Share

Rindu Kehadiranmu

Author: Risca Amelia
last update Last Updated: 2026-01-02 20:17:11

Valen mencengkeram kemudi dengan jemari yang gemetar. Keringat dingin membasahi telapak tangannya saat ia melirik ke arah kaca spion. Ternyata, mobil para pengawal suruhan Rezon masih setia membuntuti mereka, bagaikan bayangan kematian.

"Tapi Kak, bagaimana kalau Elbara tahu aku yang mengirimkan video itu?" bisik Valen dengan nada penuh kekhawatiran.

"Insting Elbara sangat tajam. Jika dia tahu aku bermain di belakang punggung kedua kakaknya, dia akan sangat marah padaku. Aku tidak ingin merusak pernikahanku yang tinggal menghitung hari."

Estella memutar bola matanya. Ia mendengus keras seakan ketakutan Valen adalah hal paling konyol yang pernah ia dengar.

"Kau ini memang bodoh atau terlalu lugu, Valen? Kenapa kau harus menggunakan identitas aslimu?"

Estella memperbaiki posisi duduknya, menatap Valen dengan tatapan mengintimidasi.

"Beli nomor baru yang tidak akan bisa dilacak atau dikenali oleh keluarga Limantara. Kirimkan video itu secara anonim ke pengasuh Abigail. Biarkan benih ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Ognindi Wingky
karya yg indah Thor.. bagus bnr... jd kl ini urusan Dastan n Moza happy ending alias ada adik Kayden... plzz Thor.. saran aq yaa... bikin karya utk masing* Tuan Muda Limatara ini jd jgn di gabung... walau didlm nya kdng msh ada pertemuan kel bsr... Seruuu kali Thor... thx much GBU
goodnovel comment avatar
Ikeu Kodila
harusnya gini up tuh jangan kesorean dan jangan kemaleman biar langsung kebaca semua 2bab nya, kadang sore banget kadang malem banget ka thor upnya
goodnovel comment avatar
wondertrash_
emng pendek pendek bgt babnya tp selalu bikin penasaran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pertemuan yang Membawa Luka

    Gedung Universitas Pusat dengan lima lantai akhirnya mulai terlihat. Bangunan yang didominasi oleh kaca gelap dan pilar-pilar beton itu berdiri kokoh di tengah taman kampus yang asri. Semakin dekat mobil Pak Nata menuju lobi utama, jantung Moza kian bertalu kencang. Rasanya, sudah lama sekali ia tidak menginjakkan kaki di tempat ini. Dulu, sewaktu dirinya masih mahasiswi, ia pernah beberapa kali datang sebagai peserta seminar biasa. Tak pernah terbayangkan bahwa suatu hari ia akan kembali dengan status yang jauh berbeda: sebagai pembicara."Silakan turun, Nyonya," suara Pak Nata memecah lamunan Moza. "Kalau acaranya sudah selesai, saya akan segera menjemput Nyonya."Moza memandang sejenak ke arah lobi kampus yang sudah ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Di beberapa sudut, spanduk-spanduk besar terpasang rapi, menampilkan judul seminar hari ini.Melihat namanya terpampang di sana, hati Moza diliputi rasa bangga sekaligus gugup."Terima kasih, Pak," ucap Moza singkat, sebelum i

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Misi Rahasia

    Pagi itu, Moza bergerak gesit di dapur. Ia memastikan Kayden dan Abigail menghabiskan sarapan telur gulung serta sereal mereka. Suara denting sendok dan tawa kecil anak-anak menjadi latar belakang yang menghangatkan suasana. Setelah urusan perut anak-anak selesai, Moza segera beralih ke kamar untuk mempersiapkan diri. Ini adalah hari besarnya, sebuah pembuktian profesionalitas yang tidak boleh ia sia-siakan.Abigail, yang selalu terpesona melihat ritual kecantikan, segera mengekor di belakang Moza. Gadis kecil itu asyik membantu memilihkan pakaian, bersikap seakan dirinya adalah penata busana pribadi sang ibu. Akhirnya, atas pilihan Abigail, Moza mengenakan setelan blazer dan celana panjang berwarna biru elektrik. Warna ini sangat menonjol, memancarkan aura kepercayaan diri yang nyata.Moza kemudian duduk di depan meja rias. Ia memulaskan make-up yang sedikit lebih tegas. Rambut panjangnya ia sanggul sederhana, dengan beberapa helai rambut yang sengaja disisakan di sisi wajah."Mama

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Rindu Kehadiranmu

    Valen mencengkeram kemudi dengan jemari yang gemetar. Keringat dingin membasahi telapak tangannya saat ia melirik ke arah kaca spion. Ternyata, mobil para pengawal suruhan Rezon masih setia membuntuti mereka, bagaikan bayangan kematian."Tapi Kak, bagaimana kalau Elbara tahu aku yang mengirimkan video itu?" bisik Valen dengan nada penuh kekhawatiran. "Insting Elbara sangat tajam. Jika dia tahu aku bermain di belakang punggung kedua kakaknya, dia akan sangat marah padaku. Aku tidak ingin merusak pernikahanku yang tinggal menghitung hari."Estella memutar bola matanya. Ia mendengus keras seakan ketakutan Valen adalah hal paling konyol yang pernah ia dengar. "Kau ini memang bodoh atau terlalu lugu, Valen? Kenapa kau harus menggunakan identitas aslimu?"Estella memperbaiki posisi duduknya, menatap Valen dengan tatapan mengintimidasi."Beli nomor baru yang tidak akan bisa dilacak atau dikenali oleh keluarga Limantara. Kirimkan video itu secara anonim ke pengasuh Abigail. Biarkan benih ke

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Serangan Dua Arah

    Moza segera bangkit dari ranjang, berusaha mengenyahkan pikiran negatif di benaknya.Ia keluar dari kamar dengan niat menyiapkan sarapan. Namun baru beberapa langkah di depan pintu, Moza melihat Bi Marni menapaki tangga seraya membawa nampan berisi tiga gelas susu. "Nyonya, Anda sudah bangun," sapa Bi Marni ramah. "Ini saya antarkan susu hangat untuk Nyonya dan anak-anak.""Biar saya yang membawa masuk, Bi. Anak-anak masih tidur," jawab Moza sambil mengambil alih nampan tersebut."Pasti mereka tidur nyenyak karena udara di sini sedang dingin-dinginnya. Kalau Nyonya dan anak-anak ingin sarapan, semua sudah tersedia di meja makan bawah.""Terima kasih, Bi. Tolong panggilkan Nuri dan Wulan ke atas," pinta Moza. Bi Marni mengangguk patuh, lantas berbalik menuruni tangga.Moza kembali masuk ke kamar dan meletakkan nampan susu di atas meja. Ia berjalan perlahan menuju ranjang. Pertama, ia membangunkan Kayden karena bocah itu terlelap paling awal semalam. Moza mengelus pipi putranya itu d

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Tiba-tiba Cemburu

    Melihat Rezon yang masih bungkam dengan wajah mengeras, Estella mengulas senyum kemenangan. Ia merasa telah memegang kendali penuh atas pria di depannya."Aku yakin kau pasti akan membuat pilihan yang bagus, Rezon. Kau terlalu cerdas untuk menghancurkan kariermu sendiri," ujar Estella dengan nada merayu.Alih-alih menjawab, suara desisan yang tajam keluar dari bibir Rezon.Tanpa peringatan, pria itu kemudian mengulurkan tangan dan meraih dagu lancip Estella. Menjepitnya dengan kuat menggunakan ibu jari dan telunjuknya."Kau benar," tukas Rezon dengan suara bariton yang tenang. Namun, justru ketenangan itulah yang terasa mematikan.Rezon mendekatkan wajahnya, hingga Estella bisa merasakan hembusan napas pria itu di kulitnya. "Dengarkan baik-baik, pilihanku adalah …. tidak menerima kedua penawaran busukmu. Abigail sudah sangat bahagia menjadi anak Kak Dastan, dan aku tidak akan membiarkan siapapun, termasuk kau, merusak kebahagiaannya."Estella mendengus, mencoba menutupi kegugupannya.

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Siasat Licik

    Seakan baru tersadar dari keterkejutan yang sempat melumpuhkan logikanya, Rezon maju selangkah. Pandangannya yang semula lelah mendadak berubah menjadi sedingin es di kutub utara. Mata Rezon menyipit tajam, memancarkan aura mematikan yang membuat suasana di lobi terasa mencekam."Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita," desis Rezon menyerupai sebuah geraman."Lebih baik kau tinggalkan apartemen ini, sebelum aku menyuruh security menyeretmu keluar secara paksa."Namun, Estella bukanlah wanita yang gampang menyerah hanya karena satu gertakan. Ia justru menyandarkan tubuhnya dengan santai pada pilar, menatap Rezon dengan ekspresi terluka yang dibuat-buat."Aku sudah jauh-jauh datang kemari, menempuh perjalanan panjang dari luar negeri hanya untuk menemuimu. Kau malah mengusirku begitu saja?” balas Estella. “Di mana rasa kemanusiaanmu, Dokter Rezon yang terhormat?"Rezon mendengus sinis. "Khusus untuk wanita licik sepertimu, aku tidak perlu memiliki belas kasihan. Yang jela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status