공유

bab 210 Rionaldo yang setia.

작가: Pita
last update 게시일: 2026-04-19 09:13:38

Malam turun perlahan di atas Aethelgard. Api obor di sepanjang koridor istana menyala redup, menari pelan seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diungkapkan terang-terangan.

Dan di antara cahaya yang rapuh itu, seorang pangeran berdiri sendirian.

Rionaldo Xaviero.

Pangeran yang selalu tampak paling licin, paling tidak bisa ditebak, paling dekat dengan dunia abu-abu di dalam istana. Orang-orang mengira ia hanya memikirkan dirinya sendiri.

Mereka salah.

Merek
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 299 Rafka dan Rionaldo yang tercatat.

    BUM... BUM... BUM... Langkah makhluk itu semakin dekat. Setiap pijakannya... membuat dinding lorong dipenuhi retakan baru. Kabut hitam berputar mengelilinginya. Namun... wujudnya masih tertutup kegelapan. Hanya... sepasang mata merah yang tampak jelas. Jagatra mengangkat pedangnya. "Jangan lengah." Lucas berdiri di sisi kirinya. Justin di kanan. Audina dan Nara berada beberapa langkah di belakang. Sedangkan... Rafka dan Rionaldo saling berpandangan. Entah mengapa... keduanya merasakan sesuatu yang sama. Pria tua berjubah hitam berkata pelan, "Ia mulai memilih." Lucas mengernyit. "Memilih apa?" "Nama berikutnya." Sunyi. Mendadak... dua sinar merah keluar dari mata Penghapus. Bukan menuju Jagatra. Bu

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 298 Justin yang jadi aib.

    Lorong terdalam kembali bergetar.DUUUM...DUUUM...Kabut hitam yang memenuhi celah-celah batu perlahan bergerak.Tidak lagi berputar tanpa arah.Kini...kabut itu seperti sedang mencari sesuatu.Jagatra mengangkat pedangnya."Semua tetap waspada."Lucas mengangguk.Justin mengembuskan napas panjang.Sedangkan Rafka mulai mampu berdiri tanpa bantuan.Pria tua berjubah hitam memandang ke ujung lorong."Waktunya sudah tiba."Belum sempat siapa pun bertanya...kabut di depan mereka perlahan membelah.Namun...yang muncul bukan makhluk bermata merah.Melainkan...sebuah aula lain.Sangat luas.Di tengahnya berdiri cermin hitam raksasa.Permukaannya tidak memantulkan bayangan.Melainkan...kenangan.Pria tua itu berkata pelan,"Penghapus selalu menyerang melalui luka yang belum selesai."Tatapannya beralih kepada Justin."Dan kau...""...akan menjadi yang pertama."Just

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 297 Michael jadi hantu?

    Lorong terdalam kembali diliputi keheningan.Namun...keheningan itu tidak lagi terasa kosong.Getaran pelan masih merambat di sepanjang dinding batu.DUUUM...DUUUM...Kabut putih berputar perlahan.Jagatra tetap berdiri di depan Lucas.Justin memandang lorong yang gelap.Sedangkan Rafka...masih berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya.Pria tua berjubah hitam memandang jauh ke dalam kegelapan.Wajahnya berubah serius."Ia telah bangun."Jagatra mengangkat pedangnya."Siapa?"Belum sempat pria tua itu menjawab...udara di seluruh lorong mendadak menjadi sangat dingin.Obor-obor batu padam.Satu demi satu.FUSSH...FUSSH...FUSSH...Hanya cahaya putih dari kabut yang masih menerangi ruangan.Audina merapat ke sisi Jagatra."Aku merasakan sesuatu..."Nara menggigil."Bukan manusia."Rionaldo menggenggam pedangnya semakin erat."Lalu apa?"Sunyi.Kemudian...

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 296 Lucas jadi bayangan.

    Lorong kuno kembali dipenuhi keheningan.Kabut putih masih mengelilingi Lucas.Justin.Dan Rafka.Meski doa Ellisha sempat memperlambat kutukan...retakan pada dinding batu belum benar-benar berhenti.KREK...KREK...Suara retakan kembali terdengar.Jagatra langsung menoleh.Tatapannya tertuju pada nama Lucas.Retakan kecil kembali muncul.Pria tua berjubah hitam menghela napas."Kutukan mulai bergerak lagi."Audina menggenggam tangan Jagatra."Kita harus melakukan sesuatu."Jagatra melangkah mendekati dinding batu."Lalu bagaimana caranya?"Pria tua itu menatap Lucas."Kutukan ini...""...akan selalu menguji orang yang paling kuat mengingat."Sunyi.Lucas mengangkat wajahnya perlahan.Tatapannya mulai kembali jernih.Namun...ia merasakan sesuatu.Tubuhnya terasa semakin ringan.Sangat ringan.Ia menatap kedua tangannya."...kenapa?"Justin ikut menoleh."Luca

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 295 Kaesar menjadi peringatan.

    Sementara... jauh dari lorong kuno.Jauh dari cahaya yang mulai menumbuhkan harapan.Di bawah Istana Aethelgard...penjara batu tetap diselimuti keheningan.Obor-obor menyala redup.Suara tetesan air menggema tanpa henti.TOK...TOK...TOK...Di balik jeruji besi...Kaesar masih terduduk seorang diri.Rambutnya mulai berantakan.Jubah kebesarannya telah lama diganti dengan pakaian tahanan.Tak ada lagi mahkota.Tak ada lagi pelayan.Tak ada lagi orang yang memanggilnya "Yang Mulia."Hanya kesunyian...yang menjadi temannya.Ia menatap kedua telapak tangannya.Lalu berbisik lirih,"...aku pernah memiliki semuanya."Namun...tak ada seorang pun yang menjawab.Tak lama kemudian...terdengar langkah kaki.TOK...TOK...TOK...Seorang penjaga tua berhenti di depan sel.Ia membawa semangkuk makanan.Kaesar mengangkat kepala.Penjaga itu meletakkan mangkuk tersebut.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 294 Criastian abadi dalam kisah.

    Lorong kuno kembali diliputi kesunyian.Namun...kesunyian itu telah berubah.Harapan yang sempat hampir padam...kini kembali menyala.Meski hanya sebesar nyala lilin.Jagatra masih menatap Lucas.Justin.Dan Rafka.Ketiganya masih berdiri di balik kabut putih.Namun kini...mata mereka tidak lagi sepenuhnya kosong.Pria tua berjubah hitam menghela napas panjang."Doa telah memberi mereka waktu.""Tapi...""...waktu itu tidak akan bertahan selamanya."Jagatra menjawab tegas."Kalau begitu kami akan memanfaatkan setiap detiknya."Pria tua itu menatapnya.Tidak menjawab.Hanya mengangguk sangat pelan.Seolah...untuk pertama kalinya...ia mulai mengakui tekad Raja Aethelgard.Di sisi lain lorong...terdapat sebuah ruangan kecil yang belum pernah dimasuki siapa pun.Jagatra melangkah masuk.Audina.Rionaldo.Nara.Mengikutinya.Di tengah ruangan...berdiri se

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 171 Ellisha menangis darah.

    Istana Kerajaan Aethelgard Silvanus tampak tenang dari luar. Menara batu berdiri kokoh. Bendera kerajaan berkibar pelan diterpa angin siang.Para penjaga berjalan di jalur patroli dengan ritme yang terlihat biasa.Namun di salah satu sayap istana yang jarang dikunjungi tamu, ket

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 170 Audina yang tegar.

    Pagi datang perlahan di kota yang berdiri di bawah bayang-bayang Kerajaan Aethelgard Silvanus.Kabut tipis masih menggantung di antara atap-atap rumah ketika Audina membuka jendela kecil rumahnya. Udara dingin masuk bersama bau tanah basah dan suara langkah orang-orang yang sudah memula

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 162 Cristian menyelamatkan.

    Pangeran Cristian Bahrasta mengangkat wajahnya ke arah kisi-kisi jendela, menghitung bayang yang bergerak satu denyut lebih lambat dari jadwal jaga.Di dalam, Putri Ellisha sudah bangun. Ia merasakan perubahan udara sebelum suara muncul. Perubahan itu halus,seperti lilin yang hampir pad

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 160 Audina bertahan hidup.

    Pagi datang tanpa upacara. Cahaya menembus kisi jendela dapur kecil, jatuh pada meja kayu yang telah memikul terlalu banyak musim. Audina Veleryna Arsela bangun sebelum bunyi apa pun, karena bertahan hidup selalu dimulai lebih awal daripada perintah.Ia menghitung sisa gandum dengan tela

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status