anak sialan! Tidak tahu diri!" Xander mendorong Alex hingga oleng ke kanan. Namun tidak bisa menjatuhkan Alex, karena kaki Alex mengunci tubuh Xander. "Aku tidak minta dilahirkan bangst! Kenapa kau menginginkan aku ada!" Alex berteriak di wajah Xander. Bugh!Pukulan keras diberikan Xander pada Alex. Erin dan Elisa tidak tahan dengan pemandangan ayah dan anak yang saling menyiksa. Elisa menahan Xander. Sedangkan Erin menahan Alex. Mereka kemudian masing-masing menarik Xander baik Alex agar bisa

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   44. Pergilah ke Neraka Iblis Gila!

    "Kak Erin, ini bukan jalan ke rumah Vije."Perkataan Vije membuat Erin bisa fokus kembali. Namun memang Erin tidak bisa membawa Vije pulang ke rumah. Ponsel Erin berdering kembali. Kali ini ayah Edward yang menelepon. Keringat dingin dirasakan Erin saat sempat mengintip nama yang tertera. Erin menepikan mobil. Ia tidak mungkin mengabaikan panggilan dari ayah Edward. Bisa tamat riwayat Erin jika melakukannya."Halo, Pak. Ada apa?""Ada apa katamu? Di mana Edward!" tanya ayah Edward dengan nada kesal.Erin sampai menjauhkan ponselnya demi meredam suara ayah Edward. "Ada bersama saya, Pak." Erin tidak bisa berbohong. Kalau suatu hal diawali dengan kebohongan, maka seterusnya akan memerlukan kebohongan untuk menutupinya. "Bawa ke hadapanku sekarang!" "Tapi, Tuan Muda Edward ada rapat setengah jam lagi, Pak." "Tidak perlu datang! Lebih penting datang ke hadapanku sekarang!""Maaf, Pak. Anda ada di mana?""Di rumah."Klik!Sambungan telepon terputus secara tiba-tiba. Erin dilema. Elisa

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   6. Ini Gila!

    "Kau harus mencari kotak hitam yang tersembunyi di sekitar makam ini. Waktunya hanya lima belas menit." Alex memberi perintah dengan seenaknya pada Erin."Kotak hitam? Untuk apa?""Tidak perlu banyak tanya. Cepat cari! Kalau kau tidak mencarinya, maka tidak ada gaji awal yang kau harapkan tadi!"Er

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   5. Tujuan Gelap

    “Sebentar.” Edward meminta Erin menunggu sembari mengecek satu per satu catatan yang ada di meja belajar.Perasaan Erin semakin tidak tentu. Ia takut rencana kepribadian lain dari Edward membahayakan. ‘Apakah aku sudah mengambil keputusan yang benar?’ batin Erin sembari menatap sekeliling. Berapa k

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   4. Rencana Rahasia

    Tok! Tok! Tok!Suara ketukan pintu kamar membuat perkacapan terhenti. Rupanya pak Edo yang datang kembali ke kamar. "Apa dia tidak diberitahu hal yang harus ditunjukkan?" tanya Edward pada pak Edo."Maaf, saya lupa Tuan.""Kau mendapatkannya atas perintah siapa?""Mom Elisa, Tuan."“Ternyata wanit

  • Pawang Cinta Presdir Misterius   3. Apakah Malapetaka?

    Erin menunjuk pada foto yang ada di dalam kamar bukanlah seorang anak, melainkan pria. Insting Erin mengatakan jika pak Edo mungkin salah kamar. “Apa Bapak yakin ini kamarnya?” Erin berbalik tanya.Pak Edo mengangguk. Sikap Erin yang nampak terkejut sekaligus takut disebabkan kamar yang disinggah

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status