Share

bab 125 Rafka terluka.

Penulis: Pita
last update Tanggal publikasi: 2026-01-24 06:16:41

Tekanan yang mulai bergerak tidak pernah memilih korban secara adil,Ia hanya mencari yang paling dekat dengan pusat benturan.

Pagi itu, barak timur Aethelgard tampak berjalan seperti biasa. Latihan tetap berlangsung. Perintah tetap diteriakkan. Pedang beradu seperti rutinitas yang menenangkan setidaknya di permukaan.

Rafka Narendra Afsar berdiri di antara para prajurit muda, mantel latihannya terbuka, pedang kayu di tangan. Wajahnya fokus, rahangnya mengeras. Ia tahu sesuatu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 268 justin yang terlupakan.

    Malam semakin dalam di Aethelgard.Hujan di luar perlahan mereda, meninggalkan suara tetesan air dari atap batu istana. Ruang pengobatan mulai sedikit tenang setelah Lucas akhirnya sadar kembali.Para tabib masih sibuk mengganti ramuan dan membersihkan racun dari tubuhnya.Namun ketegangan yang tadi memenuhi ruangan…belum benar-benar hilang.Rionaldo duduk di lantai dekat dinding sambil menundukkan kepala. Rafka berdiri diam di dekat jendela. Jagatra masih berada di sisi ranjang Lucas tanpa banyak bicara.Sementara Justin…perlahan berjalan keluar ruangan sendiri.Tidak ada yang menghentikannya.Karena semua orang mengira ia hanya butuh udara.Koridor istana terasa panjang dan dingin malam itu.Langkah Justin bergema pelan melewati obor-obor redup.Tatapannya kosong lurus ke depan.Isi kepalanya masih dipenuhi Michael.Cristian.Lucas.Dan semua orang yang hampir hilang satu per satu.Namun semakin lama ia berjalan

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 267 Michael yang diingat sebagai iblis.

    saat Lucas dibawa menuju ruang pengobatan kerajaan. Para tabib berjalan cepat melewati koridor sambil membawa ramuan dan kain hangat.Sementara di belakang mereka…tidak ada satu pun yang bicara.Jagatra berjalan paling depan.Tatapannya lurus.Dingin.Rionaldo mengepalkan tangannya sejak tadi. Justin menunduk sambil mengusap wajah kasar berkali-kali. Dan Rafka terus menatap bercak darah kecil yang tertinggal di lantai batu tempat Lucas jatuh tadi.Semuanya terasa terlalu mirip.Terlalu dekat dengan kehilangan lain yang belum sempat mereka kubur.Pintu ruang pengobatan terbuka keras.BRAKK!Tabib segera membaringkan Lucas di atas ranjang besar.“Cepat, siapkan penawar!”“Air panas!”“Bersihkan lukanya lagi!”Suara para tabib memenuhi ruangan.Namun Lucas sendiri hanya memejamkan mata sambil menahan napas berat.Racun hitam samar mulai terlihat jelas di bawah kulit lehernya sekarang.Dan itu membuat suasana ruang

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 266 Lucas tersungkur.

    Hujan kecil belum berhenti sejak ruangan penghormatan itu ditinggalkan. Lorong-lorong istana dipenuhi cahaya obor redup dan langkah pelan para pelayan yang berbicara nyaris berbisik.Namun setelah keluar dari ruangan Cristian…tidak ada seorang pun yang benar-benar merasa bisa bernapas lega.Jagatra berjalan paling depan di koridor utama.Tatapannya lurus.Diam.Sementara di belakangnya, Justin menunduk sambil memasukkan tangan ke saku jubah. Rafka berjalan pelan dengan wajah pucat. Rionaldo masih memegang gelas kecil kosong sejak tadi.Dan Lucas…langkahnya mulai terasa berat.Sangat berat.Awalnya tidak ada yang sadar.Sampai....BRUKK!Tubuh Lucas tiba-tiba oleng keras menghantam dinding batu.“Lucas!”Rafka langsung bergerak cepat menangkap bahunya sebelum pria itu jatuh sepenuhnya ke lantai.Rionaldo membeku.Justin langsung mendecak panik.“Anjir.!”Lucas tertawa kecil sambil menahan napas kasar.“

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 265 Mengantar Cristian ke peristirahatan terakhir.

    Malam turun perlahan di Aethelgard.Hujan tipis kembali membasahi halaman istana. Cahaya obor memantul di lantai batu yang masih menyisakan retakan perang. Dan di tengah kerajaan yang sedang mencoba bangkit kembali…nama Cristian kembali memenuhi udara.Karena besok pagi… pemakamannya akan dilaksanakan.Di ruang persiapan kerajaan, beberapa pelayan berjalan pelan sambil membawa kain putih dan lambang bahrasta.Tidak ada suara keras.Tidak ada percakapan panjang.Semua orang bergerak hati-hati…seolah takut merusak kesunyian yang menyelimuti istana malam itu.Di ruangan paling ujung…tubuh Cristian terbaring tenang.Pakaiannya sudah diganti dengan jubah kerajaan berwarna hitam dan emas. Luka di dadanya ditutupi kain kehormatan perang.Dan untuk pertama kalinya sejak perang dimulai…wajah pria itu terlihat benar-benar damai.Pintu ruangan terbuka perlahan.KREEKK…Jagatra masuk lebih dulu.Di belakangnya ada Lucas, Ju

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 263 Ellisha memberi jalan.

    Balai Agung Aethelgard berubah sunyi.Namun sunyi itu… bukan ketenangan,Melainkan tekanan yang membuat udara terasa berat.Jagatra masih berdiri di tengah aula.Tatapannya dingin mengarah lurus ke depan.Prajurit yang tadi melapor bahkan tidak berani mengangkat kepala lagi.Lucas mengusap wajahnya kasar.“…dewan bangsawan mulai gerak.”Justin mendecakkan lidah keras.“Mereka takut kehilangan kuasa.”Rafka mengepalkan tangannya kecil.“Dan mereka pakai Audina.”Rionaldo langsung berbalik menuju pintu aula.“Gue ambil dia sekarang.”Namun...“Berhenti.”Langkah Rionaldo langsung terhenti.Semua mata berpindah ke Jagatra.Pangeran mahkota itu perlahan berjalan turun dari tangga aula.Langkahnya tenang.Terlalu tenang.Dan justru itu yang membuat semua orang semakin waspada.Lucas menyipitkan mata kecil.“…lo mau apa?”Jagatra berhenti beberapa langkah dari mereka.Tatapannya tidak berubah.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 262 Audina menjadi tawanan.

    Pagi di Aethelgard mulai bergerak perlahan.Balai Agung kembali dibuka.Para pelayan membersihkan sisa reruntuhan. Prajurit berjaga di setiap lorong utama. Dan untuk pertama kalinya sejak perang saudara pecah…kerajaan mulai terlihat hidup kembali.Namun kedamaian itu… tidak bertahan lama.Di sayap utara istana, Audina sedang duduk di ruang pemulihan kecilnya.Lukanya masih belum benar-benar sembuh. Bahunya masih diperban tebal. Namun dibanding beberapa hari lalu…warnanya sudah jauh lebih baik.Di dekat jendela, sinar matahari pagi masuk lembut menyinari ruangan.Nara berdiri di samping meja sambil menuangkan air hangat.Meskipun Putri Ellisha sudah meninggalkan Aethelgard… Nara masih tinggal sementara untuk membantu pemulihan para korban perang.“Audina, kau harus istirahat lebih lama,” katanya pelan.Audina tersenyum kecil.“Aku bosan terus di kamar.”Nara menghela napas kecil pasrah.Namun sebelum ia sempat menjawab—

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 186 justin yang terluka.

    Di Balai Arsip Kerajaan, lampu minyak masih menyala.Meski matahari sudah tinggi.Di tengah ruangan yang dipenuhi dokumen tua, Pangeran Justin Stewart Andrian masih berdiri di depan meja.Tangannya membuka satu gulungan.Membaca.Menutup.Lalu beralih ke yang lain.Seo

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 185 michael yang tertawa.

    Pagi di Kerajaan Aethelgard Silvanus terus berjalan.Namun bagi sebagian orang,Hari ini bukan tentang terang. Melainkan tentang siapa yang masih berdiri di bawahnya. Di balai latihan militer, suara logam kembali terdengar. Clang! Dua pedang beradu keras.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 184 Lucas yang dikhianati.

    Pagi di Kerajaan Aethelgard Silvanus semakin terang.Namun cahaya tidak selalu berarti kejelasan.Kadang,Ia justru membuat bayangan terlihat lebih tajam.Di salah satu menara yang jarang digunakan, seorang pria berdiri menghadap halaman istana.Pangeran Lucas Zander Maxime.Ta

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 180 audina terancam.

    Fajar akhirnya tiba di Kerajaan Aethelgard Silvanus.Langit perlahan berubah dari hitam menjadi abu-abu pucat. Cahaya pagi menyentuh menara-menara tinggi istana, membuat bayangan panjang jatuh di halaman batu.Istana mulai hidup kembali.Para pelayan berjalan membawa air dan makanan.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status