Share

Bab 46 - Curhat (Bagian II)

Author: Andriyani
last update publish date: 2026-10-12 11:36:55

“Dia mencekiknya,” ungkap Val.

Kinar sontak diam lagi. Wajahnya tampak sangat tegang.

“Aku sampai takut setengah mati,” lanjut Val. “Tapi yang lebih mengerikan, Nona Selina, meskipun di tengah kesulitan bernapas, masih tidak hentinya semakin menyindir David. Sehingga pria itu semakin gila lagi mencekiknya. Aku dan Bu Asnah sampai berteriak menyuruhnya berhenti, tapi dia tidak mendengarkan. Akhirnya, aku sendiri yang menarik tangannya.”

“Ya ampun, Val! Kau berani sekali!”

“Berani dari ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 46 - Curhat (Bagian II)

    “Dia mencekiknya,” ungkap Val. Kinar sontak diam lagi. Wajahnya tampak sangat tegang. “Aku sampai takut setengah mati,” lanjut Val. “Tapi yang lebih mengerikan, Nona Selina, meskipun di tengah kesulitan bernapas, masih tidak hentinya semakin menyindir David. Sehingga pria itu semakin gila lagi mencekiknya. Aku dan Bu Asnah sampai berteriak menyuruhnya berhenti, tapi dia tidak mendengarkan. Akhirnya, aku sendiri yang menarik tangannya.” “Ya ampun, Val! Kau berani sekali!” “Berani dari mana? Aku juga takut! Tapi kalau kubiarkan, bagaimana kalau dia benar-benar membunuh wanita itu di depanku?” Val mengembuskan napas panjang. “Aku tidak mau terlibat aksi pembunuhan. Lagi pula, aku sudah muak melihat sikapnya. Aku bilang kepadanya bahwa dia sendiri yang membuat Selina ingin mencelakaiku karena terlalu terang-terangan membelaku.” Kinar menatapnya lekat-lekat. “Dan reaksi Tuan David?” “Dia marah dan mengungkit bahwa dia sudah menyelamatkan nyawaku dua kali. Aku menjawab bahwa aku

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 45 - Curhat

    “Jadi, ada cerita menarik apa saja hari ini? Tuan David berulah apa lagi padamu?” tanya Kinar begitu pintu lift terbuka di lantai tujuh Tower A. Val mendesah berat. “Kali ini sih bukan soal itu lagi. Asal kau tahu saja, telah terjadi drama yang cukup gila di penthouse itu hampir sepanjang hari ini.” Kinar langsung menoleh dengan mata berbinar penuh rasa ingin tahu. Sambil berjalan menyusuri koridor, ia memeriksa nomor unit yang tertera pada daftar pesanan di tangannya. “Wah, kedengarannya menarik. Cepat cerita!” “Menarik dari mana? Aku hampir kehilangan nyawa, tahu!” Langkah Kinar sontak terhenti. “Hah?! Demi apa...? Apa yang telah Tuan David lakukan padamu memangnya?” Val mengangkat sebelah tangan, menyuruhnya tenang. “Bukan, bukan... bukan dia pelakunya. Tapi seorang wanita gila yang datang tiba-tiba tanpa permisi. Dan ternyata, dia adalah tunangan David. Ya, David sudah bertunangan, Kinar.” Anehnya, Kinar berhenti terkejut di sini, malah menggaruk-garuk kepala. “Loh

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 44 - Menikmati Sedikit Waktu Bersantai

    Di bawah langit berbintang, di antara pemandangan deretan pohon bunga kamboja yang berguguran di sepanjang trotoar, langkah Val memijak santai. Tangannya ia masukkan ke dalam saku sweter yang dikenakannya, sementara kepalanya sesekali celingak-celinguk ke kanan dan kiri, menikmati kesyahduan di sekitar yang terasa melankolis. Ditambah dengan lampu taman yang bersinar kuning temaram di sepanjang jalur yang ia lewati, rasanya sungguh damai dan nyaman.Sepulang dari penthouse David, Val memutuskan untuk jalan-jalan santai sebentar di sekitar kompleks apartemen luas ini. Walau hatinya masih gundah gulana tiap kali teringat pada kenyataan bahwa Selina-lah pemilik unit yang ditinggalinya, setidaknya Val ingin sekali-kali benar-benar menikmati fasilitas tempat tinggal barunya. Sebab, ia mulai sadar bahwa ia tidak akan selamanya bisa tinggal di lingkungan para orang berkantong tebal ini.Jika dipikir-pikir, ini juga kali pertama ia keluar gedung. Biasanya ia selalu pulang larut dan sangat lel

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 43 - Tentang David

    “Kau pasti terkejut sekali ya, dengan intrik hubungan Tuan Muda David dan Nona Selina?” tanya Asnah tiba-tiba di tengah keheningan acara makan malam mereka sebelum pulang.Sejak siang tadi, tepatnya sejak Selina pergi, tak lama kemudian David juga ikut pamit pergi. Dia tidak mengajak Val berdebat lagi, tidak marah, tidak juga memprotes Val yang telah menghakiminya setelah apa yang sudah dia lakukan untuk membebaskan gadis itu dari intimidasi Selina. Sehingga sisa hari ini menjadi sangat damai, bahkan Val dan Asnah diperbolehkan pulang cepat karena David bilang kemungkinan dia akan pulang sangat larut.Harusnya Val merasa lega, bukan? Tapi anehnya tidak. Kepergian David yang meninggalkan tatapan dalam dan datar yang aneh teruntuk Val, justru meninggalkan perasaan tidak biasa baginya. Entah kenapa ia merasa… resah. Seperti ada hal yang begitu mengganggu pikirannya dan membuatnya tidak tenang, tetapi ia bingung apa itu. Padahal para sumber masalah, yakni sepasang tunangan problematik itu

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 42 - Ketegangan yang Kian Menjadi

    Botol kecil itu melayang cepat ke arah Val. Namun, refleks yang bekerja dalam dirinya hanya berpaling muka sambil mengangkat kedua lengan untuk menghalau pandangan. Tubuhnya sama sekali tidak menyingkir, meskipun ia tahu itu akan lebih efisien. Mungkin karena serangan itu datang terlalu mendadak, sampai-sampai Val tidak sempat merespons dengan baik. Pada sepersekian detik terakhir, Val sudah pasrah bersiap menerima rasa ngeri serta nyeri akibat hantaman botol wine berat itu ke tubuh atau bahkan kepalanya. Jantungnya berdebar. Sementara tubuhnya kaku, menegang bukan main. Satu detik, dua detik berlalu. Anehnya, rasa sakit itu tak kunjung datang. Tubuhnya masih baik-baik saja. Bahkan tidak terdengar suara botol pecah yang seharusnya sudah terjadi dari tadi. “Kau… kau benar-benar sudah keterlaluan, Selina.” Justru sebuah geraman mengudara di antara ketegangan. Suaranya lebih berat dari biasanya. Pelan dan menusuk, sampai rasanya siapa pun yang mendengarnya bisa merinding ngeri. Ya, it

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 41 - Pelayan Kesayangan

    Val membawa dirinya ke ruang istirahat pelayan. Ia menutup pintu cukup keras, lalu berjalan ke meja. Ia meraih teko berisi air, menuangnya ke gelas sampai meninggalkan jejak tetes berceceran cukup banyak di atas meja, sebelum menenggaknya cepat sampai habis. Ia terengah setelahnya. Dengan kedua tangan bertumpu di meja, matanya mulai terpejam. Napasnya yang menjadi lebih berat setelah berhadapan dengan David tadi, ditarik pelan dan hati-hati. Kemudian, diembuskan perlahan, berharap segala perasaan aneh yang tengah menggerogoti jiwanya juga ikut meluruh. Sayangnya, ternyata tidak semudah itu. Perasaan anehnya masih menempel lekat di dalam dada, membuatnya kesal pada diri sendiri dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi padanya? Val membuka mata, merenung dalam tatapan kosong. Ia memikirkan pelan-pelan setiap hal yang kemungkinan besar menjadi penyebab pikirannya menjadi tidak karuan begini. Apalagi tadi saat berhadapan dengan David, demi apa pun, ia menyesal tiba-tiba be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status