Home / Romansa / Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa / Pilihan Ada di Tanganmu

Share

Pilihan Ada di Tanganmu

Author: Risca Amelia
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-09 20:41:00

Kaki Moza mendadak terasa lemas di pelukan Dastan. Kehangatan pria itu, kata-katanya yang tulus, semuanya seperti ombak yang mengguncang tembok pertahanan Moza.

Namun, naluri untuk melindungi hatinya dari luka bangkit lebih cepat. Sebelum dirinya luluh oleh pesona Dastan, Moza buru-buru berbicara dengan nada gugup.

“A-aku ingin mengatakan sesuatu, tentang Abigail,” ucap Moza sedikit terbata.

“Dia meminta pulang ke mansion. Mungkin… kau bisa mengajaknya besok. Kalau aku akan tetap di sini.”

Da
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (6)
goodnovel comment avatar
Nopi puspita
hrsnya si Moza GK lama2 marah nya .toh...dastan udh ngaku salah ,udh tanggungjawab jg.apalgi yg mau d masalahin .jngn sampe NNT si dastan berpaling ke yg lain moza
goodnovel comment avatar
Nisa Indrasari
Ayo moza telpon Dastan buruan, buanglah gengsi demi anak2mu.
goodnovel comment avatar
Ami Galeri
kpn baikannya bertele-tele ceritanya ini
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kekuatan Cinta (THE END)

    Resepsi pernikahan adik-adik Dastan digelar di sebuah restoran taman yang mewah. Usai rangkaian acara dan ramah tamah dengan tamu undangan, musik beralih ke irama yang lebih romantis. Dua pasang pengantin segera maju ke tengah untuk melakukan first dance. Kageo dan Aya berdansa dalam gaya waltz.Meskipun gerakan mereka selaras, Kageo berkali-kali melirik ke arah pintu keluar. Keinginan untuk meninggalkan keramaian sudah berada di ubun-ubun.Kageo mendekatkan wajahnya ke telinga Aya, membisikkan kata-kata dengan suara lirih yang hanya bisa didengar oleh gadis itu. "Aku ingin segera berduaan denganmu, Sayang. Keramaian ini membuatku sesak."Aya hanya bisa tersenyum malu, wajahnya merona merah di balik veil yang sudah disingkap. Detik selanjutnya, Kageo membimbing Aya menuju kursi utama, di mana Tuan Markus dan Dastan sedang duduk mengawasi."Opa, Kak Dastan," Kageo membungkuk hormat, sengaja menunjukkan ekspresi lelah yang dibuat-buat. "Aku dan Aya harus undur diri lebih awal. Tiba-

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Lebih Banyak Tuan Muda

    Hari-hari berikutnya berlalu dengan kesibukan yang luar biasa bagi Dastan. Sebagai kepala keluarga, ia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebahagiaan seluruh adiknya. Pertama, ia menemani Rezon melamar Izora secara resmi di hadapan ibunya. Sebuah pertemuan penuh haru yang menandai awal perjalanan baru bagi sang dokter bedah.Tak berhenti di situ, Dastan secara khusus mendatangi Tuan Baskoro, ayah kandung Reva. Petinggi partai politik yang berpengaruh itu menerima sang CEO dengan tangan terbuka.Mengingat integritas keluarga Limantara, Tuan Baskoro dengan penuh keyakinan merestui rencana pernikahan Reva dengan Elbara.Di akhir pekan, Dastan mendampingi Elzen menemui Tuan Edward Wangsa, ayah dari Brielle.Dalam perkenalan keluarga tersebut, Dastan memutuskan untuk menanamkan investasi besar pada perusahaan keluarga Wangsa sebagai pengikat hubungan. Melihat nama besar dan kemantapan finansial keluarga Limantara, Tuan Edward tak kuasa untuk menolak calon menantu seperti Elzen

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Merindukan si Kembar

    Suasana di ruang tengah Mansion Limantara masih dilingkupi kesunyian.Moza duduk di sofa dengan jemari yang saling bertautan erat, matanya tak lepas dari arah koridor menuju ruang kerja.Kegelisahan terpancar jelas dari raut wajahnya. Moza tahu betapa dalamnya luka dan dendam yang selama ini membentengi hubungan Dastan dan Kageo.Reva, yang duduk di sampingnya, mengulurkan tangan dan menyentuh bahu Moza dengan lembut. Ia bisa memahami keresahan yang tengah melanda hati sahabatnya."Tenanglah, Moza," bisik Reva memberi dukungan. "Aku yakin suamimu bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dastan adalah pria yang bijaksana, dan kehadiran Dokter Cahaya pasti membawa pengaruh positif bagi mereka semua."Moza mengangguk perlahan, meski napasnya masih terasa pendek. "Aku hanya berharap tidak ada lagi dendam, Reva. Keluarga ini harus bersatu."Tak lama kemudian, kesunyian itu pecah oleh derap langkah kaki yang berirama dari arah koridor. Suaranya terdengar kompak, tidak ada kesan terburu-bu

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dendam Telah Berakhir

    Tuan Markus memandang Kageo dan Cahaya dengan sorot hangat, lalu meminta mereka duduk di meja makan. "Thalia, tolong siapkan hidangan lagi untuk Kageo dan istrinya. Mereka pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh," perintah Tuan Markus.Sambil menatap Kageo, sang kepala keluarga itu menambahkan, "Kageo, kau dan istrimu beristirahatlah setelah makan. Besok pagi, kita bicara lagi. Ada banyak hal yang ingin Opa dengar darimu.""Baik, Opa," jawab Kageo patuh.Tuan Markus memberikan isyarat kepada perawatnya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke kamar. Begitu pria tua itu berlalu dari ruang makan, ketegangan kembali merayap di antara para pria Limantara. Rezon adalah yang pertama bersuara. "Kageo, apa kau sudah melakukan transfusi darah selama menghilang?""Sudah, Kak. Cahaya yang membantuku dan memastikan aku mendapatkan penanganan yang tepat," jawab Kageo sambil melirik istrinya.“Selama ini, aku bersembunyi di rumah kakekku, di Desa Sentana. Aku juga menikah dengan Cahaya di s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Aku Sudah Menikah

    Kegembiraan yang nyata memancar dari wajah renta Tuan Markus. Matanya yang semula sayu karena kantuk, mendadak berbinar terang mendengar nama cucu bungsunya.Pria tua itu lantas menepuk sandaran kursi rodanya dengan penuh semangat."Kageo? Kenapa anak itu harus minta izin segala? Bukankah ini adalah rumahnya sendir?” tanya Tuan Markus dengan suara yang lebih bertenaga. “Thalia, cepat suruh Kageo masuk dan bergabung dengan kakak-kakaknya di sini. Jangan biarkan dia menunggu di udara malam!"Mendengar ucapan sang kakek, ekspresi Dastan berubah seketika. Ada ketegangan yang terlihat jelas dari cara ia mengepalkan tangannya di samping tubuh. Baginya, pertemuan ini adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja bila tidak ditangani dengan kepala dingin."Opa, biar aku yang menemui Kageo di depan," ujar Dastan.Moza segera bangkit berdiri untuk mengikuti suaminya. Rezon, Elbara, dan Elzen serentak hendak menemani sang kakak. Akan tetapi, Dastan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar m

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kedatangan si Bungsu

    Suara serak milik Tuan Markus memecah keheningan di ruang tengah mansion. Pria tua itu menatap cucu-cucunya dengan binar mata yang lembut."Aku senang melihat kalian semua berkumpul di sini, apalagi dengan membawa pasangan masing-masing," ucap Tuan Markus sambil mengedarkan pandangan. "Sekarang, mari kita makan. Aku tidak mau dua calon cicitku di perut Moza lapar, karena terlalu lama menunggu."Moza tersenyum haru mendengar perhatian sang kakek. "Terima kasih, Opa," jawabnya lembut.Rombongan keluarga besar itu pun beranjak menuju ruang makan yang megah. Di sana, Thalia bersama beberapa pelayan sudah berdiri siaga di samping meja panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Aroma lezat dari berbagai masakan menggoda selera, menciptakan suasana hangat di Mansion Limantara.Mereka mulai menempati kursi masing-masing. Reva, yang masih merasa sedikit asing dengan kemegahan ini, memilih duduk di samping Moza untuk mencari ketenangan. Setelah semua duduk, Tuan Markus memberikan isyarat."Sil

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menggoda dalam Gelap

    Suara gemericik air di kamar mandi akhirnya berhenti. Dengan cepat, Moza menyeka sudut matanya yang basah dengan punggung tangan. Tangannya yang lain segera memasukkan bingkai foto itu ke dalam laci nakas, menutup rapat-rapat bukti yang baru saja membakar jiwanya.Ia pun berpindah ke sofa kecil di

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dua Malaikat Kecil

    Setelah bercanda sejenak, Elzen beralih menatap Kayden yang masih menggandeng erat tangan Dastan. Ia merunduk sedikit, mensejajarkan wajahnya dengan bocah lelaki itu. Tatapannya penuh kekaguman yang jujur."Wah, jadi ini keponakan baru Paman," puji Elzen dengan senyum lebar. "Kau tampan sekali. Saa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pria yang Terluka

    Moza menarik napas dalam-dalam, berusaha meredam detak jantungnya yang menggila.Motif apa yang tersembunyi di balik pertanyaan Dastan? Bisa jadi itu jebakan, bisa pula ujian kejujuran. Namun, kemungkinan paling berbahaya adalah pria itu benar-benar tidak tahu dan sedang mencari kebenaran.Karena i

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Awal Kehidupan Baru

    Setelah menerima pesan dari Dastan, Moza tidak membalas. Sebab, tidak ada kata-kata yang pantas untuk menanggapi pemberitahuan tersebut.Pikiran Moza justru melayang pada permohonannya sendiri beberapa hari lalu, dalam keadaan putus asa.Sekarang, ia mengerti. Dastan mengizinkan Kayden ikut bukan k

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status