LOGINTerima kasih. Semoga suka. See Soon.
Keyla memperhatikan Kai. Dia bisa melihat ekspresi senang di wajah sang suami.“Apa dia benar-benar ingin punya anak dariku?” tanya Keyla di dalam hati.“Apa kamu sudah mengantuk? Atau kita bercinta lagi?” Kai menggendong tubuh Keyla dan merebahkan di kasur.“Tidak! Jangan!” Keyla menjauh dari Kai. Dia bergerak ke tepi kasur.“Baiklah. Kamu istirahatlah. Aku masih ada pekerjaan. Pasti lelah kan?” Kai mencium pipi Keyla.“Mm.” Keyla mengangguk.“Apa perlu aku temani hingga tidur?” tanya Kai.“Tidak. Kamu kerjalah. Aku akan tidur dengan cepat,” jawab Keyla.“Baiklah.” Kai mencium dahi Keyla dan menyelimuti tubuh istrinya.“Mimpi indah, Sayang.” Kai mematikan lampu utama. Pria itu pergi ke ruang kerja. Dia masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan. Keyla yang lelah benar-benar tidur dengan mudahnya.Yasmin telah berada di sebuah ruangan rahasia. Dia bertemu dengan rekan bisnis dari dunia hitam. Semua dilakukan untuk mencapai kesuksesan dan tujuan mereka sama menjadi kaya raya.“Tidak di
Keyla berdiri di depan cermin. Dia melihat lehernya yang penuh dengan tanda merah bekas ciuman Kai. pria itu benar-benar tidak bisa menahan diri. “Bagaimana ini?” Keyla kebingungan untuk menutupi penuhnya tanda cinta di leher hingga dadanya.“Aku harus cari caranya di internet.” Keyla mengambil ponsel dan mulai berselancar di dunia maya.“Kompres dingin lalu kompres hangat. Pijat lembut untuk melancarkan sirkulasi. Oleskan bahan alam seperti lidah buaya, atau krim vitamin K atau C. Tutup dengan foundation. Jangan digosok kasar akrena akan bisa memperburuknya. Bagus.” Keyla kembali ke kamar mandi. Dia memilih air dingin untuk mengkompres leher serta dadanya.“Okay. Selanjutnya air hangat. Aku juga butuh vitamin C karena tidak aka nada lidah buaya di sini.” Keyla keluar dari kamar mandi.“Apa yang kamu lakukan di kamar mandi?” Kai memperhatikan Keyla yang hanya mengenakan dress seksi.“Aku sedang berusaha menghilangkan tanda merah di leherku,” jawab Keyla.“Kenapa?” Kai menatap Keyla.
Keyla menatap Kai. Dia benar-benar tergoda dengan suaminya yang tampan dan seksi. Pria itu pun sangat ingin menerkam istrinya.“Ayolah. Kita mandi bersama. Bagaimana kalau bercinta di dalam bak mandi?” tanya Kai.“Hah!” Mata Keyla melotot. Dia melihat Kai yang telah melepaskan kemeja dan memperlihatkan dada bidang dengan perut rata. Terlihat otot-otot seksi yang menggoda.“Kenapa, Sayang?” Kai menarik tangan Keyla dan menempelkan pada dadanya.“Apa kamu suka? Aku selalu menjaga tubuh ini agar dapat membuat istriku bahagia.” Kai menggerakkan jari Keyla dari dada hingga perut dan pusar.“Ah!” Keyla terkejut. Jantungnya berdebar kencang.“Buka!” perintah Kai.“Buka apa?” tanya Keyla mendongak.“Ikat pinggang dan celana,” bisik Kai.“Mm.” Keyla melakukan perintah Kai. Dia membuka ikat pinggang suaminya.“Sudah selesai.” Keyla meletakkan ikat pinggang di lantai.“Celanaku juga. Aku harus mandi bersama kamu.” Kai memeluk tubuh Keyla dan membiarkan tangan gadis itu berada di resleting dan pen
Yasmin telah berada di dalam kamarnya dengan ditemani seorang wanita yang menjadi asisten pribadinya sekaligus pengawal.“Nona, Keyla berada di perusahaan telekomunikasi dunia.” Jesika memberikan berkas kepada Yasmin.“Itu artinya perusahaan yang ada di samping hotel ini.” Yasmin menatap tajam pada Jesika.“Benar, Nona. Keyla di tempatkan di sana karena menguasai banyak Bahasa. Dia menjadi penerjemah dan pembicara dalam pertemuan penting,” jelas Jesika.“Keyla menguasai banyak Bahasa,” lanjut Jesika. “Tidak disangka. Walaupun hidup dalam kekurangan. Keyla mampu belajar mandiri.” Yasmin tersenyum tipis. “Dia sangat ambisi dan pekerja keras. Apa itu dilakukan agar bisa mendapatkan pria kaya. Kamu tidak akan selalu beruntung, Keyla.” Yasmin meremas berkas di tangannya.“Apa jadwal mala mini?” tanya Yasmin.“Pertemuan dengan para pemuka jaringan hitam,” jawab Jesika.“Baiklah. Aku akan bertemu dengan Kai terlebih dulu,” ucap Yasmin beranjak dari sofa.“Saya akan mempersiapkan pakaian An
Keyla dan Kai tidur berpelukan hingga pagi hari. Pria itu tidur dengan nyenyaknya. Dia tidak peduli dengan kasur yang sempit.“Key. Keyla.” Jia mengetuk pintu kamar Keyla.“Ya.” Keyla turun dari tempat tidur. Dia benar-benar lupa ada Kai di kasurnya.“Jia. Aku baru bangun.” Keyla membuka pintu kamarnya.“Kenapa terlambat? Apa semalam kamu lembur?” tanya Jia.“Ya. Aku membuat laporan,” jawab Keyla. “Aku menjemput kamu untuk sarapan,” ucap Jia.“Kamu duluan saja. Aku harus mandi.” Keyla tersenyum.“Baiklah.” Jia bersiap pergi.“Bug!” Kai jatuh dari tempat tidur.“Aarrh!” Kai pun lupa bahwa tempat tidur sangat sempit.“Suara apa itu?” tanya Jia ingin melihat.“Suara?” Keyla berpikir beberapa saat.“Oh. Pasti itu ponselku. Aku menonton drama,” jawab Keyla berbohong.“Kamu duluan saja. Aku mandi.” Keyla mendorong tubuh Jia menjauh dari kamarnya. Dia segera menutup pintu.“Tuan. Apa Anda baik-baik saja?” Keyla membantu Kai beranjak dari lantai.“Tuan?” Kai memicingkan matanya.“Maaf.” Keyla
Semua mahasiswa makan di ruangan di waktu yang sama. Dilanjutkan dengan bercengkrama bersama. Keyla dengan cepat meninggalkan ruang makan.“Key.” Xuan dan Jun memegang tangan Keyla.“Ya.” Keyla melihat dua pemuda di kiri dana kanannya.“Kamu mau kemana?” tanya dua pemuda bersama.“Aku mau kembali ke kamar untuk beristirahat. Hari ini sangat lelah. Apa kalian bisa melepaskan tanganku?” Keyla tersenyum paksa. Dia benar-benar takut terlihat oleh Kai.“Kita bisa kumpul bersama sebentar,” ucap Jia.“Maaf. Xuan. Kamu pasti tahu hari ini kita sangat sibuk.” Keyla melihat pada Xuan.“Benar. Di hari pertama. Kami diberikan banyak pekerjaan dan Keyla memang kelelahan.” Xuan melepaskan pegangan tangannya.“Aku pergi dulu. Maaf tidak bisa bergabung. Terima kasih.” Keyla melepaskan tangan Jun yang hanya diam saja. Dia berjalan cepat kembali ke kamar.“Key.” Jun tidak bisa menahan Keyla.“Aku merindukan kamu, Keyla,” gumam Jun.“Hah!” Keyla masuk ke kamar dengan tidak lupa menutup dan mengunci pintu







