Share

Hubungan Gelap

Author: Miss Mella
last update publish date: 2026-09-20 14:34:35

Anna hanya mampu menahan rasa kesedihan mendalam setelah kedua orang tuanya meninggalnya. Satu tahun yang lalu ayahnya meninggalkan karena penyakit langka, lalu tidak menunggu lama, kemudian beberapa bulan yang lalu tiba-tiba sang ibu menghilang entah kemana, dan saat ini anggota keluarganya hanya tersisa Lilian.

Hubungannya dengan Lilian bisa dikatakan jauh dari kata harmonis, sejak kecil Lilian memang terkenal memiliki sikap yang keras bahkan dalam membuat keputusan kandang Lilian tidak akan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   GOSIP ISTANA

    "Tidak perlu, kau cukup pastikan jangan sampai ada rencana dari para dewan untuk memutuskan tanggal pernikahan!" Tentunya Asher ragu akan hal itu, yang benar saja bukan hanya sekali atau dua kali dirinya mendapati Anna dan Andrean bersama, bahkan saat ini Asher mendengar banyak gosip, jika Anna dan Andrean menjalalin hubungan dikalangan para pelayan istana. "Tuan Putri apa kau yakin hal ini akan baik? Bagaimana, jika apa yang telah terjadi pada mendiang Ratu Ella akan terulang padamu?" Lilian duduk dengan tenang, kemudian menjentikan jarinya dan dari rak buku paling atas, terbang dan turun buku yang cukup tebal tepat di depan Lilian yang segera membuka buku. "Apa kau mulai ragu Asher? Aku juga tau pasti ada hubungan diantara mereka berdua, lagipula aku juga tidak akan menikahi Pangeran Andrean dan jika Anna menginginkan Andrean aku akan dengan senang hati memberikannya!" Ujar Lilian yang saat ini sengaja tengah mengantung hubungannya dengan Andrean. Baiklah saat ini Asher yakin, pa

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   Hubungan Gelap

    Anna hanya mampu menahan rasa kesedihan mendalam setelah kedua orang tuanya meninggalnya. Satu tahun yang lalu ayahnya meninggalkan karena penyakit langka, lalu tidak menunggu lama, kemudian beberapa bulan yang lalu tiba-tiba sang ibu menghilang entah kemana, dan saat ini anggota keluarganya hanya tersisa Lilian. Hubungannya dengan Lilian bisa dikatakan jauh dari kata harmonis, sejak kecil Lilian memang terkenal memiliki sikap yang keras bahkan dalam membuat keputusan kandang Lilian tidak akan mendengar ucapan orang lain dalam pertimbangannya. Apalagi tinggal menunggu hitungan hari Lilian akan naik Tahta, dan Anna tidak tau apa yang akan terjadi padanya. Terakhir kali setelah sang Ibu menghilang entah kemana, Lilian memindahkan dirinya kebangunan belakang istana dan membatasi segala gerak gerik Anna, ketika akan keluar istana. "Andrean, apa yang kau lakukan? Bagaimana jika Lilian melihat?" Andrean terseyum tipis begitu Anna menyadari keberadaannya. "Aku sudah bertanya pada pengawa

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   PENJARA

    Asher hanya diam menghela napas pasrah mendengar ucapan Lilian, seolah apa yang diucapakan Lilian adalah hal yang wajar, dan kini Asher dan beberapa orang prajurit mengikuti langkah Lilian. Hingga mereka semua berhenti, disebuh bangunan cukup besar di tengah hutan. Tidak Ada yang tau pasti letak bangunan itu, hanya segelintir orang yang mengetahui penjara rahasia milik kerajaan Fatamora. Sekilas Lilian menatap Asher yang langsung tau maksud Lilian agar hanya dirinya dan Lilian yang bisa masuk kedalam penjara itu. Baik Asher maupun Lilian tidak begitu mempedulikan tatapan para tahanan yang seolah bertanya apa yang dilakukan oleh seorang calon ratu di dalam penjara yang bahkan mendiang Raja sendiri tidak akan menginjakan kaki kedalam penjara ini. "Putri apa tidak sebaiknya anda lepaskan saja Ratu!" Melepaskan tahanannya? Tentu saja Lilian tidak akan melepaskan begitu saja tahanannya. "Dasar anak bedebah, aku pastikan kau akan hancur! Manusia sepertimu tidak pantas memimpin!" Ujar seo

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   CALON RATU

    Hey wanita tua, apa yang kau lakukan? Aku akan benar-benar memberikamu pelajaran, setelah pergi dari sini! " Mark sama sekali tidak terima akan hal ini, setelah pergi dari gubuk tua ini dia akan benar-benar memperlihatkan siapa dirinya pada wanita tua di depannya. "Aku yang harusnya bertanya, daripada mengatakan hal yang tidak-tidak lebih baik pergi, dan antarkan sayur-sayur ini ke pasar!" Mark menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan wanita tua barusan. Pasar? Mark benar-benar tidak akan menginjakan kaki di tempat kumuh itu. "Aku tidak akan melakukan itu!" Dengan cepat wanita paruh baya itu, segera menarik telinga Mark dengan begitu keras tentunya dengan raut wajah tak kalah kesal dengan Mark. "Jangan menagtakan hal bodoh, kita ini hanya rakyat jelata! Jangan membuat masalah yang membuat hidup kita sudah. Cepat selesaikan pekerjaamu, Bibi tidak ada waktu lagi!" Mark merasa harga dirinya runtuh begitu saja, ketika wanita paruh baya yang mengaku sebagai bibinya itu menyebut, ji

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   KECELAKAAN

    Sebelum benar-benar pergi, Mark menatap sekilas nampan berisi es jeruk yang dibawa Lyla. Tanpa mengatakan apapun, Mark tiba-tiba menumpahkan es jeruk tersebut tepat di atas kepala Lyla dan pergi begitu saja. Lyla terdiam tanpa sepatah katapun, tetapi segera berlari mengejar Mark hingga sampai parkiran. "Kenapa kau sangat kerterlaluan padaku?" Lyla berujar mengikuti Mark yang sama sekali tidak menatap Lyla. Mark terys melangkah hingga masuk kedalam mobil, dan bersiap akan menutupnya. Namun, dengan cepat Lyla mencegatnya dan kali ini Lyla ingin Mark memberikan penjelasan kenapa Mark selalu merundungnya hanya karena masalah sepele. Sebenarnya, Lyla tidak ingin melakukan hal ini, tapi hari ini Mark benar-benar kerterlaluan. "Karena aku tidak suka padamu, kau menganggu!" Mark mengatakan hal itu sembari menunjuk wajah Lyla yang jelas kesal dengan alasan Mark yang terkesan konyol. "Jika, kau tidak suka padaku harusnya lebih baik kau menghindar, kenapa kau selalu merundungku?" Mark terdia

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   TEMPAT KERJA

    "Kau tidak bisa, mengambilnya bukan?" Cemoh Mark menatap Lyla yang mencoba berjinjit mengambil buku yang berada di tangan Mark. "Ini!" Mark menjatuhkan buku itu begitu saja, kemudian menginjak buku itu sembari menatap Lyla yang tampak shock dengan apa yang di lakukan Mark. "Kau!" Lyla menatap jengah Mark, sembari berjongkok akan mengambil bukunya dan kali ini Lyla juga kurang cepat, karena Mark kembali mengambil buku itu. Belum sempat Lyla berdiri, Mark kembali melakukan perundungan dengan menumpahkan sampah berisi makanan busuk tepat di atas kepala Lyla yang tampak terdiam menatap tajam Mark yang tertawa puas dengan yang dilakukannya dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan Lyla yang diam mengepalkan tangnnya penuh rasa kesal, begitu melihat beberapa orang yang lewat terlihat menutup hidung mereka begitu mencium bau busuk. "Astagah, Lyla!" Rania segera berlari kearah Lyla yang baru saja keluar dari mobilnya dengan tatapan kesal melihat orang-orang yang sepertinya tidak ada emp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status